<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466</id><updated>2011-10-04T01:36:29.563-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Business and Marketing dialog</title><subtitle type='html'>We can discussion about Indonesia business, marketing, finance in Indonesia and English Language.
Your experience with Indonesia company or you can send your article about Marketing or Business idea.
God bless you.
Samuel David Immanuel</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2460948900299714656</id><published>2008-10-20T09:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T09:37:06.567-07:00</updated><title type='text'>Jalan-jalan  Pasir Putih di Pulau Sepa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyzqffAWWI/AAAAAAAAAUY/8lI0_IvEtlI/s1600-h/SEPA+ISLAND+APR+08+167.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyzqffAWWI/AAAAAAAAAUY/8lI0_IvEtlI/s400/SEPA+ISLAND+APR+08+167.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259276007449319778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyzmjeQJxI/AAAAAAAAAUQ/JPMTTpOw2To/s1600-h/SEPA+KSP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyzmjeQJxI/AAAAAAAAAUQ/JPMTTpOw2To/s400/SEPA+KSP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259275939800426258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa mungkin kita masih bisa menikmati udara bersih, air laut yang jernih, dan pasir putih di Kepulauan Seribu? Pertanyaan ini muncul di benak ketika berangkat ke Pulau Sepa dengan kapal cepat dari Dermaga 19 di Marina Ancol, pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam ke Pulau Sepa, yang jaraknya sekitar 54 mil dari Marina Ancol, Jakarta Utara, keraguan itu pun sirna. Pantai pasir putih terhampar di pulau itu. Bukan hanya itu, air laut yang jernih dan udara yang bersih masih dapat ditemukan di pulau seluas 6,2 hektar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, siapa bilang Jakarta tak punya tempat berlibur yang eksotis? Pulau Sepa layak disebut sebagai ”Little Bali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah wisatawan mancanegara berjemur di pantai berpasir putih itu. Beberapa di antaranya membaca buku di bawah pohon kelapa. Sebagian lagi terlihat menggunakan peralatan snorkeling, berputar-putar di laut di sekeliling pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”White sand, white beach. Very beautiful,” komentar Anthony O’Hern (26), wisatawan Australia yang menikmati snorkeling di seputar pulau itu dan mengayuh kano hingga ke pulau-pulau sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricko Wijaya, pengusaha Jakarta yang sudah empat kali menghabiskan akhir pekan di Pulau Sepa bersama keluarganya, mengaku jatuh cinta dengan keindahan alam di pulau ini. Sebelum tahu info soal Pulau Sepa, Ricko mencari lokasi yang cukup jauh dari Jakarta, yakni di Pangdeglang dan Lebak di Banten, atau Karimunjawa (Jawa Tengah) dan Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kini, kami sekeluarga memilih Pulau Sepa. Kami dapat memancing ikan dan cumi di pantai. Kami juga dapat menikmati terang bulan di pulau ini,” kata dia, pengusaha garmen yang datang bersama istri dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricko bahkan mengajak 150 karyawan pabrik garmennya berwisata bahari di Pulau Sepa, akhir tahun lalu. ”Banyak karyawan yang bertanya kapan bisa berlibur lagi di pulau ini,” cerita Ricko yang punya hobi memancing. Dia pernah mendapatkan ikan marlin di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisatawan India, Vikram Sodhi, bersama lima rekannya, menikmati Pulau Sepa dalam one day trip. Vikram menikmati snorkeling dan banana boat. ”Saya sudah empat kali berkunjung ke Jakarta, tetapi baru kali ini ke Pulau Sepa. Wau, luar biasa. Saya tak pernah menyangka Jakarta masih memiliki laut jernih. Apalagi menyaksikan lumba-lumba di laut ini,” kata Vikram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karolina, wisatawan Ukraina, malah akan kembali lagi ke Pulau Sepa dalam waktu dekat. ”Menghabiskan akhir pekan di pulau ini lebih menyenangkan. Pulau ini relatif lebih sepi sehingga kami dapat menikmati suasana privasi,” kata perempuan yang sudah sering berlibur ke Bali itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Sepa merupakan satu dari dua pulau resor yang masih bertahan. Pulau lainnya, Pulau Putri, juga masih menerima tamu yang datang, namun pengelola pulau itu dikabarkan memangkas jumlah pekerjanya. Pulau-pulau di resor lainnya, seperti Pulau Pantara, hanya mau menerima tamu dalam jumlah tertentu. Pulau Matahari dan Pulau Kotok terpaksa tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara terpendam&lt;br /&gt;Pulau Sepa memang mutiara yang terpendam. ”Sangat jarang ada pulau dengan pasir putih. Ini memang ’Little Bali’. Punya potensi luar biasa untuk menjadi destinasi wisata jika mendapat dukungan pemerintah,” kata Presiden Direktur PT Bali Marine Walk, I Made Suardana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made menanamkan investasi lebih dari satu miliar rupiah untuk permainan baru, marine walk, yakni alat pelindung kepala semacam helm untuk jalan-jalan di dasar laut. Lima marine walk itu memungkinkan bagi pengunjung berjalan kaki di bawah laut, menyaksikan keindahan karang dan memberi makan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achmad, pengusaha asal Jambi, sebelumnya akan berlibur ke Bali. Namun, dia kemudian mencari alternatif berlibur di Kepulauan Seribu. ”Saya cari info di internet dan mendapatkan resor di Pulau Pantara, Putri, dan Sepa. Saya baru tahu, ternyata ada pulau indah di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta bukan sekadar kota yang penuh gemerlap kehidupan malam ataupun padat dengan acara MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Jakarta ternyata memiliki wisata pantai yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ironisnya, kata Ari Wijaya, konsultan perjalanan, tidak ada gebrakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempromosikan wisata bahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Visit Indonesia terasa tak ada gaungnya sama sekali di Jakarta,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO di blog ini foto suasana pantai berpasir putih di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2460948900299714656?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2460948900299714656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2460948900299714656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2460948900299714656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2460948900299714656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/jalan-jalan-pasir-putih-di-pulau-sepa.html' title='Jalan-jalan  Pasir Putih di Pulau Sepa'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyzqffAWWI/AAAAAAAAAUY/8lI0_IvEtlI/s72-c/SEPA+ISLAND+APR+08+167.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-918063480673582208</id><published>2008-10-20T09:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T09:32:59.371-07:00</updated><title type='text'>PULAU SEPA - Pulau Seribu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyycAZAD8I/AAAAAAAAAUI/1BaMh7zWBmQ/s1600-h/sepa+beach.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyycAZAD8I/AAAAAAAAAUI/1BaMh7zWBmQ/s400/sepa+beach.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259274659072839618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyyUrit11I/AAAAAAAAAUA/VbGnevioLf0/s1600-h/sepa10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyyUrit11I/AAAAAAAAAUA/VbGnevioLf0/s400/sepa10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259274533217359698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Jenuh dengan kesibukan di pekerjaan dan aktivitas di hiruk-pikuk Ibu Kota Jakarta? Bosan dengan kemacetan, deru mesin mobil, asap polusi kendaraan? Ke mana Anda melepaskan kepenatan dan kejenuhan tersebut? Banyak pilihan untuk melepaskan kepenatan dan kejenuhan, tetapi tidak perlu jauh-jauh dari Jakarta. Salah satu resor di Kepulauan Seribu Utara yang masih masuk dalam DKI Jakarta, yakni Sepa Paradise atau Resor Pulau Sepa, bisa menjadi pilihan. Untuk mencapai pulau yang masuk dalam gugusan Kepulauan Seribu Utara ini, bisa dengan menggunakan kapal pribadi bagi yang memiliki atau dengan menggunakan kapal milik resor ini dari Pelabuhan atau Dermaga XIX Marina Ancol. Perjalanan dengan kapal cepat atau speed boat dari Marina Ancol Jakarta, sepanjang perjalanan kurang lebih 1,5 jam, merupakan suatu wisata tersendiri karena melintasi gugusan Kepulauan Seribu. Memasuki resor Pulau Sepa, rasanya seperti berada di antara pulau karena Pulau Sepa ini dikelilingi sejumlah Pulau seperti Pulau Putri dan Pulau Pelangi serta beberapa pulau tak berpenghuni lainnya. Ketika sampai di dermaga Pulau Sepa, rasa tenang langsung melanda SH. Rasanya seperti berada jauh dari Jakarta, padahal masih berada dalam Provinsi DKI Jakarta. Dermaga Pulau Sepa, bukanlah seperti dermaga di pelabuhan-pelabuhan lainnya yang air lautnya berwarna hitam pekat. Air laut di dermaga Pulau Sepa masih berwarna kehijauan dan biru terang. Masih bening, sehingga dasar laut yang tidak terlalu dalam, bisa terlihat. Turun dari Kapal Sepa Paradise yang mengantar SH dan rombongan dari Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, setelah meniti Dermaga yang terbuat dari Kayu, langsung disambut oleh Pintu Gerbang yang mengantarkan ke Front Office Pulau Sepa untuk mengambil Kunci Kamar Bungalow tipe Penyu. Front Office merupakan bangunan tersendiri. Di samping Front Office atau Lobby Pulau Sepa, terdapat mini shop yang menjual berbagai perlengkapan apabila lupa membawanya dari rumah, seperti film untuk kamera, batu baterai hingga pernak-pernik Pulau Sepa. Sang Tuan Rumah, Manajer Operasional Resor Pulau Sepa, Bestari Barus langsung menyapa dengan ramah. ”Ini masih Jakarta lho,” candanya. Untuk mencapai bungalow atau Cottage, melewati Restoran Pulau Sepa yang berukuran lumayan besar dan berada di bibir pantai. Selain restoran yang berukuran besar, juga terdapat beberapa bangunan terpisah berukuran 25 meter persegi yang dilengkapi dengan meja makan. Bangunan terpisah ini, letaknya berada persis di pinggir pantai sehingga ketika makan bisa menikmati hembusan angin pantai dan melihat ombak memecah di pantai. Kamar atau cottage tipe penyu di Pulau Sepa dilengkapi dengan Queen Size Bed dan Single Bed sehingga bisa ditempati tiga orang. Juga disediakan extra bed apabila yang menginap lebih dari tiga orang. Setiap cottage dilengkapi dengan beranda atau teras yang dilengkapi kursi dan meja dari rotan. Kamar juga dilengkapi dengan televisi, meja tulis, lampu tidur, dan sambungan listrik. Kamar Mandi memang tidak dilengkapi dengan Bath Tube tetapi tersedia shower yang bisa memancarkan air panas dan air dingin, tergantung selera kita. Water Closet dan Wastafel juga tersedia di kamar mandi. Model tata Bungalow untuk Tipe Penyu juga unik. Untuk yang bernomor ganjil agak menjorok ke depan dan untuk yang bernomor genap agak menjorok ke belakang. Setiap Cottage atau Bungalow di Pulau Sepa berada di bawah rindangnya pohon, sehingga terlindung dari terik matahari. Menurut Bestari, ada dua kamar Penyu VIP dan 10 kamar tipe penyu biasa. Yang membedakan tipe penyu dari tipe yang lain adalah kalau tipe penyu setiap kamar letaknya tidak terpisah. Sedangkan tipe lainnya berdampingan. Karena terpisah, aktivitas tetangga kamar tidak terdengar. Selain tipe penyu, juga terdapat cottage tipe kakap, hiu, flipper dan gurita. Beda kamar atau cottage, beda juga fasilitasnya. Tetapi rata-rata perbedaan fasilitasnya hanya pada televisi dan lemari pendingin. Setiap cottage atau bungalow di Pulau Sepa ini tidak terbuat dari beton. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Atapnya juga terbuat sirap dan bukan dari genting. Lantai Cottage juga terbuat dari kayu kecuali untuk kamar mandi. Keluar dari cottage atau kamar tempat menginap tipe penyu, langsung menapaki pasir putih pantai Pulau Sepa yang landai dan tidak diberikan sheet pile untuk mencegah ombak seperti resor lainnya. ”Pantai di sini landai dan aman untuk anak-anak sekalipun,” kata Bestari. Di pinggir pantai, terlihat beberapa shower atau pancuran untuk tempat membilas badan seusai berenang di pantai agar badan tidak terasa lengket sebelum memasuki bungalow kembali. Ikan Bakar Menurut Bestari, paket menginap yang ditawarkan di Pulau Sepa, sudah lengkap dengan transportasi dan makan siang, malam dan sarapan pagi. Untuk menuju Pulau Sepa, pengelola resor menyediakan empat kapal Pulau Sepa yang terdiri dari tiga kapal berukuran besar dengan kekuatan empat mesin masing-masing berkekuatan 200 tenaga kuda dan satu kapal berukuran kecil dengan kekuatan dua mesin berkekuatan sama dengan kapal besar. Kapal ini berangkat jam delapan pagi dari Marina Ancol dan Jam Dua Siang dari Dermaga Pulau Sepa. ”Jadi pengunjung juga bisa datang pagi dan pulang pada siangnya apabila tidak ingin menginap,” kata Bestari. Pengunjung juga diberikan fasilitas makan empat kali apabila ingin menginap selama semalam. Makanan yang disediakan oleh pengelola juga adalah makanan laut berupa ikan bakar atau sea food lainnya seperti udang dan cumi-cumi. Pengunjung juga diberikan hiburan dari kelompok musik yang bermain setiap malam. Pengunjung bisa memesan lagu atau menyanyi dengan diiringi oleh kelompok musik yang tampil. Soal lagu-lagu, bisa dari back to sixties hingga lagu-lagu anak muda sekarang. Pengunjung juga diberikan suguhan tarian khas Betawi dan Sunda. Restoran di sini, menurut Bestari, tidak menuntut pengunjung untuk berpakaian rapi ketika menikmati makanan atau sekedar minum kopi. Pengunjung seusai berenang dalam keadaan basah bisa masuk keluar restoran tanpa dihalang-halangi. Bahkan makan dengan memakai pakaian renang sekalipun, kata Bestari, tidak dilarang. Ditambahkan, menginap di Pulau Sepa tinggal membawa baju dan perlengkapan renang dan snorkling atau menyelam bagi yang memiliki. ”Pokoknya datang ke sini tinggal bawa baju saja,” kata Bestari. Apabila pengunjung ingin menginap lebih dari satu malam, menurut Bestari, tarifnya sudah berbeda karena dipotong dari biaya transportasi. Soal harga menginap di Resor Pulau Sepa tidak terlalu mahal. Apabila anggarannya agak minim, tinggal menginap di kamar yang harganya lebih murah saja seperti tipe gurita. Pengelola juga menyediakan paket tur satu hari atau tidak menginap dengan harga Rp 368.000. Harga tur sehari ini sudah termasuk transportasi dari Marina Ancol ke Pulau Sepa dan sebaliknya. Bestari mengungkapkan, pihaknya tetap melirik wisatawan kelas menengah dan bukan hanya kalangan atas saja. ”Kami ini segmentasinya menengah ke atas,” kata Bestari. Ketika malam menjemput, seusai menikmati matahari tenggelam di ufuk dari Dermaga Pulau Sepa, kesunyian langsung menyambut. Sangat berbeda dengan di Jakarta yang sampai tengah malam pun masih terdengar deru mesin kendaraan bermotor. Bersantai di kursi di pinggir pantai untuk merasakan kesunyian malam sembari merenung bisa menjadi pilihan. Sewaktu menjelang tidur, hembusan angin pantai dan deburan ombak masih terdengar membuai SH untuk terlelap dalam tidur. Bangun pagi pada keesokan harinya juga badan terasa segar dan pikiran terasa tenang karena jauh dari polusi udara dan bisingnya suara mesin.(SH/thomas bernadus) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by Lambang at 6:04 AM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pulau Sepa The Paradise For Diver&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every once in a while, you probably feet the need to break away from the ordinary, to do the unusual, to touch the nature.Pulau Sepa has it all, ..... "Nature" .....and has long been admired for white sandy beaches, crystal clear water surrounding and teeming with marine life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Sepa has outstanding white sandy beaches for sunning, turquoise water surround for swimming and snorkeling.The crystal clear water, corals reef formation and teeming with interesting marine life make Pulau Sepa and surrounding popularly known as THE PARADISE FOR DIVER.Inexpensive boat dives from Pulau Sepa to the dive spot is avalable. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All Snorkeling and Dive equipment rental are avalable at SEPA DIVE SHOP. Pulau Sepa is one of the most beautiful island at Pulau Seribu Jakarta. Furnished with ample holiday comforts such as accomodation, restaurant and other sport facilities it is an lineal place for a change from routinism of your life.&lt;br /&gt;For underwater world lovers, it's a ...........PARADISE. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PULAU SEPA CONTENT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Type Flipper | Type Gurita | Type Kakap | Type Penyu 1-10 | Type Penyu AB | Boat Transportation | Diving Equipment Seasport&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-918063480673582208?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/918063480673582208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=918063480673582208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/918063480673582208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/918063480673582208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/pulau-sepa-pulau-seribu.html' title='PULAU SEPA - Pulau Seribu'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyycAZAD8I/AAAAAAAAAUI/1BaMh7zWBmQ/s72-c/sepa+beach.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-7696958803964443733</id><published>2008-10-20T09:08:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T09:12:46.886-07:00</updated><title type='text'>SAN DIEGO HILLS Memorial Park &amp; Funeral Homes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyt9cZjZpI/AAAAAAAAAT0/rcFINWRK6Zw/s1600-h/location+1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyt9cZjZpI/AAAAAAAAAT0/rcFINWRK6Zw/s400/location+1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259269735968892562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyt4sLiI0I/AAAAAAAAATs/cP_Fp-KwomQ/s1600-h/peak%2520estate1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyt4sLiI0I/AAAAAAAAATs/cP_Fp-KwomQ/s320/peak%2520estate1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259269654305710914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyt0WSgoiI/AAAAAAAAATk/ppDEm25EWTU/s1600-h/Chapel%2520SQ_inside3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyt0WSgoiI/AAAAAAAAATk/ppDEm25EWTU/s320/Chapel%2520SQ_inside3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259269579709915682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SAN DIEGO HILLS adalah Tempat Pemakaman Permanen untuk orang-orang yang kita cintai juga merupakan memorial pertama di dunia khususnya di Indonesia yang menghadirkan Family Center, yaitu wahana hiburan dan aktivitas keluarga dengan fasilitas menarik, seperti : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau seluas 8 ha lengkap dengan fasilitas perahu dayung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapel untuk upacara sebelum pemakaman juga bisa digunakan untuk pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung pertemuan dengan kapasitas 250 kursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restaurant Italia dengan interior yang indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas untuk berolahraga seperti kolam renang, jogging track, olahraga bersepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gift shop untuk keperluan pemakaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marketing office dengan suasana country club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAN DIEGO HILLS menyediakan Taman Pemakaman lengkap dengan fasilitas :&lt;br /&gt;Heavenly Garden (Earth) -&gt; Taman Pemakaman untuk Muslim, yang dibangun sesuai dengan kaidah-kaidah agama Islam, nama tamannya diambil dari Bahasa Arab yaitu Raudhatul Jannah yang berarti Taman Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garden of Creation (Universal) -&gt; Taman Pemakaman universal dengan konsep moderen dengan metode pemakaman yang menggunakan box beton (concrete vault) dan makamnya rata dengan tanah sehingga menghasilkan area dengan kontur seperti taman berbukit-bukit yang sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garden of Prosperity and Joy -&gt; Taman Pemakaman untuk umat Buddha / Kong Hu Cu yang dibangun dengan memperhitungkan fengshui dan memperbolehkan bangunan fisik (Physical Homes) yang disebut Bongpay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;National Heroes Garden -&gt; Taman Pemakaman yang disediakan untuk pahlawan yang berjasa di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlokasi hanya 45 menit dari Jakarta, San Diego Hills akan membawa loe semua pada keharmonisan yang indah di setiap sudutnya coz setiap detailnya memiliki makna tersendiri. Pokoknya disana loe akan mengalami pengalaman yang unik, original, maupun spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, dengan harga mulai dari 3 Juta-an / m2, loe udah bisa mendapatkan banyak keuntungan seperti :&lt;br /&gt;Tempat pemakaman permanen berdesign luxurious dilengkapi dengan Family Center sehingga jauh dari kesan mencekam bagi anak-anak&lt;br /&gt;Tidak dikenakan biaya perawatan&lt;br /&gt;Pengalihan kepemilikan&lt;br /&gt;Keamanan 24 jam, tujuh hari seminggu&lt;br /&gt;Pembayaran bisa dicicil sampai 50 kali&lt;br /&gt;Gratis Asuransi (dengan maksimum usia 60 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai info tambahan, bwt kalian-kalian yang tertarik dan pengen tau lebih jauh, bisa mengunjungi Site Office-nya di Jl. Chapel Avenue no.7 Margakaya Teluk Jambe Karawang Jawa Barat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-7696958803964443733?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/7696958803964443733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=7696958803964443733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7696958803964443733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7696958803964443733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/san-diego-hills-memorial-park-funeral.html' title='SAN DIEGO HILLS Memorial Park &amp; Funeral Homes'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPyt9cZjZpI/AAAAAAAAAT0/rcFINWRK6Zw/s72-c/location+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-9049535054834661911</id><published>2008-10-20T09:03:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T09:07:00.180-07:00</updated><title type='text'>Kelezatan Italia di San Diego Hills</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPysOyMFK1I/AAAAAAAAATc/GH6rQEgnh3o/s1600-h/1304laco.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPysOyMFK1I/AAAAAAAAATc/GH6rQEgnh3o/s400/1304laco.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259267834852485970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPysFuiWrII/AAAAAAAAATU/Ydso21CoRUQ/s1600-h/1304lac1.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPysFuiWrII/AAAAAAAAATU/Ydso21CoRUQ/s400/1304lac1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259267679253343362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angan menyangka bahwa San Diego Hills yang disebutkan dalam judul di atas letaknya berada di Negeri Paman Sam. Kawasan yang dimaksud letaknya ada di Indonesia, lebih tepatnya di Karawang. Di sana, ada sebuah restoran yang menawarkan berbagai kelezatan kuliner Italia seperti pizza dan berbagai olahan pasta, seperti spaghetti dan lasagna. Walau restoran yang diberi nama La Collina tersebut bernuansa elegan dan modern, harga-harga hidangan lezat yang ditawarkan ternyata tidaklah mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kunjungan ke San Diego Hills Memorial Park and Funeral Homes yang terletak di atas lahan seluas 500 hektare tersebut baru-baru ini, SP bersama rombongan berkesempatan menyambangi La Collina. Dari luar, terlihat jendela-jendela kaca yang lebar dan pintu kaca tembus pandang bergayakan arsitektural Eropa menghiasi bangunan restoran dengan apiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalam restoran yang terletak di tepi danau buatan ini pun ternyata tak kalah menarik. Ketika memasuki La Collina, terlihat meja dan kursi yang tertata dengan rapi dan elegan. Letak antar meja yang tidak berdekatan pun memberikan privasi tersendiri bagi masing-masing pengunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu ditemui oleh Direktur San Diego Hills, Suziany Japardy. Setelah memesankan berbagai hidangan untuk kami cicipi, Suziany pun menjelaskan seluk beluk La Collina kepada rombongan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, restoran yang memiliki kapasitas maksimal 200 orang ini memang lebih ditujukan sebagai fasilitas bagi para peziarah San Diego Hills. Namun, masyarakat umum yang tidak melakukan ziarah pun dapat merasakan kelezatan berbagai hidangan yang disediakan di tempat ini. Ia mencontohkan bahwa banyak eksekutif dari berbagai perusahaan yang berada di Karawang menjamu rekan-rekannya di La Collina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suzianty juga menjelaskan bahwa dipilihnya hidangan Italia sebagai sajian restoran ini adalah karena belum adanya restoran yang serupa di Karawang. Ia juga menambahkan bahwa hidangan Italia pada umumnya sudah cukup diterima oleh masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kami menyediakan masakan Sunda, tentu harus bersaing dengan berbagai restoran serupa yang ada di Karawang. Lagipula, hidangan khas Italia seperti spaghetti dan pizza telah diterima oleh lidah orang Indonesia," papar Suzianty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer Leisure Center San Diego Hills, Budiyanto TM menyebut bahwa menu favorit restoran itu adalah Quartro Stagioni. Kami kemudian mencicip hidangan pembuka, Fritto Misto. Hidangan ini berupa udang, cumi-cumi, dan ikan gindara yang dimasak secara deep fried dan dinikmati dengan saus tartar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Quartro Stagioni, sajian ini berupa pizza tipis khas Italia dengan topping jamur champignon, daging ayam asap, keju mozzarella, potongan buah zaitun dan daun artichoke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami merekomendasikan Quartro Stagioni kepada para pelanggan. Rasanya yang khas Italia menjadi alasan mengapa kami mengedepankan hidangan tersebut. Biasanya, setelah merasakan kelezatan Quartro Stagioni, para pelanggan akan memesan kembali hidangan tersebut ketika berkunjung ke La Collina kembali," jelas Budiyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat rasa pizza itu istimewa adalah daging ayam asap yang diproses secara khusus. Ketika digigit, daging tersebut membaur sempurna dengan rasa dominan keju mozzarella. Daun artichoke yang diimpor langsung dari Italia juga memberi rasa khas Italia kepada pizza ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidangan berikut yang kami coba kelezatannya adalah Calzone Bolognese. Isi Calzone yang berupa jamur champignon, bawang putih dan meat sauce dibungkus oleh lapisan roti. Walaupun ketika disentuh terasa dingin, isi Calzone tetap hangat karena panas terperangkap lapisan roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbagai hidangan yang telah kami coba, La Collina juga memiliki hidangan istimewa lainnya. Sebut saja gindara alla griglia con ragout di cannellini e salsa verde yang berupa ikan gindara panggang yang disajikan dengan ragout plus kacang putih. Ada juga controfiletto di manzo alla pizzeole yang berupa daging bistik panggang impor Australia saus Napolitan yang disajikan bersama potongan baby potato, green bean, brokoli, dan zucchini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak suka makanan yang diolah ala Italia, restoran yang berada di bawah manajemen Aryaduta ini juga menyediakan berbagai makanan Indonesia, seperti sup buntut, mi goreng, dan tumis campur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hidangan pencuci mulut, restoran ini menyediakan berbagai macam buah-buahan, kue, dan es krim ala Italia, gelato yang ditawarkan dalam berbagai rasa. Aneka kue yang ditawarkan adalah tiramisu, pizza dolce (pizza dengan topping selai kacang, pisang, cokelat dan keju), dan tirle al formaggio (kue keju dengan saus stroberi). [SRA/N-5]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-9049535054834661911?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/9049535054834661911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=9049535054834661911' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/9049535054834661911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/9049535054834661911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/kelezatan-italia-di-san-diego-hills.html' title='Kelezatan Italia di San Diego Hills'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SPysOyMFK1I/AAAAAAAAATc/GH6rQEgnh3o/s72-c/1304laco.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-8511141062531666740</id><published>2008-10-20T08:34:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T08:37:09.698-07:00</updated><title type='text'>Lippo to spend $1.2 billion on massive property project</title><content type='html'>Published on The Jakarta Post (http://www.thejakartapost.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The country's largest integrated property developer, Lippo Group, plans to build a residential project worth US$1.2 billion in the Puri Indah Central Business District, Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Late last year, Lippo launched Kemang Village, an integrated city project in South Jakarta worth $880 million. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The housing project, St. Moritz Penthouses and Residences, will be built on 120,000 square meters of land with eight boundaries stretching approximately 2.5 kilometers. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The firm said the project would also include the erection of "Jakarta's tallest office building with 65 stories, which will be reserved for Top 500 Fortune Companies". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The project development will be divided into three phases, with the first stage to include the development of the first three apartment towers and shopping malls," Lippo corporate communications manager Danang Kemayan Jati said Thursday. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said the first phase would commence in the third quarter of 2008 for completion by 2010. The other residential towers and the main facilities are scheduled for completion by the second quarter of 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We will build 2,600 residential units and expect to have at least 13,000 people living in this new township," Lippo director Michael Riady told reporters at the press conference. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The township will be equipped with upmarket infrastructure such as tap water facilities and a wastewater recycling system. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other facilities will include shopping malls, an international standard hospital, an international school, a country club, a five-star hotel managed by The Aryaduta, a spa, cinema and fitness center, a wedding chapel, a heliport and a 6,000 square meter convention center. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to the director, Lippo is financing 100 percent of this mega-construction with internal funding and presales income. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael said the project had a good prospects because about 45 percent of medium- to high-income young professional Indonesians prefer to live in apartments for efficiency. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said people from the upper classes preferred to live in the middle of the town, to get everything they needed in one location and to avoid traffic jams. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The location is a valuable benefit of the construction, because it is on the intersection of Jakarta Ring Road, which will allow residents to commute easily in four directions on the freeways, he said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael also said future business centers would spread throughout all of Jakarta and would not be located only in the city center. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to Danang, Lippo will start preselling the apartments and penthouses next week. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We are optimistic about selling between 80 and 90 percent of the residential units in the first three towers this year," he told The Jakarta Post. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prices for the units range from $90,000 for a two-bedroom suite to more than $300,000 for a five-bedroom one. The limited and exclusive St. Moritz Penthouses will carry a price tag of more than $1 million for the best views and up to eight bedrooms. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first tower, the St. Moritz, will have only four units per floor equipped with private elevators. The second tower, the St. Tropez, which will be beside the five-star hotel, will have only six units per floor. The third tower, the Monaco, which is across from the school, will be suitable for families.(rff) &lt;br /&gt;Copyright © 2008 The Jakarta Post - PT Bina Media Tenggara. All Rights Reserved. &lt;br /&gt;Source URL: http://www.thejakartapost.com/news/2008/04/03/lippo-spend-12-billion-massive-property-project.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-8511141062531666740?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/8511141062531666740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=8511141062531666740' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8511141062531666740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8511141062531666740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/lippo-to-spend-12-billion-on-massive.html' title='Lippo to spend $1.2 billion on massive property project'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5357074881144217825</id><published>2008-10-20T08:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T08:32:02.746-07:00</updated><title type='text'>Karyawan Garuda Dapat Jatah Kuburan Mewah</title><content type='html'>Pemakaman Modern San Diego Hills Memorial Park (SDH), perusahaan yang bernaung di bawah PT Lippo Karawaci Tbk, Selasa (24/6), menjalin kerja sama dengan Koperasi Karyawan Garuda Indonesia yang beranggotakan sekitar 8.500 orang dalam pernyediaan lahan pemakaman. Ini merupakan kerja sama ketiga dengan pihak lain. Sebelumnya San Diego Hills bekerja sama dengan koperasi karyawan PT Pertamina dan Yayasan Dana Pensiun Bank Indonesia. &lt;br /&gt;Ketua Umum Koperasi Karyawan Garuda (Kokarga) Joni Gusmali AS mengatakan, penyediaan lahan makam ini berlaku untuk seluruh anggota Koperasi Karyawan Garuda, para keluarga dan keluarganya, juga seluruh anggota dari setiap yayasan dan organisasi lain yang bernaung di bawah Garuda Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden PT Lippoland Club Suziany Japardy mengatakan, kerja sama ini memberikan solusi terbaik atas masalah ketersediaan lahan pemakaman yang kini sangat terbatas, terutama di wilayah Jabodetabek. Head of Corporate Communications PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati mengatakan, di Jakarta setiap hari ada 110 orang yang meninggal, mengutip data Dinas Pemakaman DKI Jakarta, sementara lahan pemakaman di Jakarta tak pernah berkembang. "Lagi pula lahan pemakaman di DKI Jakarta kumuh, suram, dan tak aman," kata Danang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDH seluas 500 hektar berlokasi di Karawang Barat Km 46. Sejak diperkenalkan kepada publik tahun 2007, minat masyarakat sangat besar. Tahap pertama 25 hektar sudah terjual habis. untuk keluarga Muslim Rp 8,5 juta (1,5 x 2,6 m) di Heavenly Garden atau Roudatul Jannah dan keluarga Kristen/Katolik Rp 5 juta ( 1 m x 2,6 m) di lokasi Garden of Creation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu diluncurkan kembali lahan seluas 25 hektar khusus untuk pemakaman China (Garden of Prosperity and Joy). "Ini sudah terjual 65 persen. Harga per unit atau single garden Rp 30 juta, semi private 4 x 6 m (Rp 250 juta), dan private 6 x 6 m (Rp 380 juta)," kata Suziany. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Danang, fasilitas SDH adalah danau seluas 8 hektar dengan perahu dayung, kapel untuk upacara pemakaman, gedung pertemuan dengan kapasitas 250 kursi, restoran Italia dengan interior indah, fasilitas olahraga seperti kolam renang, jogging track, olahraga sepeda, giftshop untuk keperluan pemakaman, dan marketing office dengan suasana country club. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suasana makam bukan suasana seram agar bisa bertemu dengan semua anggota keluarga. Ada fasilitas penginapan di sini. Jadi ada fasilitas rekreasi. Sangat berbeda dengan suasana pemakaman umumnya selama ini. Keamanan pun 24 jam dijaga satpam. Dijamin tak ada penggusuran dan bebas biaya perawatan," kata Danang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5357074881144217825?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5357074881144217825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5357074881144217825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5357074881144217825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5357074881144217825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/karyawan-garuda-dapat-jatah-kuburan.html' title='Karyawan Garuda Dapat Jatah Kuburan Mewah'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2063099773434495479</id><published>2008-10-20T08:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T08:30:05.801-07:00</updated><title type='text'>Urusan akhirat pun jadi bisnis menggiurkan</title><content type='html'>Penyediaan lahan makam sekarang bukanlah persoalan enteng bagi Pemerintah Provinsi Jakarta. Sebab, 95 unit tempat pemakaman umum (TPU) yang dimiliki Jakarta saat ini yang luasnya mencapai 580 hektare tidak mampu lagi menampung jasad-jasad kaku tak bernyawa itu untuk berkubur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan Kantor Pelayanan Pemakaman (KPP) DKI Jakarta, saban hari, ada sekitar 100 hingga 130 warga Jakarta yang meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua manusia yang meninggal di wilayah Ibu Kota dimakamkan di Jakarta karena ada sebagian dimakamkan di daerah asal mereka karena keinginannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, berdasarkan catatan KPP DKI Jakarta, tetap saja Ibu Kota kekurangan lahan makam sekitar 300 hektare untuk kebutuhan pemakaman warga yang meninggal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak perburuan lahan makam di luar Jakarta menjadi tidak terelakan lagi. Kondisi ini ternyata mampu dimanfaatkan oleh sejumlah pengembang sebagai ceruk bisnis yang dibalut selimut sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga proyek pemakaman komersial yang dikembangkan sebagai estat pemakaman yang kesemuanya berada di kawasan Karawang, Jawa Barat. Ketiga makam itu memiliki lahan pengembangan cukup luas, seperti Taman Kenangan Lestari seluas 32 hektare, Taman Memorial Graha Sentosa 200 hektare, dan San Diego Hills seluas 500 hektare. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola 'rumah masa depan itu' menyediakan berbagai macam pilihan kaveling dengan antara lain makam tunggal, ganda, keluarga, hingga kavling VIP (very important person). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pemakaman itu memang bisa dibilang kawasan elite karena didesain dengan biaya mahal, sehingga menciptakan lingkungan eksklusif dengan kualitas infrastruktur terbaik. Selain itu yang tak kalah penting, pengembang ingin menghapus kesan bahwa tempat pemakaman identik dengan hal-hal yang seram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembang pemakaman San Diego Hills bahkan menyediakan tiga fasilitas helipad di kawasan estat pemakamannya untuk kebutuhan pendaratan bagi peziarah yang menggunakan helikopter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat piknik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran, bagi orang yang datang ke pemakaman itu serasa pergi piknik saja karena suasananya yang memang menciptakan suasana rileks dan lanskapnya yang bernuansa rekreasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;San Diego Hills paling menonjol terlihat sebagai kawasan rekreasi. Tepat di tengah-tengah kawasan pemakaman itu ada danau buatan seluas delapan hektare. Air danau itu berasal dari sudetan Sungai Citarum yang memang mengalir ke arah Kota Karawang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola San Diego Hills akan memanfaatkan danau itu sebagai sarana rekreasi bagi para pengunjung pemakaman. Akan disiapkan pula perahu-perahu dayung berikut pemandunya. Semua itu tentu tidak didapat begitu saja, tapi sebanding dengan harga yang ditawarkan. Bayangkan harga pemakaman bisa ada yang sampai berharga Rp700 juta per kaveling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Memorial mematok harga sedikitnya Rp800 juta untuk kaveling royal family, bahkan Taman Kenangan berani mematok Rp1 miliar untuk kaveling sejenis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif harga makam itu lebih mahal dari harga satu unit apartemen di Jakarta yang masih bisa didapat seharga Rp300 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi memang tidak semuanya semahal itu karena ada juga kaveling biasa dengan harga berkisar Rp3 jutaan untuk tipe makam single, sehingga orang bisa memilih sesuai dengan kemampuan kantong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan Taman Kenangan Lestari, Taman Memorial Graha Sentosa, dan San Diego Hills memang tidak murah. Akan tetapi pengelolanya perlu mengeluarkan investasi besar untuk membangunnya menjadi bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan heran, pengembang bisa menghabiskan dana ratusan miliar rupiah, bahkan sampai angka triliunan rupiah untuk membangun taman pemakaman tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampilan pemakaman seperti itu, tak pelak banyak masyarakat tertarik untuk dikuburkan di sana apabila saatnya telah tiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andi Kurniawan Alie, General Manager Operation San Diego Hills, tercatat orang-orang besar, seperti Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, desainer Iwan Tirta, raja sinetron Raam Punjabi, artis Rima Melati, mantan Gubernur DKI Soerjadi Soedirdja, hingga mantan Menteri Pemberdayaan BUMN Tanri Abeng telah memesan dan membeli lahan pemakaman di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak sistem pesan lahan makam jauh- jauh hari sebelum ajal menjemput menjadi sebuah tren baru yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. (irsad.sati@bisnis.co.id) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisnis.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URL : http://web.bisnis.com/artikel/2id1368.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2063099773434495479?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2063099773434495479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2063099773434495479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2063099773434495479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2063099773434495479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/urusan-akhirat-pun-jadi-bisnis.html' title='Urusan akhirat pun jadi bisnis menggiurkan'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-4599125412472658526</id><published>2008-10-20T07:15:00.001-07:00</published><updated>2008-10-20T07:15:46.934-07:00</updated><title type='text'>"Joe Tukang Ledeng" dan Nasib RI</title><content type='html'>SUARA PEMBARUAN DAILY&lt;br /&gt;Christianto Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada debat calon presiden (capres) final 15 Oktober, "Joe the Plumber" menjadi fokus dan isu utama ketika tukang ledeng dari Desa Holland, Ohio, itu disebut berulang kali oleh Obama dan John McCain. Joe mengeluh, sebagai pengusaha kecil ia akan terkena pajak Obama karena omzet di atas US$ 250.000. McCain langsung menyatakan bahwa ia menentang pemerataan penghasilan gaya Obama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah debat, kubu Republik juga menyatakan, pembayar pajak AS hanya sekitar 50 persen rakyat AS. Jadi, ucapan Obama akan membebaskan 95 persen rakyat kecil dari pajak hanya retorika. Faktor "Joe the Plumber" tidak akan mempengaruhi, tulis The Washington Post yang meng-endorse Obama. Pemilih sedang risau soal ekonomi karena pada minggu terakhir September yang muncul bukan kejutan video tape Osama bin Laden, melainkan krismon AS yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pilpres 2004, Kerry kalah karena Osama berpidato seminggu sebelum hari H, sehingga Bush menang mutlak. Sekarang orang bicara soal Bradley factor, yaitu polling "semu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama mirip mantan Wali Kota Los Angeles Tom Bradley dalam Pilgub California 1982, unggul dalam poll, tapi kalah dalam realitas. Obama tampak unggul karena Bush sangat tidak populer karena perang teror telah membangkrutkan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membalas serangan 911 Osama bin Laden, AS menduduki Afghanistan, membubarkan Taliban dan menyerang Irak. Semua membutuhkan triliunan dolar yang harus dibiayai secara defisit oleh pemerintah AS. Padahal, ekonomi AS mengalami tekanan akibat banjirnya produk manufaktur terefisien sedunia dari RRT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defisit APBN bersama defisit neraca perdagangan, memaksa sektor finansial AS melakukan lompatan superkreatif, melipatgandakan produk derivatives yang mirip monster Frankenstein. Liar tidak terkendali dan akan menelan penciptanya sendiri dalam ke bangkrutan. Produk ini sebetulnya sudah ada sejak 1985, bahkan pelakunya sudah membentuk International Swaps and Derivatives Association (ISDA), yang akan berkongres di Beijing, April 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum superkreatif memperkenalkan futures trading, hedging (ijon modern), option trading, margin trading, obligasi gombal (junk bond) sampai pada sekuritisasi utang macet. Jaminan surat utang macet ini memakai istilah misterius yang membuat orang awam malu bertanya. Collateralized debt obligation (CDO) dan credit default swaps (CDS) melalui badan hukum special purpose vehicle (SPV) yang berdomisili di kotak pos negara gurem suaka pajak. Ini menjadi suatu kasino raksasa dengan total dana mencapai US$ 500 triliun atau 10 kali lipat total PDB dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dan lembaga superkreatif yang jadi monster ini berada di luar pengawasan SEC New York ataupun FSA London, apalagi Bapepam LK Indonesia yang hanya miniatur SEC atau FSA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah yurisdiksi siapa, transaksi lintas negara, lintas valuta, dan multilevel ini dikontrol, diawasi dan diadili bila terjadi fraud, penipuan, dan penggelapan dana nasabah melalui metode canggih yang dihalalkan. Padahal, sebenarnya penjarahan di siang bolong terhadap harta milik orang awam oleh pelaku bursa dengan metode yang sangat canggih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membenarkan manipulasi transaksi derivatives menggurita dunia, seperti naked short selling, menjual barang yang tidak di tangan untuk menjatuhkan saham pihak lain dalam hitungan jam. Atau merontokkan nilai valuta suatu negara, seperti pernah dilakukan George Soros terhadap pound sterling Inggris, pada 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus Ditertibkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasino derivatives inilah yang harus ditertibkan oleh pemimpin dunia. KTT Uni Eropa Rabu (15/10) di Brussels mengusulkan agar KTT G-8 November mendatang membuat regulasi global untuk derivatives sebagai sumber malapetaka krisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Bush, Jumat (17/10), berpidato di US Chamber of Commerce mengulangi imbauan sowan ke IMF seminggu sebelumnya. AS memerlukan dukungan dan kerja sama dari kreditor global baru, RRT, Arab, Jepang, dan para penabung Asia Timur lain untuk tetap mempercayai AS dengan menaruh dana dalam US$ sebagai pilihan yang masih aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena krisis kebangkrutan Wall Street membuat orang tidak percaya lagi pada mitos kehebatan AS. Ternyata, perbankan dan lembaga keuangan papan atas AS ceroboh, gegabah, dan melakukan praktik imprudent dalam pengelolaan dana pihak ketiga, mirip para konglomerat Asia Timur 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RRT telanjur membenamkan dana US$ 500 miliar ke obligasi dan surat berharga AS. Sementara Wall Street gagal mendisiplinkan pelaku, sehingga triliunan dana lenyap menguap. Dulu AS melalui IMF menjadi diktator pemaksa Asia Timur termasuk Indonesia menuruti conditionality IMF. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avind Subramaniam, Senior Fellow pada Peterson Institute of International Economics, menulis kolom berjudul A Master Plan for China to bail out America. Jika Tiongkok menjalankan peranan IMF untuk AS, maka kepada AS harus dikenakan sanksi conditionality yang sama dengan terapi kejut IMF ter hadap Asia Timur pada krismon 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyeret pelaku petualangan yang mengakibatkan kerugian bursa dan menyita aset riil yang masih bisa ditelusuri, CEO perusahaan bangkrut pasti mengetahui ke mana uang yang menimbulkan kerugian itu. Kalau sudah dibelikan properti yang macet, tentu bisa disita properti riil yang menjadi sumber krisis. Tapi, asetnya sudah dikemas dalam produk sekuritas pindah tangan mirip multilevel marketing dari satu ke lain bank, dan lembaga keuangan. Maka harus ditelusuri terbalik dari aset fiktif, lewat pelbagai tangan sampai ke aset riil, seperti mencari jarum dalam jerami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik seperti ini didiamkan terjadi dan baru ditindak setelah memakan korban raksasa Bear Stearns, Freddie Mac, Fannie Mai, Lehman Brothers serta puluhan bank papan atas dan menengah di seluruh dunia, bukan hanya di AS. Virus beracun transaksi derivatives yang lepas kendali inilah yang menjadi penyebab krisis global. Karena itu, virus ini harus dipunahkan kalau tidak ingin terulang krisis serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh pelaku derivatives yang bangkrut seharusnya dipidanakan dan disita seluruh hartanya lalu diadili oleh mahkamah internasional, yang setara dengan kejahatan terhadap kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab musibah di bursa Wall Street ini memakan korban ratusan juta manusia bumi yang kehilangan hak hidup, karena bangkrut, menganggur, jatuh miskin, dan memikul utang tanpa kemampuan mencicil. Pada hakikatnya ditipu mentah-mentah oleh para pelaku bursa penjaja monster yang memangsa harta jerih payah kelompok "Joe the Plumber" di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Obama maupun McCain tidak akan mampu memperbaiki nasib "Joe the Plumber", kalau tidak mentas dari akar masalah, Besar pasak daripada tiang, gregetan kepada Osama dan superkreatif keblinger pencipta monster Frankenstein derivatives yang menjadi predator (pemangsa) ekonomi AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Prancis dengan mandat penuh dari Uni Eropa didampingi Ketua UE Jose Manuel Barosso, Sabtu lalu, mendesak Bush segera menyelenggarakan KTT G-8 plus termasuk RRT dan India untuk merombak struktur ekonomi warisan Bretton Woods. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia hanya bisa memanfaatkan lobi ASEM-7, minggu ini, di Beijing, menitipkan pesan melalui forum ASEAN Plus 3. Tidak satu pun capres yang berani bicara soal krisis global, hanya incumbent yang berusaha memakai ASEAN dan G-20 karena RI memang belum masuk G-8. Kasihan sekali nasib RI ibarat "Joe the Plumber" karena memang cuma punya cadangan devisa US$ 57 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah pengamat masalah nasional dan internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last modified: 19/10/08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-4599125412472658526?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/4599125412472658526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=4599125412472658526' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4599125412472658526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4599125412472658526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/joe-tukang-ledeng-dan-nasib-ri.html' title='&quot;Joe Tukang Ledeng&quot; dan Nasib RI'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-8882424902708461121</id><published>2008-10-20T07:02:00.001-07:00</published><updated>2008-10-20T07:02:52.143-07:00</updated><title type='text'>HSBC Akuisisi Bank Ekonomi</title><content type='html'>HSBC Akuisisi Bank Ekonomi&lt;br /&gt;detikFinance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) akhirnya mengakusisi PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. HSBC mengakuisisi 88,89 persen saham Bank Ekonomi senilai US$ 607,5 juta (Rp 5,953 triliun) atau setara Rp 2.452 per saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian laporan HSBC kepada Bursa London, Senin (20/10/2008). HSBC mengambil alih Bank Ekonomi melalui anak usahanya HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited. Pembayaran akuisisi akan dilakukan secara cash dari dana internal HSBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuisisi ini akan meningkatkan bisnis perbankan komersial HSBC di Indonesia, memperpanjang keberadaan ritel di sektor perbankan dan melipatgandakan jaringan HSBC di Indonesia dengan 190 outlet di 24 kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akuisisi ini meningkatkan kehadiran kami di Indonesia, menempatkan kami pada tiga bank asing besar di negara ini. HSBC akan memberikan secara penuh lokal, regional dan internasional kemampuan kami untuk memperluas basis pelanggan Indonesia, yang menawarkan lebar dan kedalaman produk dan layanan berkualitas HSBC yang terkenal," ujar Sandy Flockhart, HSBC Holdings plc Executive Director and Chief Executive Officer of HSBC Asia Pacific.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Rakesh Bhatia, CEO HSBC Indonesia menambahkan kemampuan Bank Ekonomi dalam pembiayaan UKM dan ritelnya akan melengkapi HSBC di semua lini bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perjanjian ini, HSBC mengambil alih 38,84 persen saham dari PT Lumbung Artakencana, 38,6 persen dari PT Alas Pusaka dan 11,45 persen dari investor individu Bank Ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai ketentuan Indonesia, HSBC diharuskan melakukan tender offer atas sisa saham 10,11 persen yang masih dimiliki investor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Ekonomi didirikan pada 1989 dan kini berkembang dengan 2.200 karyawan dan 86 kantor cabang di seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 17 Oktober, Bank Ekonomi memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 4,62 triliun dan menyetor untung sebelum pajak selama bulan Januari-September 2008 sebesar Rp 231 miliar. Untuk memperoleh izin akuisisi ini, HSBC akan meminta izin kepada otoritas terkait&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-8882424902708461121?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/8882424902708461121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=8882424902708461121' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8882424902708461121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8882424902708461121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/hsbc-akuisisi-bank-ekonomi.html' title='HSBC Akuisisi Bank Ekonomi'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-7594015933417936691</id><published>2008-10-16T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T00:45:52.447-07:00</updated><title type='text'>Top Twenty Property :James Riady dan Ciputra</title><content type='html'>JAKARTA, Investor Daily&lt;br /&gt;Grup Lippo yang dikendalikan James T Riady, menempati peringkat teratas top twenty property di Tanah Air berdasarkan aset pada kuartal I tahun 2006. Peringkat kedua diduduki Grup Ciputra, di bawah pimpinan Ciputra. Sedangkan grup properti Sinar Mas yang dinakhodai Muktar Widjaja menempati peringkat ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan publikasi kuartal I tahun 2006, Grup Lippo membukukan aset di atas Rp 9,9 triliun, terdiri atas aset PT Lippo Karawaci Tbk Rp 8,5 triliun, PT Lippo Cikarang Tbk Rp 1,15 triliun, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk Rp 264,8 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Grup Ciputra pada periode tersebut membukukan aset Rp 6,08 triliun, terdiri atas aset PT Ciputra Development Tbk Rp 4,3 triliun dan PT Ciputra Surya Tbk Rp 1,78 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan aset PT Duta Pertiwi Tbk—holding kelompok usaha properti Grup Sinar Mas---pada kuartal I tahun 2006 tercatat Rp 4,64 triliun. “Apabila aset PT Bumi Serpong Damai (BSD) dan PT Pembangunan Delta Mas dimasukkan, aset Grup Sinar Mas bisa mencapai Rp 8 triliun,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit. Saat ini, PT BSD dan PT Pembangunan Delta Mas belum go public.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset tiga perusahaan besar ini tak bisa ditandingi oleh para pengembang lain seperti Tommy Winata (Grup Artha Graha), Tan Kian (Grup Dua Mutiara), Jan Darmadi (PT Jakarta Internasional Setiabudi Tbk), Murdaya Widyawimarta (PT Metropolitan Kentjana), Keluarga Bakrie (PT Bakrieland Development Tbk), Soetjipto Nagaria (PT Summarecon Agung Tbk), dan Trihatma Kusuma Haliman (Agung Podomoro Group) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran James &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Panangian, salah satu faktor yang mengangkat reputasi Lippo adalah keberanian James Riady mengonsolidasikan Grup Lippo. Dua tahun lalu, Lippo menggabungkan sejumlah perusahaan di bawah satu biduk: PT Lippo Karawaci Tbk. Perusahaan yang dikawinkan tersebut antara lain, Lippo Karawaci, Lippo Cikarang, Lippoland Development, Aryaduta Hotels, dan Siloam Healthcare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James tahu bahwa Republik ini masih belum sepenuhnya lepas dari krisis. Kebijakan James Riady membuat recurring asset bagi Lippo, kata Panangian, merupakan langkah strategis yang patut diacungi jempol. “Lewat recurring asset, Lippo mendapat tambahan pendapatan yang terus mengucur kendati pengembangan proyek properti belum jalan. Pendapatan tersebut berasal dari hotel dan rumah sakit,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, konsep dan strategi James dalam mengendalikan kelompok Lippo sangat brilian. “Tidak banyak orang yang punya gagasan cemerlang seperti dia. Pemikiran James bukan skala nasional, tapi dunia,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan luas yang dimiliki putra bankir senior Mochtar Riady ini berpengaruh besar bagi Grup Lippo. Nama Lippo Karawaci pun sangat moncer di luar negeri. Itu dibuktikan dengan suksesnya penerbitan obligasi Lippo Karawaci pada April lalu. Investor berebut membeli obligasi tersebut sehingga kelebihan permintaan (oversubscribed) 454% atau hampir lima kali lipat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Utama Lippo Karawaci Viven G Sitiabudi, pesanan obligasi dolar dari investor mencapai Rp 7,2 triliun, padahal yang dibutuhkan perseroan hanya Rp 1,3 triliun. “Karena permintaan yang luar biasa dari pasar global, Lippo Karawaci menaikkan jumlah emisi obligasi unsecured menjadi Rp 2,3 triliun (US$ 250 juta). Kalau dituruti, kelebihan permintaan bisa jauh lebih tinggi, hampir Rp 9 triliun,” kata dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Lippo mengembangkan proyek prestisius City of Tomorow di Surabaya. Selain itu, mengutip laporan yang dilansir PT Building and Constructions Interchange (BCI) Asia, perusahaan konsultan properti, dalam waktu dekat Grup Lippo akan mengembangkan kawasan multifungsi Grand Paragon City di Kawasan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat. Proyek ini dibangun pada lahan seluas 4 ha dan diperkirakan menelan investasi Rp 600 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Pusat Strategis Intelijen Properti (PSIP) Ali Tranghanda berpendapat, James Riady sangat memperhatikan keberadaaan orang profesional di sektor properti. Selain itu, pria kelahiran Jakarta, 7 Januari 1957 ini juga pandai membuat konsep dan terobosan baru di sektor properti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lippo itu pelopor untuk pengembangan kota mandiri. Dia punya konsep supply create demand. Artinya, dia (Lippo, red) membuat dulu proyek properti komersial, baru konsumen datang. Ide ini tak terpikirkan oleh pengembang lain,” ujar Ali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Lippo masih dikendalikan James, kata dia, performa perusahaan ini akan baik dan proyeknya laku di pasar. “Proyek yang mereka bangun tidak asal garap. Mereka (Lippo) kuat dalam penyiapan infrastruktur. Buktinya, semua proyek di Lippo seperti di Lippo Cikarang, Lippo Karawaci, dan Tanjung Bunga Makassar sangat bagus,” ujar Ali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciputra Bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, keberhasilan James dengan konsep supply create demand terlambat diantisipasi sejumlah pengembang, termasuk Ciputra. Padahal, pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, punya reputasi hebat di bidang properti. Menurut Ali, Ciputra kalah tangkas dibanding James Riady. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek yang digarap kelompok usaha Ciputra antara lain, Citra Raya, Citra Grand, dan Citra Indah di Jabodetabek. Kelompok itu juga aktif menggarap proyek perumahan di Solo, Surabaya, Balikpapan, dan Medan. Kini, Ciputra juga mengembangkan sayap di Vietnam, India, Malaysia, dan kawasan Timur Tengah. “Proyek di luar negeri itu berupa residensial,” kata Direktur Keuangan Ciputra Development Tulus Santoso. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Eksekutif Grup Sinar Mas Gandhi Sulistyanto mengakui, Lippo adalah salah satu pesaing berat Grup Sinar Mas. Namun, Sinar Mas mempunyai keunggulan dalam pasokan lahan (land bank). “Bila digabung dengan Bumi Serpong Damai dan Pembangunan Delta Mas, dan land bank milik PT Duta Pertiwi Tbk, Grup Sinar Mas mungkin yang terbesar,” ujar dia kepada Investor Daily, belum lama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasokan lahan milik Grup Sinar Mas diperkirakan lebih dari 7.000 hektare. Landbank tersebut berasal dari BSD sekitar 4.000 hektare, Delta Mas 2.000 hektare, dan Duta Pertiwi sebanyak 1.275 hektare. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan proyek properti, kata Gandhi, Sinar Mas tidak menempatkan dana perbankan sebagai kebutuhan mayoritas. “Pengembangan proyek, mayoritas dari dana perusahaan dan penjualan properti,” ujar dia.&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UOB chairman hopes to complete Hotel Negara sale soon &lt;br /&gt;By Wong Choon Mei, Channel NewsAsia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veteran banker Wee Cho Yaw says his UOB Group will soon sell off its last significant property asset, the Hotel Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is to enable United Overseas Bank to comply with Monetary Authority of Singapore (MAS) guideline to pare down non-core businesses to no more than 10 per cent of its assets by July 17. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr Wee was speaking to Channel NewsAsia on the sidelines of a news conference by market debutant Thai Beverage. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UOB caught the market by surprise when it announced on Saturday it is reducing stakes in four affiliates for a total cash price of S$1.1 billion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The biggest sale is its 55 percent stake in property and hotel group Overseas Union Enterprise to an Indonesian-Malaysian joint-venture. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analysts have long been expecting some form of share swap or non-cash deal, given the size of the transaction and the issue of control of Singapore's second biggest bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But UOB chairman Wee Cho Yaw confirms that it is business as usual and that he will remain in the driver's seat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said: "No, there's no change, no change at all." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The tycoon and his family controls more than 20 per cent of UOB through their personal stakes as well as those of associates like OUE, United Overseas Land and Haw Par Corporation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some analysts suggest one possible buyer for Hotel Negara may again be Lippo Property - the 60:40 venture between Indonesia's Lippo Group and Malaysian tycoon Ananda Krishnan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Controlled by the Riady family, Lippo Group recently bought Robinsons and have expressed interest to expand their regional property portfolio. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr Wee told Channel NewsAsia that UOB has not decided who to sell the hotel to. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He is also not saying what UOB will do with the all the cash from these sales. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Market watchers are taking bets on whether it will distribute some or all of the cash to shareholders. - CNA/ir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2006 MCN International Pte Ltd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PT Lippo Karawaci Tbk. Booked Net Profit Rp. 358,9 billion, up to 22,5%. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lippo Karawaci). PT Lippo Karawaci Tbk., perusahaan properti terintegrasi dengan kapitalisasi pasar Rp 5,3 triliun dan terbesar di Indonesia, sampai dengan akhir tahun 2005 mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 358,9 milyar atau meningkat sekitar 22,5 persen dari periode sebelumnya sebesar Rp 292,9 milyar. Sementara itu pendapatan perseroan akhir 2005 membukukan peningkatan sekitar 19,7 persen dari periode sebelumnya Rp 1,67 triliun menjadi Rp 2 triliun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pencapaian pendapatan dan perolehan laba bersih ini merupakan prestasi usaha terbaik yang dipersembahkan oleh perseroan kepada pemegang saham mengingat pada 2005 kondisi makro ekonomi masih belum begitu menggembirakan dan melemahnya daya beli masyarakat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan sebesar Rp 2 triliun itu diperoleh dari tiga pilar utama PT Lippo Karawaci Tbk. Pertama, divisi Housing and Land Development memberikan kontribusi sebesar Rp 1,1 triliun atau meningkat 15,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 954 milyar. Dari total kontribusi Rp 1,1 triliun tersebut, 81,5 persennya bersumber dari hasil penjualan kios atau toko pada pusat perbelanjaan. Selebihnya diperoleh dari hasil penjualan tanah untuk industrial, rumah dan ruko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, divisi Healthcare &amp; Hospitals memberikan kontribusi terhadap pendapatan Perseroan Rp 487 milyar atau meningkat 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 438 milyar. Dan, pilar ketiga adalah divisi Infrastructure &amp; Hospitality yang menghasilkan kontribusi sebanyak Rp 335 milyar atau meningkat 19,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 280 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prestasi lain yang kami banggakan adalah turunnya debt equity ratio PT Lippo Karawaci Tbk. dari 1,86 pada tahun sebelumnya menjadi 0,6 pada tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan bertumbuh makin sehat sesuai dengan kebijakan yang dicanangkan manajemen”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseroan telah mempersiapkan beberapa proyek baru, seperti City of Tomorrow (CITO) Surabaya, Kemang Village, Puri “Paragon City” yang baru-baru ini diluncurkan maupun beberapa proyek di pipeline seperti Apartemen Depok, pengembangan perkotaan di Lippo Cikarang dan Lippo Karawaci serta Tanjung Bunga Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, CITO adalah sebuah kawasan bisnis baru di Surabaya yang meliputi mal, hotel, apartemen dan perkantoran yang berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektar. Kemang Village meliputi apartemen dan Leased Mall seluas 2,2 hektar di Jakarta Selatan dan Puri “Paragon City” adalah super blok baru yang berlokasi di Jakarta Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengembangan perkotaan di Tanjung Bunga Makassar ditandai dengan pengembangan cluster eksklusif Espana dan di Lippo Karawaci maupun di Lippo Cikarang ditandai dengan hadirnya beragam desain baru untuk pengembangan pemukiman yang sudah ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lippo snaps up $1b worth of prime property&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 May 06&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UOB divestment sees Meritus Mandarin hotel, OUB Centre and Change Alley Aerial Plaza and Tower going to Indonesian group and Malaysian partner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Azrin Asmani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAST month, it bought venerable retailer Robinson &amp; Co. Now, Indonesia's Lippo Group has snapped up the Meritus Mandarin hotel, OUB Centre and Change Alley Aerial Plaza and Tower in a $1 billion deal - adding to its burgeoning collection of Singapore assets. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The sellers were the Republic's second largest bank, United Overseas Bank (UOB), and three of its associate companies - all controlled by veteran banker Wee Cho Yaw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These companies had controlled the properties via a collective 55 per cent stake in Overseas Union Enterprise (OUE), a listed hotel and resorts group. In an announcement yesterday, UOB said the stake had been sold to the Lippo Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lippo is controlled by the Riady family, known for its majority stake in Indonesia's largest retailer Matahari and a string of property developments in Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is entering into this deal with an equally prominent joint-venture partner:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysian tycoon Anandan Krishnan is the second richest man across the Causeway, with a net worth of US$4.6 billion (S$7.2 billion), according to Forbes Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The two will now have to mount a mandatory general offer for OUE shares that they do not already own, after they breached the 30 per cent limit following yesterday's purchase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The general offer is advised by BNP Paribas Peregrine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The deal comes at a perfect time for Mr Wee, who needs to sell UOB's non-core assets by July 17 to comply with local banking regulations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Local banks are not allowed to hold more than 10 per cent of businesses that are non-financial in nature, a requirement that was spelt out by the Monetary Authority of Singapore (MAS) in 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prior to the divestment, UOB held 32.58 per cent in OUE, which is considered a non-core asset for UOB. UOB and another associate company, Overseas Union Facilities, also directly own a 16.67 per cent stake in OUB Centre, another non-core asset. This is also being sold to the Lippo-led joint venture via a separate transaction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UOB said in a statement yesterday that the OUE stake sale translates to a price of $10.20 for every OUE share, which is a 7.94 per cent premium over OUE's last traded share price of $9.45 on Thursday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The offer price was arrived on a 'willing-buyer and willing-seller' basis, it added.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OUE came under UOB's control after the latter bought Overseas Union Bank (OUB) in 2001. It owns several properties and hotels in China and Singapore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divesting it made UOB the second local bank to have had dealings with Lippo in the past six weeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last month, Lippo paid $203 million for OCBC Bank's 29.9 per cent stake in 148-year-old Robinson, making it the biggest shareholder of the retailer, which operates brands like John Little and Marks &amp; Spencer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Both banks made a tidy profit from the sales, with UOB recording the bigger gain of the two. UOB said it will realise a consolidated gain of $353.5 million from the OUE divestment in the second quarter of its financial year ending Dec 31, but it added: 'The UOB board of directors has not decided on the intended use of the proceeds.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shareholders like Mr Denis Distant are looking forward to a bigger cash dividend payout.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'We were expecting a dividend in specie of OUE shares before. But now since OUE has been sold off to Lippo, we expect a generous special dividend from UOB,' he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lippo deputy chairman Stephen Riady told The Business Times on Friday that the group has plans to enhance the value of the OUE assets it now controls.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is planning to increase the retail space at Meritus Mandarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And some have noted that Change Alley Plaza and Tower, together with Overseas Union House, can be redeveloped into a prime waterfront commercial development&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-7594015933417936691?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/7594015933417936691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=7594015933417936691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7594015933417936691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7594015933417936691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/top-twenty-property-james-riady-dan.html' title='Top Twenty Property :James Riady dan Ciputra'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-8690396635530007442</id><published>2008-10-16T00:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T00:23:09.123-07:00</updated><title type='text'>Rp 818 T Lenyap di Bursa Akibat Dampak Krisis Finansial Global</title><content type='html'>JAKARTA - Harga yang harus dibayar Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat dampak krisis finansial global benar-benar mahal. Merujuk data terkini BEI, sejak mencapai titik tertinggi 9 Januari lalu hingga transaksi dihentikan 8 Oktober, pelaku bursa sudah kehilangan lebih dari Rp 800 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 Januari indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh level 2.830,26 dengan kapitalisasi pasar (market capitalization) Rp 2.063 triliun. Pascalibur Lebaran, ketika bursa kembali dibuka pada 6 Oktober, kapitalisasi pasar masih Rp 1.464 triliun. Ketika bursa ditutup sementara pekan lalu, kapitalisasi pasar drop menjadi Rp 1.167 triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, sejak awal tahun hingga bursa ditutup, kapitalisasi pasar telah tergerus Rp 818 triliun. Namun, jika dihitung dari posisi indeks di rekor tertinggi 9 Januari, kapitalisasi pasar atau total harga saham dikalikan jumlah saham beredar sudah anjlok Rp 890 triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bursa di Indonesia memang sangat bergantung pada kondisi bursa regional dan global,'' tutur Kepala Riset PT Recapital Securities Poltak Hotradero di Jakarta kemarin (15/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lantai BEI, IHSG kemarin dilanda aksi ambil untung setelah dua hari terakhir menguat. Indeks longsor 35,56 poin atau 2,29 persen menuju 1.520,407. Sebanyak 140 saham turun harga, 37 naik, dan 140 lainnya tidak berubah dengan total transaksi Rp 2,7 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan indeks paralel dengan jatuhnya bursa kawasan. Kecuali indeks Nikkei di Jepang yang terkerek 1,06 persen, semua bursa regional menuju teritori negatif. Indeks Hang Seng di Hongkong minus 4,96 persen, indeks Shanghai tertebas 1,12 persen, dan Kospi Korsel ambles 2 persen. Dari Amerika, indeks Dow Jones tadi malam dibuka turun 3 persen atau 285,22 ke posisi 9.025,77 akibat berita negatif turunnya kinerja sektor ritel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia Budi Ruseno menuturkan, pada rentang waktu medium, indeks menguji batas bawah di level 1.352 dan resisten jangka menengah di 1.800. ''Secara medium, indeks masih mengarah ke level tersebut,'' tutur direktur PT Bhakti Capital Securities itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdayakan Lokal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menggelar sidang kabinet paripurna untuk membahas penanganan krisis global di gedung utama Sekretariat Negara. Selain para menteri dan pengusaha, SBY mengundang gubernur se-Indonesia serta ketua Kadin provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut SBY, para gubernur dan ketua Kadin sengaja dihadirkan dalam rapat kabinet untuk menyatukan komitmen, tindakan, dan langkah guna mengamankan perekonomian nasional dari dampak krisis keuangan. ''Keberhasilan sangat ditentukan oleh sinergi antara pusat dan daerah. Kita harus satu langkah. Para gubernur jangan menyelamatkan diri sendiri di tengah situasi seperti ini,'' kata SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran gubernur, lanjut SBY, harus menjadi motivator dan mencari kesempatan di daerah masing-masing. ''Gubernur tidak hanya bersifat administratif. Sekarang, gubernur bersama pemerintah pusat bisa bersama-sama berkomunikasi dalam mengambil kebijakan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sidang kabinet, Plt Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah terus berupaya menstabilkan sektor-sektor industri, mulai yang kecil hingga besar. Sektor riil akan dipetakan dan diberi perhatian khusus, terutama yang memiliki peran dalam ekspor dan penciptaan lapangan kerja. ''Itu komitmen kita untuk mendorong sektor riil terus bergerak,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Kadin M.S. Hidayat mengatakan, dalam sidang kabinet yang digelar pukul 14.00-17.00 itu disimpulkan, untuk keluar dari krisis, Indonesia tidak bisa mengandalkan bantuan luar negeri. Pada krisis 1998, Indonesia banyak dibantu lembaga keuangan dari berbagai negara. ''Sekarang lembaga-lembaga keuangan itu terkena krisis. Kita harus mengandalkan dari dalam negeri,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hidayat, untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi 6 persen, sektor riil harus berjalan. Daya beli masyarakat juga harus dipertahankan. ''Capital inflows untuk investasi harus terjadi. Itu semua terwujud kalau kita lakukan efisiensi, pembenahan, dan tidak ada kompromi,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, presiden menginstruksi seluruh gubernur untuk menggunakan produksi dalam negeri. Semua proyek APBN dan APBD harus menggunakan komponen dalam negeri. ''Ini sudah menjadi instruksi mulai sekarang. Kampanye mencintai produk dalam negeri secara besar-besaran segera dilakukan,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat memprediksi, krisis di Indonesia berlangsung dua tahun dan maksimal empat tahun. Dalam kurun waktu itu, pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat harus seirama. ''Teman-teman Kadin di daerah akan bertemu kepala daerah setempat guna menyamakan langkah,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Kadin mendukung langkah pemerintah menyelamatkan perusahaan nasional, termasuk Grup Bakrie. Menurut Hidayat, Bakrie merupakan simbol perusahaan nasional, sehingga pantas diselamatkan. ''Mudah-mudahan bisa. Saya dalam posisi berpihak pada langkah itu,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajukan Utang USD 5 M &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pemerintah saat ini melobi Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional. Pemerintah berharap mendapat tambahan utang USD 5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk memperkuat anggaran jika pertumbuhan ekonomi meleset di bawah 6 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, saat ini yang sudah memberikan komitmen adalah Bank Dunia. Namun, hanya disanggupi USD 2 miliar. ''Ternyata yang mengajukan pinjaman tidak hanya Indonesia,'' kata Paskah setelah sidang kabinet kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paskah, pemerintah tetap mengusahakan dari lembaga keuangan multilateral lain. ''Saya sudah melobi Islamic Development Bank (IDB). Mungkin cair USD 1 miliar,'' katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjaman itu hanya untuk berjaga-jaga jangan sampai terjadi defisit APBN meleset gara-gara pertumbuhan tidak mencapai 6 persen. Jika pertumbuhan mencapai 6 persen, pinjaman tidak digunakan. ''Ini semua untuk memperkuat ekonomi domestik,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani mengatakan, negara-negara ASEAN plus Tiongkok, Jepang, dan Korsel akan membentuk crisis fund. Indonesia ikut menjadi pemrakarsa pembentukan kelompok tersebut. ASEAN plus 3 sepakat mengumpulkan dana untuk menghadapi krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Di situ semua negara ASEAN ada. Jadi, sudah diatur berapa jumlahnya, cara pengumpulan dan penggunaannya bila ada salah satu negara anggota yang membutuhkan,'' jelas Sri Mulyani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan menteri keuangan ASEAN di Dubai, Uni Emirat Arab, pekan lalu disepakati pembuatan rincian proses, jumlah, dan mekanisme pengumpulan dananya. ''Sekarang sedang disusun dan dipercepat,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakati Asumsi RAPBN 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pembahasan maraton tiga hari, akhirnya Panitia Anggaran (Panggar) DPR dan pemerintah menyepakati asumsi makro RAPBN 2009 yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panja Asumsi RAPBN di Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan, asumsi baru yang disepakati merupakan pendekatan yang lebih realistis atas perkembangan global terkini. ''Ini agar APBN 2009 lebih realistis dan mendorong pemerintah agar lebih bekerja keras mencapai target,'' ujarnya saat rapat Panggar tadi malam (15/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi pertama yang disepakati adalah pertumbuhan ekonomi 6 persen. Asumsi tersebut lebih rendah daripada kesepakatan awal 6,3 persen atau masih dalam range usul terbaru pemerintah 5,5-6,1 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suharso, angka pertumbuhan 6 persen telah mempertimbangkan perlambatan laju pertumbuhan perekonomian dunia serta mempertahankan prioritas program pembangunan yang telah direncanakan di RKP 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi kedua tentang inflasi disepakati 6,2 persen atau lebih rendah dari usul terbaru pemerintah 7 persen. Perkiraan inflasi tersebut didukung kecenderungan penurunan harga minyak dan komoditas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi ketiga terkait nilai tukar rupiah disepakati Rp 9.400 per USD atau lebih rendah dari usul pemerintah Rp 9.500. Asumsi keempat suku bunga SBI 3 bulan disepakati 7,5 persen, atau lebih rendah dari usul 8,5 persen. Asumsi kelima harga minyak disepakati USD 80 per barel atau lebih rendah dari usul pemerintah USD 85 per barel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah mengapresiasi positif semua asumsi baru yang disepakati. ''Ini cukup tepat untuk merespons situasi global yang bergerak dinamis dan sangat cepat dalam beberapa bulan terakhir,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur BI Boediono mengatakan, pihaknya mendukung kesepakatan asumsi baru. ''Ini menciptakan postur APBN yang saya kira sangat bagus. Saya yakin, ini direspons positif pasar,'' katanya. (eri/wir/owi/tom/oki)&lt;br /&gt;JAKARTA - Harga yang harus dibayar Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat dampak krisis finansial global benar-benar mahal. Merujuk data terkini BEI, sejak mencapai titik tertinggi 9 Januari lalu hingga transaksi dihentikan 8 Oktober, pelaku bursa sudah kehilangan lebih dari Rp 800 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 Januari indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh level 2.830,26 dengan kapitalisasi pasar (market capitalization) Rp 2.063 triliun. Pascalibur Lebaran, ketika bursa kembali dibuka pada 6 Oktober, kapitalisasi pasar masih Rp 1.464 triliun. Ketika bursa ditutup sementara pekan lalu, kapitalisasi pasar drop menjadi Rp 1.167 triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, sejak awal tahun hingga bursa ditutup, kapitalisasi pasar telah tergerus Rp 818 triliun. Namun, jika dihitung dari posisi indeks di rekor tertinggi 9 Januari, kapitalisasi pasar atau total harga saham dikalikan jumlah saham beredar sudah anjlok Rp 890 triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bursa di Indonesia memang sangat bergantung pada kondisi bursa regional dan global,'' tutur Kepala Riset PT Recapital Securities Poltak Hotradero di Jakarta kemarin (15/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lantai BEI, IHSG kemarin dilanda aksi ambil untung setelah dua hari terakhir menguat. Indeks longsor 35,56 poin atau 2,29 persen menuju 1.520,407. Sebanyak 140 saham turun harga, 37 naik, dan 140 lainnya tidak berubah dengan total transaksi Rp 2,7 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan indeks paralel dengan jatuhnya bursa kawasan. Kecuali indeks Nikkei di Jepang yang terkerek 1,06 persen, semua bursa regional menuju teritori negatif. Indeks Hang Seng di Hongkong minus 4,96 persen, indeks Shanghai tertebas 1,12 persen, dan Kospi Korsel ambles 2 persen. Dari Amerika, indeks Dow Jones tadi malam dibuka turun 3 persen atau 285,22 ke posisi 9.025,77 akibat berita negatif turunnya kinerja sektor ritel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia Budi Ruseno menuturkan, pada rentang waktu medium, indeks menguji batas bawah di level 1.352 dan resisten jangka menengah di 1.800. ''Secara medium, indeks masih mengarah ke level tersebut,'' tutur direktur PT Bhakti Capital Securities itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdayakan Lokal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menggelar sidang kabinet paripurna untuk membahas penanganan krisis global di gedung utama Sekretariat Negara. Selain para menteri dan pengusaha, SBY mengundang gubernur se-Indonesia serta ketua Kadin provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut SBY, para gubernur dan ketua Kadin sengaja dihadirkan dalam rapat kabinet untuk menyatukan komitmen, tindakan, dan langkah guna mengamankan perekonomian nasional dari dampak krisis keuangan. ''Keberhasilan sangat ditentukan oleh sinergi antara pusat dan daerah. Kita harus satu langkah. Para gubernur jangan menyelamatkan diri sendiri di tengah situasi seperti ini,'' kata SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran gubernur, lanjut SBY, harus menjadi motivator dan mencari kesempatan di daerah masing-masing. ''Gubernur tidak hanya bersifat administratif. Sekarang, gubernur bersama pemerintah pusat bisa bersama-sama berkomunikasi dalam mengambil kebijakan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sidang kabinet, Plt Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah terus berupaya menstabilkan sektor-sektor industri, mulai yang kecil hingga besar. Sektor riil akan dipetakan dan diberi perhatian khusus, terutama yang memiliki peran dalam ekspor dan penciptaan lapangan kerja. ''Itu komitmen kita untuk mendorong sektor riil terus bergerak,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Kadin M.S. Hidayat mengatakan, dalam sidang kabinet yang digelar pukul 14.00-17.00 itu disimpulkan, untuk keluar dari krisis, Indonesia tidak bisa mengandalkan bantuan luar negeri. Pada krisis 1998, Indonesia banyak dibantu lembaga keuangan dari berbagai negara. ''Sekarang lembaga-lembaga keuangan itu terkena krisis. Kita harus mengandalkan dari dalam negeri,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hidayat, untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi 6 persen, sektor riil harus berjalan. Daya beli masyarakat juga harus dipertahankan. ''Capital inflows untuk investasi harus terjadi. Itu semua terwujud kalau kita lakukan efisiensi, pembenahan, dan tidak ada kompromi,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, presiden menginstruksi seluruh gubernur untuk menggunakan produksi dalam negeri. Semua proyek APBN dan APBD harus menggunakan komponen dalam negeri. ''Ini sudah menjadi instruksi mulai sekarang. Kampanye mencintai produk dalam negeri secara besar-besaran segera dilakukan,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat memprediksi, krisis di Indonesia berlangsung dua tahun dan maksimal empat tahun. Dalam kurun waktu itu, pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat harus seirama. ''Teman-teman Kadin di daerah akan bertemu kepala daerah setempat guna menyamakan langkah,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Kadin mendukung langkah pemerintah menyelamatkan perusahaan nasional, termasuk Grup Bakrie. Menurut Hidayat, Bakrie merupakan simbol perusahaan nasional, sehingga pantas diselamatkan. ''Mudah-mudahan bisa. Saya dalam posisi berpihak pada langkah itu,'' kata Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajukan Utang USD 5 M &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pemerintah saat ini melobi Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional. Pemerintah berharap mendapat tambahan utang USD 5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk memperkuat anggaran jika pertumbuhan ekonomi meleset di bawah 6 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, saat ini yang sudah memberikan komitmen adalah Bank Dunia. Namun, hanya disanggupi USD 2 miliar. ''Ternyata yang mengajukan pinjaman tidak hanya Indonesia,'' kata Paskah setelah sidang kabinet kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paskah, pemerintah tetap mengusahakan dari lembaga keuangan multilateral lain. ''Saya sudah melobi Islamic Development Bank (IDB). Mungkin cair USD 1 miliar,'' katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjaman itu hanya untuk berjaga-jaga jangan sampai terjadi defisit APBN meleset gara-gara pertumbuhan tidak mencapai 6 persen. Jika pertumbuhan mencapai 6 persen, pinjaman tidak digunakan. ''Ini semua untuk memperkuat ekonomi domestik,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani mengatakan, negara-negara ASEAN plus Tiongkok, Jepang, dan Korsel akan membentuk crisis fund. Indonesia ikut menjadi pemrakarsa pembentukan kelompok tersebut. ASEAN plus 3 sepakat mengumpulkan dana untuk menghadapi krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Di situ semua negara ASEAN ada. Jadi, sudah diatur berapa jumlahnya, cara pengumpulan dan penggunaannya bila ada salah satu negara anggota yang membutuhkan,'' jelas Sri Mulyani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan menteri keuangan ASEAN di Dubai, Uni Emirat Arab, pekan lalu disepakati pembuatan rincian proses, jumlah, dan mekanisme pengumpulan dananya. ''Sekarang sedang disusun dan dipercepat,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakati Asumsi RAPBN 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pembahasan maraton tiga hari, akhirnya Panitia Anggaran (Panggar) DPR dan pemerintah menyepakati asumsi makro RAPBN 2009 yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panja Asumsi RAPBN di Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan, asumsi baru yang disepakati merupakan pendekatan yang lebih realistis atas perkembangan global terkini. ''Ini agar APBN 2009 lebih realistis dan mendorong pemerintah agar lebih bekerja keras mencapai target,'' ujarnya saat rapat Panggar tadi malam (15/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi pertama yang disepakati adalah pertumbuhan ekonomi 6 persen. Asumsi tersebut lebih rendah daripada kesepakatan awal 6,3 persen atau masih dalam range usul terbaru pemerintah 5,5-6,1 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suharso, angka pertumbuhan 6 persen telah mempertimbangkan perlambatan laju pertumbuhan perekonomian dunia serta mempertahankan prioritas program pembangunan yang telah direncanakan di RKP 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi kedua tentang inflasi disepakati 6,2 persen atau lebih rendah dari usul terbaru pemerintah 7 persen. Perkiraan inflasi tersebut didukung kecenderungan penurunan harga minyak dan komoditas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi ketiga terkait nilai tukar rupiah disepakati Rp 9.400 per USD atau lebih rendah dari usul pemerintah Rp 9.500. Asumsi keempat suku bunga SBI 3 bulan disepakati 7,5 persen, atau lebih rendah dari usul 8,5 persen. Asumsi kelima harga minyak disepakati USD 80 per barel atau lebih rendah dari usul pemerintah USD 85 per barel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah mengapresiasi positif semua asumsi baru yang disepakati. ''Ini cukup tepat untuk merespons situasi global yang bergerak dinamis dan sangat cepat dalam beberapa bulan terakhir,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur BI Boediono mengatakan, pihaknya mendukung kesepakatan asumsi baru. ''Ini menciptakan postur APBN yang saya kira sangat bagus. Saya yakin, ini direspons positif pasar,'' katanya. (eri/wir/owi/tom/oki)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-8690396635530007442?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/8690396635530007442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=8690396635530007442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8690396635530007442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8690396635530007442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/rp-818-t-lenyap-di-bursa-akibat-dampak.html' title='Rp 818 T Lenyap di Bursa Akibat Dampak Krisis Finansial Global'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-6819222708825912623</id><published>2008-10-15T23:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T23:21:42.293-07:00</updated><title type='text'>Apa Saja Investasi ala Orang Indonesia?</title><content type='html'>detikFinance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Bagaimana strategi investasi di tengah kondisi krisis terkini? Investor Indonesia, layaknya investor Asia lainnya, ternyata masih cukup konservatif. Mereka umumnya tak mau mengambil investasi yang terlalu berisiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja pilihan investasi orang Indonesia? Menurut survei dari ING Securities Indonesia, investor Indonesia selama triwulan III-2009 ternyata masih memilik investasi dalam bentuk uang tunai (95%) dan emas (76%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk periode triwulan IV-2008, hanya sedikit yang ingin berinvestasi dalam saham lokal. Bagaimana sisanya?&lt;br /&gt;Sebanyak 37% investor Indonesia mengatakan berminat untuk investasi pada uang tunai pada triwulan IV-2008&lt;br /&gt;14% berminat untuk investasi sektor properti&lt;br /&gt;29% berniat investasi emas&lt;br /&gt;10% akan berinvestasi pada dana pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menganjurkan investor untuk tetap mempertahankan rencana investasi jangka panjang mereka ditengah gelombang pasar yang kita saksikan sekarang ini," kata Alan Harden, CEO ING Investment Management Asia/Pasifik dalam siaran persnya, Rabu (15/10/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku tetap optimistis dengan kondisi ekonomi dan keuangan Asia, dan dalam jangka panjang pasar-pasar di Asia masih akan memiliki kinerja yang lebih baik ketimbang AS ataupun Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks Sentimen Investor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara survei triwulanan ING menunjukkan, indeks sentimen investor di Asia turun hingga 39% ke posisi 86 di triwulan III-2008, dibandingkan posisi 141 di triwulan III-2008. Secara quarter to quarter, indeks ini juga turun 21%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk investor Indonesia, indeks juga menunjukkan penurunan hingga 7,5% dalam 12 bulan terakhir. Padahal pada triwulan III-2008, indeks sentimen investor Indonesia sempat naik 15% menjadi 123 pada triwulan III-2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mayoritas investor Indonesia juga masih khawatir terhadap inflasi, meski cukup banyak yang berpendapat angkanya akan turun pada triwulan IV-2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data juga menunjukkan bahwa masalah kelangkaan likuiditas dan perlambatan ekonomi AS mulai mempengaruhi sentimen investor.&lt;br /&gt;Sebanyak 54% keputusan investasi investor Indonesia mulai terpengaruh oleh ketatnya likuiditas pada triwulan III.&lt;br /&gt;51% keputusan investasi lumayan terpengaruh oleh situasi ekonomi AS pada triwulan III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai batasan tertentu, ekonomi domestik telah melindungi Indonesia dari dampak langsung kondisi global dan ekonomi domestik tertopang oleh kuatnya harga-harga komoditas sepanjang tahun ini," ujar Robert Scholten, Presdir ING Securities Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurutnya, semakin bergejolaknya situasi dai AS, Eropa serta penurunan drastis di beberapa pasar Asia, menyebabkan sentimen investor lokal mulai menurun. Hal itu terlihat dari bergejolaknya pasar Indonesia 2 pekan belakangan ini sebagai reaksi pasar global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memasuki triwulan terakhir 2008, kami melihat sentimen investor Indonesia akan terus menurun, seperti negara-negara Asia lainnya, investor Indonesia akan lebih memilik berinvestasi pada uang tunai, simpanan dan emas meskipun adanya potensi peningkatan di pasar saham," urai Scholten.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-6819222708825912623?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/6819222708825912623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=6819222708825912623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6819222708825912623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6819222708825912623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/apa-saja-investasi-ala-orang-indonesia.html' title='Apa Saja Investasi ala Orang Indonesia?'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5865705418195051692</id><published>2008-10-09T02:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T02:24:19.160-07:00</updated><title type='text'>Rugi Ratusan Juta, Lega Bisa Istirahatkan Jantung</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SO3NvGsQe6I/AAAAAAAAATM/IiepYQYtMrU/s1600-h/28274large.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SO3NvGsQe6I/AAAAAAAAATM/IiepYQYtMrU/s400/28274large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255082549345024930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang Degdegan Saat Bursa Terjun Bebas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin rontok terkena dampak lanjutan krisis finansial di Amerika. Akibatnya, otoritas bursa terpaksa menghentikan perdagangan. Inilah potret beberapa investor yang sport jantung sejak pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGUS WIRAWAN, Jakarta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA laptop milik Ramson Siagian sejak pagi kemarin terus hidup. Lewat peranti canggih itu mata anggota DPR tersebut hampir tak berkedip memantau pergerakan harga saham di BEI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramson adalah satu dari sedikit orang di Indonesia yang pemain aktif di pasar modal. Tahun lalu, bersamaan dengan booming bursa di tanah air, dia mendapat keuntungan lumayan besar. Besarnya setara gaji setahun plus tunjangan yang dia terima selama satu tahun sebagai wakil rakyat di Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada Rabu "kelabu" kemarin, peruntungan itu berubah 180 derajat. "Semua investor menghadapi situasi yang kacau balau, karena harga semua saham anjlok," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi XI DPR itu enggan menyebut berapa persis kerugian yang diderita akibat gonjang-ganjing di BEI beberapa hari terakhir. Alasannya, seorang investor tidak akan pernah mau mengutarakan kerugian yang dia alami. "Itu tidak etis. Yang jelas, kalau untungnya saja bisa ratusan juta, kerugiannya juga bisa segitu," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ramson, keputusan BEI menghentikan perdagangan saham pukul 11.08 kemarin merupakan pilihan terbaik. Meski kondisi pasar menjadi stagnan, hal itu cukup membantu untuk tidak makin merugikan investor. "Setidaknya kita bisa tidur nyenyak. Istirahatkan jantung dulu, sebelum pasar kembali dibuka. Ambil napas dululah," ungkapnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi seperti itu, pria yang selalu membawa laptop -termasuk saat bermobil- untuk memantau pergerakan harga saham itu mengakui sebagian besar investor sudah mengalami potential loss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sahamnya belum dijual tapi posisinya sudah rugi, ya berarti potential loss. Tapi, ada juga yang sudah berani jual rugi dalam kondisi ini," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai investor, dia harus berani menanggung risiko apa pun, termasuk merugi dalam jumlah sangat besar. Itu sudah menjadi risiko semua orang yang bermain saham. "Bisa saja saat ini kekayaan melimpah, tapi besok tiba-tiba bangkrut karena harga semua saham turun drastis. Kalau seperti sekarang ini, mana ada (investor) yang tidak rugi, " tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci bermain saham, kata dia, harus cepat mengambil keputusan untuk buy (membeli) atau sell (menjual). Meski begitu, ketenangan berpikir dan kesabaran juga harus tetap ada. Karena itu, dia menyediakan dua laptop untuk mendukung profesi "sambilan"-nya tersebut. "Pas harga naik turun nggak boleh lepas dari laptop. Kalau satunya mati, bisa ganti laptop satunya lagi," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramson berharap kondisi pasar kembali membaik, setidaknya sampai harga saham yang dimiliki mencapai titik impas. "Kita nggak lagi mikir keuntungan kalau sudah begini. Yang penting harganya balik saja," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, dia yakin kondisi pasar saham kembali normal seperti sedia kala. Sebab, fundamental ekonomi dan emiten yang ada sekarang ini cukup baik. Ini berbeda dengan kondisi pada krisis ekonomi 1998. "Dulu (1998) itu pas banyak utang (dalam valuta asing) perusahaan yang jatuh tempo. Sekarang emiten-emiten itu kan sehat, jadi saya yakin pasti harganya bisa kembali," katanya optimistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ketidakstabilan pasar saham Indonesia saat ini diakibatkan masih besarnya porsi dana asing yang menguasai pasar. Saat dampak krisis keuangan AS meluas, banyak investor asing dari Eropa, Jepang, atau Asia lainnya yang menarik dana. "Yang kecil lalu ikut-ikutan," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor domestik lainnya, Airlangga Hartarto, juga mengakui bahwa saat ini banyak investor yang rugi, terutama investor individu. Tapi, investor institusi masih banyak yang bertahan. Ini karena investor individu tidak banyak memiliki pengetahuan soal saham. "Banyak yang panik kemudian ikut-ikutan menarik sahamnya," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airlangga Hartarto yang juga ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) itu menilai kepanikan itulah yang menyebabkan investor menderita kerugian luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang berani jual meski ruginya banyak sekali. Ini yang menyebabkan bursa jatuh. Kalau menurut saya, nggak usah disebut angka-angka (kerugian) itu," cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airlangga berharap penghentian perdagangan pasar modal berlangsung hingga Jumat. Artinya, perdagangan baru dimulai lagi Senin depan. Sebab, jika pemerintah tidak memiliki formula yang jitu untuk mengatasi, percuma perdagangan bursa kembali dibuka. "Biar saja di-suspend lama, yang penting investor selamat. Bukan tambah hancur," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Airlangga, imbas krisis keuangan Amerika Serikat yang merontokkkan bursa dunia dan Indonesia itu juga berimbas ke kehidupan M.A. Aristyawan. Investor yang beberapa tahun belakangan aktif mengadu peruntungan di pasar modal itu terpaksa gigit jari dalam empat bulan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan kemarin ambrol ke level 1.451, dengan hanya membukukan nilai transaksi total Rp 952,16 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristyawan memiliki sekitar 20 saham yang tersebar di berbagai sektor seperti perbankan, komoditas, properti, hingga infrastruktur. Kendati demikian, dia enggan menyebutkan besaran dana yang dihabiskan untuk membeli saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak mau cut loss (menjual sekarang untuk menghindari kerugian lebih besar). Daripada saya jual rugi, lebih baik saya tidak bertransaksi dulu. Sudah sekitar empat bulan saya pasif di pasar modal," ujar pria yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter itu. (el)&lt;br /&gt;Hari Ini Bursa Efek Indonesia Masih Tutup &lt;br /&gt;JAKARTA - Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kian mengkhawatirkan. Kemarin (8/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) terperosok makin dalam, sehingga memaksa BEI menghentikan perdagangan mulai pukul 11.08 JATS (Jakarta Automated Trading System).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali pertama sepanjang sejarah, transaksi dihentikan di tengah jalan karena penurunan harga dinilai tidak wajar. Saat disuspen, IHSG anjlok 168,52 poin (10,38 persen) ke titik 1.451,669 dengan nilai transaksi hanya Rp 952,165 miliar. Itu merupakan indeks terendah sejak September 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirut BEI Erry Firmansyah menyatakan, penurunan harga saham sudah sangat irasional. Otoritas bursa akan terus memeriksa detail transaksi yang terjadi sebelum perdagangan dihentikan. ''Tapi, masih belum bisa dipastikan apakah ada transaksi ilegal,'' katanya di Jakarta kemarin (8/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom menuturkan, dalam kondisi seperti saat ini, otoritas dan regulator tidak bisa membiarkan mekanisme pasar mengatur harga saham. ''Jadi, harus dihentikan sementara untuk memberi kesempatan pasar mempertimbangkan keputusan secara rasional,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rapat di kantor Ditjen Pajak hingga tadi malam, transaksi bursa hari ini diputuskan tetap dihentikan. Rapat yang dihadiri pejabat Bapepam-LK dan BEI itu, dipimpin Dirjen Pajak Darmin Nasution karena kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany masih di luar negeri. Darmin sebelumnya pernah menjabat kepala Bapepam-LK. ''Besok bursa masih disuspen,'' terang Direktur BEI Guntur Pasaribu dalam pesan singkatnya kepada Jawa Pos dini hari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, rapat kabinet menteri ekonomi dan Dirut BUMN di Kantor Presiden tadi malam memutuskan mengumpulkan dana dari 14 BUMN untuk melakukan buyback saham-saham pemerintah di BEI sebatas kemampuan finansial mereka. Pemerintah hari ini menggelar rapat kabinet untuk memutuskan saham-saham yang dibeli dari bursa. ''Daftar saham yang akan dibeli sudah diinventarisasi, tapi nilai dana yang akan dimasukkan ke bursa masih menunggu rapat besok (hari ini),'' ujar Ketua Umum Kadin M.S. Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat yang dimulai pukul 22.30 tersebut dihadiri Menteri Keuangan ad interim Sofyan Djalil, Mensesneg Hatta Rajasa, Menseskab Sudi Silalahi, dan Deputi Gubernur BI Miranda Swaray Gultom. Hadir pula sejumlah Dirut BUMN, di antaranya Wadirut PLN Rudiantara, Dirut Pertamina Ari Soemarno, dan Dirut BRI Sofyan Basir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga saham-saham unggulan kemarin memang merosot cukup tajam, sehingga terkena auto rejection. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) terjun bebas Rp 1.200 atau 23,3 persen menjadi Rp 3.950. Kemudian, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) drop Rp 1.750 (25 persen) menjadi Rp 5.250. Lalu, PT Astra Internasional Tbk (ASII) anjlok Rp 3.200 (20 persen) menjadi Rp 12.800.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor domestik panik karena asing sudah melepas aset-aset rupiahnya untuk membeli dolar AS. Terlebih, ada rekomendasi negatif dari JP Morgan Chase &amp; Co, salah satu bank terbesar AS, untuk menjauhi surat utang Indonesia. Itu membuat makin panik. ''Yang net sell justru lebih banyak investor domestik,'' ujar analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analis PT Bhakti Capital Budi Ruseno mengungkapkan, pasar domestik saat ini terus panik dan terpengaruh sentimen global. ''Wajar kalau otoritas bursa memberikan kesempatan kepada investor agar tidak panik lagi dengan suspensi,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka menengah, Budi optimistis harga bisa rebound. Sebab, kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa masih cukup baik. Begitu pula dengan situasi makroekonomi yang masih kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Nikko Securities Adler H. Manurung menyatakan, penghentian perdagangan sebaiknya dilakukan saat close market sesi I. ''Sebab, kalau suspensi dilakukan di tengah jalan seperti tadi siang (kemarin), justru merusak bursa. Itu patut disesalkan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, jika otoritas bursa ingin mengondusifkan pasar, setiap langkah yang diambil harus benar-benar menenangkan. ''Nah, kalau seperti tadi, justru merusak integritas bursa,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri BUMN Sofyan Djalil menyebutkan, langkah suspensi merupakan tanggung jawab BEI untuk mengondusifkan pasar modal dan meredam kepanikan. ''Supaya kepanikan berkurang dan orang (investor, Red) bisa berpikir ulang,'' ucapnya kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sofyan yang hingga kemarin siang menjabat Plt menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani yang melawat ke luar negeri, langkah BEI didasarkan pada pertimbangan teknis setelah berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam-LK). ''Sebab, kalau harga (IHSG) turun sampai 10 persen, mereka bisa melakukan suspensi,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pasar modal Indonesia memang harus dicermati secara komprehensif untuk melihat detail berbagai aspek yang menggerakkan. ''Saya melihat ada irregularities (hal yang tidak wajar),'' tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menilai, anjloknya pasar modal Indonesia dipicu kepanikan yang berlebihan, sehingga di luar kewajaran. Sebab, penurunan pasar saham lain di luar negeri tidak separah Indonesia karena hanya 2-4 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak dalam kondisi biasa pun, banyak negara yang sudah melakukan suspensi perdagangan bursanya. ''Misalnya, Rusia sudah menyuspensi lebih 2-3 hari,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kritisnya kondisi finansial, Plt menko perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani Indrawati meninggalkan pertemuan di Dubai dan kembali ke Indonesia. Dia semestinya mengikuti pertemuan ASEAN Finance Minister Meeting di Dubai, Uni Emirate Arab, hingga 9 Oktober. ''Menkeu balik untuk berkoordinasi dengan kita,'' ujar Direktur BEI Eddy Sugito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BI Jaga Rupiah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk menjaga agar pergerakan nilai tukar rupiah tidak terlalu tajam. Cadangan devisa Indonesia masih cukup kuat untuk mempertahankan nilai tukar rupiah di tingkat yang wajar. Meski sempat merosot tajam Selasa (7/10), bank sentral beranggapan nilai tukar masih berada pada ambang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dibanding posisi awal tahun, depresiasinya baru 2 persen,'' jelas Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom kemarin (8/10). Dia menyatakan, cadangan devisa Indonesia masih setara dengan 4,5 bulan impor. ''Cadangan devisa kita masih sangat memadai,'' kata Miranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari saham yang anjlok drastis, rupiah pada perdagangan kemarin hanya menurun tipis 35 poin ke posisi 9.595 per USD. Deputi Gubernur BI Budi Mulya menegaskan, BI tidak pernah menargetkan nilai tukar rupiah. Namun, yang terpenting adalah menjaga volatilitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tukar rupiah tidak anjlok karena asing masih mengoleksi SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dalam jumlah besar. Menurut Budi, kepemilikan asing atas SBI masih Rp 20 triliun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Dradjad Hari Wibowo menuturkan, kemampuan BI menahan nilai tukar rupiah tidak terlalu besar. Dia memperingatkan agar BI tidak memaksakan diri membuat nilai tukar menguat. Pelemahan nilai tukar rupiah bisa saja digunakan untuk meningkatkan daya saing ekspor. Yang terpenting, BI bisa menjaga agar volatilitasnya tidak terlalu lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ikhsan Mojo menambahkan, BI tidak bisa menggunakan ukuran tradisional kebutuhan bulan impor untuk mengukur cadangan devisa. Sebab, dalam satu krisis, pergerakan kurs dan pelarian modal sangat cepat dan menyebabkan tergerusnya nilai riil dari cadangan devisa secara instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Indonesia, hal itu ditambah fakta bahwa separo cadangan devisa didenominasikan dalam aset dolar AS, seperti US Treasury Bond yang saat ini nilainya tertekan. ''Salah kaprah jika dikatakan cadangan devisa Indonesia aman,'' kata Ikhsan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jebloknya rupiah dan saham, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru sempat menonton film bersama sejumlah menterinya. Film Laskar Pelangi yang disaksikan SBY berkisah tentang sisi buram pendidikan dasar di pulau kaya penghasil timah, Belitong. Presiden dan Ibu Negara sekitar pukul 19.00 tiba di Blitz Megaplex Grand Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah menteri tampak mendampingi presiden. Di antaranya, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo Muhammad Nuh, Menbudpar Jero Wacik, dan Mensesneg Hatta Radjasa. Hadir pula sutradara Riri Reza, produser Mira Lesmana, penulis novel Laskar Pelangi Andrea Hirata, 12 anak Belitong yang menjadi tema sentral film Laskar Pelangi, serta 3.500 siswa dari Belitong.(sof/owi/wir/noe/iw/oki)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5865705418195051692?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5865705418195051692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5865705418195051692' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5865705418195051692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5865705418195051692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/rugi-ratusan-juta-lega-bisa.html' title='Rugi Ratusan Juta, Lega Bisa Istirahatkan Jantung'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SO3NvGsQe6I/AAAAAAAAATM/IiepYQYtMrU/s72-c/28274large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5512420796278688577</id><published>2008-10-09T01:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T02:06:00.818-07:00</updated><title type='text'>Peran China Dinantikan untuk Mengatasi Krisis</title><content type='html'>Pialang saham menggulung lembaran rekapitulasi transaksi saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (8/10). Perdagangan saham dihentikan pukul 11.08 WIB saat indeks harga saham gabungan merosot tajam hingga 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semalam, Menteri Keuangan ad interim Sofyan Djalil mengatakan perdagangan belum bisa dibuka hari Kamis ini. Pembukaan pada Jumat pun masih harus memerhatikan kondisi pasar. &lt;br /&gt; KOMPAS/RIZA FATHONI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pialang saham menggulung lembaran rekapitulasi transaksi saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (8/10). Perdagangan saham dihentikan pukul 11.08 WIB saat indeks harga saham gabungan merosot tajam hingga 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semalam, Menteri Keuangan ad interim Sofyan Djalil mengatakan perdagangan belum bisa dibuka hari Kamis ini. Pembukaan pada Jumat pun masih harus memerhatikan kondisi pasar. &lt;br /&gt;Kamis, 9 Oktober 2008 | 06:09 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEIJING, KAMIS - Nuansa kepasrahan tercuat dari pernyataan para pemimpin negara terkaya di dunia. Upaya pengguyuran dana ke pasar oleh sejumlah bank sentral tak mampu meredakan kegelisahan pasar. Kini harapan ada pada China untuk menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan tindakan penurunan suku bunga oleh beberapa bank sentral, Rabu (8/10), berhasil meredakan kepanikan bursa saham. Namun, ini hanya berlangsung sebentar. Tak lama kemudian, indeks Dow Jones di New York malah anjlok lagi 182,95 poin menjadi 9.264,16 poin. Ini melengkapi kejatuhan sebelumnya di hampir semua bursa dunia dan melahirkan rekor baru, seperti yang terjadi di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejatuhan bursa dipicu anjloknya indeks saham di New York, Selasa, sekitar 500 poin indeks Dow Jones dan kejatuhan indeks Standard &amp; Poor’s ke bawah 1.000 poin, terburuk sejak tahun 2003. ”Planet keuangan berada dalam sebuah krisis total,” kata anggota Dewan Direksi Bank Sentral Eropa, Guy Quaden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemicu terbaru adalah penyerbuan yang dilakukan para nasabah terhadap bank di Eropa untuk menarik simpanan. Pemicu lain adalah keengganan sesama bank saling meminjamkan, yang memacetkan aliran dana perbankan, urat nadi perekonomian global. Hasil analisis Dana Moneter Internasional (IMF) pekan lalu mengingatkan, krisis perbankan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menyebabkan resesi. Penurunan pertumbuhan setidaknya dua kuartal berturut-turut sudah bisa disebut sebagai resesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, kejatuhan ini terjadi setelah paket dana talangan 700 miliar dollar AS sudah ditandatangani Presiden AS George Walker Bush. Kejatuhan juga terjadi setelah Bank Sentral AS menjanjikan akan membeli surat berharga berjangka pendek senilai 900 miliar dollar AS dari pasar. Beberapa negara di Eropa juga menaikkan jumlah simpanan nasabah yang dijamin pemerintah. Namun, semua ini tak mencegah kepanikan di bursa global. ”Pasar tak bergerak. Penyuntikan dana bank sentral ke pasar sama artinya dengan transfusi darah ke tubuh manusia yang urat nadinya tersumbat,” kata Hiroichi Nishi, pialang di Nikko Cordial, Tokyo, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hongkong ke Paris, Singapura ke Frankfurt, investor mencampakkan saham. Investor khawatir otoritas tak lagi berdaya menghentikan krisis terbesar global sejak Depresi Besar 1929 di AS. ”Pasar seperti kerasukan dan penjualan massal terjadi secara global,” kata Matt Buckland, pialang dari CMC Markets, London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Bush mengatakan, kekacauan ekonomi menyebabkan kesulitan hidup bagi warga AS. ”Saya ingin melakukan sesuatu untuk menghentikan semua ini. Namun, krisis belum bisa dihentikan,” kata Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan hal itu, Presiden Bush mengatakan telah menghubungi sejumlah pemimpin di Eropa, seperti Inggris, Perancis, dan Italia. Tujuannya, untuk mencari strategi mengatasi krisis. ”Saya berbicara langsung dengan mereka pagi ini untuk mengupayakan tindakan yang terkoordinasi. Kami ingin agar tindakan dilakukan secara efektif,” kata Bush, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Putih mengatakan, Presiden Bush akan terbuka pada ide-ide untuk mengatasi krisis. Ini adalah sebuah perubahan sikap drastis mengingat sebelumnya Presiden Bush selalu abai atas keinginan pemimpin G-8 untuk mengatur sektor keuangan yang sudah berjalan liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michel Camdessus, mantan Direktur Pelaksana IMF, mengatakan, ”Akar krisis adalah minimnya peraturan yang mengontrol sektor keuangan AS.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke, pada hari yang sama di hadapan Asosiasi Nasional Ekonomi Bisnis (National Association for Business Economics) di Washington mengingatkan, krisis keuangan tidak saja memburuk, tetapi juga memperpanjang penderitaan. ”Prospek perekonomian kian buruk,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mempan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri Jepang Taro Aso juga memperlihatkan kepasrahan. ”Para pemimpin Uni Eropa sudah bertemu, tetapi tetap tak bisa meredakan gejolak. Pasar Eropa malah bergolak cepat dan substansial. Saya khawatir akan dampak dari krisis ini terasa di Jepang,” kata PM Aso merujuk pada pertemuan para pemimpin Uni Eropa, Sabtu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PM Aso mengatakan, harapan terbaru yang bisa dia sandarkan adalah pertemuan G-7 (AS, Inggris, Perancis, Italia, Jerman, Jepang, dan Kanada). Namun, PM Aso mengatakan, jika pertemuan G-7 tak mampu meredakan pasar, keadaan malah bisa lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini harapan ada pada China. Presiden Bush sudah berbicara langsung dengan Presiden Hu Jintao soal upaya penyelamatan krisis ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PM China Wen Jiabao berjanji, negaranya mau mengulurkan tangan untuk mengatasi krisis keuangan AS. Tidak disebutkan uluran tangan yang dimaksud. Namun, beredar informasi yang belum dikonfirmasikan bahwa China akan menggunakan sebagian cadangan devisanya (1,81 triliun dollar AS) untuk membeli surat utang korporasi AS, yang terjebak kemacetan di sektor properti AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan China memegang surat-surat berharga AS dalam setahun terakhir turut mempercepat kejatuhan sektor keuangan AS. Namun, kantor berita Reuters mengatakan, kesediaan China menolong pasti didasari pada tindakan quid pro quo (memberikan sesuatu untuk menerima sesuatu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Beijing akan meminta AS membuka pasar lebih besar, termasuk bagi penjualan produk China dan juga pembelian perusahaan AS oleh perusahaan China. China juga akan menuntut peran lebih besar di IMF,” kata Mei Xinyu, peneliti senior dari Departemen Perdagangan China, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan artikel ini di URL:&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/09/06090832/peran.china.dinantikan.untuk.mengatasi.krisis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5512420796278688577?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5512420796278688577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5512420796278688577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5512420796278688577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5512420796278688577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/peran-china-dinantikan-untuk-mengatasi.html' title='Peran China Dinantikan untuk Mengatasi Krisis'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-3332464686260144811</id><published>2008-10-09T01:45:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T01:46:23.835-07:00</updated><title type='text'>Sinyal Kelabu bagi Industri Barang Mewah</title><content type='html'>JAKARTA, KAMIS - Kelas menengah dan atas paling menderita akibat krisis keuangan yang terlihat dari kejatuhan harga saham di berbagai bursa saham dunia. Harga saham mulai dari AS, Eropa, Asia, hingga Timur Tengah berjatuhan sejak Senin. Sempat membaik diawali transaksi Selasa, harga saham kembali jatuh bebas, Rabu (8/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkrutan masyarakat kelas menengah dan atas jelas sebuah sinyal kelabu, bahkan gelap, bagi industri barang mewah, termasuk industri mobil dunia. Bisnis berlian, minuman berkelas, pakaian mewah, mobil balap, bahkan mobil kelas atas bakal mengalami penurunan penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan sampanye turun 2,6 persen dalam delapan bulan pertama tahun 2008 menjadi 165 juta botol. Ekspor ke AS dilaporkan turun 22 persen menjadi 6,5 juta botol pada semester pertama. Krisis keuangan bakal membuat angka penjualan ini turun lagi. Namun, pepatah bilang, ”situasi sulit justru membuat orang butuh sampanye”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasil mobil sport mewah, Ferrari, tadinya mengharapkan penjualan produk mereka akan naik tajam tahun 2008. ”Penjualan di AS dan Eropa konstan, tetapi meledak di negara seperti Rusia, China, dan Uni Emirat Arab,” ujar Amedeo Felisa, CEO Ferrari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 6.000 orang memesan Ferrari tipe terbaru, sebuah mobil kabriolet dengan harga jual sekitar 179.000 euro atau sekitar Rp 2,4 miliar per unit. Pesanan atas mobil keluaran Lamborghini sejauh ini belum ada yang dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini mungkin masih belum terlihat dampak dari krisis bagi keuangan. Akan tetapi, harga saham yang jatuh bebas dan berlangsung panjang diperkirakan segera memengaruhi penjualan produk mewah, semisal mobil-mobil yang banyak diminati kelas menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutusan hubungan kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik mobil Volvo di Stockholm, Swedia, hari Rabu langsung mengeluarkan sinyal akan mengurangi lebih dari 3.000 karyawannya di Swedia dan seluruh dunia. Angka ini tambahan dari pengurangan 2.000 pekerja yang diumumkan awal tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volvo yang kini dikuasai Ford, raksasa mobil AS, terpaksa melakukan hal ini mengingat kondisi industri mobil yang kurang meyakinkan pada tahun ini. Krisis keuangan yang ada semakin membuat kondisi memburuk dan Volvo segera mengantisipasi dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kondisi yang sulit bagi industri mobil secara umum, termasuk Volvo. Langkah ini diperlukan untuk menciptakan perusahaan mobil Volvo yang bisa bertahan dan baru. Perusahaan akan lebih fokus pada operasi dan struktur,” ujar Stephen Odell, CEO Volvo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ekonomi yang tidak stabil dan tak menentu membuat kondisi sulit diprediksi. ”Penurunan industri mobil global bakal lebih drastis dari perkiraan,” ujar Odell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volvo yang kini punya 24.400 pekerja di seluruh dunia, termasuk 17.600 orang di Swedia, segera mengantisipasi keadaan ketimbang terlambat dan tenggelam. Situasi ekonomi global yang diwarnai krisis keuangan bakal lebih cepat menenggelamkan Volvo jika tidak segera diantisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UniCredit dari Italia juga akan mengurangi 700 karyawannya di sektor bank investasi. ”Sebuah pilihan cepat menghadapi krisis keuangan,” ujar Alessandro Profumo, pimpinan UniCredit, di Milan, Rabu. Sebelumnya, UniCredit sudah menghentikan 300 pekerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis keuangan membuat UniCredit kehilangan aset cukup besar. Pemiliknya harus menambah modal hingga 7 miliar euro berkenaan dengan bangkrutnya HypoVereinsbank di Muenchen, Jerman. Bank pemberi kredit perumahan nomor dua di Jerman ini dibeli UniCredit tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak krisis keuangan juga memukul saham Toyota Motor Corp, penghasil mobil nomor satu Jepang dan nomor dua dunia setelah General Motor, AS. Saham Toyota di bursa Tokyo hari Rabu anjlok setelah perusahaan itu melaporkan kerugian keuntungan operasional sebesar 40 persen pada tahun fiskal yang berakhir Maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Pelaksana Toyota Yoichiro Ichimaru mengakui, jumlah penjualan mobil mereka bakal berat karena penjualan mobil di AS jatuh. Begitu juga penjualan mobil di Eropa. Ke depan, angka penjualan ini bakal semakin tenggelam mengingat krisis keuangan belum juga memperlihatkan segera teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toyota kemungkinan akan mengurangi target penjualan mobil dari 9,5 juta unit pada tahun ini. Target penjualan harus realistis, sejalan dengan kondisi perekonomian dunia yang lagi ”sakit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis keuangan dunia memang membuat masyarakat kelas menengah dan atas rugi besar akibat harga saham dan surat berharga yang anjlok. Tetapi, dalam jangka panjang, masyarakat kelas bawah juga bakal terkena, terutama berkaitan dengan aksi PHK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemilik modal mengamankan aset mereka dengan mengorbankan karyawannya. Pilihan yang sulit agar ”kapal” tak karam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan artikel ini di URL:&lt;br /&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/09/06133767/sinyal.kelabu.bagi.industri.barang.mewah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-3332464686260144811?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/3332464686260144811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=3332464686260144811' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3332464686260144811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3332464686260144811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/sinyal-kelabu-bagi-industri-barang.html' title='Sinyal Kelabu bagi Industri Barang Mewah'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5130707506356118614</id><published>2008-10-09T01:37:00.001-07:00</published><updated>2008-10-09T01:37:20.976-07:00</updated><title type='text'>Perlawanan Dunia Terhadap Krisis Keuangan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Amerika Serikat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya, The Federal Reserves (Fed) akan memompakan dana tunai ke perusahaan di luar institusi keuangan. Selasa (7/10), bank sentral AS itu memutuskan membeli commercial paper alias obligasi jangka pendek perusahaan. The Fed memperkirakan nilai commercial paper yang layak dibeli sekitar US$ 1,3 triliun. Gubernur The Fed, Ben Bernanke, juga memberi sinyal penurunan bunga di pertemuan 29 Oktober ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;Rabu (8/10), Bank of England  (BOE) menawarkan untuk memompa dana ke dalam bank-bank ritel besarnya senilai US$ 87,2 miliar. Sebagai gantinya, Pemerintah akan memperoleh saham bank-bank itu. Demi melancarkan pasar uang Inggris, BOE juga menawarkan pinjaman jangka pendek sedikitnya 200 miliar poundsterling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang&lt;br /&gt;Bank of Japan meminjamkan US$ 20 miliar dengan bunga rata-rata 4,14% pada operasi dolarnya yang kedua, Selasa (7/10). BOJ berencana melakukan tiga kali lagi operasi dolar tahun ini dengan yang jumlahnya diperkirakan mencapai US$ 80 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hong Kong&lt;br /&gt;Hong Kong Monetary Authority memangkas suku bunga acuannya 1% menjadi 3,5% yang mulai berlaku hari ini. Ini merupakan pemangkasan terbesar sejak Hong Kong menggunakan suku bunga acuan tersebut satu dekade lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanyol&lt;br /&gt;Spanyol adalah negara pertama di Eropa yang mengikuti langkah AS. Negeri matador ini akan membelanjakan 50 miliar euro (US$ 68 miliar) untuk membeli aset dari bank-bank yang bermasalah. Spanyol juga menaikkan batas simpanan dana nasabah yang dijamin pemerintah menjadi 100.000 euro. Spanyol memasuki resesi pertamanya dalam 15 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;Sehari setelah memotong suku bunga 1%, Australia memberi kejutan lagi. Bank sentralnya, Royal Bank of Australia, menambahkan US$ 856 juta ke dalam sistem finansial. Bank bisa mengakses dana ini melalui produk repurchase agreement (repo). Selain itu, RBA pun melonggarkan jaminan bank untuk membeli repo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusia&lt;br /&gt;Presiden Dmitry Medvedev berupaya mempertahankan ekonomi Rusia dengan menyediakan pinjaman senilai hampir US$ 200 miliar untuk bank, perusahaan properti, dan energi. Khusus untuk bank-bank utama negeri itu, Rusia akan meminjamkan US$ 37 miliar. Ekonomi Rusia memasuki krisis keuangan terburuk sejak 1998. Dalam tiga minggu terakhir, Otoritas Bursa Rusia telah menghentikan transaksi bursa MICEX 9 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brazil&lt;br /&gt;Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva mengizinkan bank sentralnya untuk membeli kredit dari bank-bank yang kesulitan dana. Lula berusaha mengembalikan kepercayaan pasar setelah bursa Brazil anjlok dan transaksinya dihentikan, Selasa (7/10). Pemerintah juga akan menyediakan US$ 2,29 miliar bagi bank pembangunan negara itu guna membiayai industri perdagangan.&lt;br /&gt;Di samping itu, bank sentral Brazil akan memakai cadangan devisanya untuk membiayai ekspor, meminjamkan dolar ke perusahaan Brazil di luar negeri. Bank sentral juga melelang kontrak swap dolar senilai US$ 2,05 miliar hari ini (8/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bloomberg, Reuters&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5130707506356118614?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5130707506356118614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5130707506356118614' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5130707506356118614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5130707506356118614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/perlawanan-dunia-terhadap-krisis.html' title='Perlawanan Dunia Terhadap Krisis Keuangan'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-6436693391948995510</id><published>2008-10-09T01:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T01:34:01.034-07:00</updated><title type='text'>BEI: Hari Ini Pasar Bertindak Irasional</title><content type='html'>Rabu, 8 Oktober 2008 |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA. Bursa Efek Indonesia menghentikan seluruh perdagangan saham pada Rabu 8 Oktober 2008 lalu setelah pada perdagangan sesi pagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 10,38% atau sebesar 168,052 poin menjadi 1.451,669 pada jam 11.06 WIB. Suspensi atau penghentian perdagangan ini dilakukan karena penurunan yang signifikan tidak diikuti dengan volume yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita melihat pasar bersikap irasional hari ini dengan kejatuhan indeks lebih dari 10%, tetapi transaksinya hanya di bawah Rp 1 triliun," kata Direktur Utama BEI Erry Firmansyah dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia hari ini (8/10). Total nilai transaksi kemarin sebesar Rp 988,80 miliar dengan volume sebesar 1,13 miliar dan frekuensi perdagangan sebesar 27.494 kali. Penghentian perdagangan ini dimaksudkan agar pasar lebih tenang dan bisa berpikir jernih tanpa terpengaruh sentimen dari pasar regional yang cukup pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perdagangan hari pertama setelah libur Lebaran, IHSG sudah mulai menunjukkan penurunan tajam. Pada awal pekan ini, IHSG turun hingga 11,11% dibanding sebelum libur empat hari Lebaran. Waktu itu, BEI belum berniat menyuspensi perdagangan IHSG. Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito mengatakan, sejak hari Senin itu, BEI memang sudah berjaga-jaga karena terjadi penurunan yang sangat tajam. Tapi penurunan IHSG dibanding dengan penurunan pasar regional selama libur Lebaran masih cukup rasional. "Pagi ini, kita harusnya tidak boleh lebih dari pasar lain karena tidak ada yang salah dengan makro ekonomi kita," kata Eddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tindakan suspensi ini, BEI sudah berkonsultasi dengan Bapepam. “Kami putuskan, suspensi dilakukan setelah penurunan indeks lewat dari 10%,” jelas Erry. Mulanya, penghentian sementara perdagangan ini hanya akan dilakukan pada sesi satu perdagangan. Namun, setelah melihat perkembangan pasar regional, akhirnya menjelang perdagangan sesi dua, BEI mengumumkan penghentian sementara di sesi kedua juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang ini, BEI masih belum memutuskan kapan akan membuka kembali perdagangan efek bersifat ekuitas dan derivatif di BEI. Sambil terus mengamati perkembangan pasar regional dan global, BEI sedang melakukan pemeriksaan kalau-kalau ada faktor selain sentimen dari Amerika yang mempengaruhi pergerakan bursa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski suspensi ini baru pertama kali terjadi di Indonesia, BEI masih menganggap wajar penghentian perdagangan di pasar efek. Soalnya, sebelumnya pasar di Rusia, India, dan Kairo juga pernah dihentikan sementara waktu karena alasan yang sama. "Sampai kapan akan disuspen itu sifatnya kondisional, jadi tidak ada batasan berapa lama disuspensi," kata Sekretaris Bapepam-LK Ngalim Sawega.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-6436693391948995510?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/6436693391948995510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=6436693391948995510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6436693391948995510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6436693391948995510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/bei-hari-ini-pasar-bertindak-irasional.html' title='BEI: Hari Ini Pasar Bertindak Irasional'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-7665467201208195742</id><published>2008-10-09T01:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T01:32:36.341-07:00</updated><title type='text'>Hang Seng Terpuruk Di Bawah Level 16.000</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SO3BmfwzxSI/AAAAAAAAASs/XCp_DEV_xHA/s1600-h/201320p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SO3BmfwzxSI/AAAAAAAAASs/XCp_DEV_xHA/s400/201320p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255069207316645154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HONGKONG. Tidak hanya Indonesia saja yang terpuruk, beberapa pasar bursa Asia pun mengalami hal yang sama. Salah satunya yakni saham gabungan Hongkong. Hari ini, indeks harga gabungan Hongkong anjlok dan berada di bawah level 16.000 untuk pertama kalinya sejak Juli 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 10.52 pagi tadi waktu Hongkong, indeks Hang Seng turun 826,88 poin atau 4,9% dan bertengger pada posisi 15.976,88. Jika dibandingkan dengan harga pada 30 Oktober tahun lalu yang mencapai 31.638,22, indeks Hang Seng sudah kehilangan separuh nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bank sentral Hongkong sudah memangkas tingkat suku bunga, namun sepertinya hal itu tidak berpengaruh pada harga saham sejumlah perusahaan. HSBC Holdings Plc, misalnya, mengalami penurunan 2,5%. Demikian pula halnya dengan harga saham Bank of East Asia Ltd melorot 6,3%. Perusahaan besar lain seperti Aluminum Corp of China Ltd bahkan turun tajam sebesar 13%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemicu penurunan ini disebabkan adanya kekhawatiran investor bahwa krisis kredit akan mengguncang dunia perbankan sehingga menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Investor saat ini sangat panik. Tidak ada yang peduli dengan valuasi. Saat ini yang paling penting adalah bertahan,” jelas Tat Auyeung, fund manager Apex Capital Management di Hongkong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-7665467201208195742?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/7665467201208195742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=7665467201208195742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7665467201208195742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7665467201208195742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/10/hang-seng-terpuruk-di-bawah-level-16000.html' title='Hang Seng Terpuruk Di Bawah Level 16.000'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SO3BmfwzxSI/AAAAAAAAASs/XCp_DEV_xHA/s72-c/201320p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-651377461695180719</id><published>2008-09-28T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T23:04:03.517-07:00</updated><title type='text'>KPPU dan Tsunami Wall Street</title><content type='html'>SUARA PEMBARUAN DAILY&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Christianto Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan terpaan badai Gustav, Hanna, dan Ike, AS dilanda tsunami Wall Street. Baru saja, Minggu (7/9), pemerintah AS menasionalisasi Freddie Mac dan Fannie Mae, kemudian merelakan Lehman Brothers bangkrut dan mempersilakan Bank of America mengambil alih Merrill Lynch. Pada Selasa (16/9) Pemerintah AS harus kembali memakai US$ 5 miliar uang pembayar pajak AS untuk menyelamatkan AIG, perusahaan asuransi terbesar di dunia. Seluruh bursa dunia anjlok walaupun belasan bank sentral Eropa Barat, Jepang,dan RRT sibuk melempar dana ke pasar likuiditas. Baru setelah Kamis malam (18/9) Pemerintah AS mengumumkan akan mendirikan semacam "BPPN" dengan modal hingga US$ 500 miliar, maka Wall Street dan bursa global menaik kembali pada Jumat (19/9). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Greenspan menyebut krisis ini suatu siklus 50-100 tahun. Mungkin lebih tepat disebut siklus kondratif berinterval 70-80 tahunan jika dihitung dari resesi 1929.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gebrakan "BPPN" AS ini diharapkan bisa memulihkan fungsi pasar yang benar, akibat jurus short selling yang semakin menenggelamkan perusahaan rawan. Larangan short selling baru diberlakukan setelah kaum speculator, traiders, dengan hedge funds miliaran dolar melumpuhkan Lehman dkk. Tapi, tidak berarti Lehman bebas dari keteledoran atau moral hazards dalam investasi dan transaksi derivatives yang dilaksanakan secara imprudent. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, Wall Street yang sempoyongan itu terpaksa meminta bantuan dari bank sentral atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Negara dunia ketiga, dari RRT, Timur Tengah, dan Singapura. Jadi, kegagalan atau ekses pasar Wall Street memerlukan intervensi negara dari otoritas nasional maupun injeksi dana SWF. Morgan Stanley menjajaki merger dengan Citibank yang 15% sahamnya telah dikuasai tiga besar SWF dan perorangan, yaitu Abu Dhabi Investment Authority, Gov of Singapore Investment Corp dan Pangeran Al Waleed bin Talal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari Bolivia dikabarkan bahwa Presiden Evo Morales walaupun menggebu-gebu ikut barisan anti-AS yang dijagoi oleh Presiden Hugo Chaves dari Venezuela baru saja meneken kontrak dengan Gazprom Rusia dan Total Prancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elite Indonesia mestinya cerdas melakukan studi banding yang benar, bukan sekadar jalan-jalan ala DPR. Hukum ekonomi adalah sesuatu yang berlaku universal. Bisa saja ada kelompok yang mengklaim nasionalis antikapitalis, antiimperialis, dan pronasionalisasi. Tapi, dalam praktik selalu diperlukan kerja sama antara dua pihak yang saling membutuhkan dan juga merasa saling menguntungkan. Kalau satu pihak mau menyita, menasionalisasi, dan tidak memberi peluang pada pihak lain untuk menikmati keuntungan dalam suatu kerja sama, maka tidak akan ada hasil dari sikap apriori antiasing, antiinti, dan antiitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renegosiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Bolivia anti-AS, dia tetap perlu modal dan teknologi, karena itu Bolivia bisa teken kontrak dengan Rusia dan Prancis. Venezuela sekalipun tidak menyita semua kontraktor asing dan masih mempunyai kerja sama dengan MNC. Jadi, pelajaran bagi tim Renegosiasi Tangguh adalah bahwa pendekatan eklektik bijak. Mempelajari pelbagai kontrak yang "sebanding" dengan Tangguh untuk dipakai sebagai kartu dalam renegosiasi dengan Beijing. Misalnya, apakah kontrak- kontrak dari negara lain, seperti, Australia, Qatar, Abu Dhabi, Libia, Aljazair, Sudan, RRT, dan Bolivia dengan Gazprom dan Total. Semua ini tentu bisa dipelajari secara detail dan pasti mengandung unsur saling pengertian dan saling menguntungkan. Kalau ada preseden untuk membawa sengketa ke arbitrase, tentu harus belajar agar tidak malah buntung. Seperti kasus Karaha Bodas, di mana kita malah dihukum karena dianggap tidak becus atau memutus kontrak seenaknya walaupun ada klausul force majeure krismon 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan KPPU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah gelombang dahsyat tsunami Wall Street itu, elite Indonesia masih asyik ber-KKN ria dengan suap-menyuap, yang kali ini bisa ikut meruntuhkan derajat Indonesia dalam percaturan diplomasi internasional. Penangkapan Muhamad Iqbal (MI) dan Billy Sundoro (BS) merontokkan kredibilitas KPPU. Celakanya KPPU bersinggungan dengan modal dan investor asing yang pasti akan turut menurunkan citra dan rating Indonesia dalam percaturan bisnis global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak asing pasti akan menyorot putusan yang telah diambil KPPU, misalnya, ketika menghukum Temasek dalam kasus Indosat, dan cenderung membuka pintu pada pihak lain dari Rusia dengan intervensi terselubung dari oknum birokrat dan politisi RI. Jika masalah nasionalisme hanya dipakai sebagai kedok untuk menghukum satu pihak dan memenangkan pihak lain, dengan imbalan transaksi uang sogok yang jauh lebih besar dari bingkisan Billy untuk Iqbal, maka kredibilitas RI akan semakin terpuruk dalam menarik investor asing. Beranikah KPK menembus dan memantau ulang seluruh putusan KPPU yang bernilai miliaran dolar, atau hanya berhenti pada seorang MI dan BS, seperti juga KPK terasa sulit menggulirkan kasus yang sudah dibuka oleh Agus Tjondro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit otoritarian dan dominasi incumbent dan establishment telah menyebar dari satu diktator despot manunggal. Menjadi kekuatan plural yang tetap arogan, hegemon dan dominan, serta mengambil putusan sesuai dengan partisan interest. Di Indonesia sedang terjadi disfungsi peralihan dari sistem otoritarian menuju "demokrasi terbajak" oleh oligarki dari birokrat sampai KPPU. Gebrakan KPK bila tidak diteruskan merupakan defisit moral, etika, dan supremasi hukum sebagai kaidah yang sangat fundamental. Sebab, masih mengalah pertimbangan politik, siapa backing di balik kelas pelaku yang dikorbankan, kelas mantan anggota DPR, dan mantan birokrat. Tapi, takut terhadap incumbent bureaucrat yang menjadi otak atau backing dari perilaku suap dan sogok model DPR-KPPU yang bukan piramida puncaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi gelombang tsunami Wall Street, setelah ditenangkan dengan pembentukan "BPPN" ala AS, mungkin kita akan segera terlena kembali dan takabur dengan sikap "pede" berlebihan: fundamental ekonomi Indonesia kuat. Tapi, insiden zakat Pasuruan, Jawa Timur, dengan matematika, korban mati demi Rp 30.000, sementara wakil rakyat merasa nilainya memang 400.000 kali rakyat, karena itu tidak merasa berdosa mengantungi suap ratusan juta rupiah. Hal yang sama menimpa elite strategi lain, sehingga penyakit korupsi bukan hanya menimpa birokrat, eksekutif, legislatif, yudika- tif, tapi juga civil society, LSM/NGO, aktivis. Semua sudah tercemar jadi pemimpin transaksional. Harus memperoleh imbalan ratusan juta dan miliaran rupiah dari suatu jabatan publik yang seharusnya mengemban tanggung jawab menjaga kepentingan masyarakat, malah mengkomersialkan jabatan publik tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam SP Conversation 18 September, bertema Kapitalisasi Politik, terasa ketahanan etika dan hati nurani bersih masih eksis walaupun mungkin sangat minoritas di negara ini. Kewajiban media massa dan elite yang masih imun dari virus KKN model MI, oknum DPR, dan Urip - Artalyta dkk, untuk terus menyuarakan tak kenal lelah, jemu, jenuh, bosan, dan capek dengan berita memerangi korupsi. Indonesia mungkin aman dari tsunami Wall Street, tapi rawan digerogoti kanker korupsi yang mengatasnamakan negara, padahal bertransaksi komersial model MI dan BS. Kasus seperti inilah yang membuat Indonesia terpuruk dalam peringkat daya tarik investasi global karena hukum terbajak oleh koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah pengamat nasional dan internasional&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-651377461695180719?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/651377461695180719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=651377461695180719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/651377461695180719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/651377461695180719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/kppu-dan-tsunami-wall-street.html' title='KPPU dan Tsunami Wall Street'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-8795208016213310498</id><published>2008-09-27T11:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T11:26:59.774-07:00</updated><title type='text'>Hati Yg Memberi; Wawancara Dgn Rick Warren &amp; Bahagia Versi Iblis</title><content type='html'>From: Endra Raksapati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Yang Memberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita akan belajar dari Firman Tuhan tentang “Hati yang Memberi” supaya &lt;br /&gt;kita mengalami anugerah dari hati yang memberi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Tuhan memiliki hati yang memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa memberikan Anak-NYA yang tunggal bagi kita semua (Yoh 3:16). 16 Karena &lt;br /&gt;begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan &lt;br /&gt;Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak &lt;br /&gt;binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Tuhan Yesus memberikan segalanya &lt;br /&gt;untuk menyelamatkan kita (Mat 20:28). 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan &lt;br /&gt;untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi &lt;br /&gt;tebusan bagi banyak orang.” Dari dua ayat diatas kita mengerti Tuhan memiliki &lt;br /&gt;hati yang memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Tuhan juga ingin kita mempunyai hati memberi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 6:11-12 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan &lt;br /&gt;ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang &lt;br /&gt;bersalah kepada kami; Roma 12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai &lt;br /&gt;saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Roma 12:14 Berkatilah siapa &lt;br /&gt;yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Roma 12:20a Tetapi, jika &lt;br /&gt;seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Memberi adalah kunci untuk diberi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita memberi, kita justru akan diberi berlipat kali ganda. Lukas 6:38 &lt;br /&gt;Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang &lt;br /&gt;digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab &lt;br /&gt;ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Amsal 11:25 &lt;br /&gt;Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri &lt;br /&gt;akan diberi minum. Matius 10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir &lt;br /&gt;sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata &lt;br /&gt;kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mempunyai pengertian yang salah yaitu ingin diberi dulu supaya bisa &lt;br /&gt;memberi, tetapi sebetulnya Tuhan mengajarkan kepada kita: Berilah supaya kita &lt;br /&gt;diberi. Taburlah supaya kita menuai. Contoh: Saat umat Tuhan sangat membutuhkan &lt;br /&gt;air, mereka justru diperintahkan oleh Elia untuk memberikan air yang sangat &lt;br /&gt;mereka butuhkan itu, tetapi ternyata justru membuat mereka kelimpahan dengan &lt;br /&gt;air (1 Raja-raja 18:34-35 dan 45). Elisa menasehati raja Yehuda memberi makanan &lt;br /&gt;kepada musuh yang sedang berusaha menyerang mereka supaya mereka mengalami &lt;br /&gt;kedamaian (2 Raja-raja 6:21-23). Kita tidak bisa menuai dulu baru menabur, &lt;br /&gt;tetapi kita harus menabur dulu baru menuai. Kalau kita ingin diberi dulu baru &lt;br /&gt;memberi, kita akan sulit diberi tetapi kalau kita mau memberi dulu kita akan &lt;br /&gt;mudah diberi/menerima. Kita tidak bisa berharap orang lain berbuat baik lebih &lt;br /&gt;dulu barulah kita berbuat baik kepada orang lain, tetapi kita harus berbuat &lt;br /&gt;baik kepada orang lain maka orang lain akan berbuat baik kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan berkata lebih berkat memberi daripada menerima (Kisah 20:35) Dalam &lt;br /&gt;segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja &lt;br /&gt;demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat &lt;br /&gt;perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih &lt;br /&gt;berbahagia memberi dari pada menerima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Hanya orang yang memiliki hati untuk memberi, bisa dipakai oleh Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janda Sarfat bisa dipakai oleh Tuhan karena ia rela memberikan makanannya lebih &lt;br /&gt;dulu untuk memelihara Elia. Anak yang memberikan 5 roti 2 ikan bisa dipakai &lt;br /&gt;oleh Tuhan untuk melakukan mujizat. Ilustrasi: anak 57 sen. Para pengusaha dan &lt;br /&gt;pendeta memberikan dirinya untuk dipakai oleh Tuhan untuk mengadakan KKR &amp; doa &lt;br /&gt;ucapan syukur kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Mintalah hati yang memberi dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daud meminta Tuhan selalu memberikan hati yang memberi dalam kehidupan mereka &lt;br /&gt;(1 Taw 29:1-18). Karena sekalipun kita kaya raya tetapi kalau tidak memiliki &lt;br /&gt;hati yang memberi kita tidak akan bisa memberi. Ada banyak hal yang bisa kita &lt;br /&gt;berikan untuk pekerjaan Tuhan di gereja kita. Membantu ketertiban dan &lt;br /&gt;keramahan. Membantu antar jemput jemaat yang parkir di Sekolah Kristen Pelita &lt;br /&gt;Nusantara Kasih. Membantu melayani dalam HUT dan konferensi pertumbuhan tanpa &lt;br /&gt;batas. Membantu penyelesaian kekurangan dana pembangunan gedung gereja. Kalau &lt;br /&gt;20.000 jemaat setiap hari menyisihkan/ mengumpulkan Rp. 2.000,- maka dalam 1 &lt;br /&gt;tahun/365 hari akan terkumpul Rp. 14.600.000.000,- dan bisa dipakai untuk &lt;br /&gt;menyelesaikan kekurangan dana pembangunan. Maka setiap jemaat diajak untuk &lt;br /&gt;memberi melalui persembahan ke-2 disetiap minggu/janji iman/transfer lewat &lt;br /&gt;bank. Membantu mencapai visi-visi baru yang Tuhan berikan, contoh: lahan parkir &lt;br /&gt;yang luas, sekolah yang berkualitas dan biaya ringan, rumah sakit, 1 juta orang &lt;br /&gt;diselamatkan, dlll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memiliki hati yang memberi sehingga kita menjadi orang yang &lt;br /&gt;berkenan dan berbuah banyak bagi Kerajaan Allah. (Oleh: Pdt Obaja T &lt;br /&gt;Setiawan-Gembala Sidang dari 20.000 Jemaat di Solo Jateng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Endra Raksapati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara Dengan Rick Warren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah wawancara singkat yang luar biasa dengan Rick Warren, &lt;br /&gt;pengarang buku "Purpose Driven Life" dan gembala dari Saddleback Church di &lt;br /&gt;California. Ini adalah pemahaman baru yang Rick Warren miliki; dengan istrinya &lt;br /&gt;yang sedang menderita kanker saat ini dan dirinya menerima kekayaan dari &lt;br /&gt;penjualan buku &lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam wawancara oleh Paul Bradshaw dengan Rick Warren, Rick berkata:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup?&lt;br /&gt;Dan saya menjawab: &lt;br /&gt;Secara sederhana, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk &lt;br /&gt;kekekalan, dan Allah ingin kita bisa bersama Dia di surga. Satu hari, jantung &lt;br /&gt;saya akan berhenti, dan itu berarti kesudahan dari tubuh saya -- tapi bukan &lt;br /&gt;akhir dari saya. Saya bisa saja hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tetapi saya &lt;br /&gt;akan menghabiskan triliunan tahun di kekekalan. Hidup masa sekarang hanyalah &lt;br /&gt;suatu pemanasan - rehearsal (satu latihan sebelum pertunjukan sesungguhnya, &lt;br /&gt;tapi latihan tersebut dilakukan seperti &lt;br /&gt;pertunjukan sungguhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ingin agar kita mempraktekkan di bumi hal-hal yang akan kita lakukan &lt;br /&gt;selamanya di kekekalan. Kita diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan, dan sebelum &lt;br /&gt;Anda bisa mengerti dan menerima hal itu, hidup tidak akan masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terdiri dari serangkaian masalah: Apakah Anda sedang berada di dalam &lt;br /&gt;salah &lt;br /&gt;satunya sekarang, atau Anda baru saja keluar dari salah satu masalah,atau Anda &lt;br /&gt;sedang bersiap memasuki masalah yang lain. Alasan dari semuanya ini adalah &lt;br /&gt;bahwa Tuhan lebih tertarik dengan karakter Anda daripada kenikmatan Anda. Tuhan &lt;br /&gt;lebih tertarik untuk mengubah hidup Anda menjadi kudus daripada membuat hidup &lt;br /&gt;Anda bahagia. Kita dapat menjadi sangat bahagia di bumi ini, tapi itu bukanlah &lt;br /&gt;tujuan &lt;br /&gt;dari hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan hidup adalah untuk bertumbuh di dalam karakter, menjadi serupa dengan &lt;br /&gt;Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun terakhir ini telah menjadi tahun terbaik dalam hidup saya, dan juga tahun &lt;br /&gt;terburuk dengan istri saya, Kay, didapati menderita kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya berpikir bahwa hidup terdiri dari gunung dan lembah - Anda melalui &lt;br /&gt;saat-saat gelap, kemudian mengalami saat-saat puncak, bergantian secara &lt;br /&gt;berulang-ulang. Saya tidak lagi percaya hal itu sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya hidup terdiri dari gunung dan lembah, melainkan saya percaya bahwa &lt;br /&gt;hidup &lt;br /&gt;adalah seperti dua sisi kiri dan kanan dari sebuah jalur kereta, yang mana Anda &lt;br /&gt;akan mengalami hal yang baik dan buruk secara bersamaan di setiap waktu. Tidak &lt;br /&gt;peduli betapa baiknya hidup Anda, selalu ada hal buruk yang Anda perlu atasi. &lt;br /&gt;Dan tidak peduli betapa buruknya hidup Anda, selalu ada hal baik yang Anda bisa &lt;br /&gt;ucapkan &lt;br /&gt;syukur bagi Tuhan. Anda bisa fokus pada tujuan-tujuan Anda, atau Anda bisa &lt;br /&gt;fokus pada masalah-masalah Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda fokus pada masalah, Anda akan menjadi orang yang berpusat pada diri &lt;br /&gt;sendiri: yaitu "masalah saya, hidup saya, sakit saya". Tapi salah satu jalan &lt;br /&gt;termudah untuk keluar dari rasa sakit, adalah mengalihkan fokus Anda dari diri &lt;br /&gt;sendiri kepada orang lain dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cepat menyadari bahwa meskipun ratusan ribu orang berdoa, Tuhan tidak akan &lt;br /&gt;menyembuhkan Kay atau membuatnya jadi mudah bagi dia. Penyakit ini telah sangat &lt;br /&gt;menyusahkan dia, namun Tuhan telah memperkuat karakternya, memberikannya &lt;br /&gt;pelayanan untuk menolong orang lain, memberikan dia sebuah kesaksian, menarik &lt;br /&gt;dia mendekat pada Tuhan dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus belajar cara mengatasi hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup &lt;br /&gt;Anda. Sebenarnya, kadang-kadang, belajar untuk mengatasi hal yang baik bisa &lt;br /&gt;lebih sulit. Misalnya, tahun terakhir ini tiba-tiba saja saat buku tersebut &lt;br /&gt;terjual 15 juta kopi, saya menjadi sangat kaya mendadak. Hal ini juga &lt;br /&gt;memberikan saya ketenaran yang tidak pernah harus saya hadapi sebelumnya. &lt;br /&gt;Menurut saya, Tuhan tidak memberikan &lt;br /&gt;kita kekayaan dan ketenaran untuk ego kita sendiri atau supaya hidup kita &lt;br /&gt;menjadi &lt;br /&gt;enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya mulai bertanya kepada Tuhan apa yang Dia ingin saya lakukan dengan &lt;br /&gt;uang, ketenaran, dan pengaruh ini. Tuhan berikan dua pasal yang menarik yang &lt;br /&gt;menolong saya membuat keputusan untuk tindakan saya, 2 Korintus 9 dan Mazmur &lt;br /&gt;72.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, walaupun banyak uang yang mengalir masuk, kami tidak akan &lt;br /&gt;mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak membeli barang-barang mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kira-kira pertengahan tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari &lt;br /&gt;gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kami mendirikan organisasi yang disebut The Peace Plan untuk mendanai &lt;br /&gt;penanaman gereja, pelatihan pemimpin, pertolongan bagi yang miskin, pengobatan &lt;br /&gt;bagi yang sakit, dan pendidikan bagi generasi penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, saya mengakumulasikan seluruh gaji yang telah dibayarkan oleh gereja &lt;br /&gt;kepada saya selama 24 tahun terakhir sejak saya memulai gereja tersebut, dan &lt;br /&gt;mengembalikan semuanya. Sungguh membebaskan saat saya bisa melayani Tuhan &lt;br /&gt;secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu menanyakan pada diri sendiri: &lt;br /&gt;Apakah saya akan hidup untuk harta? Kepopuleran? Apakah saya akan digerakkan &lt;br /&gt;oleh tekanan? Rasa bersalah? Kepahitan? Materialisme? ... &lt;br /&gt;Atau apakah saya akan digerakkan oleh tujuan Tuhan (bagi hidup saya)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya bangun di pagi hari, saya duduk di tepi tempat tidur dan berkata,&lt;br /&gt;"Tuhan, jika saya tidak berhasil menyelesaikan apa-apa hari ini, saya ingin &lt;br /&gt;mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih baik." Tuhan tidak &lt;br /&gt;menaruh saya di bumi hanya untuk memenuhi satu daftar tugas. Dia lebih tertarik &lt;br /&gt;dengan siapa diri saya daripada apa yang saya lakukan. Itulah sebabnya kita &lt;br /&gt;disebut "human beings" &lt;br /&gt;(manusia yang "ada") dan bukan "human doings" (manusia yang "melakukan").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat bahagia, puji Tuhan . Saat-saat sulit, cari Tuhan&lt;br /&gt;Saat-saat tenang, sembah Tuhan . Saat-saat sakit, percaya Tuhan&lt;br /&gt;Setiap saat .  bersyukur pada Tuhan! Tuhan mengasihimu!&lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;From: Endra Raksapati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia Versi Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia versi Iblis" bunyinya kira-kira seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang terlalu capek karena kesibukan mereka, sehingga &lt;br /&gt;mereka tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan (SAAT TEDUH &amp; GEREJA)&lt;br /&gt;Mereka adalah anak-anakku yang mengerti kerinduan hatiku yang terdalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang selalu mengharapkan pujian atas apa yang mereka &lt;br /&gt;perbuat. &lt;br /&gt;Aku bisa memperalat dan menunggangi ambisi mereka melalui pujian.(Pujian dari &lt;br /&gt;manusia sia-sia...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang memelihara hati yang terlalu sensitif. &lt;br /&gt;Dengan sedikit "sentilan" saja mereka tersinggung. Mereka akan kurang &lt;br /&gt;bersemangat di dalam bekerja dan akan segera menghilang dalam pelayanan. Mereka &lt;br /&gt;ini adalah fansku yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah mereka para pembuat masalah. &lt;br /&gt;Mereka akan disebut anak-anakku. (trouble maker)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang selalu mengeluh. &lt;br /&gt;Aku senang karena benih sungut-sungut yang kutabur bertumbuh subur di hati dan &lt;br /&gt;lidah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah mereka yang egois, suka mementingkan diri sendiri dan tidak &lt;br /&gt;peduli pada orang lain. &lt;br /&gt;Mereka adalah pengikut-pengikutku yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah mereka yang suka menggosip, karena mereka akan menimbulkan &lt;br /&gt;perpecahan dan pertengkaran. &lt;br /&gt;Ini sungguh sangat menyenangkan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang mengaku mengasihi Tuhan, tetapi membenci &lt;br /&gt;saudara-saudaranya.&lt;br /&gt;Mereka akan hidup bersamaku selamanya sampai kekekekalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan, penganiayaan &lt;br /&gt;dengan penganiayaan dan kebencian  dengan kebencian. &lt;br /&gt;Mereka akan mendapat upah yang sama denganku di kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Berbahagialah orang yang membaca tulisan ini dan merasa isinya pas untuk &lt;br /&gt;orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Dia adadalam tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan untuk masuk ke dalam kelompok orang yang berbahagia menurut versi &lt;br /&gt;Tuhan Yesus atau versi Iblis ada di tangan kita! Jika ingin menjadi orang yang &lt;br /&gt;berbahagia menurut versi Tuhan Yesus, kita harus hidup dalam ketaatan dan &lt;br /&gt;berjaga-jaga seperti halnya kelima orang gadis yang bijaksana (MAT25:1-13). &lt;br /&gt;Jagalah pelita hati kita agar tetap menyala.&lt;br /&gt;Isilah minyaknya setiap hari dengan berdoa dan merenungkan firmanNya.JNM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-8795208016213310498?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/8795208016213310498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=8795208016213310498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8795208016213310498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8795208016213310498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/hati-yg-memberi-wawancara-dgn-rick.html' title='Hati Yg Memberi; Wawancara Dgn Rick Warren &amp; Bahagia Versi Iblis'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5443769866329653636</id><published>2008-09-27T10:47:00.001-07:00</published><updated>2008-09-27T10:47:28.300-07:00</updated><title type='text'>Money &amp; The Bible</title><content type='html'>Money &amp; The Bible&lt;br /&gt;What The Bible says about money &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Where do material blessings come from? &lt;br /&gt;Deuteronomy 8:18 NIV&lt;br /&gt;"remember the Lord your God, for it is He who gives you the ability to produce wealth." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Can money get in the way of more important things? Jeremiah 9:23-24. &lt;br /&gt;Wealth can become the center of our life and take God's place.&lt;br /&gt;"This is what the Lord says: "Let not the wise man boast of his wisdom or the strong man boast of his strength or the rich man boast of his riches, but let him who boasts boast about this: that he understands and knows Me, that I am the Lord, who exercises kindness, justice and righteousness on earth, for in these I delight," declares the Lord." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wealth can give us wrong attitudes about material things, Luke 12:15 NIV &lt;br /&gt;"Then [Jesus] said to them, "Watch out! Be on your guard against all kinds of greed; a man's life does not consist in the abundance of his possessions." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You cannot serve both God and Money.&lt;br /&gt;I Timothy 6:9, NIV&lt;br /&gt;"People who want to get rich fall into temptation and a trap and into many foolish and harmful desires that plunge men into ruin and destruction." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Though not impossible, it's difficult for the rich to enter heaven - God's kingdom. Mark 10:23-25, NIV.&lt;br /&gt;"Jesus looked around and said to His disciples, "How hard it is for the rich to enter the kingdom of God!" The disciples were amazed at His words. Then Jesus said, "Children, how hard it is to enter the kingdom of God! It is easier for a camel to go through the eye of a needle than for a rich man to enter the kingdom of God!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The love of money leads to evil. I Timothy 6:10, NIV. &lt;br /&gt;"For the love of money is a root of all kinds of evil. Some people, eager for money, have wandered from the faith and pierced themselves with many griefs." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greed often accompanies prosperity and can lead to crime.James 4:1-2, &lt;br /&gt;"What is causing the quarrels and fights among you? Isn't it because there is a whole army of evil desires within you? You want what you don't have, so you kill to get it. You long for what others have, and can't afford it, so you start a fight to take it away from them. And yet the reason you don't have what you want is that you don't ask God for it." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tithing . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the more you give, the greater your heavenly reward. Luke 12:33-34, NIV&lt;br /&gt;"Sell your possessions and give to the poor: Provide purses for yourselves that will not wear out, a treasure in heaven that will not be exhausted, where no thief comes near and no moth destroys. For where your treasure is, there your heart will be also." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God asks us to return tithe [10%] and offerings to Him and in return He promises unlimited blessings.&lt;br /&gt;Malachi 3:8-10, NIV. &lt;br /&gt;"Will a man rob God?" Yet you rob Me. "But you ask, "How do we rob You?" In tithes and offerings." Bring the whole tithe into the storehouse, that there may be food in My house. Test Me in this," says the Lord Almighty, "and see if I will not throw open the floodgates of heaven and pour out so much blessing that you will not have room enough for it." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christ endorsed tithing. &lt;br /&gt;Matthew 23:23, NIV. &lt;br /&gt;"Woe to you, teachers of the law and Pharisees, you hypocrites! You give a tenth of your spices, mint, dill and cummin. But you have neglected the more important matters of the law - justice, mercy and faithfulness. You should have practiced the latter, without neglecting the former." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How may all, rich and poor, honor God?&lt;br /&gt;Proverbs 3:9, NIV. &lt;br /&gt;"Honor the Lord with your wealth, with the firstfruits of all your crops; then your barns will be filled to overflowing, and your vats will brim over with new wine."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;investment . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What investment strategy does God recommend? I Timothy 6:17-19, NIV. &lt;br /&gt;"Command those who are rich in this present world not to be arrogant nor to put their hope in wealth, which is so uncertain, but to put their hope in God, who richly provides us with everything for our enjoyment. Command them to do good, to be rich in good deeds, and to be generous and willing to share. In this way they will lay up treasure for themselves as a firm foundation for the coming age, so that they may take hold of the life that is truly life." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christs teachings don't advise investements that are safe or investments of limited liability. His teachings always encourage stepping out in faith but always coulpled with wisdom. In fact there is no safe investment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contentment is not related to amount of money or possessions. Philippians 4:12-13, TLB. &lt;br /&gt;"I know how to live on almost nothing or with everything. I have learned the secret of contentment in every situation, whether it be a full stomach or hunger, plenty or want; for I can do everything God asks me to with the help of Christ who gives me the strength and power." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A valuable reminder for property owners. &lt;br /&gt;Leviticus 25:23, TLB&lt;br /&gt;"And remember, the land is Mine, so you may not sell it permanently. You are merely My tenants and sharecroppers!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we put God first, He will take care of all our needs. Matthew 6:33, NIV.&lt;br /&gt;"But seek first His kingdom and His righteousness, and all these things will be given to you as well."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5443769866329653636?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5443769866329653636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5443769866329653636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5443769866329653636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5443769866329653636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/money-bible.html' title='Money &amp; The Bible'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-627333752974104457</id><published>2008-09-27T10:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T10:46:20.942-07:00</updated><title type='text'>Christian Finance Advice</title><content type='html'>Christian Finance Advice&lt;br /&gt;Money, The Bible, Christian financial advice &amp; help &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is the financial counsel of Solomon, the wisest and richest man who ever lived? &lt;br /&gt;Ecclesiastes 5:10-20, TLB.&lt;br /&gt;"He who loves money shall never have enough. The foolishness of thinking that wealth brings happiness! The more you have, the more you spend, right up to the limits of your income, so what is the advantage of wealth - except perhaps to watch it as it runs through your fingers! The man who works hard sleeps well whether he eats little or much, but the rich must worry and suffer insomnia. There is another serious problem I have seen everywhere -savings are put into risky investments that turn sour, and soon there is nothing left to pass on to one's son. The man who speculates is soon back to where he began-with nothing. This, as I said, is a very serious problem, for all his hard work has been for nothing. It is all swept away. All the rest of his life he is under a cloud-gloomy, discouraged, frustrated, and angry. . . . To enjoy your work and to accept your lot in life -that is indeed a gift from God. The person who does that will not need to look back with sorrow on his past, for God gives him joy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be cautious about countersigning loan notes. Proverbs 22:26-27, TLB. &lt;br /&gt;"Unless you have extra cash on hand, don't countersign a note. Why risk everything you own? They'll even take your bed!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What does the Scripture say about my monthly bills? Romans 13:7-8,&lt;br /&gt;"Give everyone what you owe him: If you owe taxes, pay taxes; if revenue, then revenue; if respect, then respect; if honor, then honor.&lt;br /&gt;Let no debt remain outstanding, except the continuing debt to love one another, for he who loves his fellowman has fulfilled the law." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What reminder are we given about borrowing money from someone? Proverbs 22:7, NIV. &lt;br /&gt;"and the borrower is servant to the lender." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God expects fairness in business dealings. &lt;br /&gt;Proverbs 16:11, TLB.&lt;br /&gt;"The Lord demands fairness in every business deal. He established this principle." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honesty and fairness are expected of those who wish to please God. Isaiah 33:15, TLB.&lt;br /&gt;"I will tell you who can live here: All who are honest and fair, who reject making profit by fraud, who hold back their hands from taking bribes, who refuse to listen to those who plot murder, who shut their eyes to all enticement to do wrong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-627333752974104457?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/627333752974104457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=627333752974104457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/627333752974104457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/627333752974104457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/christian-finance-advice.html' title='Christian Finance Advice'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2651785552226730268</id><published>2008-09-27T10:40:00.001-07:00</published><updated>2008-09-27T10:40:41.014-07:00</updated><title type='text'>What does The Bible say about Business?</title><content type='html'>Christian Business Advice&lt;br /&gt;What does The Bible say about Business?&lt;br /&gt;"most great achievements cost someone very dearly"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is unwise to make financial success a priority. Matthew 6:24, NIV&lt;br /&gt;"No one can serve two masters. Either he will hate the one and love the other, or he will be devoted to the one and despise the other. You cannot serve God and money! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;goals in Christian business&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plan ahead and have goals.Luke 14:28-31, TLB.&lt;br /&gt;"Suppose one of you wants to build a tower. Will he not first sit down and estimate the cost to see if he has enough money to complete it? For if he lays the foundation and is not able to finish it, everyone who sees it will ridicule him, saying, "This fellow began to build and was not able to finish." Or suppose a king is about to go to war against another king. Will he not first sit down and consider whether he is able with ten thousand men to oppose the one coming against him with twenty thousand?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is wise to have a goal in mind. Proverbs 13:16, TLB. &lt;br /&gt;"A wise man thinks ahead; a fool doesn't and even brags about it!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Get wise counsel when setting goals. Proverbs 15:22, TLB. &lt;br /&gt;"Plans go wrong with too few counselors; many counselors bring success." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first principle of problem solving is get the facts. Proverbs 18:13 &lt;br /&gt;"What a shame -yes, how stupid! - to decide before knowing the facts!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The second principle of solving problems is be open to new ideas. Proverbs 18:15, TLB. &lt;br /&gt;"The intelligent man is always open to new ideas - he looks for them." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plan carefully, not in haste. Proverbs 21:5, NIV. "The plans of the diligent lead to profit as surely as haste leads to poverty." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goals should include submission to God. James 4:15-16, TLB. "What you ought to say is, "If the Lord wants us to, we shall live and do this or that - Otherwise you will be bragging about your own plans, and such self-confidence never pleases God."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The third principle of problem solving is hear both sides of the story. Proverbs 18:17, TLB. "Any story sounds true until someone tells the other side and sets the record straight." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How does God want us to respond to problems?&lt;br /&gt;James 1:2-4, NIV.&lt;br /&gt;"Consider it pure joy, my brothers, whenever you face trials of many kinds, because you know that the testing of your faith develops perseverance. Perseverance must finish its work so that you may be mature and complete, not lacking anything."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hard time solving your problems? James 1:5, TLB. &lt;br /&gt;"If you want to know what God wants you to do, ask Him, and He will gladly tell you, for He is always ready to give a bountiful supply of wisdom to all who ask; But when you ask Him, be sure you really expect Him to tell you, for a doubtful mind will be as unsettled as a sea that is tossed by the wind; and every decision you then make will be uncertain, as you turn first this way, and then that. If you don't ask with faith, don't expect God to give you a solid answer." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trust in God rather than self for guidance. &lt;br /&gt;Proverbs 3:4-6, TLB. &lt;br /&gt;"If you want favor with both God and man, and a reputation for good judgment and common sense, then trust the Lord completely; don't ever trust yourself. He will direct you and crown your efforts with success."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What' the key to success in Christian Business? &lt;br /&gt;Joshua 1:8, NIV.&lt;br /&gt;"Do not let this Book of the Law depart from your mouth; meditate on it day and night, so that you may be careful to do everything written in it. Then you will be prosperous and successful." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getting something done&lt;br /&gt;Getting something done is an up hill struggle. Everythings pushing down on us, time, age, finances, even gravity! But god promises to provide everything we need for success, (only when we need it!)&lt;br /&gt;Also God's thinking and idea of success may not be in line with yours! - so best not to argue with God. If your plans do go against God's, you won't be thrown out of the heaven but your plans might not work!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Learn to walk before you can run. Do one thing well before you go on to the next. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Weigh up what people say. People will often try to put you off saying something "can't be done" when it can. This is human nature. Consider what the Bible says and the effect what you say has on others. Naysayers never built great enterprises. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Don't be threatened by people smarter than you but don't attempt to do everything yourself if possible - share responsibility.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;other sayings, quotes and business tips!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"taking care of people should be your first priority"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;care more&lt;br /&gt;be wise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;risk more&lt;br /&gt;be safe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dream more&lt;br /&gt;be practical&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;expect more&lt;br /&gt;think possible&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"humble origins instill drive and compassion"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"if it captures your imagination it will capture others"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"vision is what they call when you see what others cant"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"a phrase used by one of the most organised and successful companies I ever worked for . . . "&lt;br /&gt;"Proper planning and preparation prevents poor performance!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"luck is the residue of design"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"whenever you see a successful business someone made a courageous descision"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"unfortunately we are judged on what we have done not what we are capable of doing"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sincerity sells better than business plans"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yes you can reinvent a commodity"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"when you see an opportunity of a lifetime move quickly"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"those who dream by night awake to find it all was vanity. Those dreamers of the day are dangerous men as they may act their dreams with open eyes and make it possible"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"whatever you can do, or dream you can, . . .begin it. boldness has genius in it."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"meaningful mission dstatements have teeth"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"a hundred story building first needs a strong foundation"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The builders of visionary companies concentrate building a ticking clock rather than hitting a market just right with a visionary product idea"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"you need investors with strong stomachs"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"the best executive picks good men and restrains from meddling with their desisions"&lt;br /&gt;howard shultz founder of starbucks &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"without romance and vision a company has no soul., It can't succeed on ideas alone&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2651785552226730268?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2651785552226730268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2651785552226730268' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2651785552226730268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2651785552226730268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/what-does-bible-say-about-business.html' title='What does The Bible say about Business?'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-442733675543944980</id><published>2008-09-27T10:19:00.001-07:00</published><updated>2008-09-27T10:19:44.450-07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Awam Kristen (Lay Leaders)</title><content type='html'>Pemimpin Awam Kristen (Lay Leaders)    &lt;br /&gt;Written by Jeffri Massie     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel yang ditulis oleh Jeffri Massie (ICF Columbus, 1997) ini memaparkan apa itu konsep lay leader (pemimpin awam) dan bagaimana kita melayani Tuhan bukan hanya lewat profesi keagamaan (misalnya jadi pendeta) saja, tetapi lewat berbagai profesi (dari politkus, pedagang, sampai ke ibu rumah tangga).  Artikel ini sangat bagus untuk menantang kita mencari panggilan Tuhan dalam hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Title: Pemimpin Awam Kristen (Lay Leaders) &lt;br /&gt;Speaker: Jeffri Massie &lt;br /&gt;Date: Jun 28, 1997 &lt;br /&gt;Source: ICF Columbus Pemimpin Awam Kristen untuk Membawa Kemuliaan bagi Kristus. Jeffri Massie (ICF-Columbus Fellowship, June 28, 97) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Introduction &lt;br /&gt;II. Pengertian Laymem &lt;br /&gt;III. Sebab hilangnya peran Laymen &lt;br /&gt;III.a. di Gereja &lt;br /&gt;III.b. di Masyarakat &lt;br /&gt;IV. Peran Laymen dalam kerajaan Allah &lt;br /&gt;V. Pentingnya mengejar peran kita dalam kerajaan Allah&lt;br /&gt;Kira-kira 3 bulan yang lalu, seorang teman bertanya pada saya, "Jeff, kenapa kamu nggak jadi pendeta aja?". Mungkin dalam pikiran teman ini Jeffri sekarang kan melayani Tuhan dan kalau masih mau melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh setelah lulus, yah jadi pendeta dong. Memang saya ingin sekali tetap sungguh-sungguh melayani Tuhan setelah lulus, tapi bukan sebagai pendeta. Sambil bercanda saya bilang, "Kalau saya jadi pendeta, nanti melayani Tuhan cuma hari Minggu aja. Sedangkan kalau saya bisnis, saya bisa melayani Tuhan hari Senin-Sabtu, bahkan ditambah hari Minggu kalau saya ikut dalam pelayanan di gereja." Bayangin deh kalau semua orang yang serius melayani Tuhan memilih jadi pendeta, dunia kita hari Minggu akan begitu mulia dan kehendak Allah dinyatakan di hari itu. Seakan-akan dunia jelas milik Tuhan. Sedangkan pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dunia ini beserta dengan orang-orang Kristen di dalamnya dikuasai oleh kehendak Setan. Pada saat ini pandangan orang Kristen tentang pelayanan kepada Tuhan begitu terbatas pada peran pendeta atau disebut dengan istilah ‘full timer’. Seolah-olah pelayanan kepada Tuhan hanya dapat dilakukan di gedung gereja atau di persekutuan. Hal ini menyebabkan pandangan bahwa yang paling banyak menyediakan waktu untuk gereja atau persekutuan, dialah yang paling sungguh-sungguh dan pantas melayani Tuhan. Sebaliknya, orang yang menggunakan waktu dan tenaganya dalam dunia yang bukan rohani adalah ‘orang Kristen kelas 2’. Pandangan yang tidak tepat Pandangan yang tepat &lt;br /&gt;GOD GOD &lt;br /&gt;    |        | &lt;br /&gt;Full-timer Clergy Laity &lt;br /&gt;        | &lt;br /&gt;Umat Allah Akibat dari pandangan bagi kita sebagai mahasiswa dan nanti sebagai professional worker, adalah kita melemparkan peran dan tanggung jawab rohani kepada pendeta. Misalnya di gereja kita menyanyi dan memuji Tuhan, mengaminkan kasih, keadilan, dan kedamaian. Sedangkan di luar gedung gereja atau sering disebut dengan ‘dunia sekuler’ orang Kristen mengikuti standard kehidupan yang lain. Hal ini disebabkan kita telah membagi dunia ini menjadi ‘dunia rohani’ dan ‘dunia sekuler’. Bisa dibilang, kita memperbolehkan Tuhan menguasai kehidupan kita di ‘dunia rohani’, tetapi Tuhan jangan ikut campur dalam ‘dunia sekuler’. Dunia ini diciptakan oleh Allah dan adalah milik Allah. Kejadian 1 dan 2 menceritakan bagaimana Allah menciptakan bumi dan segala isinya. Allah melihat semuanya itu baik. Dalam I Korintus 10:26 firman Tuhan berkata, "Bumi beserta segala isinya adalah milik Tuhan". Di hari ke-6 Allah menciptakan manusia dan memberi manusia tugas, "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi" (Kejadian 1:28). Manusia diberi tugas untuk menguasai bumi dan segala isinya bagi Tuhan. Tetapi kemudian manusia malah jatuh dalam dosa dan dunia dikuasai oleh kuasa-kuasa gelap. Rasul Paulus menyebutkan, "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" (Efesus 6:12). Tetapi Allah begitu kasih, Tuhan Yesus datang ke bumi untuk menyelamatkan manusia dan memulihkan perannya dalam bumi ini. "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" (Markus 1:15). Dalam Lukas 11:20, Tuhan Yesus bahkan berkata, "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Alah sudah datang kepadamu." Kerajaan Allah yang dimaksud oleh Tuhan adalah suatu keadaan di bumi ini di mana kuasa dan kehendakNya terjadi dan berkuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang telah ditebus dan dipulihkan dari kejatuhan dosanya kembali memiliki peran dan tanggung jawab untuk menguasai kembali bumi ini, menjadikan kehendak Tuhan yang terjadi. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa dalam Doa Bapa Kami, "…jadilah kehendakMu terjadi di bumi seperti di sorga…". Semenjak gereja yang mula-mula terbentuk, orang-orang Kristen mulai menjalankan kembali peran ini. Orang-orang Kristen tetapi mengalami banyak penolakan dan aniaya, sampai suatu saat agama Kristen dijadikan agama resmi kekaisaran Roma. Tetapi kemudian budaya Roma yang begitu hierarki dalam struktur kekuasaannya mempengaruhi gereja dengan kuat sehingga gereja kemudian juga memiliki hierarki yang berlapis-lapis dengan Paus sebagai yang tertinggi dan kaum awam yang terendah. Kaum awam Kristen ini dianggap begitu rendah sehingga mereka tidak boleh memiliki Alkitab. Seolah-olah peran dan tanggung jawab rohani dipegang semuanya oleh pendeta-pendeta tinggi saja. Inilah kemudian salah satu alasan Martin Luther mengajukan protesnya dan mendeklarasikan keselamatan sebagai anugerah Allah dan mengembalikan peran kaum awam Kristen dalam dunia ini. Kemudian, kita ingat jaman teologi di Eropa di mana segala hal didasarkan akan Tuhan. Universitas-universitas didirikan di Eropa dengan dasar teologi. Teologi menjadi pelajaran wajib bagi seluruh mahasiswa. Pelajaran lainnya seperti Business, Engineering, Art, dll. menjadi pelengkap dan sebagai aplikasi dari teologi itu dalam dunia karir. Tetapi kemudian sejarah memasuki masa renaissance di mana manusia tidak mau lagi percaya kepada Tuhan dan mengunggulkan rasionya sendiri untuk mengerti segala sesuatu yang terjadi di bumi ini. Pada saat ini, teologi kemudian hanya menjadi salah satu bagian dari apa yang diajarkan di universitas. Ketuhanan yang tadinya sebagai dasar dari segala sesuatu kemudian menjadi salah satu pilihan dan lahir sebagai suatu ‘industry’ sendiri bahkan sampai sekarang ini. Kerajaan Allah memang telah ada di bumi ini sejak kedatangan Tuhan Yesus, tetapi kerajaan itu belum genap sampai seluruh kehendak Allah terjadi di bumi ini. Menurut Malcolm Brownlee, Kerajaan Allah mempunyai sifat keadilan, kasih, dan damai sejahtera. Siapakah yang Tuhan tugaskan untuk menguasai bumi ini dan menjadikan kehendakNya terjadi di bumi seperti di sorga? Manusia tentunya, sejak awal ia diciptakan. Hal ini tidak akan terjadi bila kaum awam Kristen hanya berdiam diri membiarkan dunia dan kegelapannya berkuasa di hari Senin - Sabtu dan bahkan mengikuti arusnya. Allah tidak hanya menginginkan kerajaanNya dan kehendakNya terjadi di hari Minggu di mana pendeta-pendeta memberikan kotbah dan umatNya duduk sopan mendengarkan. Ia ingin KerajaanNya hadir secara mutlak di segala hari dan di setiap aspek kehidupan manusia. Hal ini termasuk dalam gereja, dunia karir, bisnis, keluarga, pemerintahan, dan dunia sehari-hari lainnya. Tidak lagi dunia ini dipisahkan sebagai dunia rohani dengan dunia sekuler, tetapi bumi ini dan segala isinya milik Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan tidak memanggil setiap orang Kristen untuk menjadi pendeta atau ‘full timer’ di gereja. Tetapi Tuhan memanggil setiap orang Kristen untuk menjadi ‘full timer’ di dunia ini dalam setiap peran kehidupannya entah sebagai engineer, businessman, artist, dll. Tuhan Yesus berkata bahwa Ia mengirim kita seperti domba di tengah-tengah serigala. Ia juga mengatakan bahwa kita sebagai garam dan terang di dunia ini. Semuanya ini untuk menguasai kembali dunia ini dan mengenapkan Kerajaan Allah di bumi milik Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitalah kaum awam Kristen itu, diberikan talenta yang besar dengan kecukupan, pengetahuan, ketrampilan untuk membawa dampak bagi Kerajaan Allah dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan sendiri. Di masa-masa persiapan memasuki dunia karir dan keluarga di Amerika ini, masing-masing dari kita perlu memperlengkapi diri dengan baik dalam iman, ilmu, karakter dan pengertian akan maksud Tuhan atas diri kita masing-masing dalam pelayanan di dunia ini. Sejak Desember 1994 s/d akhir Mei 1995 saya off dari kuliah saya di Texas dan bekerja di perusahaan papa saya di Jakarta. Perusahaan di Jakarta ini baru didirikan 1 tahun sebelumnya dan merupakan cabang dari pusatnya di Manado. Saya dipercayakan untuk memimpinnya beserta dengan staff-staff lainnya. Tentunya saat itu saya masih sangat muda dan belum mengerti akan hubungan dunia kerja dengan dunia rohani saya walaupun saya beragama Kristen dan ke gereja setiap hari Minggu. Saya melihat sendiri bagaimana karyawan-karyawan kecil diperas tenaga, waktu dan mentalnya untuk kekayaan perusahaan. Gajinya saya disain sedemikian rupa sehingga gaji tetapnya begitu kecil walaupun ditambah dengan bagian gaji lainnya supaya perhitungan Tunjangan Hari Raya pun menjadi kecil sekali karena didasarkan Gaji Tetap. Hal ini juga berlaku bagi staff lainnya. Selain tidak adil, saya pun memperlakukan mereka tanpa kasih sama sekali. Pernah karyawan yang kedapatan tidur saya bentak keras, karyawan yang kedapatan melakukan kesalahan saya langsung pecat tanpa belas kasihan thd. Keluarganya juga. Seringkali staff saya tuntut untuk lembur sampai malam, menguras energi fisik dan mentalnya sehingga merekapun tidak sempat memberi waktu terhadap istri, anak, dan bahkan TuhanNya melalui devosi pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam 6 bulan saya berhasil meningkatkan omset penjualan 2 kali lipat, saya menghasilkan orang-orang yang depresi karena ketidakadilan, tanpa kasih, dan tanpa damai sejahtera. Tapi hebatnya, saya dan papa saya dengan senyum bangga dan suci mempersembahkan persepuluhan kepada gereja atas hasil pendapatan perusahaan. Sesungguhnya hal ini adalah hal yang umum terjadi di dunia yang akan kita masuki nanti, terutama di kalangan orang Kristen yang memisahkan kehidupan rohaninya dengan kehidupan sekulernya. Saya mengucap syukur bahwa Tuhan kemudian memberikan saya 2 tahun di Columbus untuk menemukan kembali peran saya dalam kerajaan Allah dalam profesi sebagai bisnisman Kristen di dunia milik Tuhan ini. Saya beritikat untuk memberi dampak yang positif bagi kemuliaan Tuhan dalam profesi dan orang-orang yang Tuhan percayakan di sekitar saya. Saya ingin menghadirkan kerajaan Allah dalam pekerjaan saya nanti dan menjadikan kehendak Tuhan terjadi. Misalnya, tentu Allah tidak menghendaki karyawan diperlakukan dengan tidak adil karena Allah sendiri adalah Allah yang adil. Allah juga menuntut agar setiap orang dikasihi, termasuk diperlakukan sebagai seorang ciptaan Allah yang dikasihi oleh Tuhan Yesus sendiri. Juga menghadirkan damai sejahtera bagi orang-orang di sekitar saya. Hanya dalam 1 tahun terakhir saya menggunakan waktu saya untuk menemukan dan mempelajari peran dan tanggung jawab saya nanti serta cara aplikasinya, saya iri dengan teman-teman yang masih punya 3-5 tahun lagi. Jangan buang waktu-waktu ini, hal ini tidak dapat ditemukan dan diciptakan dalam waktu yang singkat. Semuanya ini harus dikejar dan dipelajari, apalagi untuk menghadapi tantangan yang begitu besar di Indonesia. Di Alkitab banyak contoh-contoh umat awam (bukan full-timer di gereja/bait Allah) yang membawa dampak kemuliaan bagi Allah dan berperan besar dalam KerajaanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politikus: Daud, Salomo, Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, Yusuf &lt;br /&gt;Pedagang: Abraham, Ayub &lt;br /&gt;Petani: Habel &lt;br /&gt;Engineer: Nehemia, Ayub &lt;br /&gt;Tukang kayu: Yusuf, Yesus &lt;br /&gt;Pegawai Negeri: Zakius setelah bertobat &lt;br /&gt;Ibu: Maria, Naomi, Ibunya Musa &lt;br /&gt;Istri: Esther &lt;br /&gt;Prajurit: Joshua di bawah Musa &lt;br /&gt;dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jeffri Massie)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-442733675543944980?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/442733675543944980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=442733675543944980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/442733675543944980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/442733675543944980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/pemimpin-awam-kristen-lay-leaders.html' title='Pemimpin Awam Kristen (Lay Leaders)'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-8285868600440124121</id><published>2008-09-27T09:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T10:13:46.323-07:00</updated><title type='text'>Christian Leader</title><content type='html'>Artikel ini merupakan rangkuman dari buku "No Time for Neutrality: A Study of Joshua" oleh Daniel K. Campbell. Ini sebuah bacaan yang baik untuk para servant leader di ICF agar bisa diintegrasikan dalam pelayanannya di fellowship ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Title: Christian Leader&lt;br /&gt;Source: "No Time for Neutrality" by Campbell Christian Leader &lt;br /&gt;1. A true Christian leader maintains continual fellowship with God - not only in public, but in private, where nobody else sees. They talk to God. They listen to God. They search God\'s word for insight and guidance. &lt;br /&gt;2.A true Christian leader trusts and obeys God, expecting Him to do the impossible. By faith, a true Christian leader steps out into the impossible, knowing that nothing is impossible with God. &lt;br /&gt;A leader does not allow themself to be pressured or rushed into hasty action. If you feel pressured to make a decision or to take action prematurely, stop! Resist that pressure. Consult with the Lord. Seek wise counsel from other Christians. God does not require us to make major decisions without adequate opportunity for prayer and consideration. &lt;br /&gt;Consecration precedes conquest. Whatever task you undertake, prepare yourself mentally, physically, emotionally, and spiritually for that task. Then pour everything you have into that task, and carry it out with complete singleness of mind. &lt;br /&gt;Whatever your leadership role, acknowledge God as your Commander-in-Chief. The battle is His, not yours. He will fight your battles for you - if you allow Him to do so. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. A true Christian leader must be able to take orders as well as give them. Those who cannot obey are not qualified to lead. And the One whose orders are to be obeyed above all others, withoug questioning or hesitatiion, is God Himself. &lt;br /&gt;Never compromise or flirt with sin. Compromise with evil will destroy a Christian leader. It will create disaster in your spiritual life, your relationships, your business life, and your ministry. It will ruin your reputation. It will affect the behavior and infect the faith of people around you. Sin is a deadly disease and it is extremely contagious. Wherever you find sin in your life, root it out, destroy it, deal with it fully and decisively. &lt;br /&gt;Never underestimate the enemy or overestimate yourself. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. A true Christian leader keeps committments. God honors us when we honor our committments - even commitments we have entered into foolishly or which we have been tricked into, and even committments which are costly to us. God honors the Christian leader who is reliable and dependable, and whose word can be trusted. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. A true Christian leader is persistent. They persevere to the end. They never give up.  A Christian leader never compromises God\'s truth. Be zealous for the purity of the faith. There is always a price to pay when we surrender our convictions. &lt;br /&gt;Never judge other people\'s motives or prejudge a case on the grounds of circumstantial evidence. Gather all the facts. Avoid forming hasty judgements on the basis of an emotionally charged account of the situation. &lt;br /&gt;Discuss controvercies frankly, openly, and humbly in order to clear the air and reach reconciliation. Such confrontations must be conducted in a spirit of meekness, not spiritual superiority. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If wrongly accused, respond calmly and gently, praying for God\'s help to respond in a way that is both honoring to Him and empowered by Him. Here, the wise counsel of Proverbs 15:1 is indispensable: "A gentle answer turns away wrath, but a harsh word stirs up anger." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. A true Christian leader looks not only to the present, but to the future. He builds not only for his own lifetime, but for eternity.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-8285868600440124121?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/8285868600440124121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=8285868600440124121' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8285868600440124121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8285868600440124121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/christian-leader.html' title='Christian Leader'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2897838205254542145</id><published>2008-09-20T10:05:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T10:05:36.499-07:00</updated><title type='text'>The Fed Siapkan US$ 180 Miliar untuk Atasi Krisis Finansial Global</title><content type='html'>The Fed Siapkan US$ 180 Miliar untuk Atasi Krisis Finansial Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Washington DC - Bank Sentral negara-negara besar bersatu membentuk swap arrangement dalam rangka mengatasi krisis finansial. Sementara Bank Sentral Amerika (Federal Reserve) menyiapkan US$ 180 miliar untuk membantu kekurangan likuiditas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Langkah ini ditujukan untuk melawan tekanan yang terus meningkat dari pendanaan dalam dolar AS berjangka pendek," jelas The Fed dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/9/2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Fed akan memperluas rencana temporer bagi perbankan pendapatkan US$ 180 miliar guna menyediakan pendanaan dalam dolar baik untuk operasional likuiditas berjangka tertentu atau overnight oleh bank sentral lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Sentral di berbagai belahan dunia secara besar-besaran telah menggelontorkan dana ke pasar finansial untuk mencegah malapetaka yang ditimbulkan oleh krisis keuangan lembaga-lembaga keuangan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Fed menyatakan, langkah tersebut termasuk kebijakan teknis lain ditujukan untuk meredam tensi di pasar valas, didesain untuk memperbaiki kondisi likuiditas di pasar finansial global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah The Fed ini diumumkan beberapa saat setelah Bank Sentral Inggris atau Bank of England mengumumkan bahwa bank sentral di seluruh dunia akan menjalin kerjasama mengintervensi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang tidak lazim itu ditempuh setelah pasar saham anjlok tajam termasuk yield US Treasury, harga emas yang melonjak, Morgan Stanley yang dikabarkan mencari pertolongan, serta ketidakpastian setelah nasionalisasi AIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BoE mengumumkan sebuah paket untuk membantu likuiditas yang didukung oleh Bank Sentral lain seperti Bank Sentral AS, European Central Bank dan Bank of Japan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari ini Bank of Canada, Bank of England, European Central Bank, Federal Reserve, Bank of Japan dan Swiss National Bank mengumumkan langkah koordinasi yang didesain untuk mengatasi tekanan di pasar yang terus meningkat," kata BoE dalam pernyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebijakan tersebut, bersamaan dengan langkah dari bank sentral lain dalam beberapa hari terakhir dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi likuiditas di pasar finansial dunia," imbuh BoE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah kesepakatan tersebut, maka ECB, BoE dan SNB menyediakan pendanaan overnight dalam dolar untuk pertama kalinya, sementar Bank Sentral Jepang dan Kanada akan melakukan swap baru dengan The Fed. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BoJ mengumumkan telah menandatangani swap agreement US$ 60 miliar dengan Fed, sementara kesepakatan swap dengan Bank of Canada meliputi US$ 10 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan ini menyerupai Bilateral Swap Arrangement yang ditekan oleh sejumlah bank sentral negara Asia. Di bawah kesepakatan tersebut, bank sentral suatu negara boleh menggunakan dana milik bank sentral lain jika terjadi kesulitan likuiditas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2897838205254542145?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2897838205254542145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2897838205254542145' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2897838205254542145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2897838205254542145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/fed-siapkan-us-180-miliar-untuk-atasi.html' title='The Fed Siapkan US$ 180 Miliar untuk Atasi Krisis Finansial Global'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-3606246326525707139</id><published>2008-09-20T09:55:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T09:55:30.709-07:00</updated><title type='text'>RI Kena Dampak Kebangkrutan Lehman 6 Bulan Lagi</title><content type='html'>Jakarta - Kekacauan pasar finansial di AS yang ditandai dengan jatuhnya perusahaan besar seperti bangkrutnya Lehman Brothers baru akan terasa dampaknya dalam sistem ekonomi Indonesia enam bulan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enam bulan ke depan likuiditas perbankan sangat terganggu, permintaan untuk menghitung investasi baru juga akan melemah," kata Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi di Wisma BCA, Jakarta, Jumat malam (19/9/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding negara lain yang lebih maju menurut Lutfi gangguan di pasar global akan lebih lambat dampaknya ke Indonesia begitu pula biasanya untuk pemulihannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika negara lain 3 bulan sudah mulai kerasa dampaknya, kita enam bulan begitu juga dengan baliknya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari pusaran krisis finansial AS itu, menurut Lutfi, pemerintah sudah memfokuskan untuk menggenjot tiga sektor ekonomi. Sehingga perekonomian Indonesia terus berjalan meski dengan kondisi pasar global yanng labil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga sektor yang harus dipacu itu adalah pertama meneruskan proyek-proyek infrastruktur seperti jalan tol, listrik. Kedua peningkatan industri pangan seperti menggenjot sektor industri agro dan pertanian. Ketiga energi seperti mengolah batubara cair atau gas yang terkandung dalam batubara tidur (CBM) yang potensinya sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfi memaparkan untuk industri agro saat ini baru sebesar US$ 3,42 miliar tapi terdapat potensi hingga US$ 9,6 miliar dengan penambahan lahan-lahan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana pendanaan untuk investasi itu di saat investor asing tengah cemas dengan perekonomian dunia? Menurut Lutfi pemerintah akan memaksimalkan dananya yang ada saat ini di Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dana pemerintah itu ada sekitar Rp 176 triliun dan ini bisa dipakai untuk memacu tiga sektor itu," jelas Lutfi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono juga mengatakan pemerintah kemungkinan akan memakai dananya di BI dalam waktu dekat ini untuk keperluan pembangunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-3606246326525707139?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/3606246326525707139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=3606246326525707139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3606246326525707139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3606246326525707139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/ri-kena-dampak-kebangkrutan-lehman-6.html' title='RI Kena Dampak Kebangkrutan Lehman 6 Bulan Lagi'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-1533006165035598974</id><published>2008-09-20T09:50:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T09:50:45.283-07:00</updated><title type='text'>Kenapa AIG Tak Boleh Bangkrut?</title><content type='html'>Kenapa AIG Tak Boleh Bangkrut?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AIG Mencoba Bertahan dari Krisis &lt;br /&gt;Washington - Semua pihak berlega hati Bank Sentral AS (Federal Reserve) akhirnya menyelamatkan American International Group (AIG) dengan dana talangan hingga US$ 85 miliar. Bursa-bursa pun merespons positif upaya penyelamatan AIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelamatan AIG dari kebangkrutan ini menjadi sangat krusial, setelah sebelumnya pasar finansial terpukul habis-habisan oleh kebangkrutan Lehman Brothers. Kebangkrutan bank investasi besar berusia 158 tahun itu telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau kasus itu berulang dan kondisi lebih parah, Bank Sentral akhirnya mau memberikan dana talangan. Ini adalah langkah penyelamatan setelah sebelumnya Depkeu AS menyelamatkan Fannie Mae dan Freddie Mac, yang sebelumnya juga diambang kejatuhan akibat kredit macet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu dan kondisi yang didesain untuk melindungi kepentingan pemerintah AS dan para pembayar pajak," jelas The Fed dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/9/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjaman untuk AIG itu berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga setara dengan London Interbank Rate (LIBOR) plus 850 basis poin. Utang itu diharapkan bisa dibayar dari hasil penjualan aset-aset perusahaan. Pemerintah AS selanjutnya akan menguasai 79,9% saham AIG dan hak untuk memveto pembayaran dividen pemegang saham biasa dan istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tujuan dari fasilitas likuiditas ini adalah untuk membantu AIG memenuhi kewajibannya yang akan segera jatuh tempo. Pinjaman ini akan memfasilitasi sebuah proses yang memungkinkan AIG untuk menjual sebagian bisnisnya sesuai aturan dengan kemungkinan gangguan pada keseluruhan ekonomi secara minimal," imbuh The Fed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa The Fed mau memberikan dana talangan sebesar itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dewan menilai bahwa di tengah kondisi sekarang ini, maka kegagalan AIG dapat menambah kerentanan pasar yang kini sudah berada di level yang signifikan serta menyeret ke biaya pinjaman lebih tinggi, mengurangi kesejahteraan masyarakat dan secara material akan memperlemah pertumbuhan ekonomi," imbuh The Fed dalam pernyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Kotok, Kepala Investasi Cumberland Advisors mengatakan, The Fed harus mengambil langkah untuk menghindari kolapsnya AIG yang bisa menjadi malapetaka di pasar financial, yang sebelumnya sudah mendapat shock dari kebangkrutan Lehman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini menyerupai air terjun atau sebuah wabah. Kegagalan Lehman Brothers telah menciptakan wabah karena risiko yang tidak tertanggung oleh Fed. Kegagalan AIG akan membuat masalah ini lebih buruk," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka terlalu besar untuk gagal. AIG menggapai terlalu banyak orang dan terlalu banyak perusahaan secara global dan kemungkinan akan terjadi gangguan yang lebih besar jika bangkrut dibandingkan dengan Lehman," ujar Anton Schutz, president Mendon Capital seperti dikutip dari Reuters. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kondisi AIG bisa sedemikian parah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan perusahaan asuransi biasa, AIG telah menjadi pemain besar dari pasar yang kompleks dan paralel dari sebuah produk yang disebut credit default swaps (CDS). CDS merupakan sebuah instrumen finansial, dimana perusahaan-perusahaan di Wall Street mengambil form asuransi pasar ini untuk mengatasi risiko dari gagal bayar obligasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk-produk ini kebanyakan berhubungan dengan pasar perumahan AS, yang kini merupakan jantung krisis perbankan dan memicu hapus buku besar-besaran dari berbagai aset macet di berbagai penjuru dunia. AIG sendiri bahkan sudah menghapusbuku US$ 25 miliar akibat besarnya gagal bayar dari pembayaran kredit perumahan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin Saham AIG kembali anjlok lebih dari 70% sejak pembukaan, sebelum akhirnya naik tipis. Saham AIG akhirnya ditutup turun 21% ke level 3,75 sen. Saham AIG pada Senin kemarin anjlok hingga 60%. Tiga lembaga pemeringkat juga telah menurunkan peringkat AIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AIG yang kini menjadi perusahaan asuransi terbesar dunia didirikan pada tahun 1919. Reputasi AIG sendiri beberapa kali tercoreng oleh sejumlah skandal. Berikut berbagai momen penting dari AIG, seperti dikutip dari AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret: Chairman Maurice 'Hank' Greenberg akhirnya meninggalkan kursi kekuasaan sehubungan dengan penyelidikan yang berkaitan dengan dugaan pembobolan. AIG mengakui adanya kesalahan akuntansi dan menunda rilis laporan keuangan. Greenberg akhirnya digantikan oleh Martin Sullivan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 Mei: AIG akhirnya mempublikasikan laba tahunan sebesar US$ 9,73 miliar, atau turun dari estimasi semula sebesar US$ 11,05 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Februari: Perusahaan merilis laba bersih US$ 6,2 miliar atau anjlol 56% pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Juni: Pemegang saham mempublikasikan surat yang meminta perubahan secara cepat dan signifikan pada manajemen setelah AIG mencatat kerugian hingga US$ 7,81 miliar pada triwulan I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Juni: Chairman Martin Sullivan berhenti dan digantikan Robert Willumstad, yang menyatakan perlu waktu 3 bulan untuk menyelesaikan analisis mendalam dan mencari strategi terbaru untuk keluar dari kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8-15 Juli: Akibat gejolak pasar, saham AIG anjlok 24,7%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 September: AIG mempublikasikan kerugian US$ 5,36 miliar dalam satu kuartal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 September: Saham AIG kembali anjlol 19,3% dalam sehari dan kemudian turun lagi 30,8% pada12 September&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 September: Gubernur New York David Paterson mengatakan, AIG dapat meningkatkan US$ 20 miliar dari unit usahanya, namun saham tetap anjlok 60,8%. Tiga lembaga pemeringkat menurunkan peringkat AIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 September: Bank Sentral AS mengumumkan rencana penyelamatan US$ 85 miliar untuk AIG. Sebanyak 79,9% saham AIG kini dikuasai pemerintah AS.(qom/ddn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-1533006165035598974?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/1533006165035598974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=1533006165035598974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1533006165035598974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1533006165035598974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/kenapa-aig-tak-boleh-bangkrut.html' title='Kenapa AIG Tak Boleh Bangkrut?'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5736005551728802235</id><published>2008-09-20T09:48:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T09:50:00.736-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Nasib Goldman Sachs dan Morgan Stanley?</title><content type='html'>Lehman Brothers Bangkrut &lt;br /&gt;New York - Bear Stearns kolaps Maret lalu. Sementara JP Morgan dan Merrill Lynch telah melakukan hapus buku atas kredit macetnya hingga US$ 40 miliar. Bahkan Merrill Lynch pada akhirnya harus menyerahkan diri ke Bank of America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib lebih buruk dialami oleh Lehman Brothers. Bank investasi terbesar keempat AS yang sudah berusia 158 tahun itu akhirnya menyerah dan mendaftarkan diri untuk kebangkrutannya Senin kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Lehman sebelumnya telah menghilangkan aset-aset 'beracun' miliknya. Namun nyatanya, Lehman masih memiliki aset properti yang sulit dijual sebanyak US$ 80 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor dan para analis kini mulai khawatir tentang nasib lembaga-lembaga keuangan investasi besar lainnya seperti Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley. Kondisi keduanya kini sangat rentan karena investor sudah kehilangan kepercayaan atas kondisi institusi keuangan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda bisa menerima bahwa model broker-dealer sudah gagal --- paling tidak untuk sekarang --- maka sepertinya masuk akal jika Anda bertanya bagaimana Goldman Sach dan Morgan Stanley dapat bertahan. Saya kira masalah itu cukup masuk akal untuk terus dipertanyakan," ujar Les Satlow, fund manager dari Cabot Money Management yang mengelola dana sekitar US$ 500 juta, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/9/2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpastian itu pula yang membuat saham Goldman Sachs dan Morgan Stanley terus merosot. Pada perdagangan kemarin, saham Goldman anjlok 12%, sementara Morgan turun 14%, sesaat setelah Lehman mengumumkan kebangkrutannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan analis dan investor menekankan bahwa mereka tidak mengharapkan Goldman dan Morgan akan ikut runtuh. Analis UBS, Glenn Schorr mengatakan, Goldman dan Morgan memiliki posisi risiko yang tidak terlalu terkonsentrasi ketimbang Lehman dan Merrill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morgan dan Goldman juga memiliki cadangan tunai lebih banyak dan sumber pendanaan yang lebih bisa diandalkan. Goldman dan Morgan juga memiliki divisi aset manejemen dan bisnis penasihat wealth management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Lehman masih menggantungkan mayoritas labanya dari mortgage securities, meski dalam beberapa tahun terakhir juga mengembangkan ke bisnis perbankan dan sahamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Goldman dan Morgan Stanley lebih terdiversifikasi, tingkat rasio utangnya lebih rendah dan mereka telah bernegosiasi dengan isu-isu risiko ini lebih cepat," ujar Tomothy Chriskey, pimpinan Solaris Asset Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah harapan kondisi Goldman dan Morgan yang lebih baik, lembaga keuangan yang masih bertahan juga diharapkan bisa semakin kuat dengan kompetisi yang semakin tipis ini. CEO Bank of America, Ken Lewis memperkirakan konsolidasi bank-bank dan broker akan semakin banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama tujuh tahun, saya katakan bahwa bank-bank komersial pada akhirnya akan memiliki bank investasi karena masalah pendanaan. Saya masih berpikir demikian. Dan era emas bank investasi kini sudah berakhir," tegas Lewis.(qom/ir)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5736005551728802235?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5736005551728802235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5736005551728802235' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5736005551728802235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5736005551728802235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/bagaimana-nasib-goldman-sachs-dan.html' title='Bagaimana Nasib Goldman Sachs dan Morgan Stanley?'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5264286859775128512</id><published>2008-09-20T09:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T09:21:12.390-07:00</updated><title type='text'>Nasabah Serbu AIG di Berbagai Negara,AIG Life Indonesia Termasuk di Medan, Masih Normal</title><content type='html'>Nasabah Serbu AIG di Berbagai Negara&lt;br /&gt;AIG Life Indonesia Termasuk di Medan, Masih Normal&lt;br /&gt;Jumat, 19-09-2008 &lt;br /&gt;*hisar hasibuan/dcn&lt;br /&gt;MedanBisnis – Singapura &lt;br /&gt;Setelah gagal mengangkat Wall Street, upaya penyelamatan American International Group (AIG) juga gagal memberi keyakinan kepada nasabah. Ratusan nasabah AIG menyerbu kantor-kantor AIG di berbagai negara, namun untuk AIG Life Indonesia, termasuk di Medan, hingga kini masih berjalan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyerbu kantor-kantor anak usaha AIG, di antaranya di Singapura dan Hong Kong. Sebagian hanya mencari kepastian, namun sebagian lagi memilih untuk mencairkan portofolio investasinya.&lt;br /&gt;Raksasa asuransi American International Group (AIG) memang hampir senasib dengan Lehman Brothers yang bangkrut, tapi Bank Sentral AS (The Fed) memberikan pinjaman penyelamatan sebesar US$ 85 miliar. Pinjaman ini diharapkan bisa menghidupkan AIG dengan aset mencapai US$ 1 triliun itu. Kalau tidak, kejatuhannya diperkirakan bisa memberi efek yang lebih buruk lagi pada pasar finansial.&lt;br /&gt;Ini adalah upaya penyelamatan yang dilakukan kedua, setelah sebelumnya pemerintah AS sepakat untuk mengambilalih dua perusahaan pembiayaan raksasa AS, Fannie Mae dan Freddie Mac pekan lalu. &lt;br /&gt;Begitupun antrean ratusan nasabah tetap terjadi di kantor anak usaha AIG, American International Assurance Company Limited (AIA) di Singapura. Antrean ratusan orang tak bergerak meski sudah ada pengumuman bahwa The Fed akan menyelamatkan perusahaan asuransi terbesar itu melalui suntikan US$ 85 miliar. “Saya tidak punya kepercayaan lagi pada perusahaan ini,” ujar seorang nasabah AIG bernama Annie setelah mencairkan 2 polisnya. Seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/9), Annie mengaku langkah the Fed tidak akan mengubah sama sekali keputusannya.&lt;br /&gt;“Saya sedikit khawatir tentang masa depan perusahaan ini meski sudah ada bailout,” ujar nasabah perempuan lainnya. Wanita yang menolak disebut namanya itu tetap memutuskan untuk melikuidasi polisnya karena potensi return-nya tidak besar dibandingkan risikonya.”Jika hitungan saya benar, saya akan mencapai titik impas dengan membatalkan polis ini,” tambahnya.&lt;br /&gt;Seorang pebisnis wanita yang ikut mengantre, Chan Foo Choong juga memutuskan untuk membatalkan polis asuransi keluarganya. “Jika ada sesuatu terjadi, apa Anda akan membayar saya,” ketusnya.&lt;br /&gt;Seorang staf AIA mengatakan bahwa karyawan terpaksa bekerja hingga tengah malam untuk mengurus ratusan nasabah yang mengantre sejak kemarin. Juru bicara AIA sendiri belum bisa memberikan keterangan terkait masalah ini.&lt;br /&gt;Di Hong Kong, radio RTHK yang mengutip sumber dari pemerintah mengatakan, sekitar 1.500 polis asuransi unit AIG di kota tersebut dicairkan hanya dalam kurun waktu 2 hari. Sementara di Taipei, lebih dari 1.200 nasabah juga menyerbu anak usaha AIG, Nan Shan Life Insurance&lt;br /&gt;Di Indonesia, anak usaha AIG, yaitu AIG Life Indonesia sebelumnya telah meminta agar nasabah tetap tenang dan tidak panik. Robert W. Bush, CEO dan Presiden Direktur AIG Life menjelaskan, perusahaannya tetap menjalankan aktivitas bisnisnya berjalan normal, sekalipun krisis keuangan melanda AS dan memberi dampak pada induknya AIG Inc.&lt;br /&gt;“Adalah hal yang wajar, nasabah dan mitra bisnis kami ingin tahu implikasi dan memberi perhatian terhadap perkembangan yang terjadi di AS. Saya ingin meyakinkan nasabah dan mitra bisnis bahwa AIG Life Indonesia adalah entitas bisnis yang terpisah dengan AIG di AS dan kami mengikuti aturan main sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Robert dalam siaran persnya. Dia mengungkapkan AIG Life Indonesia fokus bekerja untuk mencapai target 2008. &lt;br /&gt;Sejumlah nasabah memang mendatangi AIG Life, namun hanya sebatas mencari informasi. Sejauh ini menurut keterangan dari AIG Life Indonesia, belum ada pencairan polis. “Saat ini AIG Life Indonesia memiliki rasio kecukupan modal dan solvensi yang kokoh. Kami memiliki modal dan cadangan teknis yang cukup untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah dan mitra bisnis kami,” ujarnya.&lt;br /&gt;AIG Life Indonesia mengimbau nasabah dan mitra bisnis untuk tidak khawatir dengan perkembangan yang terjadi karena memiliki kekuatan modal dan solvensi yang baik.&lt;br /&gt;Di Medan Tetap Normal &lt;br /&gt;Sementara di Medan sampai saat ini aktivitas AIG-Life dan AIA juga masih berjalan normal. &lt;br /&gt;Agency Director 1 AIG LIFE-Sumatera Petrus Rusli mengatakan sampai saat ini belum ada nasabah yang panik dan semua berjalan normal. “Tidak ada kepanikan. Memang ada satu dua nasabah yang menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi para nasabah kita di Medan sampai saat ini masih percaya kepada AIG,”ujarnya. &lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan oleh Regional Agency Director PT AIA, Rudiman, kepada wartawan ketika dihubungi pada kesempatan terpisah, Kamis (18/9). &lt;br /&gt;Pantauan MedanBisnis di Gedung Uniland Lantai 5, tidak ada keramaian di ruangan AIG Life. Dua resepsionis yang ditemui mengatakan, suasana kantor tetap normal seperti biasanya. “Hanya memang ada yang menghubungi kami lewat telepon dan menanyakan kondisi yang tengah terjadi dan kami memberi penjelasan kepada mereka,”ujar salah seorang resepsionis. &lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan oleh Regional Agency Director PT AIA, Rudiman, kepada wartawan ketika dihubungi pada kesempatan terpisah, Kamis (18/9). Katanya, nasabah perusahaan yang merupakan anak perusahaan AIG-Life ini tetap percaya kepada AIA. Umumnya, nasabah tersebut hanya bertanya kenapa sampai terjadi kepanikan antrian panjang di Singapura, terhadap dengan AIA. &lt;br /&gt;“Kami menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena AIA di Singapura ikut menjual saham, sedangkan AIA di Indonesia hanya menjalankan bisnis asuransi saja. Jadi sebenarnya AIA di Indonesia tetap berjalan seperti biasanya, termasuk di Medan,”tuturnya. &lt;br /&gt;Rudiman juga mengatakan, Departemen Keuangan melalui Biro Perasuransian Bapepam-LK sendiri telah menyatakan bahwa kondisi AIG Life dan AIA berada dalam kategori sehat. Krisis yang terjadi di Amerika Serikat, lanjutnya, tidak serta merta berdampak pada kinerja perusahaan asuransi di Indonesia. Bapepam-LK juga menilai bahwa AIG Life dan AIA bukan anak cabang atau kantor perwakilan dari perusahaan di Amerika Serikat. &lt;br /&gt;Dalam keterangannya, Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan, KMK 424/2003 tentang Kesehatan Keuangan Asuransi dan Reasuransi telah mengatur pembatasan investasi termasuk dana investasi ke luar negeri. Dalam aturan itu, maksimal hanya 20% dana investasi yang bisa diinvestasikan di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© 2001-2007 MedanBisnisOnline.com&lt;br /&gt;Redaksi/Tata Usaha : Jl. S. Parman Komplek Medan Bisnis Centre Blok A No.5-6-7 Medan&lt;br /&gt;Telp. (061) 4521133 (Hunting), (061) 4523163 (Fax), e-mail:mdn_bisnis@yahoo.com  Designed by : jf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5264286859775128512?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5264286859775128512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5264286859775128512' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5264286859775128512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5264286859775128512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/nasabah-serbu-aig-di-berbagai-negaraaig.html' title='Nasabah Serbu AIG di Berbagai Negara,AIG Life Indonesia Termasuk di Medan, Masih Normal'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-7187600782156483527</id><published>2008-09-20T09:08:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T09:20:40.638-07:00</updated><title type='text'>Kantor Baru PT BUSS di Jakarta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNUgJTiJJPI/AAAAAAAAASc/YfZxE6_8kD8/s1600-h/Buss_Syariah_OpeningAug8_3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNUgJTiJJPI/AAAAAAAAASc/YfZxE6_8kD8/s400/Buss_Syariah_OpeningAug8_3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248136285004571890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kantor Baru PT BUSS di Jakarta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan strategi untuk mengembangkan jaringan distribusi Allianz di seluruh Indonesia, PT Bangun Usaha Sukses Sejahtera (BUSS) membuka kantor cabang baru di Jakarta pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Asuransi Allianz Life Indonesia melalui Allianz Financial Planner Network, telah bekerjasama dengan PT Bangun Usaha Sukses Sejahtera (BUSS), perusahaan konsultan yang beroperasi di bidang pengembangan sumber daya manusia dan jaringan distribusi jasa keuangan. Dari Januari 2005 hingga Desember 2007, PT BUSS dan tim manajemennya telah memperlihatkan keberhasilan dengan mengembangkan lebih dari 2.500 konsultan dan pengusaha independen yang dikenal dengan sebutan BUSSAssociates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini PT BUSS meresmikan kantor baru, Kantor BUSS Jakarta 2, yang berlokasi di Menara Anugerah, lantao 3, Kantor Taman E 3.3, Jl. Mega Kuningan Lot 8.6 - 8, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan jaringan distribusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerjasamanya dengan Allianz, PT BUSS telah mengembangkan beberapa strategi yang sesuai dengan misi Allianz untuk menjadi grup perusahaan Asuransi nomor satu di tahun 2010. Salah satu strateginya adalah dengan mengembangan jaringan distribusi dengan membuka kantor-kantor baru di seluruh Indonesia. Saat iim PT BUSS hadir di Jakarta, Pontianak, Bandung, Batam, Tanjung Pinang, Solo, Semarang, Tangerang, Surabaya, Manado, Garut Denpasar dan Makassar. Dan kini, kantor baru di Menara Anugerah, Jakarta telah siap untuk memperkuat pelayanan terbaik BUSS kepada para nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Kami sangat puas dengan kerjasama yang telah ada dengan PT BUSS. Dalam waktu yang relatif singkat, PT BUSS telah menjadi salah satu kontributor terpenting bagi perusahaan kami,” ungkap Jens Reisch, Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengembangan jaringan PT BUSS tentunya akan meningkatkan kehadiran dan jumlah nasabah Allianz. Jakarta masih merupakan pasar yang menjanjiakn bagi Allianz. Dan kini, PT BUSS memperkuat kehadiran kami untuk melayani lebih banyak nasabah dan disaat yang sama juga mengembangkan kesempatan-kesempatan yang ada,” tambah Jens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami memahami dan mendukung misi Allianz untuk menjadi nomor satu di 2010, dan untuk mencapai target tersebut salah satunya adalah dengan menambah kantor-kantor di dalam jaringan pelayanan kami,” ujar Liem Lie Sia, BUSS Development Director. “Kami melihat kesempatan yang luas untuk memperbesar jumlah nasabah dan mitra usaha di Jakarta,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan adanya kantor baru ini, BUSS ingin terus mendekatkan diri dengan nasabah di sini, memberikan solusi asuransi dari Allianz baik dengan prinsip konvensional dan syariah. Kami menghadirkan pelayanan prima kami dalam jarak yang mudah dijangkau sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi siapapun yang ingin bergabung dengan kesuksesan kami,” ungkap Rita Ventarini, yang juga diyakinkan oleh Shanty Apriyanti, keduanya adalah BUSS Distributor Directors, Persons In Charge untuk kantor Menara Anugerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT BUSS kini juga aktif mengembangkan bisnis asuransi syariah di Allianz dengan adanya Development  Director dan Business Development Manager yang secara berdedikasi secara khusus untuk segmen yang sedang berkembang pesat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pelatihan dan Pengembangan professional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari keberhasilan PT BUSS adalah program pelatihan dan pengembangan yang sangat professional yang ditawarkan untuk semua BUSSAssociates. Aplikasi dari metode khusus yang dikenal dengan pelatihan ABC (Awareness Before Change) yang mengoptimalkan potensi pribadi untuk berjiwa entrepreneur adalah salah satu inti program. Sebagai tambahan, PT BUSS telah mengembangkan BUSS Success Academy, sebuah fasilitas pelatihan dengan para praktisi sebagai pengajar yang memberikan latihan lebih dalam di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2008, PT BUSS berkomitmen untuk mencapai target nasional sebesar Rp. 170 milliar premi bisnis baru. Sedangkan untuk kantor Menara Anugerah sendiri, kini memiliki 42 BUSS Partners dan 75 BUSS Financial Consultants yang melayani 482 case dalam semester pertama 2008. Total Annualized New Premium (ANP) dari kantor ini sampai dengan 30 Juni 2008 telah mencapai lebih dari Rp. 2,1 Milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan usaha, kombinasi kekuatan PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan PT BUSS akan meningkatkan kepuasan para pemegang polis dengan proteksi keuangan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pengembangan lebih lanjut PT BUSS termasuk diantaranya adalah peresmian kantor-kantor lainnya di kota-kota penting di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tentang BUSS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Bangun Usaha Sukses Sejahtera (PT BUSS) adalah mitra bisnis resmi dari PT Asuransi Allianz Life Indonesia yang berdiri sejak tahun 2005. Melalui 2.500 BUSS Associate, para Leader dan tenaga penjual di 10 kota, PT BUSS melayani 30.000 pemegang polis Allianz. PT BUSS berkomitmen untuk membangun, mengembangkan dan mengelola tenaga penjualan di industri jasa keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tentang Allianz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allianz Group adalah penyedia jasa asuransi dan jasa finansial terkemuka dunia yang hadir di lebih dari 70 negara dan didukung oleh lebih dari 180.000 staff. Allianz Group melayani lebih dari 80 juta nasabah di seluruh dunia, termasuk hampir setengah dari perusahaan dalam daftar Fortune 500. Melalui bisnis asuransi di Asia, Allianz  di dukung oleh lebih dari 13.000 staf di 15 negara Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Saat ini, Allianz di Indonesia adalah salah satu grup perusahaan asuransi terdepan yang telah dipercaya untuk melayani lebih dari 800.000 pemegang polis yang terdiri dari nasabah individu dan korporasi. Allianz Utama dan Allianz Life Indonesia didukung oleh hampir 8.500 financial consultant dan memiliki jaringan pelayanan luas dengan lebih dari 80 kantor di lebih dari 44 lokasi diseluruh Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-7187600782156483527?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/7187600782156483527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=7187600782156483527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7187600782156483527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7187600782156483527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/kantor-baru-pt-buss-di-jakarta.html' title='Kantor Baru PT BUSS di Jakarta'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNUgJTiJJPI/AAAAAAAAASc/YfZxE6_8kD8/s72-c/Buss_Syariah_OpeningAug8_3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-6019419710291412121</id><published>2008-09-20T08:35:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T08:35:51.044-07:00</updated><title type='text'>Cara Memprospek Calon Nasabah Secara Profesional,Ida kuraeny bestio</title><content type='html'>Cara Memprospek Calon Nasabah Secara Profesional  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan customer dengan nilai penjualan yang besar memang menjadi obsesi semua sales ,apalagi kalau mendapatkannya tidak perlu harus bersusah payah.Hanya saja tidak semua sales memiliki kemampuan tersebut. Banyak sesama rekan sales yang hanya membidik pasar menengah – atas saja. Sedikit sekali rekan sales yang mau mengambil pangsa pasar menengah – bawah,dalam arti jumlah nilai penjualan kecil yang masih dalam batas aturan perusahaan. Hal ini disebabkan tingginya target yang ditetapkan oleh perusahaan,sehingga para sales memilih hanya mengutamakan nilai penjualan besar saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan customer dengan nilai penjualan yang besar memang menjadi obsesi semua sales ,apalagi kalau mendapatkannya tidak perlu harus bersusah payah. Hanya saja tidak semua sales memiliki kemampuan tersebut. Banyak sesama rekan sales yang hanya membidik pasar menengah – atas saja. Sedikit sekali rekan sales yang mau mengambil pangsa pasar menengah – bawah,dalam arti jumlah nilai penjualan kecil yang masih dalam batas aturan perusahaan. Hal ini disebabkan tingginya target yang ditetapkan oleh perusahaan,sehingga para sales memilih hanya mengutamakan nilai penjualan  besar saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sales yang memiliki latar belakang ekonomi cukup baik maka dia tidak akan bermasalah mendapatkan pangsa pasarnya. Berbeda dengan sales kebanyakan yang berasal dari latar belakang biasa – biasa saja. Hal ini pun saya alami selama beberapa tahun diawal menekuni profesi sales, jangankan penjualan dengan jumlah besar, untuk bisa closing mendapatkan penjualan setiap bulan 1 buah saja sudah sulit. Penting buat sales pemula untuk dapat menyadari,bahwa pekerjaan ini tidaklah mudah ,butuh tanggung jawab dan kemampuan inter personal yang tinggi selain dibutuhkan pengetahuan cara menjual ( Selling skill ) maupun pengetahuan umum yang dapat menunjang pekerjaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dari penjualan dengan nilai  yang kecil, karena dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa dapat diterima di pangsa pasar menengah atas. Penualan dengan nilai kecil bukan berarti mudah mendapatkannya, ke duanya sama – sama mengharuskan sales memiliki kemampuan presentasi yang baik. Pada saat sales bisa secara rutin memiliki closing setiap bulannya, lalu ditingkatkan menjadi setiap minggu , maka pelan tapi pasti anda akan bergeser dengan sendirinya menuju ke pangsa pasar yang jauh lebih besar. Bagaimana saya bisa ahli meyakinkan calon customer besar, kalau customer kecill atau sedang saja, saya belum mampu. Semakin banyak jam terbang kegiatan prospekting anda maka akan semakin banyak pengalaman yang didapatkan, mulai dari banyaknya masalah berbeda yang timbul sampai dengan banyaknya karakter berbeda – beda yang kita dapatkan dari calon nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, besar ataupun kecil premi yang Anda dapatkan, pastikan service kepada mereka tidak diabaikan. Kalau seorang customer saat ini baru bisa mempercayai Anda sebagai salesnya dengan mempercayakan nilai penjualan kecil bukan berarti customer tersebut hanya mampu membeli dengan jumlah tersebut. Banyak alasan yang mereka pertimbangkan,bisa jadi calon customer belum merasa yakin dengan diri anda sebagai salesnya atau mungkin memang kemampuan ekonominya masih demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Customer  masih perlu waktu untuk meyakinkan dirinya bahwa anda adalah orang yang tepat untuk diberi kepercayaan lebih. Saya yakin dengan service terbaik yang anda berikan perlahan- lahan customer akan mau mulai merekomendasikan diri anda kepada lingkungan terdekatnya, yang bisa jadi mereka akan jauh lebih besar melakukan pembelian. Apa bila bisa secara konsisten menunjukan kinerja kerja anda yang professional dengan sendirinya mereka akan bangga merekomendasikan kepada rekan bisnisnya misalnya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiiliki penampilan kerja profesional juga dapat menunjang penilaian mereka terhadap keberadaan kita sebagai sales yang berbeda dengan sales kebanyakan lainnya. Pada dasarnya pangsa pasar menengah – atas dibutuhkan pendekatan yang berbeda,baik dari sisi ketrampilan menjual ataupun kemampuan berkomunikasi yang diharapkan memiliki pilihan kata berbeda ,gaya bahasa yang menarik,serta intonasi sesuai dengan kebutuhan dalam arti tidak monoton,sehingga cenderung bosan untuk mendengarkan penjelasan sales. Bangun rasa percaya diri anda melalui closing- closing rutin dan jadikan profesi sales sebagai pekerjaan utama bukan sampingan…maka anda akan kaget melihat hasilnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ida kuraeny bestio&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-6019419710291412121?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/6019419710291412121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=6019419710291412121' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6019419710291412121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6019419710291412121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/cara-memprospek-calon-nasabah-secara.html' title='Cara Memprospek Calon Nasabah Secara Profesional,Ida kuraeny bestio'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-1786084440773490147</id><published>2008-09-20T08:16:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T08:21:26.456-07:00</updated><title type='text'>Belajar Tiada Akhirnya, Asal Mau</title><content type='html'>Belajar Tiada Akhirnya, Asal Mau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Andi Suruji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikatnya, nasabah ingin berhubungan dengan agen asuransi jiwa yang berpengetahuan cukup, cakap, dan terampil. Mereka lebih suka berhubungan dengan agen asuransi jiwa yang berdedikasi, berpengetahuan, dan terampil dalam menyelesaikan masalah keuangan saat ini dan problem pada masa yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, untuk bisa meraih sukses, agen asuransi yang bermutu harus mau menginternalisasi keterampilan dan pengetahuannya secara memadai, disertai komitmen untuk memegang etika profesi. Jika demikian, mereka bisa menjadi konsultan yang bermutu bagi masyarakat yang bermutu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendorong profesionalisme agen, AAJI dan perusahaan asuransi menerapkan sejumlah langkah. AAJI sejak tahun 2003 menyelenggarakan program sertifikasi agen. AAJI juga secara rutin menggelar malam penghargaan untuk para agen asuransi jiwa, yang bertujuan memberikan motivasi kepada para agen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara internal, perusahaan asuransi juga melakukan audit pada para agennya. Tujuannya untuk mengetahui apakah para agen telah memasarkan produk secara benar atau tidak. Untuk meningkatkan kualitas para agen, sejumlah perusahaan asuransi bahkan membangun pusat-pusat pelatihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AAJI dan Life Office Management (LOMA) serta Life Insurance Marketing &amp; Research Association (LIMRA), dua lembaga internasional yang fokus pada kegiatan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan layanan konsultasi industri asuransi; pada Maret 2007 menandatangani kerja sama di bidang pelatihan bagi agen asuransi jiwa di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan menyusun continuing professional development (CPD) program, yaitu program pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme agen asuransi jiwa di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesionalisme agen asuransi jiwa merupakan kebutuhan mutlak, di tengah pertumbuhan industri asuransi jiwa yang semakin cepat dengan produk kian bervariasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para agen asuransi jiwa juga harus memiliki etika yang tinggi sebagai bagian dari sikap profesionalisme tadi. Karenanya, para agen dipacu untuk terus meningkatkan diri, antara lain melalui program CPD ini, supaya kompeten dan memiliki kemampuan bertaraf internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, upaya untuk mempersiapkan program pelatihan yang mengacu pada standar internasional dinilai sebagai cara yang terbaik untuk melahirkan agen tangguh dan profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modul yang disiapkan dalam program CPD sangat diperlukan untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan agen agar dapat melayani serta memberikan masukan atau informasi yang tepat kepada klien atau calon nasabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AAJI berkomitmen untuk menerapkan standar mutu internasional melalui kerja sama dengan LOMA dan LIMRA. Standar mutu itu tentu akan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden dan CEO LOMA Thom P Donaldson mengatakan, regulator dan industri asuransi di berbagai belahan dunia saat ini memang telah memacu agen asuransinya untuk mendapatkan standar pendidikan minimum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja agar mereka dapat memberikan pelayanan bermutu dan profesional kepada kliennya. Untuk itulah, LOMA-LIMRA sebagai lembaga pendidikan asuransi tertua di dunia mempersiapkan program CPD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Managing Director Southern Asia Oceania Region LIMRA Mark Lamb, sebagai partner yang berpengalaman dalam membantu perusahaan asuransi merekrut dan mengembangkan kemampuan para agen, manajer, dan eksekutif asuransi, LIMRA menyambut gembira kerja sama antara LOMA, LIMRA, dan AAJI dalam menyusun kurikulum yang komprehensif untuk mewujudkan standar bagi para profesional yang bekerja di industri asuransi jiwa di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AAJI juga meluncurkan sarana pelatihan sertifikasi keagenan berbasis web dan e-Learning. Teknologi informasi ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyampaian materi pelatihan dan pengelolaan administrasi sertifikasi keagenan. Sedangkan bagi agen, sarana pelatihan ini memudahkan mereka untuk belajar di mana saja dan kapan saja. Mereka juga bisa mendapatkan materi dengan kualitas yang sama untuk seluruh agen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-1786084440773490147?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/1786084440773490147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=1786084440773490147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1786084440773490147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1786084440773490147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/belajar-tiada-akhirnya-asal-mau.html' title='Belajar Tiada Akhirnya, Asal Mau'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-3739319281803218707</id><published>2008-09-20T08:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T08:18:34.525-07:00</updated><title type='text'>KISAH Agen Diusir, Dimaki, Disambut Anjing, Sudah Biasa</title><content type='html'>KISAH Agen&lt;br /&gt;Diusir, Dimaki, Disambut Anjing, Sudah Biasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang agen bukan melulu yang baik-baik saja. Pengalaman pahit pun segudang, tetapi itulah yang membuat mereka ditempa untuk bermental baja. Hanya mereka yang bermental super yang kuat menghadapi segala macam cobaan dan rintangan hingga bisa meraih sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Profesi ini awalnya tidak mudah. Ditolak, diusir dan dimaki orang, disambut gonggongan anjing, itu sudah biasa bagi saya," cerita H Mas’ud, "Agent of the Year" tahun 2006. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia bermental baja. Ia belajar dari pengalaman dan terus menempanya di lapangan. Profesi agen pula yang mengajarkan untuk memperjuangkan hidup, lalu menaklukkannya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jual asuransi tidak semudah menjual barang yang kasatmata! Integritas agen dan perusahaan yang ada di belakangnya sangat berperan," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Mas’ud bukan lagi Mas’ud yang diemohi orang. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus diasah dari waktu ke waktu, dengan kemampuan berjejaring yang baik, ia kini—layaknya seorang pengusaha yang sukses—banyak rekanan dan berlimpah materi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia setali tiga uang dengan Arie Anjari Yunus, "Agent of the Year" tahun sebelumnya yang saban pekan menghabiskan hari libur dengan bermain golf di dalam atau di luar negeri. Keduanya agen perusahaan nasional PT AJB Bumiputera 1912. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang membanggakan sebagai agen asuransi, pertama bisa membantu orang. Profesi ini menurut saya sangat mulia. Bisa membuat orang giat menabung. Memberikan harta yang tak ternilai saat dibutuhkan, contohnya kalau terjadi klaim. Ini kan sesuatu yang dibutuhkan," ungkap Yovita, agen PT AXA Financial Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yovita, di bisnis asuransi ada peluang besar dan bekerja di perusahaan asuransi merupakan pilihan. Karena relatif sedikit orang bekerja di industri ini, baginya ini sebagai peluang. Apalagi pasar di Indonesia masih luas, sangat sedikit orang yang berasuransi. Kalau sekarang di tawari pekerjaan lain, ia tetap memilih asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping karier yang terbuka, dari sisi penghasilan juga cukup menjanjikan. Dia menyebutkan, kalau seorang bisa menutup Rp 2 miliar satu tahun, dia bisa dapat Rp 500 juta. Ini tak termasuk bonus berupa jalan-jalan ke luar negeri. Jalan-jalan tiap tahun sudah pasti. Hampir seluruh negara pernah dia datangi, ke Afrika, Eropa, Amerika, Australia, Asia, China, dan Hongkong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menggeluti profesi ini secara serius dan fokus. Artinya, tidak ada pekerjaan sampingan karena, kalau kita fokus, kesempatan suksesnya lebih besar. Saya pun ingin konsisten dari sisi produktivitas. Jangan sampai bulan ini ada produktivitas, bulan berikutnya tidak ada," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan apa saja yang Anda berikan kepada nasabah? Ya, terutama pengetahuan tentang produk, tren pasar keuangan. Pelayanan nasabah juga penting dipelihara dan diperhatikan. Misalnya pada hari ulang tahun, klien diberi ucapan selamat, dikirimi kado. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan profesionalitas, ia selalu mengikuti berbagai pendidikan yang diadakan perusahaan. Pendidikan Yovita S-1 jurusan pemasaran di Jakarta dan sekarang masih menyelesaikan S-2 jurusan keuangan. "Keterusan cari uang, jadi S-2-nya lama," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukanya pasti ada. "Pernah suatu ketika saya dimarahi nasabah. Dia bilang, ’Pokoknya kamu jualan apa, yang penting jangan nawarin asuransi ke saya.’ Dia bilang, ’Kamu nyumpahi saya mati ya?’," paparnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bangga melakoni profesi sebagai agen dan berkali-kali meraih predikat Million Dollar Round the Table (MDRT) dan Top of The Table. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cerita Meijentina Simanjuntak, financial advisor di salah satu perusahaan asuransi patungan. Sebelum menjadi agen asuransi, dia pernah melamar menjadi polwan, tetapi tidak lulus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya selalu siap melayani nasabah. Tak heran jika mereka sering memberikan referensi kepada teman-teman dan saudaranya untuk berhubungan dengan kami. Apalagi kalau ibu-ibu yang suaminya mempunyai posisi bagus di kantornya, ia akan mereferensi untuk datang ke kantor suaminya," tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penghasilan yang lebih dari memadai, dia juga senantiasa mendapat bonus dari perusahaan. Tahun lalu dia jalan-jalan ke Italia. Tahun ini ke Taiwan. Ada kontes ke Jerman, September 2007, dan ini sudah di tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah wawasan dan agar tidak ketinggalan informasi, dia selalu menjelajah internet, khususnya mengenai indeks harga saham. Pengetahuan luas penting supaya dapat memberi informasi yang benar kepada nasabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu sesama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat niat utama jadi agen asuransi bukan mencari keuntungan, tetapi ingin membantu orang lain mencapai kesejahteraan, kesuksesan pun tinggal menunggu waktu. Pengalaman inilah yang dirasakan Lisa Carolina Halim (47), wanita kelahiran Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaktifannya sejak tahun 1993 dalam kegiatan pelayanan sosial di gereja telah menempa Lisa menjadi manusia yang selalu ingin membantu dan menyebarkan berkah kepada sesama. Sifat ini pulalah yang membawa dan menuntun Lisa saat menggeluti pekerjaan sebagai agen asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisa sangat percaya bahwa sistem asuransi pada dasarnya merupakan kebaikan karena mengandung makna tolong-menolong antarsesama. Asuransi juga merupakan cara untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup, baik masa kini maupun masa datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat niat baik menolong orang, ditambah dengan keyakinan, kejujuran, ketekunan, kerja keras, pantang menyerah, dan bertanggung jawab, karier Lisa sebagai agen asuransi melesat bak meteor. Dengan karakternya tersebut, Lisa menjadi agen yang dipercaya oleh para kliennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula sebagai nasabah Asuransi Jiwa Prudential Indonesia pada tahun 2002, pada tahun berikutnya, Lisa mencoba menjadi pru flyer atau orang yang mereferensikan orang lain sebagai calon nasabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004, Lisa lompat menjadi agen dan mulailah berbagai gelar terbaik direngkuhnya. Pada tahun pertamanya sebagai agen, ia langsung dinobatkan menjadi Top Rookie Agent. Selama kurun 2004-2006, ibu dua anak ini terpilih menjadi President Club dan selalu mengikuti Million Dollar Round Table, yang merupakan salah satu kegiatan agen asuransi paling bergengsi di AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuncinya adalah kepercayaan. Jika orang telah percaya, segalanya akan lebih mudah," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, jika telah dipercaya, nasabah secara tidak langsung akan menginformasikan asuransi yang dia beli kepada orang lain. Memang, tiada pola pemasaran yang paling efektif kecuali informasi dari mulut ke mulut oleh nasabah sendiri. Jika kepercayaan telah diperoleh, boleh jadi bukan lagi agen yang mengejar calon nasabah, tetapi calon nasabah yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kata Lisa, jelas tidak mudah untuk menjaga kepercayaan, apalagi dalam waktu yang lama. Ujian terberat dalam mempertahankan kepercayaan adalah pada saat klaim terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, agen harus bertindak cepat saat terjadi klaim. Misalnya membantu nasabah mengurus rumah sakit. "Nasabah yang keluarganya sakit sudah cukup terbebani oleh kondisi yang dideritanya. Jangan lagi dia dibebani untuk mengurus administrasi rumah sakit. Agenlah yang seharusnya berperan dalam hal ini," kata Lisa. Nasabah akan benar-benar merasakan manfaat agen dalam situasi seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain pula kisah Mukti Octaviandi yang sudah empat tahun menjadi agen asuransi di Manulife. Sebelumnya, delapan tahun ia menjadi staf bagian penjualan pada sebuah perusahaan tekstil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pindah haluan karena kenaikan gaji di pabrik tidak signifikan, sedangkan penghasilan dari asuransi jauh lebih besar," katanya. Hal senada diungkapkan Primanti Daniarsih yang sudah empat tahun menjadi agen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhir tahun 2007, saya menargetkan pergi ke Beijing untuk melihat persiapan Olimpiade. Manulife adalah salah satu sponsor Olimpiade dan mengumpulkan agen asuransi dari seluruh dunia untuk ke Beijing. Dari Indonesia paling hanya mengundang 50 orang saja," tutur Mukti yang sudah berjalan-jalan ke Bangkok, Singapura, dan Malaysia atas prestasinya sebagai agen dengan perolehan poin terbanyak. (DIS/FAJ/JOE)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-3739319281803218707?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/3739319281803218707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=3739319281803218707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3739319281803218707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3739319281803218707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/kisah-agen-diusir-dimaki-disambut.html' title='KISAH Agen Diusir, Dimaki, Disambut Anjing, Sudah Biasa'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5950608430645654022</id><published>2008-09-20T08:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T08:13:14.483-07:00</updated><title type='text'>Menuju Puncak Kejayaan</title><content type='html'>Menuju Puncak Kejayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi agen asuransi mungkin merupakan salah satu cara untuk kaya dalam waktu singkat. Jika bisa mendapatkan premi sebanyak Rp 1 miliar per bulan, sekurangnya- kurangnya Anda dapat mengantongi Rp 300 juta per bulan. Bagi agen yang ulet, suka bekerja keras, dipercaya, dan beruntung sangat tidak mustahil untuk mendapatkan premi sebesar Rp 1 miliar per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;brrsdc5"Pendapatan yang besar merupakan kompensasi dari sulitnya menjalani pekerjaan sebagai agen," ungkap Presiden Direktur Asuransi Relife Liza Linda, yang juga pernah menjadi agen asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang cukup berat ialah melawan rasa putus asa ketika ditolak penawarannya oleh calon nasabah. Direktur Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo mengemukakan, berdasarkan pengalaman selama ini, agen asuransi pemula rata-rata hanya mendapatkan satu nasabah dari 15 orang yang ditawarkan produk asuransi. Artinya, untuk mendapatkan nasabah, agen harus menerima penolakan dari 14 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika agen bersangkutan tidak memiliki mental baja dan keuletan, niscaya rasa putus asalah yang diperoleh. Tak aneh, agen asuransi lebih didominasi wanita, antara lain mungkin karena secara natural lebih tahan terhadap penolakan dan relatif lebih sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan sebagai agen relatif menjadi lebih sulit dilakukan di Indonesia, yang sebagian besar masyarakatnya berpenghasilan rendah dan belum memiliki kesadaran berasuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi terdapat nilai budaya masyarakat Indonesia yang sebenarnya kontra-produktif terhadap perkembangan asuransi. Salah satunya adalah sifat gotong royong. Sifat gotong royong yang kental dalam kehidupan di pedesaan membuat masyarakat tidak khawatir bila suatu ketika mereka terkena musibah. Toh, pada akhirnya akan ada kerabat atau tetangga yang membantu. Padahal, asuransi terkait erat dengan kemandirian keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak pula orang-orang dewasa Indonesia yang masih tinggal dengan orangtuanya atau dengan kata lain belum memiliki kemandirian," kata Direktur Eksekutif AAJI Eddy KA Berutu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesulitan itulah, pekerjaan sebagai agen asuransi kurang diminati para pencari kerja. Jumlah agen asuransi jiwa saat ini hanyalah 158.235 orang, dengan rincian 46 persen pria dan 54 persen wanita. Bandingkan dengan jumlah populasi Indonesia yang mencapai 220 juta jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Liza, pekerjaan sebagai agen dianggap sebagai prioritas terakhir. Terbukti pekerjaan sebagai agen asuransi banyak dilakoni oleh orang-orang yang tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya. Pekerjaan sebagai agen juga banyak dilakoni oleh ibu-ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, seiring dengan berkembangnya asuransi, gengsi pekerjaan agen sedikit demi sedikit mulai terangkat. Sekarang cukup banyak eksekutif di perbankan atau industri lain yang keluar dari pekerjaannya untuk menjadi agen asuransi," kata Liza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait sulitnya menjadi agen asuransi inilah, maka agen, kata Nini, harus terus dimotivasi. Salah satunya ialah memberi penghargaan kepada agen-agen yang berprestasi, dengan menggelar Top Agent Awards (TAA). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nini, malam penghargaan TAA AAJI 2007 rencananya akan digelar pada Rabu (22/8) malam di Jakarta. TAA yang ke-20 itu mengusung tema "Proud to be Professional Agents". Terdapat 117 agen asuransi nasional dari 13 perusahaan yang menjadi nominasi dalam 11 kategori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain memotivasi agen, TAA juga bertujuan untuk menyosialisasikan peran agen dalam menyejahterakan masyarakat, serta karier agen yang mulia dan berpotensi penghasilan tinggi. Juga untuk sosialisasi peluang kerja yang masih sangat luas terbuka di industri asuransi untuk menjadi seorang agen yang profesional," kata Nini yang juga sebagai ketua panitia TAA AAJI 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum AAJI Evelina F Pietruschka mengatakan, TAA tahun ini menekankan pada peningkatan profesionalisme agen sekaligus sosialisasi peran dan karier agen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agen asuransi yang profesional dan menjual dengan strategi mendasarkan pada kebutuhan nasabah berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan perencanaan keuangan keluarga," kata Evelina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya profesi lain, agen asuransi juga memiliki struktur karier yang jelas. Salah satu contoh jenjang karier agen asuransi ialah agen, agen senior, manajer keagenan, manajer keagenan senior, manajer cabang, dan manajer senior cabang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin berprestasi, maka semakin cepat seorang agen menggapai puncak. Jika sudah di puncak, pendapatan pun semakin besar. (FAJ)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5950608430645654022?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5950608430645654022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5950608430645654022' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5950608430645654022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5950608430645654022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/menuju-puncak-kejayaan.html' title='Menuju Puncak Kejayaan'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-7971416545358332279</id><published>2008-09-20T08:11:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T08:11:47.542-07:00</updated><title type='text'>Jangan "Melukai" Nasabah</title><content type='html'>Luka yang diderita Marolov masih basah dan perih. Seakan tambah perih lagi karena klaim asuransi kesehatannya tidak dapat cair. Pasalnya, nama yang tertera di kartu tanda penduduk atau KTP-nya tidak sama dengan nama yang terdaftar dalam polis asuransi kesehatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Jakarta, Maro dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan. Lukanya ternyata bernanah karena perawatan yang kurang bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa hari kemudian, saya mengajukan klaim kepada asuransi kesehatan kantor. Ternyata agen asuransinya menyatakan tidak dapat mencairkan dana karena nama saya di KTP tertera Bram Marolov, sedangkan kantor mendaftarkan saya dengan nama lengkap Bram Marolov Almesputra. Rasanya tidak masuk akal kalau alasannya hanya nama," kata pria yang bekerja pada sebuah perusahaan kehumasan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dokumen keperluan untuk mengajukan klaim asuransi kesehatan, seperti surat keterangan dari rumah sakit, sudah lengkap di tangan. Masalahnya hanya satu, nama yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalan Maro bertambah ketika si agen tidak mengajukan solusi apa pun untuk mencairkan asuransi kesehatannya. "Dia bilang, memang demikian prosedurnya, nama harus sama. Sebenarnya bukan masalah berapa besar dananya, tetapi masalah hak konsumen yang diabaikan," ungkap Maro kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masih tertatih-tatih, dia segera pergi ke rumah sakit dan mengubah semua namanya. "Ternyata di rumah sakit saya harus mendaftar dari awal dengan nama yang lebih lengkap. Setelah mendapatkan dokumen bernama sama, saya segera mengirim melalui faksimile karena sudah lewat dari batas waktu yang ditentukan agen. Akhirnya memang klaim itu dapat dicairkan. Setelah itu, perusahaan saya berganti perusahaan asuransi lainnya," ujarnya menambahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maro jelas kesal karena sulit mengurus klaim asuransi akibat hal sepele. Sebagai konsumen, dia juga merasa hak-haknya tidak dijamin sepenuhnya oleh perusahaan asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku para agen yang merupakan ujung tombak perusahaan asuransi memang kadang tidak seiring dengan hak konsumen yang seharusnya diberikan oleh perusahaan asuransi. Pada saat konsumen telat membayar premi, perusahaan asuransi membekukan polis konsumen, bahkan mengenakan denda atas keterlambatan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang dalam mengurus klaim asuransi juga pernah dialami Komariyah. Ketika suaminya meninggal dunia karena sakit, dia harus mengurus klaim asuransi jiwa dan asuransi rumahnya. Saat itu dia sedang hamil muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dokumen memang harus lengkap. Surat kematian harus dilengkapi dengan keterangan dari RT, RW, sampai lurah. Di kelurahan, surat keterangan itu baru keluar setelah saya memberikan uang Rp 50.000 kepada petugasnya," tutur Komariyah. Untuk urusan satu dokumen ini saja, dia menghabiskan waktu sekitar satu bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun mesti bolak balik ke kantor asuransi. "Saya sempat bolak-balik ke kantor asuransi untuk melengkapi dokumen yang diperlukan. Setelah sekitar enam bulan, barulah klaim itu dapat dicairkan," tutur Komariyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perencana keuangan dari QM Financial Ligwina S Poerwo, banyaknya keluhan tentang pelayanan asuransi berawal baik dari sisi konsumen maupun sisi perusahaan asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebanyakan konsumen tidak mengetahui dengan jelas apa yang dibelinya. Mereka tahu membayar premi, tetapi tidak tahu apa manfaat yang didapatkan dari asuransi yang dibelinya. Istilah uang pertanggungan saja tidak tahu," papar Ligwina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kebanyakan perusahaan asuransi menawarkan produk yang ada pada mereka kepada konsumen, bukan produk yang dibutuhkan konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih terjadi penjualan yang berdasarkan dorongan produk (product push), bukan dorongan kebutuhan (demand pull). Karena itu, bagi perusahaan asuransi yang memiliki target, mereka berusaha menjual sebanyak-banyaknya untuk memenuhi target, bukan menjual produk apa yang dibutuhkan konsumen," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran kode etik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Eddy KA Berutu menegaskan, AAJI menegakkan asas kedisiplinan dalam berprofesi di kalangan para agen dengan mengacu pada ikrar bersama (seperti Code of Conduct) dan kode etik pemasaran. Setiap pengaduan pelanggaran ikrar bersama dan kode etik atau perselisihan yang terjadi di pasar akan dikembalikan duduk persoalannya pada kedua elemen dasar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah standar prosedur operasi ditetapkan guna menangani pelanggaran kode etik di pasar. Secara umum, proses diawali dengan pengaduan oleh perusahaan anggota yang merasa dirugikan akibat pelanggaran oleh pihak tertentu kepada AAJI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerbitkan surat ekseptasi, AAJI membentuk tim independen untuk melakukan penelitian, pemeriksaan pada kasus yang diajukan, dan melakukan persidangan atas kasus. Keputusan persidangan oleh tim independen akan disampaikan kepada AAJI sebagai rekomendasi putusan perselisihan dan tindakan serta sanksi yang akan diambil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasabah yang tidak puas terhadap berbagai pelayanan asuransi dapat mengadukan persoalannya ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI) tanpa dipungut biaya, baik langsung datang sendiri atau melalui faksimile, pos, atau e-mail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski baru seumur jagung, keberadaan lembaga independen itu telah membawa manfaat cukup besar, tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga untuk perusahaan asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semakin banyak nasabah yang melaporkan sengketa ke BMAI, kami semakin senang sebab nasabah yang masalahnya diselesaikan di BMAI umumnya menjadi lebih mengerti tentang asuransi. Dampaknya, bukannya mereka kapok berasuransi, tetapi justru makin giat berasuransi," kata Eddy Berutu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip situs BMAI, Ketua BMAI Arizal ER mengungkapkan, sejak beroperasi pada 25 September 2006, BMAI telah menangani lebih dari 70 kasus persengketaan klaim. Sebanyak 36 kasus di antaranya dapat diselesaikan melalui mediasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BMAI merupakan lembaga independen dan imparsial yang memberikan pelayanan untuk penyelesaian perselisihan antara perusahaan asuransi dan pihak tertanggung. Perselisihan antara perusahaan asuransi dan nasabah adalah sebuah keniscayaan. Kesalahan bisa berasal dari perusahaan asuransi, agen, ataupun nasabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy berharap para nasabah yang bersengketa dengan perusahaan asuransi dapat melaporkan perkaranya ke BMAI. Jika tidak, justru berpotensi merugikan industri asuransi jiwa sendiri. Nasabah yang bersengketa akan kapok berasuransi karena menganggap perusahaan asuransi tidak mau membayar klaim. Dampak lebih jauh, citra asuransi jiwa akan tercoreng. (joe/FAJ)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-7971416545358332279?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/7971416545358332279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=7971416545358332279' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7971416545358332279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7971416545358332279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/jangan-melukai-nasabah.html' title='Jangan &quot;Melukai&quot; Nasabah'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2466260614289894424</id><published>2008-09-20T08:07:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T08:09:32.912-07:00</updated><title type='text'>Mengubah Paradigma</title><content type='html'>Perkembangan industri asuransi jiwa di Indonesia belakangan ini cukup pesat. Jumlah premi meningkat tajam, klaim yang dibayar sebagai manfaat berasuransi semakin signifikan. Masyarakat yang berasuransi secara individual ataupun kelompok bertambah banyak. Jumlah agen asuransi pun terus meningkat. Semua itu membuktikan bahwa asuransi memang sebagai salah satu pembuka lapangan kerja serta bermanfaat bagi ekonomi dan akhirnya masyarakat secara luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan kinerja industri sejenis di negara lain, Indonesia memang masih tertinggal. Tentu saja, kondisi itu terkait dengan tingkat kesejahteraan dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat berasuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah masyarakat harus terlebih dahulu sejahtera baru mereka ditawari produk asuransi? Atau sebaliknya. Justru karena belum sejahtera sehingga masyarakat perlu dan penting diajak berasuransi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah paradigma asuransi. Paradigma berasuransi yang terbangun saat ini di masyarakat ialah asuransi identik dengan kemalangan. Entah itu meninggal, kecelakaan, dan lainnya. Karena itu, saat seseorang diajak berasuransi atau ditawari polis asuransi, yang terbayang seketika ialah kematian, sakit, atau kecelakaan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan finansial diri sendiri dan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu ada benarnya. Faktanya, seseorang yang puluhan tahun membangun kehidupan, mengumpulkan harta sedikit demi sedikit, tiba-tiba hancur berantakan karena kepala keluarga andalan sumber penghidupan tiba-tiba sakit dan tak mampu lagi mendapatkan penghasilan. Bahkan, sebaliknya, tabungan yang dipupuk bertahun-tahun justru harus mengucur tak terbendung untuk kepentingan berobat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika paradigma tadi dibiarkan terus-menerus hidup dalam masyarakat, perkembangan asuransi akan tetap lambat dibandingkan dengan besarnya harapan dan potensi pasar asuransi nasional. Penduduk yang berjumlah 220 juta jiwa bukanlah pasar kecil bagi asuransi di tengah semakin meningkatnya pendapatan per kapita penduduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, penetrasi pasar asuransi baru mencakup 6,6 juta jiwa dari 220 juta penduduk Indonesia. Bandingkan dengan Jepang yang 300 persen lebih. Artinya, satu orang bisa memiliki tiga sampai empat polis asuransi. Di Amerika Serikat sudah 98 persen dan Singapura 78 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, berasuransi bukan hanya itu. Asuransi merupakan salah satu instrumen kesejahteraan suatu bangsa. Oleh sebab itu, pesan "proteksi" dengan konotasi kemalangan yang masih sering "dijual" kalangan asuransi, perusahaan, agen, sudah harus diubah dan diganti menjadi pesan "kesejahteraan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih yang tidak mau sejahtera? Bukankah atas nama kesejahteraan jua sehingga setiap orang mau bekerja keras, banting tulang siang dan malam? Walaupun hakikatnya sama, kesan dan efek psikologisnya bagi nasabah tentu sangat jauh berbeda. Ibarat dua jalan berlawanan arah, tetapi tujuan akhirnya sama saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana "menjual" pesan kesejahteraan itu? Sadarkanlah masyarakat bahwa berasuransi merupakan salah satu jalan menuju kesejahteraan, lebih dari sekadar menabung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menabung juga sebagai cara untuk sejahtera. Namun, menabung secara konvensional saja sudah tidak cukup. Soalnya, banyak orang yang menabung setelah memenuhi semua kebutuhannya. Artinya, mereka baru menabung jika sisa penghasilan dari belanja kebutuhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, cara menabung yang terbaik adalah terlebih dahulu menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan, baru sisanya dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau bulanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini, berarti ada perencanaan keuangan yang matang. Belanja, apalagi yang sifatnya konsumtif untuk saat ini atau jangka pendek, perlu dibatasi demi perencanaan finansial jangka panjang. Mengelola keuangan saat ini dan mengaturnya untuk tujuan jangka panjang adalah tindakan bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perencanaan keuangan jangka panjang dan sehat itulah asuransi masuk sebagai salah satu katup pengaman. Apalagi, pengembangan produk asuransi yang semakin kreatif saat ini memungkinkan setiap orang membeli produk asuransi sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Bukan berdasarkan keinginannya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah pentingnya peran agen asuransi sebagai ujung tombak industri ini. Merekalah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Asuransi bukanlah produk yang dibeli, artinya dicari masyarakat. Karena bukan sesuatu yang "dibeli" atau dicari orang, asuransi menjadi sesuatu yang harus dijual, ditawarkan. Sedangkan di sisi lain, masyarakat kita sebagai konsumen belum pada taraf mencari asuransi di kantor-kantor perusahaan asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi dan visi asuransi semacam ini tentulah hanya dapat dilaksanakan oleh agen yang profesional, mereka yang dapat membimbing masyarakat memahami manfaat berasuransi, membantunya memahami dan merencanakan kebutuhan finansialnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan untuk meningkatkan profesionalitas, integritas, perilaku-perilaku yang meningkatkan citra agen dan asuransi di mata masyarakat merupakan suatu yang tak bisa ditunda. (Andi Suruji)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2466260614289894424?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2466260614289894424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2466260614289894424' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2466260614289894424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2466260614289894424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/mengubah-paradigma.html' title='Mengubah Paradigma'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-9188488492371910221</id><published>2008-09-20T08:07:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T08:08:06.119-07:00</updated><title type='text'>Cara Cepat Mengurus Klaim</title><content type='html'>HASIL akhir ditentukan proses awal. Ini bukan filsafat atau manajemen gaya Stephen Covey, penulis buku Seven Habits. Dalam asuransi, baik asuransi jiwa (life insurance) maupun asuransi umum (non-life atau general insurance), semua bermula dari proses awal pada suatu perjanjian perlindungan risiko. Maksudnya, perjanjian antara nasabah atau tertanggung (insured) dan perusahaan asuransi yang dikukuhkan dalam suatu polis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal penutupan asuransi, tertanggung yang akan memindahkan risiko-risikonya kepada perusahaan asuransi diharapkan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya. Misalnya, berapa nilai yang akan diasuransikan (sum insured) dalam polis. Perusahaan asuransi harus menyeleksi secara profesional risiko-risiko yang akan diserap atau ditanggungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kedua belah pihak ini benar-benar saling bekerja sama dengan baik, ketika terjadi tuntutan ganti rugi atau klaim (claim), tidak akan ada masalah pada kemudian hari atau berakhir di pengadilan menjadi kasus pidana. Padahal, perjanjian asuransi adalah suatu hubungan dagang, bukan tindak kejahatan. Apalagi, sekarang sudah ada Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI). BMAI akan menangani klaim-klaim maksimal Rp500 juta untuk asuransi umum dan Rp300 juta untuk asuransi jiwa dan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tertanggung supaya pengurusan klaim asuransi berjalan lancar dan cepat. Satu, begitu ada kejadian yang merugikan tertanggung sebagaimana disebutkan dalam polis, secepatnya diberitahukan kepada perusahaan asuransi. Dua, sebutkan nomor polis, nama tertanggung, serta tempat dan waktu kejadian. Tiga, kalau diperlukan, dapat difoto dulu atau meminta perusahaan asuransi mengirimkan surveyornya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat, hitung secara benar sesuai dengan kerugian yang ada dan sesuai dengan yang disebutkan dalam polis. Jangan sampai dikurangi ataupun dilebih-lebihkan. Empat, lengkapi dokumen-dokumen pendukung, baik yang disebutkan dalam polis maupun yang diminta perusahaan asuransi. Lima, kalau memang klaim tersebut claimable atau akan dibayar perusahaan asuransi, Anda dapat meminta advance payment (pembayaran sebagian) bila memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan karena musibah atau kerugian yang menimpa. Enam, kalau semua persyaratan sudah diajukan, tapi perusahaan asuransi masih enggan membayarkannya, Anda dapat meminta bantuan BMAI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, kewajiban tertanggung adalah membayar premi, yang merupakan hak perusahaan asuransi. Sedangkan, klaim merupakan hak tertanggung yang sudah membayar premi. Klaim bagi perusahaan asuransi adalah kewajiban yang terikat oleh perjanjian dalam polis. Selamat mengajukan klaim dan semoga lancar. MDJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;br /&gt;InfoBankNews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-9188488492371910221?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/9188488492371910221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=9188488492371910221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/9188488492371910221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/9188488492371910221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/cara-cepat-mengurus-klaim.html' title='Cara Cepat Mengurus Klaim'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-4707494593559177484</id><published>2008-09-20T07:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T08:03:57.464-07:00</updated><title type='text'>Bangga Menjadi Agen Profesional</title><content type='html'>Bangga Menjadi Agen Profesional &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada anak yang mau menjadi agen asuransi, mungkin bakal dicegah orangtuanya. Atau, kalaupun diizinkan, menjadi agen asuransi adalah pilihan pekerjaan terakhir manakala pekerjaan lain tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, citra agen asuransi di mata sebagian masyarakat belum begitu kuat, seperti halnya pekerja di bisnis lain. Padahal, sikap seperti itu tak perlu ada sebab profesi agen asuransi kini sudah jauh lebih terhormat dan membanggakan. Betapa tidak, agen semakin profesional, mereka membantu masyarakat merencanakan dan menemukan solusi keuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi agen sekarang sudah tidak bisa sembarangan. Mereka harus harus memiliki lisensi. Tanpa lisensi, mereka tidak bisa menjual produk asuransi. Perjuangan bertahan menjadi agen dan meraih sukses dibutuhkan mental yang kuat. Menurut catatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dari 100 orang yang direkrut, hanya 50 persen yang mampu bertahan. Keras memang perjuangannya. Inilah yang membanggakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi materi pun, penghasilan seorang agen asuransi jiwa konon ada yang bisa melebihi gaji seorang direktur asuransi jiwa itu sendiri. Cerita bahwa ada agen asuransi yang bisa meraih penghasilan, belum bonus jalan-jalan ke luar negeri, sampai senilai Rp 6 miliar setahun bukan isapan jempol. ”Bahkan bisa dikatakan tanpa batas,” kata Ketua Top Agent Awards AAJI 2007 Nini Sumohandoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu karena penghasilan dan insentif yang ditawarkan perusahaan asuransi memang melimpah ruah, bahkan ”gila-gilaan”. Bonus, seminar, dan pelatihan gratis bisa datang setiap saat bagi agen yang berprestasi. Ukuran prestasi tentu saja dinilai dari kemampuan seorang agen dalam meraih nilai premi dalam jumlah tertentu yang bisa dihasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi jalan-jalan gratis ke berbagai negara yang dibiayai perusahaan asuransi tempatnya bekerja. Pendeknya, menjadi agen asuransi yang profesional kini berkelimpahan fasilitas dan penghasilan. Soalnya, perusahaan asuransi sadar betul peran agen sangat penting. Merekalah roda paling depan dalam dinamika pemasaran produk asuransi yang harus diakui belum meluas dikenal masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pula, perusahaan asuransi berlomba-lomba meningkatkan profesionalitas agennya. ”Kalau mereka mispresentasi, terjadi kesalahan penjualan, ada informasi yang keliru, bisa fatal jadinya,” ujar Randy Lianggara, Country CEO AXA Indonesia, yang meniti kariernya mulai dari agen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas perusahaan asuransi membuat pendidikan bagi agennya, umumnya disebut academy. Prudential, misalnya, telah membuka academy di berbagai daerah. Lama pendidikan tergantung dari kebutuhan masing-masing perusahaan. Adapun materinya tentu saja beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pengenalan mendalam hal-ihwal asuransi, perekonomian, produk yang akan dijual, juga teknik-teknik pemasarannya, bagaimana berhadapan dengan masyarakat, dan sebagainya. Pendek kata, agen asuransi sekarang sudah lebih profesional karena berpendidikan lebih dari memadai. Tuntutan masyarakat pun semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, terakhir, AAJI berkolaborasi dengan LOMA dan LIMRA, dua organisasi bidang riset dan pendidikan asuransi internasional yang menyelenggarakan berbagai jenis pendidikan untuk agen di Indonesia. ”Itu merupakan komitmen kami untuk meningkatkan profesionalitas dan integritas agen asuransi,” ujar Ketua Umum AAJI Evelina Pietruschka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Harmain Diah, tokoh perintis dan pelopor asuransi di Indonesia, berkisah, betapa profesi agen asuransi saat ini sungguh menyenangkan. ”Sekarang agen asuransi naik mobil Mercy (simbol kemewahan) yang diperoleh dari pendapatannya. Saya saja baru 10 tahun lalu naik Mercy,” kata Presdir PT Asuransi AIA Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ingat, sekitar 30 tahun silam betapa susahnya mengajak orang menjadi agen asuransi. ”Kami terpaksa berdiri di halte bus. Setiap ada orang yang turun dari bus, kami ajak menjadi agen, menjual asuransi. Susahnya setengah mati...,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sudah ada 158.000 agen asuransi yang terdaftar di AAJI, tersebar di berbagai kota Indonesia. Pendidikan formal mereka sangat beragam, mulai dari tamat SLTA sampai yang bergelar S-2. Bahkan, ibu-ibu rumah tangga pun banyak yang berprofesi sebagai agen. Mereka tidak terikat jam kerja yang ketat sehingga bisa mengatur waktu kapan saja menemui nasabah, mempresentasikan produk jualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menjadi agen asuransi kini bukan lagi pilihan terakhir dalam mencari pekerjaan. Tidak lagi seperti dulu kala ketika banyak orang terpaksa coba-coba menjadi agen asuransi hanya karena tidak ada pekerjaan lain, pintu masuk pekerjaan lain tertutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan seorang agen asuransi bukanlah pada saat dia dapat meraih premi, menjual polis, tetapi jika nasabahnya benar-benar dapat merasakan manfaat berasuransi, solusi finansial masa kini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Profesi ini menurut saya sangat mulia dan membanggakan. Kita bisa membuat orang giat menabung, memberikan harta yang tak ternilai saat dibutuhkan. Contohnya kalau terjadi klaim, itu kan sesuatu yang dibutuhkan, dan membahagiakan kami sebagai agen,” kata Yovita, agen yang sudah biasa menjual asuransi miliaran rupiah setahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-4707494593559177484?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/4707494593559177484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=4707494593559177484' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4707494593559177484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4707494593559177484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/bangga-menjadi-agen-profesional.html' title='Bangga Menjadi Agen Profesional'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2323940658946558197</id><published>2008-09-20T07:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T08:03:13.094-07:00</updated><title type='text'>KILAS ASURANSI Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia</title><content type='html'>KILAS ASURANSI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI adalah asosiasi yang didirikan pada 23 Januari 2003. Anggotanya meliputi seluruh perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan reasuransi yang beroperasi di Indonesia. AAJI merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi dan sarana komunikasi bagi para anggotanya, baik untuk kepentingan di tingkat nasional maupun internasional. AAJI juga berperan dalam meningkatkan profesionalisme industri asuransi jiwa nasional dan menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan industri asuransi nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMA yang didirikan pada tahun 1924 adalah asosiasi asuransi yang beranggotakan 1.200 perusahaan asuransi di 80 negara. LOMA melakukan kegiatan riset dan pendidikan yang ditujukan untuk memperbaiki kegiatan operasi perusahaan asuransi. Anggota LOMA adalah perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi perlindungan, asuransi hari tua dan pensiun, bancassurance, sekuritas, dan perusahaan yang memberikan pelayanan keuangan lainnya. LOMA berkomitmen untuk bermitra dengan para anggotanya di seluruh dunia dalam rangka memperbaiki manajemen dan kegiatan operasi perusahaan asuransi guna membangun kualitas sumber daya manusia, riset, berbagi informasi, dan berbagai macam layanan ataupun produk terkait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIMRA International &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIMRA International adalah asosiasi asuransi internasional yang menyediakan pelayanan riset, konsultasi, dan pelayanan lainnya kepada anggotanya, yakni 850 perusahaan asuransi dan keuangan di lebih dari 60 negara. LIMRA didirikan tahun 1916 untuk membantu anggotanya meningkatkan efektivitas kegiatan pemasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Million Dollar Round Table" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Million Dollar Round Table atau MDRT merupakan standar pengakuan internasional atas pencapaian luar biasa dalam profesi asuransi jiwa dan jasa keuangan. MDRT menyuplai anggotanya dengan berbagai sumber daya untuk memperbaiki keterampilan teknis mereka, keterampilan dalam penjualan, dan pelayanan klien, sementara tetap menjunjung tinggi kode etik profesi. Pada tahun 1927, sebanyak 32 praktisi asuransi jiwa dengan tingkat produksi yang luar biasa—setiap orang mencapai penutupan asuransi jiwa 1 juta dollar AS pada tahun itu—memimpikan adanya forum internasional yang didedikasikan untuk memelihara standar yang tinggi serta pendekatan profesional untuk pemasaran dan jasa asuransi jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka percaya pengembangan diri adalah hasil dari pertukaran ide-ide dengan konsep: "untuk menerima, setiap individu harus memberi". Sejak itulah MDRT terbentuk dan berkembang sebagai forum utama bagi praktisi asuransi jiwa dan jasa keuangan di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota MDRT terdiri atas para profesional di bidang penjualan yang terbaik dalam bisnis keuangan yang berbasis asuransi jiwa. Para anggota berasal dari 74 lebih bangsa dan teritorial yang mewakili sekitar 480 perusahaan. Anggota MDRT berumur antara awal 20 tahun hingga 90 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia pada mulanya merupakan bagian dari zona Singapura, dengan seorang pemimpin area (area chair) sebagai representasi anggota MDRT Indonesia. Indonesia kemudian ditetapkan menjadi suatu zona tersendiri (Zone ke-18) pada bulan Mei 2001 oleh Membership Communications Committee. Pada tahun 2006, Indonesia masuk dalam Zona ke-14 (Zona Asia Tenggara-South East Asia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membership Communications Committee &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membership Communications Committee atau MCC adalah sebuah jaringan yang terdiri atas anggota MDRT, yang berdedikasi menyediakan beragam publikasi dan informasi kepada anggota-anggota MDRT dan industri asuransi jiwa sedunia. MCC memantau kegiatan industri dan bertindak sebagai jembatan komunikasi dua arah antara anggota MDRT dan kantor pusat MDRT. Saat ini anggota MDRT yang berasal dari 74 negara dan 450 perusahaan asuransi jiwa dan jasa keuangan tergabung dalam 14 zona. Indonesia termasuk dalam Zona ke-14 (SE Asia Zone) yang diketuai Jeannette Sulindro Ma (delapan tahun anggota MDRT). Sebagai anggota Zona ke-14 SE Asia, Indonesia diwakili satu pemimpin di negaranya. (*DIS )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2323940658946558197?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2323940658946558197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2323940658946558197' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2323940658946558197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2323940658946558197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/kilas-asuransi-asosiasi-asuransi-jiwa.html' title='KILAS ASURANSI Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-393771140180935209</id><published>2008-09-20T07:43:00.002-07:00</published><updated>2008-09-20T07:47:49.763-07:00</updated><title type='text'>The Million Dollar Round Table (MDRT),</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNUMvVk3HRI/AAAAAAAAASU/c1OSM3o0h8w/s1600-h/day01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNUMvVk3HRI/AAAAAAAAASU/c1OSM3o0h8w/s400/day01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248114948155317522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;About MDRT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Million Dollar Round Table (MDRT), The Premier Association of Financial Professionals, is an international, independent association of more than 35,000 members, or less than 1 percent, of the world's most successful life insurance and financial services professionals from 476 companies in 76 nations and territories. MDRT members demonstrate exceptional professional knowledge, strict ethical conduct and outstanding client service. MDRT membership is recognized internationally as the standard of sales excellence in the life insurance and financial services business. &lt;br /&gt;Mission&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be a valued, member-driven international network of leading insurance and investment financial services professionals/advisors who serve their clients by exemplary performance and the highest standards of ethics, knowledge, service and productivity. &lt;br /&gt;History&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1927, 32 extraordinary life insurance producers, each of whom had sold at least $1 million of life insurance, dreamed of a forum dedicated to fostering a high-standard, professional approach to life insurance sales and service. Founded on the belief that growth is a result of exchanging ideas, the concept was: "To receive, individuals must give." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Out of this dream emerged MDRT – an international, independent association that represents the world's best sales professionals in the life insurance-based, financial services industry. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT, a positive influence in the life insurance industry, has developed a rich tradition of sharing knowledge for the benefit of clients, prospects, producers and companies. &lt;br /&gt;Code of Ethics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT members should be ever mindful that complete compliance with and observance of the Code of Ethics of the Million Dollar Round Table shall serve to promote the highest quality standards of membership. These standards will be beneficial to the public, and the insurance and financial services profession. &lt;br /&gt;Strategic Plan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT has a strategic plan that it follows when developing new programs and benefits for its members. The strategic plan contains nine goals and objectives to guide the organization in helping its members better serve their clients and learn from one another. &lt;br /&gt;Executive Committee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT is governed and managed by a five-member Executive Committee duly elected each year by the MDRT membership. &lt;br /&gt;Court of the Table and Top of the Table&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Court of the Table and Top of the Table serve as additional incentives for members to increase their levels of production. Court of the Table members must earn three times the MDRT base production requirement, and Top of the Table members must earn six times the base production requirement. Both Court of the Table and Top of the Table members can take advantage of additional member benefits provided exclusively to them. &lt;br /&gt;Annual Meeting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The MDRT Annual Meeting has been described as a one-of-a-kind event, unrivaled in the world of business. Every year, more than 6,000 of the world's top producers gather in a spirit of camaraderie for one of the greatest gatherings of financial services professionals in the world. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annual Meeting attendees are exposed to some of the finest and most innovative sales ideas in the life insurance-based, financial services business. The meeting offers about 100 speakers during its motivational Main Platform presentations, educational Focus Sessions and insightful breakfast and evening sessions. And, perhaps most importantly, members can network with other top financial services professionals from around the world, building friendships that last a lifetime. &lt;br /&gt;Top of the Table Annual Meeting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The purpose of the Top of the Table Annual Meeting is to provide an annual educational meeting for the exchange of advanced sales ideas and for the development of interpersonal relationships among leading financial producers who are Top of the Table members. During the four-day meeting, about 40 professional, nonmember and Top of the Table member speakers discuss subjects of vital concern to those in the life insurance and financial services industry. &lt;br /&gt;MDRT Experience&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The purpose of this event, which is held every two years, is to bring MDRT's Annual Meeting experience to producers in other countries. This event, modeled after MDRT's prestigious Annual Meeting, delivers cutting-edge sales techniques and ideas, technical information and motivational concepts for those in the life insurance and financial services business. The MDRT Experience is open to both MDRT members and nonmember producers. &lt;br /&gt;MDRT Foundation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The MDRT Foundation is the philanthropic arm of MDRT, The Premier Association of Financial Professionals. The mission of the MDRT Foundation is to increase member and industry participation and to give funds to worthwhile charitable organizations throughout the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The MDRT Foundation provides a vehicle for MDRT members and corporate partners to pursue their philanthropic goals, which highlight the compassion and integrity of the life insurance and financial services industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since its formation in 1959, the MDRT Foundation has granted more than $20.4 million to charitable organizations serving people in 67 countries and all 50 U.S. states. Starting in 2003, thanks to the Million Dollar Promise Appeal, the MDRT Foundation has awarded more than $1 million in grants each year. In 2007, more than $2.8 million in grants was distributed.&lt;br /&gt;2008 MDRT Experience - Chiba, Japan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Thousands of Financial Services Professionals Attend&lt;br /&gt;MDRT Experience in Chiba, Japan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nearly 7,000 financial services professionals from 25 countries attended the fourth MDRT Experience meeting held April 11-13, 2008, in Chiba, Japan. Attendees enjoyed two days of motivation, inspiration and learning, as well as plenty of opportunities for networking -- all of which make MDRT meetings the best in the industry. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MDRT was delighted to be in Chiba, Japan, to host the MDRT Experience meeting," said 2008 MDRT President James E. Rogers, CLU, CFP, of Vancouver, British Columbia, Canada. "Throughout the years, our membership in Japan has been strong and supportive, and we are glad we have the opportunity to bring our message of professionalism, productivity and personal growth to financial services professionals in the region." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Following is an overview of the meeting and the presentations enjoyed by attendees: &lt;br /&gt;Friday, April 11, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The meeting officially opened Friday, April 11, with a welcome reception, where more than 5,000 attendees had the opportunity to enjoy great food and entertainment, while spending time with friends and meeting others who may be new to MDRT. &lt;br /&gt;Saturday, April 12, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Saturday morning, Main Platform opened with the traditional MDRT flag ceremony, which celebrates both the diversity and unity of MDRT. Following the ceremony, MDRT past President and 29-year Top of the Table qualifier, Tony Gordon, from Bristol, England, set an upbeat and energetic tone with his presentation, "The Winning Formula." He not only shared his secrets for success, but also encouraged those in the audience, especially those who might be just starting out in the business, to consider the small changes they could make in both their professional and personal lives that could lead to big results. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT members are known for giving back to their communities and supporting worthy causes, and MDRT Japan has a strong history of charitable giving. Hisako Ohno, General Manager of Make-A-Wish Japan, shared stories of wishes granted to children in need. She was joined by a wish recipient, a young man with muscular dystrophy who was able to meet his hero, a famous Japanese baseball player. At the end of the presentation, the MDRT Foundation and the MDRT Foundation Japan each provided $10,000 grants to Make-A-Wish Japan to help them continue to change and improve the lives of children in need. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT member Akihiko Yamada, from Tokyo, Japan, who has three Court of the Table and six Top of the Table qualifications, spoke to attendees about the importance of building trust and rapport with clients. In his presentation, "The Best Balance of Psychology and Marketing," he explained why learning about a client's family, values and hobbies can be just as important as product knowledge and technical expertise. "I think that my clients and prospects are looking for a financial concierge," Yamada explained. "Find the best balance of strategic thinking and willingness to help, and this will help you stay truly connected to your client."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the "Power of Passion," adventurer Jamie Clark used the challenges and struggles he faced climbing Mt. Everest as an analogy to help attendees face their everyday Everests. While Clark did reach the summit in 1997, he had to turn back twice when he was just 500 feet from his goal. With images and recordings from his own journey, he was able to show attendees how to conquer their fears by viewing failure as a worthy learning experience. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Saturday, a special lunch was held for more than 1,700 MDRT members providing them a chance to network and meet the MDRT Executive Committee. Following lunch, Ruben Gonzalez inspired the audience with his story of beating the odds to become on Olympian. In his presentation, "Becoming Unstoppable," he showed attendees how to take control of their lives and push beyond self-imposed limitations. He said, "I'm not a great athlete. I can't jump high; I can't run fast; I am not that strong. I am just a very average athlete. But, I had a dream, and I was willing to do whatever it took to reach it and you can, too." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attendees also had the opportunity to hear from the five-member MDRT Executive Committee during a special panel discussion on practice management. Between them, the Executive Committee has 157 years of MDRT membership, 26 Court of the Table and 55 Top of the Table qualifications. Attendees heard how each got started in the business and how they manage their practice today. Topics included how to obtain referrals, office efficiency and relationship building with other advisors. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saturday closed with a presentation titled "Feel Great" from Matt Church, an author and one of Australias more creative educators on health, lifestyle and motivation. Church provided an enlightening overview about how to control mood by simply understanding how your bodys naturally occurring chemicals drive productivity, happiness and stress. Church told attendees, "I have learned that we need to choose our mood. A lot of us are living lifestyles that change our mood, and then blaming the mood and not understanding that it is our lifestyle affecting it." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attendees were free to enjoy their evening and explore the surrounding area, while gearing up for a full day of presentations the following day. &lt;br /&gt;Sunday, April 13, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Are You an Agent, Advisor or Both?" In this presentation, 34-year MDRT member and internationally-known speaker, Edwin Morrow, RFC, CFP, challenged attendees to think about this question and reflect on how they are perceived by the public. He provided practical advice about how to project the image of a confident, competent and professional advisor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the presentation, "How to Work a Room," 12-year MDRT member Bhupinder Anand, ACII, DipPFS, of London, England, told the audience how to make a dramatic impact on the people you meet. Audience members learned how to create a lasting first impression and how to initiate conversations with prospective clients. He explained why it is so important to adapt your own style to match or mirror the style of the person you are talking to. According to Anand, who has six Top of the Table honors, "This is how you create rapport with others and determine if a prospect could benefit from your services." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In his presentation, "The Futuremakers: Attributes of Tomorrows Successful Advisors," Bruce Haddon, an expert on brand innovation noted, "As our industry evolves from a distribution channel to an advisory profession, we cant afford to sound like traditional salespeople. Because the role of the salesperson, with its familiar techniques of persuasion, has no place once insurance and investment advice becomes a true profession." Haddon discussed specific skills -- skills that have proven successful in Australia's highly regulated insurance market -- that advisors will need to learn to achieve future success in the profession. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The next presentation literally had the audience laughing. Following her studies on hospital management in the United States, Kazue Takayanagi, M.D., Ph.D., returned to Japan determined to improve the healing process. She introduced the Smile-Sun Method of laughter education to the country, and in her presentation she discussed the many health benefits of laughter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If there was any doubt in the audience's mind about the benefit of financial planning and the importance of life insurance, that doubt was erased by Karla Ashton in her presentation, "Gifts of Love." Ashton's husband, Dave, died of a heart attack at a young age. His final gift to her, the gift of life insurance, allowed Ashton to make decisions that were helpful and healing for her and her three children. "I have wonderful memories of Dave and my family," she said. "But, had Dave not had life insurance, I am afraid the memories would have been pushed to the far recesses of my mind as the panic and need to provide for my family took over. Life insurance gave me the gift of having time to remember the good times." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miles Hilton Barber lost his eyesight more than 25 years ago, but that has not stopped him from challenging barriers and succeeding on expeditions to deserts, mountains, under water and in the sky. In "Living the Impossible Dream," he recounted many of his journeys and the obstacles he faced, and overcame, along the way. However, his message was clear when he said to the audience, "My friends, as you watch this, remember that I am not trying to impress you, but I am trying to impress on you that if a very ordinary blind man can do these things, imagine what you can do." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT top producer Van Mueller, who has 16 Top of the Table honors, closed the meeting by challenging the audience to help baby boomers from around the world prepare for their retirement. In what he terms, "The Greatest Opportunity Ever," Mueller shared how the financial services industry is strategically positioned with the right products and services to help people take control of their futures. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Throughout the meeting, entertainment, motivation and inspiration was provided by Lynn Rose, who has been called "The Voice of Transformation." Rose, who says her passion is to connect people to their hearts and help empower them, moved the audience with her uplifting messages and music.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDRT President Rogers ended the meeting with the announcement of future meetings. "MDRT is planning to host Experience meetings in Asia every year, beginning in 2010," he said. "As the financial services profession continues to grow throughout the region, it only makes sense for MDRT to establish a presence and develop strong relationships with professionals and companies in Asia. MDRT provides a foundation for success by helping financial services professionals acquire the skills they need to provide excellent service and sound financial plans to their clients."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-393771140180935209?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/393771140180935209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=393771140180935209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/393771140180935209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/393771140180935209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/million-dollar-round-table-mdrt.html' title='The Million Dollar Round Table (MDRT),'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNUMvVk3HRI/AAAAAAAAASU/c1OSM3o0h8w/s72-c/day01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-4333671593807634289</id><published>2008-09-20T07:36:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T07:36:58.173-07:00</updated><title type='text'>Asuransi Domestik Kalah Bersaing</title><content type='html'>JAKARTA,KAMIS - Perusahaan asuransi domestik selalu kalah bersaing dengan perusahaan asuransi asing karena masih minimnya modal. Hal itu disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany di Depkeu, Jakarta, Kamis (24/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuad mengatakan perusahaan asuransi harus mempunyai modal yang kuat, agar bisa tumbuh. "Selama ini perusahaan asuransi kita, modalnya pas-pasan. Jadi selalu kalah saing," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapepam-LK menetapkan modal minimal perusahaan asuransi akhir tahun 2008 sebesar Rp 40 miliar. Sedang tahun 2009 minimal sudah mencapai Rp 75 miliar. Dan tahun 2010 minimal Rp 100 miliar. "Pemerintah membuat aturan itu untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi," kata Fua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-4333671593807634289?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/4333671593807634289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=4333671593807634289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4333671593807634289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4333671593807634289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/asuransi-domestik-kalah-bersaing.html' title='Asuransi Domestik Kalah Bersaing'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-7206181920628867824</id><published>2008-09-20T07:34:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T07:34:55.243-07:00</updated><title type='text'>Perusahaan Asuransi Prudential optimistis bisa memiliki 55.000 agen se-Indonesia</title><content type='html'>YOGYAKARTA,MINGGU - Perusahaan Asuransi Prudential optimistis bisa memiliki 55.000 agen se-Indonesia hingga akhir 2008 mendatang. Saat ini mereka sudah mempunyai 53.000 agen. Agen memegang peran penting pencapaian target dari perusahaan asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Rinaldi Mudahar, Vice President Director PT Prudential Life Assurance di sela-sela acara seminar yang dihadiri agen-agen Prudential, di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), akhir pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para agenlah yang memanajemen dan mentarget diri mereka sendiri dalam bekerja. Namun, mereka juga perlu mendapat tambahan wawasan untuk memicu motivasi. "Banyak anggapan tidak tepat tentang asuransi yang menjadi tugas dan tantangan agen untuk menjelaskannya pada masyarakat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang baru melihat sisi positif agen saat mereka terkena sakit dan butuh klaim. "Saat itulah agen datang membantu, dan ikut menguruskan klaim. Ini membentuk ikatan emosional antara agen dan nasabah, dan ketika bisa membantu, itu kepuasan bagi agen," ujar Rinaldi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawari N Tandjaya, Senior Agency Manager PT Prudential Life Assurance mengatakan, pasar asuransi masih terbuka luas di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-7206181920628867824?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/7206181920628867824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=7206181920628867824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7206181920628867824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7206181920628867824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/perusahaan-asuransi-prudential.html' title='Perusahaan Asuransi Prudential optimistis bisa memiliki 55.000 agen se-Indonesia'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-8836852895656173237</id><published>2008-09-20T06:32:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T06:32:31.887-07:00</updated><title type='text'>Yakinkah Perbankan Kita Aman?</title><content type='html'>INILAH.COM, Jakarta – Krisis sektor keuangan Amerika Serikat yang bagaikan bom waktu telah meledak awal pekan ini dengan menelan korban Lehman Brothers, Merrill Lynch dan juga perusahaan asuransi terbesar dunia American International Group (AIG). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah dampak ledakan itu akan dirasakan hingga ke Indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini dampaknya baru terasa di lantai bursa, yang diwarnai dengan berjatuhannya sebagian besar saham akibat panic selling sejak kabar ambruknya para raksasa keuangan Amerika itu menyeruak di pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ambruk di bawah level psikologi 2.000 menjadi di kisaran1.700-an, level terparah sejak akhir 2006 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi aksi panic selling itu, pemerintah dan otoritas bursa segera turun tangan dengan meyakinkan pasar bahwa apa yang terjadi di Amerika itu sejauh ini belum memberikan pengaruh terhadap ekonomi Indonesia. ‘Bujukan’ itu ternyata manjur, karena setelah dua hari perdagangan indeks terperosok, pada perdagangan Rabu (17/9) indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perdagangan Rabu, IHSG akhirnya ditutup menguat 34,250 poin di level 1.769,89, indeks LQ45 naik 8,82000 poin di level 355,09 dan JII terdongkrak 5,41000 poin menjadi 269,87. Volume perdagangan tercatat 3,317 miliar lembar senilai Rp 3,669 triliun. Terdapat 143 saham menguat, 52 saham melemah dan 58 saham lainnya stagnan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi pada keesokan harinya? Benar saja, indeks kembali melempem, meski tidak terlalu dalam karena masih ditopang oleh beberapa saham tambang yang menguat setelah harga minyak mentah kembali menguat di kisaran US$ 97 per barel di New York, Rabu (17/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi saham-saham perbankan ramai-ramai terjun ke zona merah akibat sentimen negatif dari pelemahan di Wall Street yang dipicu kecemasan pasar terhadap masa depan sektor keuangan Amerika menyusul penalangan pemerintah terhadap AIG senilai US$ 85 miliar. Itu menandakan pasar masih yakin korban-korban subprime mortgage berikutnya akan menyusul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah pemerintah dan otoritas di Indonesia masih menganggap krisis di Amerika itu tak akan terjadai di Tanah Air? Padahal negara-negara Asia lainnya, seperti Jepang, Korea dan Taiwan sudah bergegas untuk mengantisipasi ancaman krisis itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai buaian seperti yang terjadi pada 1997 lalu kembali terulang. Ketika itu Presiden Soeharto meyakinkan bahwa krisis moneter yang menimpa Asia tidak akan merembet ke Indonesia. Tapi apa yang terjadi? Indonesia justru terkena dampak yang lebih parah dan paling lama bangkit dari krisis keuangan itu yang diwarnai dengan hancurnya nilai tukar rupiah hingga hampir menyentuh Rp 20.000 per dolar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi ada peringatan dari Bank Pembangunan Asia (ADB) agar lembaga perbankan di Asia untuk mengantisipasi terhadap kemungkinan terimbas oleh krisis yang dihadapi lembaga keuangan papan atas Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden ADB Haruhiko Kuroda mengatakan di Manila, Kamis (18/9), ambruknya sejumlah lembaga keuangan raksasa AS seperti Lehman Brothers, Merrill Lynch dan perusahaan asuransi terbesar dunia American International Group (AIG), berpotensi menggiring bank-bank besar di Asia ke lembah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Kuroda meminta regulator dan bank sentral di Asia berkoordinasi dalam menentukan langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas di kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meski seumpama kerugian akibat subprime itu lebih rendah dari wilayah lain, namun tak ada jaminan kejadian yang melanda sejumlah lembaga keuangan di Barat itu tidak berpengaruh terhadap lembaga-lembaga keuangan Asia,” kata Kuroda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuroda meminta seluruh bank sentral dan regulator di Asia mencermati apa yang terjadi di Amerika dan juga memikirkan langkah-langkah yang harus dilakukan seandainya krisis itu merembet ke Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita masih perlu mencermati perkembangan yang terjadi akibat imbas dari kejadian yang menimpa sektor keuangan Amerika pekan ini dan kemungkinan yang terjadi pada lembaga keuangan di Asia,” katanya dalam pidato sambutannya dalam konferensi soal krisis subprime-mortgage. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika melihat situasi terakhir yang diwarnai dengan panic selling di sejumlah lantai bursa dunia, termasuk di Asia dan Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkrutnya bank investasi Lehman Brothers dan dana talangan sebesar US$ 85 miliar dari pemerintah AS untuk mengatasi masalah keuangan yang dialami perusahaan asuransi terbesar dunia American International Group (AIG) pekan ini, tak pelak telah menghantam saham-saham perbankan di Asia serta memicu bank sentral untuk menggelontorkan dolar dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai mata uang lokal, yang ikut terimbas lesunya pasar saham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sampai kapan perbankan kita selamat dari imbas krisis keuangan di AS? Ada baiknya kita selalu bersikap waspada dan mengikuti saran dari ADB, dan jangan sampai pengalaman krisis moneter 1997 terulang karena kita selalu terbuai dengan klaim kekuatan yang ternyata tak terlalu bertenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-8836852895656173237?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/8836852895656173237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=8836852895656173237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8836852895656173237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/8836852895656173237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/yakinkah-perbankan-kita-aman.html' title='Yakinkah Perbankan Kita Aman?'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-234644109113239321</id><published>2008-09-20T06:28:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T06:29:08.836-07:00</updated><title type='text'>Ikon Asuransi Jiwa Indonesia</title><content type='html'>Ikon Asuransi Jiwa Indonesia&lt;br /&gt;Andri Irwanto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISNIS asuransi jiwa, bagi Ir Andri Irwanto MM MBA, adalah pilihan jiwa. Kok seorang insinyur berkarir di asuransi? Pertanyaan itu tak perlu dijawab dengan kata-kata. Toh, faktanya, ia kini menduduki jabatan Senior Agency Manager PT Prudential Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Bekasi, 28 Mei 1971, ini kini memiliki ‘pasukan’ berupa 500 agen yang tersebar di 15 kota di Indonesia. Karirnya di bisnis asuransi bermula dari situasi ekonomi yang berantakan akibat krisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kesempatan bagus di asuransi. Sebab, setelah kerusuhan Mei 1998, usaha asuransi menjadi sangat laku. Pada 1998 pun saya mulai masuk di ING Group,” kata Andri yang tercatat sebagai salau satu dari 55 eksekutif muda Indonesia versi Majalah Warta Ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, suami dari Fertea Koesnadi ini sempat bekerja sebagai tenaga ahli di Jaya Group. Salah satu hasil pekerjaannya adalah Plasa Senayan dan Pondok Indah Mal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andri yang merancang bagian mekanikal elektroniknya. Saat manajemen Jaya Group menawarkan pesangon, ia memilih jalan itu. Ia pun keluar sebagai manajer termuda dengan pesangon enam bulan gaji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisnis asuransi di Indonesia saat ini makin prospektif seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat akan asuransi. Sekarang makin banyak anggota masyarakat memahami arti penting asuransi,” papar Andri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi, lanjut Andri, makin penting terutama untuk mengantisipasi masa depan seseorang ketika sudah tidak bekerja lagi alias pensiun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Contohnya seorang ibu pengusaha Warteg yang mengikuti program asuransi. Ia masuk asuransi agar bisa naik haji,” ujar Andri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurutnya, kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi perlu terus ditumbuhkan. Asuransi itu seperti ban serep ketika di tengah malam ban mobil bocor. Apa jadinya jika tidak ada ban serep?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang membuatnya memilih asuransi adalah bisnis asuransi memiliki prospek yang sangat baik. Selain itu, bekerja dalam bisnis asuransi tidak mengenal kata pensiun. Salah satu agennya tetap aktif di usia 70 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir Andri dimulai pada 1994. Ia sempat menduduki posisi sebagai Sales Engineer di PT Genetek Intratama (Indonesia). Pada 1995, ia menjadi Sales Manager di PT Jaya Teknik Indonesia (Pembangunan Jaya Group). Pada 1997, ia mendirikan PT Cakra Surya Sakti (Founder). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara karirnya di bisnis asuransi diawali pada 1997 di perusahan Belanda, PT ING Insurance Indonesia, sebagai Account Manager. Pada 1998, ia menjadi Branch Manager pada di PT John Hancock Indonesia, sebuah perusahaan AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2000, ia pindah ke Allianz Life Indonesia sebagai Branch Manager. Tiga tahun kemudian, ia diangkat sebagai Director of Agency di PT AXA Life Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, ayah dari Jovian Vananda Irwanto ini menjabat sebagai Senior Agency Manager PT Prudential Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sukses di pekerjaan, Andri juga piawai di bidang keorganisasian. Ia menjadi Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa &amp; Sarjana Tridharma Indonesia 1996-2001. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andri juga pernah menjadi Ketua Umum Mahasiswa dan Sarjana Tridarma. Bahkan, kini, masih tercatat sebagai salah satu Ketua DPP Generasi Muda Budhis Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepeduliannya terhadap ketimpangan sosial dan sikap tolerannya dalam urusan antarwarga menjadikan Andri cukup dikenal di kalangan Budhis Indonesia. Bahkan, ia dan beberapa tokoh muda Budhis sempat diterima Abdurrahman Wahid (Gusdur) semasa menjadi Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Andri juga sering bertindak sebagai konsultan keuangan keluarga. Lulusan SMA Negeri 1 Bekasi ini sering pula menjadi pembicara di berbagai forum. Termasuk, tentu, memberikan motivasi bagi agen-agen asuransi baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir salah satu pebisnis muda berpengaruh versi Majalah Pilar Bisnis ini makin berkibar. Ia, bahkan, pun siap menjadi Life Insurance Icon of Indonesia. [E1/I3]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-234644109113239321?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/234644109113239321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=234644109113239321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/234644109113239321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/234644109113239321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/ikon-asuransi-jiwa-indonesia.html' title='Ikon Asuransi Jiwa Indonesia'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-4162939596090693613</id><published>2008-09-20T06:27:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T06:27:30.097-07:00</updated><title type='text'>Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terus perbaiki sisi pelayanan.</title><content type='html'>INILAH.COM, Jakarta – Terus perbaiki sisi pelayanan. Itu pesan yang pantas dialamatkan kepada pelaku industri asuransi jiwa di tengah euforia atas naiknya total pendapatan premi sampai 67% (Rp 44,4 triliun) di kuartal akhir 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan yang sangat signifikan itu dibukukan 40 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Mereka adalah satu perusahaan BUMN, 24 perusahaan asuransi jiwa swasta nasional, dan 15 perusahaan patungan (joint venture).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-40 perusahaan itu merupakan anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Saat ini, total anggota AAJI berjumlah 46 perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum AAJI Evelina Pietruschka mengatakan, dari total pendapatan premi itu, Rp 30,6 triliun di antaranya berupa pendapatan premi produksi baru (new business). Angka ini tumbuh 94%, sebuah lesatan dahsyat dibandingkan periode sama pada 2006 (Rp 15,8 triliun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total pendapatan premi kuartal terakhir 2007 melebihi total pendapatan premi periode sama pada 2006 yang hanya Rp 27,3 triliun. “Kinerja bisnis asuransi jiwa pada tahun-tahun terakhir ini memang terus meningkat,” kata Evelina di Jakarta, Rabu (26/3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan ini, menurut Evelina, tidak lepas dari membaiknya perekonomian nasional dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa. Di sisi lain, industri asuransi jiwa nasional juga terus melakukan inovasi produk dan meningkatnya kualitas jalur distribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri asuransi jiwa nasional juga membukukan pertumbuhan pendapatan dari hasil investasi (unaudited) senilai Rp 10,4 triliun. Angka ini tumbuh 75% dibandingkan 2006 (Rp 5,9 triliun). Total pendapatan industri asuransi jiwa pada 2007 mencapai Rp 58,2 triliun atau tumbuh 76% dibandingkan 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pertumbuhan total aset industri asuransi jiwa telah menyentuh titik baru, yakni Rp 101,2 triliun atau meningkat 52% dibandingkan 2006 (Rp 66,4 triliun). Sementara nilai klaim pada 2007 mencapai Rp 18,5 triliun atau naik 34% dibandingkan 2006 (Rp 13,8 triliun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri asuransi juga mengalokasikan dananya untuk investasi sepanjang 2007, yakni mencapai Rp 90,9 triliun atau naik 50% dibandingkan 2006 (Rp 60,7 triliun). Terbesar investasi di instrumen efek, yakni 45,35% (Rp 41,2 triliun), reksadana 29,21% (Rp 26,6 triliun), deposito 11,67% (Rp 10,6 triliun), dan SBI 4,6% (Rp 4,2 triliun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir 2007, jumlah agen aktif perusahaan asuransi jiwa yang tersertifikasi dan terdaftar dalam database AAJI adalah 131.637 orang yang terdiri atas sertifikasi grandfathering 65.689 agen, sertifikasi penuh 29.945 agen, dan sertifikasi sementara 36.003 agen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah agen baru yang bergabung dalam bisnis asuransi jiwa dari Januari 2007 hingga akhir 2007 berjumlah 52.217 orang atau rata-rata 4.351 orang per bulan. Pusat ujian sertifikasi (agency &amp; bancassurance) AAJI saat ini tersebar di 33 kota di seluruh Indonesia dengan jumlah pengawas ujian 233 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang penghapusan lisensi sementara secara bertahap diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan profesionalisme agen asuransi. Dengan begitu, agen dapat menjual dan melayani masyarakat dalam hal memenuhi kebutuhan penutupan asuransi jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah memang mengadopsi international best practices atas masukan dan penataan industri melalui asosiasi yang disesuaikan pasar asuransi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AAJI berharap pelaksanaan ketentuan itu bisa diperlonggar untuk menunggu kesiapan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa. Semula, regulator menginginkan lisensi keagenan sementara dihapus mulai April 2008. Tapi, karena masih dibutuhkan, keberadaaan lisensi sementara diperpanjang. [E1/I3]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-4162939596090693613?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/4162939596090693613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=4162939596090693613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4162939596090693613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4162939596090693613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/asosiasi-asuransi-jiwa-indonesia-aaji.html' title='Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terus perbaiki sisi pelayanan.'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-1597016618358826267</id><published>2008-09-20T06:09:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T06:10:03.649-07:00</updated><title type='text'>Tung Desem Waringin - Sang Pelatih Sukses</title><content type='html'>Pria tinggi ramping berkacamata itu melompat ke panggung. Begitu menyapa audiens, dalam beberapa kata berikutnya seisi ruangan mulai mabuk antusiasme. Ribuan kalimat meledak dari mulutnya, audiens berdiri, mengangkat tangan, menyentuh pundak teman sebelah, atau melompat tinggi sambil berteriak, seolah tersihir oleh instruksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Dharnoto&lt;br /&gt;Tatang Sutikno terdiam. Bisnisnya hancur, mengangakan utang. Anak ketiganya, Tung Desem Waringin, yang baru dilahirkan di Solo, 22 Desember 1967, tak mampu ia tebus dari rumah sakit. Uang sumbangan dari para saudara justru ia pakai untuk membayar utang. Selintas ia seolah ayah yang kejam. Namun, justru ia tengah memberi pelajaran pertama pada si orok. “Kita harus memegang janji. Walau tak punya uang, harus tetap bertekad membayar utang,” begitu Tung menirukan kata-kata ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur, mulai 1969 ayahnya mulai bangkit, punya toko emas. Ketika duduk di kelas 2 SD, Tung dan kedua kakaknya dipanggil sang ayah. “Kalau kita tak bisa jualan dengan baik, maka toko akan tutup, lalu kalian tak bisa sekolah, dan kita semua tidak bisa makan,” begitu pesan Tatang. Tung kecil amat sedih, membayangkan dirinya tidak makan, lalu mati.&lt;br /&gt;Sejak itulah Tung mulai tertarik pada dunia marketing. Otaknya berpikir keras, bagaimana caranya orang bisa percaya seumur hidup dan toko berjalan terus. Ayahnya selalu bilang, “Kamu tak boleh nipu!” Itulah pelajaran kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh-bangunnya usaha ayahnya membuat Tung terobsesi, suatu saat harus bisa membantu toko ayahnya meraih sukses. Juga membantu toko orang lain, agar tak terjadi hal yang sama dengannya. Itulah awal ia memberi perhatian bagaimana membantu supaya bisnis orang lain bisa jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara panco&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti juga usaha ayahnya, perjalanan sekolah Tung hingga kelas 2 SMA tidak mulus. Baru ketika kelas 3 SMA ia mulai sadar karena takut enggak lulus. Ia ingat nasihat ayahnya sejak kecil, “Kalau ingin sukses, bergaullah dengan orang sukses.” Ia pun ikut les kimia bareng para juara I sekolah lain. Akibatnya, ia paling lemah. Gurunya gemas. Tung terpacu, semua soal dari Skalu tahun 1965 - 1985, pelajaran kimia, matematika, fisika, minimal sudah empat kali ia kerjakan. Karenanya, ia hafal, dan nilai Ebtanas murninya cukup bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tung muda diterima di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, di Fakultas Ekonomi, jurusan Studi Pembangunan. Ia merasa salah jurusan, tidak happy. Lalu mendaftar ke Fakultas Hukum (FH) UNS jurusan Hukum Perdata. “Di sini saya fokus, determinasi one and only.”&lt;br /&gt;Ia bertekad jadi nomor satu. Maka, ia menempel ke mahasiswa teladan. Ia dapat tiga resep. Pertama, indeks prestasi harus di atas 3. Kedua, harus aktif di lembaga kemahasiswaan agar menonjol dan sosialisasinya bagus. Ketiga, harus aktif ikut lomba karya ilmiah. Berkat tekad membara itu, berbagai gelar juara dalam perlombaan akademis berhasil diraihnya. Tak kurang 32 piagam kejuaraan ia kumpulkan, termasuk juara tenis meja dan juara panco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatnya untuk kuliah dengan baik juga ia tunjukkan. Sebelum kuliah, ia membaca empat buku acuan, padahal yang dianjurkan cukup satu buku. Saat kuliah, ia duduk di depan dan rajin bertanya. Dengan begitu dosen mengenalinya sebagai mahasiswa aktif dan pintar. Mulai semester awal nilainya sudah bagus. Kuncinya, ia adopsi dari mahasiswa teladan tahun sebelumnya, yang menyuruhnya mempelajari soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Dari mana ia dapat? “Dari karyawan tata usaha kampus, saya sogok makan gado-gado, ha-ha-ha ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tinggal skripsi, Tung menjadi salesman emas, yang ia ambil dari toko kakaknya dan dari pengusaha emas di Jakarta. Ia berkeliling dari toko ke toko, mulai dari Tayu, Jepara, Semarang, Salatiga, Ambarawa, sampai Pekalongan. Selagi asyik dengan emas, Tung terpilih jadi mahasiswa teladan UNS. Karena ia jarang kuliah, temannya menyindir, “Wah, teladan nih. Kalau semua mahasiswa meniru kamu, kampus kosong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia Tung menjadi yang terbaik rupanya sederhana, yakni keyakinan bahwa “Suatu kejadian negatif, jika diberi arti berbeda ,maka hasilnya jadi positif.” Ia memberi contoh, ketika ayahnya gagal berjualan emas, ia terpacu untuk piawai berjualan. Betul juga, Tung malah sukses menjadi salesman emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesialis bank limbung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus kuliah, begitu banyak ia mengirim lamaran. Namun, tak satu pun yang memanggilnya. Hanya Bank Central Asia (BCA) yang tertarik memanggilnya pada Agustus 1992. Dari 200 pelamar tersaring hanya delapan orang. Semuanya lulusan luar negeri, kecuali Tung. Ia langsung menjalani training di Jakarta. Di kelas, ia menonjol karena banyak bertanya, walau tak jarang pertanyaannya terlampau awam sehingga sering ditertawai seisi kelas. Ia tak perduli. Pada ujian minggu pertama nilainya tertinggi. Teman dan pengajar mulai respek. Akhirnya, ia menjadi lulusan terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia langsung dikirim ke BCA cabang Surabaya untuk membenahi 22 cabang pembantu (capem) yang hasil audit operasionalnya terburuk se-Indonesia. “Saya dikirim sebagai Tung ‘Rambo’ Waringin, karena tanpa anak buah, tanpa jabatan, tanpa kewenangan, dan dijatah dua tahun harus selesai,” kenangnya. Dengan gerak cepat, Tung cuma butuh waktu empat bulan untuk membereskannya. “Surabaya memperoleh hasil audit terbaik di seluruh Indonesia, dari nomor 20 ’seketika’ jadi nomor satu.” Setelah itu cabang Kupang dan Malang ia bereskan. “Sampai hari ini Malang masih yang terbaik,” ungkapnya ketika ditemui awal September 2005 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Tung begitu mudah membereskan persoalan bisnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kuncinya, manusia bergerak karena cari nikmat meninggalkan sengsara. Waktu saya menggerakkan manusia, peraturan tinggallah peraturan jika tidak disertai hukuman. Aturan tanpa punishment hanyalah imbauan.” Nah, Tung dengan keras menjaga peraturan, termasuk melakukan denda jika suatu unit melakukan kesalahan. Denda ditanggung karyawan dan pimpinan unitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tung bisa sehebat itu karena ia belajar terus. Sambil menunggu penempatan, ia tinggal di Jakarta, dan minta surat izin belajar ke divisi audit, sistem, treasury, keuangan, consumer banking, umum, dan sebagainya. “Mungkin saya satu-satunya orang yang paling lengkap pengetahuannya di BCA. Saya tak perlu tahu semua, yang penting saya tahu orang yang lebih tahu.” Resep kedua, ia belajar dari cabang yang hasil auditnya terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika harus membuka cabang di Malang Utara, ia memulai semuanya dari nol, termasuk sewa ruko untuk kantor, bahkan karyawan. Di tangan Tung, kartu ATM bertumbuh cepat. Soalnya, ia mengiming-imingi nasabah dengan undian berhadiah mobil dan puluhan ponsel. Ia juga memberi uang insentif plus penyematan pin emas bertuliskan “Marketing Champion of BCA” pada karyawan yang menjaring banyak pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kepiawaiannya, pertumbuhan kartu ATM di Kota Malang terbesar se-Indonesia, yakni 204.000. Selain itu, tingkat mati mesin ATM-nya terendah se-Indonesia. Saat memimpin Cabang Utama Malang, tahun 1998, BCA diambil alih pemerintah. Di kala semua cabang kehabisan uang, cabang Malang justru kebanyakan uang. Deposito membanjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik balik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan demi keberhasilan di BCA yang diraih Tung membuat 12 perusahaan mengincarnya. Ia tak terlalu tertarik. Namun, ketika tahun 2000 ayahnya sakit dan ternyata hasil jerih payahnya hanya cukup untuk membayar perawatan sang ayah di kelas 3 RS Mount Elizabeth, Singapura, ia merasa sedih. Tung menangis. Akhirnya, ia mengajukan surat pengunduran diri dari BCA Mei 2000 dan pindah ke Lippo Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di Lippo Shop, sebagai senior vice president marketing, ia tak cocok dengan pimpinannya. Februari 2001 ia mundur. Tung nekad mengikuti seminar Anthony Robbins di Singapura, meski biayanya AS $ 10.000. Untuk membayar, tanahnya di Malang ia jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Suryani Untoro ini memulai karier barunya dengan langkah kanan. Ia berhasil menjadi salah satu murid terbaik Anthony Robbins dan terpilih sebagai Exclusive Indonesia Anthony Robbins Authorized Consultant. Ia juga menjadi murid Robert G. Allen, pakar marketing terkemuka dunia. Bahkan menjadi Exclusive Indonesia Robert T. Kiyosaki Authorized Consultant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsultan, ia pertama kali menjadi pembicara tamu acara yang diselenggarakan Columbia Elektronik dan Furnitur di Gedung Koni Jakarta. Sayangnya, sound system seminar itu seadanya dan saat ia naik pentas, AC ruangan tiba-tiba mati. Terang saja ia diteriaki sekitar 1.000 peserta dan diminta supaya turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditantangnya Columbia untuk menggelar seminar gratis di Balai Sarbini. Gayung pun bersambut. Sekitar 4.300 orang hadir dalam seminar itu. Dampaknya, omzet penjualan Columbia bulan berikutnya naik 40%, bulan depannya lagi 30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya jadi pembicara publik, ia juga melayani konsultasi pribadi. Kliennya mulai dari anak petani sampai anak mantan presiden. Berbeda dengan konsultan lain, ayah dari Tung Waldo Kamajaya (7) dan Tung Alta Kania (4) ini “menyentuh” setiap orang dengan hati. “I do everything untuk mengubah orang. Dalam terapi, kalau perlu, ia saya pukul.”&lt;br /&gt;Ia memacu orang untuk berani melakukan breakthrough, terobosan, baik personal maupun bisnis. Ia berhasil. Begitu banyak orang yang tadinya takut, menjadi berani. Dalam bisnis pun orang berani melakukan action, hingga meraih keuntungan berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma itu. Berkat “ilmu” yang diberikannya kepada orang-orang kepercayaan perusahaan, performa bisnis banyak perusahaan berhasil ia lipatgandakan. Memang, setelah hati dan pikiran disentuh Tung, orang seperti tersihir, dan tergerak untuk berubah lebih baik. Kekuatan motivasi yang dibangkitkannya mampu menyalakan keberanian seseorang untuk melawan rasa takut terhadap apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan ribu orang telah merasakan manfaatnya. Namun, ia lebih suka disebut pelatih sukses, karena, “Saya juga memberi langkah-langkah menuju sukses.” Wajar kalau di sela-sela waktunya memotivasi orang untuk sukses, ia juga dipercaya menjadi pengasuh acara “Smarth Wealth” di radio Smart FM dan kolumnis rubrik “Road to be Wealthy” di Majalah Warta Bisnis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-1597016618358826267?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/1597016618358826267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=1597016618358826267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1597016618358826267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1597016618358826267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/tung-desem-waringin-sang-pelatih-sukses.html' title='Tung Desem Waringin - Sang Pelatih Sukses'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2546452539000230364</id><published>2008-09-20T06:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T06:03:35.526-07:00</updated><title type='text'>Lehman Brother runtuh, dunia resesi</title><content type='html'>INILAH.COM, Jakarta - Inikah yang dinamakan crash? Boleh jadi. Namun perlu diingat, tak ada definisi yang jelas untuk crash. Ada yang mengatakan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) turun lebih dari 20% dalam sehari, itu baru crash. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun definisinya, harga saham di seluruh bursa benar-benar sudah terbanting meskipun hal itu terjadi secara pelan-pelan. Lihat saja indeks Kospi. Selasa (16/9), indeks yang mencerminkan naik-turunnya harga saham yang terdaftar di bursa Korea itu jatuh 6,1%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan harga saham juga terjadi di hampir seluruh pasar modal dunia. Hang Seng, misalnya, turun hingga 5,44%. Hal serupa dialami Nikkei (turun 4,95%), indeks Taipei (4,89%), Filipina (4,51%), dan Shanghai (4,47%). Dan yang pertama kali rontok adalah indeks Dow Jones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi itu jelas membawa kerugian yang tidak sedikit. Tak hanya masyarakat, dana pensiun, perbankan, perusahaan asuransi, dan perusahaan yang mengelola uang masyarakat pasti akan rugi besar jika saham yang mereka miliki dijual saat ini. Sebab, dalam sembilan bulan terakhir, dana mereka di pasar modal telah tergerus 26,73%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para analisis mengatakan, kejatuhan saham di seluruh pasar modal dunia itu merupakan efek domino dari bangkrutnya Lehman Brother Holding Inc. Seperti diketahui, Senin (15/9), bank investasi terbesar keempat di Amerika itu mengajukan perlindungan pailit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan tersebut keluar setelah Lehman tak sanggup lagi menanggung kerugian amat besar akibat krisis subprime mortgage sejak 2007. Secara pembukuan, Lehman memang layak bangkrut. Sebab, per Mei 2008, perusahaan ini memiliki utang hingga US$ 631 miliar. Sementara asset dan modalnya hanya US$ 639 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi persoalan, utang itu merupakan kewajiban Lehman kepada sekitar 20 institusi keuangan di manca negara, dan paling banyak berasal dari Asia. Karena itu, para pengamat yakin, bangkrutnya Lehman ini akan menyeret sejumlah lembaga keuangan dunia lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tutupnya Lehman, maka kerugian yang akan ditanggung lembaga-lembaga keuangan tadi diperkirakan mencapai US$ 377 miliar. Angka ini jauh di atas modal mereka yang tercatat sebesar US$ 362,4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya upaya penyelamatan Lehman tak membuahkan hasil, dan berpotensi membangkrutkan puluhan institusi keuangan, perekonomian dunia diperkirakan akan resesi. [E1]&lt;br /&gt;Tags : lehman brothers&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2546452539000230364?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2546452539000230364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2546452539000230364' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2546452539000230364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2546452539000230364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/lehman-brother-runtuh-dunia-resesi.html' title='Lehman Brother runtuh, dunia resesi'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5440864618232285111</id><published>2008-09-20T05:58:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T05:58:40.393-07:00</updated><title type='text'>Barisan Entrepreneur Mengkilap</title><content type='html'>Barisan Entrepreneur Mengkilap&lt;br /&gt;Oleh : Maulana Yudiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegigihan, kejelian melihat peluang, inovasi dan praktik bisnis yang makin modern, mengantarkan para usahawan peserta Enterprise 50 meraih sukses. Siapa saja mereka? Apa lagi yang mereka butuhkan agar bisa terus berkembang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu fragmen hidupnya, Jaya Sukamto pernah mengalami saat-saat ia harus benar-benar banting tulang. Setiap malam -- pukul 19.00-23.00 -- lelaki yang kini pemilik dan Presdir PT Berri Indosari ini mesti memeras jeruk asli Kalimantan guna memenuhi pesanan para pelanggannya. Jeruk perasan harus benar-benar fresh, karena hendak disajikan untuk pelanggan Jaya -- yang kebanyakan hotel berbintang -- sebagai minuman pelengkap sarapan. Kerja kerasnya itu kini telah berbuah PT Berri Indosari, salah satu produsen jus terkemuka di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahit getir membangun bisnis juga dialami Andianto Setiabudi. Di awal 1980-an, di usia relatif muda (23 tahun) ia mesti bermotor keliling Bandung mencari mobil-mobil bekas untuk dijual kembali. Bisnis jual-beli mobil bekasnya memang tak berkembang. Toh, dengan kejeliannya melihat peluang, nasibnya bisa berubah. Andianto putar haluan dari bisnis jual-beli mobil bekas ke jasa penyewaan mobil. Hasilnya, ia kini berani mengklaim sebagai raja penyewaan mobil dari Bandung. Setidaknya, perusahaannya, Cipaganti Rental Car, telah memiliki 9 cabang tersebar di Bandung, Bogor dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berri Indosari dan Cipaganti Rental Car hanyalah dua dari sekian banyak perusahaan skala small medium enterprise (SME) yang ada di Indonesia. Kebetulan, keduanya adalah peserta Enterprise 50 tahun 2003. Keduanya mewakili perusahaan SME yang terus berkembang seiring banyaknya permintaan pasar terhadap produk dan layanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perekonomian nasional memang masih carut-marut akibat maraknya praktik KKN, salah urus negara, atau tidak adanya kepastian hukum. Namun, di tengah situasi tak ramah buat bisnis ini, beberapa SME masih mampu menunjukkan tajinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks inilah, program Enterprise 50 -- yang diselenggarakan Accenture Indonesia dan Majalah SWA -- tahun 2003 kembali memilih beberapa perusahaan skala SME terbaik di Indonesia. Penyelenggaraan program yang bertujuan mendorong berkobarnya semangat kewirausahaan kalangan SME di Tanah Air ini telah memasuki tahun keempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari penyelenggaraan tahun lalu, kali ini panitia memberikan cukup banyak kelonggaran kepada calon peserta. Salah satunya, menghapus aturan yang mengharuskan peserta menyertakan laporan keuangan sebagai salah satu persyaratan administrasi. Konsekuensinya, penyertaan catatan keuangan perusahaan hanya menjadi nilai plus bagi peserta yang melampirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nia Sarinastiti, Manajer Senior Komunikasi Pemasaran Accenture Indonesia, langkah ini ditempuh untuk lebih menarik minat perusahaan SME berpartisipasi dalam Enterprise 50. Maklum, tahun lalu, banyak perusahaan terpaksa tak lolos seleksi awal hanya karena tak melampirkan catatan keuangan mereka. Tak heran, adanya perubahan dalam aturan program ini sedikit-banyak meningkatkan animo kalangan SME untuk berpartisipasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya, seleksi dan pemeringkatan Enterprise 50 diperoleh dari hasil penilaian -- melalui wawancara mendalam -- terhadap aspek-aspek: filosofi manajemen, inovasi berkelanjutan, manajemen SDM dan budaya organisasi, extended enterprise (kemitraan), market presence (kehadiran di pasar), pengelolaan informasi dan pengetahuan, serta transparansi. Wawancara dilakukan baik dengan jajaran manajemen maupun staf perusahaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hasil yang diperoleh lebih objektif, wawancara dilakukan oleh dua pewawancara (dari Accenture dan SWA) pada saat bersamaan. Nilai yang diperoleh setiap pewawancara dijumlahkan, ditambah dengan nilai yang diberikan kepada perusahaan yang menyertakan catatan keuangan mereka. Akumulasi nilai wawancara, plus nilai catatan keuangan menjadi hasil akhir penilaian setiap peserta. Hasil penilaian para pewawancara ini kemudian dipresentasikan di hadapan panel juri yang terdiri dari Pemimpin Redaksi SWA, Country Managing Partner Accenture Indonesia, Asisten Deputi Kelembagaan Departemen Koperasi dan UKM RI, serta perwakilan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda dari penyelenggaraan Enterprise 50 tahun 2002, yang memeringkat peserta dari urutan pertama hingga ke-50, tahun ini panitia terlebih dahulu membagi peserta dalam tiga kategori. Pertama, perusahaan skala menengah (revenue atau pendapatan di atas Rp 10 miliar). Kedua, perusahaan skala kecil (pendapatan di bawah Rp 10 miliar). Terakhir, perusahaan kategori tumbuh dan berkembang (up &amp; rising), yakni perusahaan dengan umur usaha belum mencapai empat tahun, tapi perkembangan usahanya dinilai cukup signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, posisi jawara kategori perusahaan skala menengah diraih perusahaan pengembang software dan penyedia solusi TI PT Realta Chakradarma. Perusahaan yang dipimpin Hidayat Tjokrodjojo ini mengumpulkan skor akumulatif tertinggi (399). Produsen peralatan rumah sakit asal Yogyakarta PT Mega Andalan Kalasan (MAK) bertengger di posisi kedua dengan nilai 388. Di bawah MAK, menclok Waka Gae Selaras, perusahaan pemilik jaringan hotel di Bali, dengan nilai 381.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kategori perusahaan skala kecil, perusahaan penyedia tenaga detailer/medrep asal Yogya, PT Unggul Pasopati, menempati posisi pertama dengan nilai akumulatif 377, disusul perusahaan periklanan PT Voxa Innovative Communication di tempat kedua (364), dan Vidi Group yang membidangi properti di peringkat ketiga (357). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di kategori tumbuh dan berkembang, PT Sriagung Cahya Sakti, pemilik dan pengelola jaringan restoran Izzi Pizza menjadi jawara dengan nilai 351. PT Tripilar Medis Jaya, pengelola rumah sakit Happyland Medical Center di Yogya (340) di posisi kedua. Peringkat berikutnya diraih PT Biru Dirama (317), perusahaan perajin tas fashion dan makanan olahan Pia Apple Pie/Macaroni Panggang (313) di peringkat keempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun lalu, panitia memberikan pula penghargaan khusus kepada beberapa perusahaan yang meraih nilai tertinggi di setiap kategori penilaian, meliputi: Kebersamaan Visi Terbaik, Perusahaan Paling Inovatif, Manajemen SDM dan Budaya Organisasi Terbaik, Jaringan Kerja Sama Usaha Terbaik, Cakupan Pemasaran Terbaik, Pengelolaan Perusahaan Terbaik, dan Perusahaan Paling Transparan (selengkapnya, lihat Tabel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, panel Redaksi SWA juga memilih SME yang dapat dikategorikan sebagai Entrepreneurs to Watch. Pemilihan ini berdasarkan beberapa faktor: pertumbuhan perusahaan, inovasi dan diferensiasi produk/layanan, seberapa jauh perusahaan memberikan multiplier effect bagi lingkungan bisnis, kesadaran terhadap branding, hingga prospek bisnisnya ke depan (selengkapnya, lihat Tabel.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komposisi peserta, tidak terdapat perbedaan mencolok dengan tahun lalu. Peserta Enterprise 50 tahun ini umumnya bergerak di sektor jasa (75%), sama dengan mayoritas peserta tahun lalu, dan sisanya perusahaan manufaktur (25%). Sektor jasa yang digeluti peserta beragam, meliputi jasa boga, pendidikan, keuangan, hiburan, kesanggrahaan (hospitality) dan pariwisata, periklanan dan kehumasan, hingga perawatan ban mobil. Sementara itu, bidang manufaktur meliputi pembuatan sistem dan aplikasi TI, industri peralatan rumah sakit, suplemen kesehatan, smartcard, dan sistem data, hingga fashion dan aksesori kecantikan. Sebagian peserta Enterprise 50 tahun ini adalah alumni tahun lalu, yang mencoba memperbaiki peringkat setelah merasa berhasil mendongkrak performa bisnisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bidang bisnis yang digeluti, tak sedikit peserta yang bergelut di bisnis yang lagi tumbuh, semisal Berri Indosari yang memproduksi jus segar. Karenanya, perusahaan ini merasa perlu terus mengedukasi pasar tentang pentingnya minum jus buah. Atau, ada juga Izzi Pizza yang berlaga di bisnis jaringan restoran khusus piza. Akan tetapi, tak sedikit pula peserta yang berbisnis di bidang yang sebenarnya bukan hal baru, semisal di properti, pengelolaan hotel dan layanan kesanggrahaan lainnya. Sebut saja Vidi Group di Yogya, Waka Gae Selaras di Bali, dan Tirtagangga Gitamaya di Bandung. Dalam penilaian Heru Prasetyo, Penasihat Accenture Indonesia, banyak pelaku usaha, khususnya peserta Enterprise 50, yang sebenarnya menggarap bidang bisnis berkategori sunset, tapi karena kondisi lokalnya mendukung, posisi bargaining bisnisnya naik menjadi sunrise. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga menarik diamati, dari komposisi peserta tahun ini, terdapat beberapa perusahaan yang dipimpin dan dikelola pebisnis wanita, antara lain: Kampung Daun, Pia Apple Pie/Makaroni Panggang, dan Biru Dirama. Ini menunjukkan, peran wanita dalam bisnis SME di Tanah Air juga tak boleh lagi dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Country Managing Partner Accenture Indonesia Julianto Sidharta, keragaman komposisi peserta menunjukkan banyaknya sektor usaha yang masih menarik untuk digeluti. Meski secara keseluruhan ia melihat trennya cenderung ke arah bisnis jasa. "Ini karena mereka pintar mencari niche market yang tepat dan belum diisi pemain lain, jadi tidak sekadar me-too," paparnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika dirunut, kiat sukses para peserta Enterprise 50 dalam berbisnis sebenarnya tidak jauh dari keberhasilan mereka memenuhi kriteria penilaian Enterprise 50, yaitu dalam hal filosofi manajemen, inovasi berkelanjutan, manajemen SDM dan budaya organisasi, dan sebagainya. "Intinya, benang merah dari sukses yang diraih perusahaan Enterprise 50 adalah penerapan aspek-aspek tadi secara seimbang," tutur Julianto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, perusahaan yang mampu memenuhi aspek-aspek tadi memang terlihat menonjol dibanding perusahaan lain. Soal penerapan filosofi manajemen misalnya, pencapaian PT Indocare sebagai pemasar produk sabun kesehatan, importir sabun transparan impor, serta produsen suplemen Ester-C, patut ditiru. Perusahaan ini merasa perlu merumuskan visi-misi, dalam upaya mencapai target pertumbuhan hingga tahun 2005. Untuk mencapai visinya, perusahaan menerapkan falsafah I Care sebagai pegangan. Maksudnya, apa pun langkah untuk memajukan perusahaan harus didasari kepedulian. Hal ini juga ditunjang misi perusahaan dalam menyediakan produk-produk kesehatan yang mengutamakan faktor aman, murni dan alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, Indocare juga sudah memiliki pabrik modern yang berlokasi di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta. Dari aspek manajemen, pabriknya yang didukung para profesional dan pasukan riset dan pengembangan, telah menerapkan ISO 9001-2000. Penerapan ISO 9001?2000 ini didukung penerapan konsep Balance Scorecard -- metode evaluasi perusahaan -- yang belum tentu diterapkan bahkan oleh perusahaan besar lokal sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh bagus lainnya, di sisi inovasi, Voxa Innovative Communication patut menjadi teladan. Bermodal keberanian, Voxa yang dimotori kakak-beradik Marisa dan Esterlita Hidayat, melabrak pakem periklanan konvensional dengan melahirkan inovasi berupa pemasangan iklan di ruang-ruang yang selama ini tak dilirik untuk berpromosi, semacam lift, eskalator dan di toilet. Bisa dibilang, merupakan terobosan baru di bidang periklanan di sini. Bahkan, inovasinya ini masuk dalam Museum Rekor Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek pemasaran, yang selama ini sering disebut sebagai salah satu titik lemah SME, tampaknya kini juga telah digarap kalangan SME peserta secara optimal. Meski mekanisme ?getok tular? tak sepenuhnya ditinggalkan, beberapa perusahaan SME tak lagi ragu menggelontorkan dana besar untuk berpromosi. Misalnya, untuk meningkatkan citra sebagai raja penyewaan mobil di Bandung, Andianto merasa Cipaganti Rental Car perlu memasang baliho besar di beberapa titik strategis di Kota Kembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam hal pemasaran dan promosi produk, langkah John Wiwik Setiawan patut ditiru. Selain kemampuannya memasarkan Studio Foto Malibu, John mengakui, kegiatan promosi bisa berjalan baik karena kedekatannya dengan media. Selain banyak diulas di berbagai media, Malibu aktif pula membuat dan menyebarkan brosur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah promosi kreatifnya, Malibu melakukan co-branding dengan Majalah Aneka Yess dan menggelar Pemilihan Model Foto Action. Kerja sama dengan media dilakukan pula dalam acara Foto Mesra bareng Artis, bekerja sama dengan Majalah Film, atau Foto Ceria bareng Artis Cilik berkolaborasi dengan Tabloid Fantasi. Untuk lebih membuka diri terhadap kalangan pers dan media, Malibu bahkan memiliki Divisi Public Relations sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran pentingnya upaya branding juga diperlihatkan Lal de Silva dalam mengembangkan Seven Grain. Nama Seven Grain dijadikan merek produk, karena lebih menjual dan mudah diingat ketimbang PT Antonius Padua Production yang terkesan serius dan mengandung makna religius. Tak hanya mengembangkan merek Seven Grain, tag line perusahaan yang berbunyi Let us make your celebration even more memorable pun diusung, untuk menegaskan kedekatan Seven Grain dengan aktivitas dan peristiwa-peristiwa berkesan kepunyaan pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lal juga menyadari pentingnya kualitas sebagai kunci sukses bisnis. Nurliah, Manajer Produksi Seven Grain, ketiban tugas melakukan kontrol kualitas yang ketat terhadap produk kue perusahaan ini. Boleh dikata, saat ini, prosedur standar pembuatan kue telah dibuat secara tertulis, sehingga menjamin produk kue yang dihasilkan Seven Grain memiliki rasa, bentuk dan kualitas yang sama meskipun dibuat oleh chef yang berbeda-beda. Menariknya lagi, agar produk Seven Grain bisa sampai ke pelanggan lebih cepat, proses pembuatan kue dipersingkat dengan melakukan penyetokan. Jika di awal bisnisnya, beberapa orang pelanggan harus menunggu 2-3 jam sampai pesanannya selesai, sekarang cukup hanya 10-15 menit kue pesanan pelanggan sudah bisa disiapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, seiring membludaknya permintaan, Seven Grain akan segera membuka cabang di beberapa kawasan strategis, semisal Pondok Indah, Kelapa Gading dan Pluit. "Semakin banyak cabang, berarti semakin dekat kami dengan pelanggan," tutur Nurliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, meski telah memiliki jurus-jurus pemasaran dan pengelolaan perusahaan lumayan bagus, pemahaman para peserta SME terhadap perkembangan teknologi informasi (TI) masih relatif minim. Di luar perusahaan yang berkecimpung di bisnis TI (PT Realta Chakradarma, PT Netdesign Komunika, dan PT Intisar Primula), penerapan TI di perusahaan peserta Enterprise 50 belum begitu memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antaranya memang sudah memanfaatkan e-mail dan memiliki situs. Namun, situs ini pun kebanyakan tak pernah diperbarui, apalagi digunakan untuk aktivitas e-commerce. Sebagian mereka bahkan merasa cukup puas berkomunikasi via telepon atau faksimile. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, ada salah satu peserta yang merupakan perusahaan non-TI yang sudah memanfaatkan TI dalam pengelolaan operasional perkantoran, yakni PT Gisano Sukses Mandiri yang merancang sendiri aplikasi laporan keuangannya, berbasis sistem aplikasi SAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Gisano, Izzi Pizza juga telah merancang aplikasi TI praktis guna memudahkan konsumen dalam proses pemesanan antaran. Layanan hotline yang dimilikinya memungkinkan pesanan dari pelanggan diarahkan ke lokasi cabang terdekat. Alhasil, pesanan bisa diantarkan lebih cepat. Enaknya lagi, pelanggan tak perlu membayar tunai, karena kartu kredit pun bisa digunakan sebagai alat transaksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kelemahan tadi, faktor lain yang mendukung kesuksesan para peserta, seperti keuletan, kegigihan, ketekunan dan semangat pantang menyerah, nampaknya telah built-in dalam keseharian mereka. Kegigihan Jaya memeras jeruk hanya untuk memastikan produknya sampai ke tangan pelanggan dalam keadaan segar, bisa menjadi contoh nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas? Mari ke Yogya. Di sana, ada Keun Wong Jan alias Abdul Natsir yang punya mimpi mendirikan rumah sakit dengan konsep baru. Sebutan gendeng yang ditujukan padanya karena berniat mendirikan rumah sakit, tak membuatnya mundur. Bahkan mundurnya beberapa mitra yang sebelumnya berencana ikut mendanai, tak menyurutkan langkahnya. Toh, pada akhirnya, dengan kerja kerasnya, Natsir mampu mewujudkan impiannya. Dana besar yang dia perlukan untuk membangun rumah sakit itu sebagian dari kantong sendiri, dan sebagian lagi diperoleh dari pinjaman bank. Jika semua berjalan lancar, Happyland Medical Centre -- rumah sakit yang memadukan layanan kedokteran modern dengan konsep pengobatan alternatif -- mulai beroperasi penuh awal 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, tidak semua peserta Enterprise 50 melihat bisnis melulu sebagai sesuatu yang serius. Sebagian mereka menganggap bisnis sebagai kesenangan. Contohnya, Ruth Tamzil de Fernandez, yang memulai bisnis dari impiannya menjadikan area piknik di lingkungan rumahnya di Villa Triniti, Cihideung, Bandung sebagai kafe untuk kongko-kongko dengan kerabat dan kolega dekatnya. Kafenya sekarang dikenal dengan nama Kampung Daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, kafe sederhana yang dikelolanya sejak tahun 1999 itu, kini menjelma menjadi tempat makan paling populer di Bandung. Sedikitnya 300 tamu datang ke Kampung Daun setiap harinya. Jumlah ini bisa meningkat tiga kali di akhir pekan. Toh, di mata Ruth, apa yang dikerjakannya demi mengembangkan Kampung Daun, bukanlah bisnis. "Itu lebih sebagai kesenangan buat saya," katanya. Tak heran, sejak awal pendirian Kampung Daun, ia mengerjakan segala sesuatunya sendirian. Itu pula mengapa bisnis yang ia kelola lebih banyak bersandarkan asas kekeluargaan. Kendati begitu, secara bertahap ia mulai merekrut beberapa tenaga profesional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tyas Utomo Soekarsono, pengamat SME dari Lembaga Pengembangan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia, menilai sukses usahawan SME di tengah kondisi perekonomian yang amburadul disebabkan beberapa hal. Yang pertama, SME biasanya beroperasi dalam bisnis yang berbasis konsumen (consumer based), seperti konveksi, makanan, agrobisnis, konsultan, ritel, kerajinan tangan, dan sebagainya. "Mereka memiliki produk dan layanan yang selalu dibutuhkan dan dikonsumsi masyarakat, tak peduli perekonomian nasional dalam kondisi baik atau buruk," tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia ini melihat banyak pengusaha kecil-menengah yang berbisnis tanpa mengandalkan koneksi atau fasilitas. "Jaringan yang mereka bangun betul-betul jaringan bisnis," ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tyas, mereka umumnya juga enggan berurusan dengan tetek bengek administrasi dan aktivitas lobi bisnis, karena dianggap merepotkan. "Kalau kata mereka, ?kita mah dagang saja, tidak pakai lobi segala?" ia bertutur, menirukan komentar para pengusaha SME. Namun dalam pandangan Tyas, ketimbang beberapa faktor di atas, faktor keuletan dalam berbisnislah yang sebenarnya menjadi penentu keberhasilan mereka berusaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahja B. Soenario, Direktur PT Gizita Pangan Sejahtera (Gizitas), salah satu alumni Enterprise 50 tahun lalu, menilai manfaat yang diperoleh saat bergabung dengan Enterprise 50 adalah banyaknya pengetahuan baru dalam cara pengelolaan perusahaan. Salah satunya, pentingnya fungsi manajemen modern dalam pengelolaan perusahaan, dan pentingnya mengoptimalkan cara-cara pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia menilai program ini masih ada kurangnya, yakni tindak lanjut agar para peserta dapat menjalin aliansi dan sinergi dengan alumni dan perusahaan lain. Selain itu, Jahja juga tak melihat adanya keseriusan pemerintah dalam mendukung SME. "Janji-janji pemerintah utamanya dalam pemberdayaan SME cuma sebatas slogan, realisasinya tak pernah ada," ia menandaskan. "Kalau mau, pemerintah dapat memberi insentif dalam bentuk kemudahaan izin usaha, atau keringanan pajak," tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Jahja, Tyas juga menyarankan agar pemerintah mengubah cara pandang mengenai SME. "Pemerintah harus melihat pengusaha sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar cash cow," katanya. Artinya, pengusaha SME harus betul-betul dibina dan dibesarkan, karena nantinya merekalah yang membayar pajak pendapatan daerah atau negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, Choirul Djamhari, Asisten Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi &amp; SME, mengatakan sebenarnya pemerintah telah mengatur berbagai hal mengenai SME dalam UU No. 9/1995, sedangkan Usaha Menengah diatur dalam Inpres No. 10/1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, dijelaskan Choirul, sebenarnya memiliki beberapa strategi untuk terus mendukung keberadaan sektor SME. Pertama, mempermudah terciptanya iklim usaha, di antaranya dengan menyederhanakan prosedur dan perangkat per-UU-an yang mengatur SME. Termasuk, meniadakan peraturan yang tumpang tindih di tingkat pusat dan daerah. Kedua, meningkatkan akses terhadap sumber daya -- dari akses teknologi informasi, sumber daya modal, hingga sumber daya manusia. Ketiga, mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan baru melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan pemagangan. "Ketiga strategi ini diwujudkan dalam kerangka otonomi daerah, agar tercipta kemandirian SME, sehingga mengurangi ketergantungan pada pemerintah," ia memaparkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, Choirul menyambut positif pelaksanaan Enterprise 50. "Para usahawan yang sering ikut kompetisi akan mampu dan terbiasa untuk terus tumbuh dan berkembang, karena mendapatkan paramater-parameter baru," ia menegaskan. Parameter ini, lanjutnya, menjadikan para usahawan senantiasa waspada terhadap perkembangan bisnis yang ada. Mereka pun dapat saling belajar dan melakukan dengan usaha lain yang lebih bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, para pengusaha SME sendiri juga bukan tanpa kelemahan. Salah satunya, soal transparansi pengelolaan perusahaan. Mengenai banyaknya SME yang belum transparan ditanggapi Choirul sebagai kondisi yang wajar, dan merupakan ciri umum SME "Tingkat formalitas mereka memang relatif rendah," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal transparansi juga menjadi perhatian Julianto Sidharta. Menurutnya, kesempatan mendapatkan pendanaan dari bank, salah satunya diperoleh jika laporan keuangan yang transparan tersedia. Transparansi dalam hemat Julianto tak sebatas keuangan saja, tapi juga soal manajemen. "Saya kira semua orang setuju, transparansi penting bagi bisnis yang tengah berkembang,? ia berujar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reportase: Dedi Humaedi, Herning Banirestu, Farida Nawang Nurini, Tantri Ryanthi. Riset: Vika Octavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URL : http://202.59.162.82/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&amp;id=170 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Print | Tutup Window&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5440864618232285111?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5440864618232285111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5440864618232285111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5440864618232285111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5440864618232285111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/barisan-entrepreneur-mengkilap.html' title='Barisan Entrepreneur Mengkilap'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2777619194586971534</id><published>2008-09-20T05:54:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T05:54:46.624-07:00</updated><title type='text'>Gaya Stanislav Membangun Bisnis di Indonesia</title><content type='html'>Gaya Stanislav Membangun Bisnis di Indonesia&lt;br /&gt;Senin, 28 Juli 2008&lt;br /&gt;Oleh : Herning Banirestu dan Henni T. Soelaeman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang masih terbilang muda, Stanislav memiliki jaringan bisnis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Apa saja bisnis yang diterjuni anak diplomat itu di sini? Apa pula strateginya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opus Supremus, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki jaringan di 42 negara, siap mengajukan koruptor-koruptor yang lolos dari jerat hukum Indonesia ke Mahkamah Internasional. LSM yang berkantor di Jakarta itu telah mencatat sejumlah nama koruptor dan sedang menyiapkan dokumen untuk mendukung pengajuan kasusnya ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gKami tengah mengumpulkan data yang berkaitan dengan kasus-kasus korupsi di Indonesia. Kami tidak ingin setengah-setengah, makanya harus disiapkan betul-betul, sebelum kami ajukan ke Mahkamah Internasional. Sebab, tanpa didukung bukti yang lengkap dan akurat, sia-sia saja,” kata Ketua Opus Supremus Stanislav Ivanov Velinov.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sepenggal pemberitaan Opus Supremus yang dimuat sebuah harian nasional di tahun 2002. Opus Supremus memang sebuah yayasan yang mendedikasikan diri dalam pemberantasan korupsi, money laundering, dan terorisme. Lalu apa kaitan Opus Supremus dengan Opus Indonesia yang menerjuni berbagai ranah bisnis di sini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Indonesia, Opus masuk melalui yayasan dulu. Dengan tujuan membantu masyarakat Indonesia membenahi banyak penyelewengan yang tidak baik,” ungkap Stanislav. Ia mengaku pihaknya memang prihatin dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. Karena itu, ia dengan sukarela memberi masukan kepada pemerintah. “Kami sempat dimusuhi selama tiga-empat tahun, bahkan muncul isu negatif, nama kami dinodai oleh kelompok-kelompok tertentu,” tuturnya mengenang. Namun, dengan hasil yang yang diperoleh sekarang, ia mengaku puas, mengingat uang untuk sosialisasi program tersebut dirogohnya dari kantong sendiri. “Sekarang sudah ada KPK, saya bahagia. Kini waktunya saya masuk ke bisnis,” tutur anak mantan Dubes Filipina ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Stanley – demikian ia akrab disapa – tak seperti kebanyakan entitas bisnis, pihaknya justru masuk melalui pintu yayasan sebelum mengibarkan bendera perusahaan. “Kami masuk ke Indonesia melalui CSR dulu, kebalikan dengan perusahaan lain yang masuk bisnisnya dulu baru CSR-nya dijalankan,” kata penggemar travelling ke tempat-tempat baru ini bangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali langkah lewat yayasan yang didirikannya pada 9 September 2001, Stanley kemudian membangun perusahaan pengelola keuangan di bawah Opus Supremus Group yang berbasis di Eropa. Permodalannya sendiri berasal dari penggalangan dana yang sebagian besar dari investor Eropa Timur. Diakui Stanley, di Indonesia, dana tersebut kemudian digunakan untuk membiayai bisnis telekomunikasi, minyak dan gas, serta bisnis penerbangan. “Saya tidak mau setengah-setengah dalam mengembangkan bisnis di sini,” Stanley berujar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat pilar bisnis yang digarap Opus: migas, telekomunikasi, keuangan, dan penerbangan. Stanley menjelaskan, melalui Opus Finance, pihaknya mengumpulkan dana dari para investor luar negeri. “Bukan investor dalam negeri, kebanyakan investor dari Timur Tengah,” katanya seraya menambahkan bahwa Opus Finance adalah private equity. “Tapi kami lebih banyak trust fund.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stanley menuturkan, setiap negara yang dimasuki membatasi jumlah investor yang dikelola hanya sekitar 20 investor. “Saya tidak bisa buka siapa saja investornya, bicara teoretis, nilai minimum investasi US$ 1 juta,” lajang yang doyan kerja ini menjelaskan. Menurutnya, nilai investasi lebih variatif, termasuk keputusan investasinya. Sebab, investor sangat menyerahkan investasi pada keputusan dan kewenangan Opus. “Yield-nya sampai 13%, jadi cukup tinggi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisnis migas, masih dalam proses akuisisi lahan-lahan tambang, tapi sudah ada wilayah yang dinegosiasi. “Isu adat dan aturan setempat yang membuat kami belum selesai akuisisinya,” kata Stanley. Yang pasti, untuk tahap awal pengembangan bisnis migas ini pihaknya telah mengalokasikan investasi sebesar US$ 10-12 juta. Menurutnya, kebanyakan lahan yang akan diakuisisi berlokasi di Pulau Sumatera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk bisnis telekomunikasi, pihaknya sudah dalam tahap peluncuran. Targetnya, sebelum Agustus tahun ini bisa diluncurkan GSM di bawah Opus Telco. “Namanya kami belum tentukan. Kami mengambil niche market yang belum digarap pemain yang sudah ada. Tapi kami belum mau sebutkan niche mana yang akan digarap itu. Yang jelas, kami optimistis di bisnis telko ini,” Stanley mengaskan. Ia lalu menyebut investasi yang disiapkan di tahap pertama US$ 10-12 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Opus Airlines yang menyasar segmen premium, dikatakan Indar Atmoko – yang didaulat sebagai komandannya – menargetkan terbang 6 bulan ke depan atau akhir tahun ini. “Di tengah orang euforia dengan low cost carrier, kami masuk di premium yang belum tergarap maksimal, bahkan oleh Garuda Indonesia sekalipun,” ujar Indar. Ia menilai memang ada beberapa pemain yang masuk di segmen premium. Toh, masih ada celah yang belum tergarap dengan baik, semisal bagaimana layanan penumpang pre and post flight. “Contohnya Limo service, pre-check-in service, layanan bagasi, dan sebagainya,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, Opus Air sudah siap dengan 6 pesawat Airbus 320 secara inisial, dengan low density configuration. “Pertumbuhannya sangat konservatif, sampai dua tahun pertama hanya 10 pesawat,” kata Indar. Rencananya rute yang dilayani tidak banyak, tetapi fokus untuk rute kota besar dan kota bisnis. “Kami melakukan code sharing dengan jaringan internasional, yaitu Asiana yang di dalamnya ada Korea Airlines dan Etihad,” ujarnya. Yang dilakukan airlines-nya adalah membawa layanan carter pesawat ke reguler. “Harganya lebih rendah dibanding pesawat carter,” tutur Indar. Di bisnis ini dana yang disiapkan berkisar US$ 10-20 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis yang dimasuki Opus Group di Indonesia adalah bisnis dengan nilai investasi tinggi. Stanley menggarisbawahi bahwa bisnisnya sangat didukung dana yang besar. “Kalau orang lain buat bisnis dulu, lalu cari fund-nya, kami banyak fund-nya baru dicari bisnis yang bagus,” kata Stanley. Apa rencana ke depan? “Kami ingin Opus Group listing di pasar modal, kami akan listing di Hong Kong karena mother company-nya di sana untuk Asia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Moskow April 1974 ini memiliki latar belakang karier di dunia perbankan. Bahkan, Stanley menyebutkan, sudah empat generasi keluarganya berkiprah di bidang perbankan. “Hanya ayah saya yang memutuskan menjadi diplomat,” ujarnya. Sang ayah, Ivan Velinov, pernah bertugas cukup lama di Indonesia. Stanley sendiri mulai bekerja di bank pada usia 17 tahun. “Saya meneruskan kuliah sambil bekerja,” ujar Stanley yang menyelesaikan SMA-nya dua tahun lebih cepat dari waktu umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sebenarnya ketika itu ada hukum ketenagakerjaan yang cukup ketat di Eropa yang melarang orang seusianya bekerja. Namun ia mendapat sponsor dari First East International Bank (FEIB) di Bulgaria, tempat ia bekerja. Sempat keluar dari FEIB untuk mengikuti wajib militer selama dua tahun. Setelah itu ia kembali bekerja di FEIB. Tak heran, Stanley masuk jajaran Bankers Almanac Executive di usia 21 tahun sebagai bankir paling muda. Ia mengaku bekerja dan belajar sangat keras. Bahkan di hari libur pun ia bekerja. “Saya tidur rata-rata hanya satu setengah jam tiap hari waktu itu,” ceritanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 22-23 tahun Stanley dipercaya menjadi Direktur Koresponden di First Russian Bank, bagian dari FEIB. Saat itu pula ia mulai bersentuhan dengan bisnis di Indonesia. Dengan seizin atasannya, ia sempat mendirikan perusahaan sendiri. Lewat Finexbul, ia mulai terjun menjadi pengusaha yang bergerak sebagai pemasok batu bara ke berbagai negara Eropa Timur. Salah satu pemasok terbesar yang memasoknya adalah PT Bukit Asam (BA). Ketika itu pihaknya sempat membeli batu bara ke BA dan menyuplai cukup besar ke sebuah negara di Eropa Timur sampai 40 ribu metrik ton dengan harga sekitar US$ 45 per ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana modalnya? Kebetulan bank tempat ia bekerja mendukung dengan memberi pinjaman. “Semua ini tidak mungkin terjadi kalau saya tidak ada dorongan dari bank saya,” ucapnya. Menurut Stanley, hubungan dengan BA bisa terjalin karena ia memiliki jaringan cukup baik di Indonesia. “Saya punya keterikatan dengan Indonesia, karena ayah saya cukup lama di sini sebagai diplomat. Ada jaringan yang saya kenal di sini,” tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski disibukkan dengan Finexbul, kariernya sebagai bankir justru makin mencorong. Stanley kemudian merentas karier di Ellite Bank, bagian dari Chase Group. Namun tahun 1997 di Eropa Timur ada aturan yang melarang dua saudara berada di posisi eksekutif bank, meski di dua bank berbeda. “Kebetulan kakak saya juga bekerja di bank,” kata bungsu dari dua bersaudara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Stanley mengalah, ia keluar, lalu mengembangkan perusahaan keuangan Fin Express. Fokus utama perusahaan ini adalah privatisasi, merger dan akuisisi. “Ketika itu Rusia sedang giat privatisasi,” katanya. Ketika itu pula, setiap warga negara yang berusia di atas 18 tahun berhak mendapat vocer senilai US$ 500. Vocer itu untuk ditukarkan dengan saham perusahaan negara. Dengan vocer itu tentu saja saham yang didapat hanya nol koma sekian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat Fin Express, Stanley membantu orang-orang yang memiliki vocer tersebut untuk dikumpulkan, sehingga share saham yang diperoleh jadi besar dan nilainya juga lain. Proses tersebut dilakukannya selama tiga-empat tahun. Jiwa muda Stanley kemudian menggelitiknya untuk terbang ke Asia. Lalu ia jual Fin Express. Tahun 1999, Hong Kong menjadi kota tujuan bisnisnya. Di Hong Kong, ia diminta untuk memperbaiki perusahaan properti, Tat On Investment Ltd. – yang nyaris bangkrut karena kondisi bisnis properti kala itu kolaps dihajar krisis moneter yang melanda Asia. “Saya minta diberi saham jika berhasil memperbaiki kinerja perusahaan itu,” kata Stanley yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ia menjalankannya dengan nothing to lose. Yang dilakukannya, ia memindahkan fokus bisnis Tat On dari properti ke bisnis keuangan. “Saya tidak mengerti properti, untuk mengharapkan pemulihan dalam waktu cepat tidak mungkin,” Stanley memberi alasan. Ia juga merestrukturisasi utang. “Empat bulan kemudian perusahaan berhasil ambil napas. Dan 9 bulan kemudian kondisinya membaik,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokusnya ketika itu, lanjut Stanley, adalah merger, akuisisi, dan restrukturisasi utang. Saat itu Tat On juga berminat masuk ke Indonesia untuk melakukan merger dan akuisisi. “Tapi, saya merasa kesulitan dengan prosedur di BPPN,” katanya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil alih sendiri utang perusahaan-perusahaan yang dalam masalah keuangan. “Kebanyakan perusahaan itu sudah tutup, sekitar 20 perusahaan,” ujarnya tanpa mau menyebut nama-nama perusahaan yang berhasil diambil alih. Namun ditegaskannya, perusahaan-perusahaan itu bukan grup besar. Tak lama berselang, Stanley keluar dari Tat On, menjual saham yang ia miliki kepada rekanannya. Ia pun pindah ke Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan Stanley, sebenarnya Opus Group sudah lama berdiri. Perusahaan itu didirikan oleh kakek buyutnya di Bulgaria. Namun Perang Dunia menyebabkan banyak perusahaan diambil alih Nazi. Akhirnya, seluruh aset Opus dipindahkan ke Swiss, agar suatu hari nanti bisa dihidupkan lagi. “Tapi kami bukan Yahudi,” ujarnya. Makanya keluarganya memaksa Stanley dan kakaknya belajar perbankan dan keuangan secepat mungkin supaya mereka bisa mengambil kembali Opus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga-empat tahun urusan pengambilalihan kembali aset Opus berhasil dilakukan keluarga Stanley. “Saya berterima kasih pada Pemerintah Swiss, karena kami bisa mendapatkan hak kami,” ucap pria yang fasih berbahasa Indonesia ini. Opus Group kemudian dikembangkan lagi. Menjadi perusahaan finansial terutama mengelola nasabah di Eropa Timur. Selanjutnya, perusahaan dipindahkan dari Swiss ke negara tetangganya, Leichtensten. “Karena banyak fleksibilitas,” kata Stanley memberi alasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Safie Wahab, Komisaris Germanischer Llyod, mengaku mengenal sosok Stanislav sejak empat-lima tahun lalu. “Secara bisnis, saya tidak paham secara detail bagaimana Opus Supremus. Tapi saya kenal secara pribadi Stanislav. Dia itu pekerja keras dan sangat fokus pada bisnisnya. Saya lihat dia terlalu banyak bekerja. Stanislav orangnya baik dan bisa dipercaya. Juga, apa yang dikerjakan sesuai dengan aturan yang ada,” ungkap Safie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata ahli perkapalan ini, Stanislav paling menyukai tantangan. “Apalagi dia masuk ke bisnis-bisnis Indonesia yang sedang maju. Saya melihat Opus akan maju, kalau dilihat dari cara Stanislav bekerja dan pilihan bisnisnya yang tepat,” kata Safie, yang mengaku tidak ikut investasi di Opus, karena Opus lebih banyak menarik investor kelas tinggi dan banyak dari luar negeri. Yang pasti, menurutnya, minat Stanislav membangun bisnis di sini sangat dia dukung. “Namun tenaga kerja dan ekspertisnya harus dari Indonesia,” tambahnya mengingatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safie menilai Stanislav berhasil membangun bisnis di sini, karena ayahnya diplomat dan pernah tinggal di Indonesia sehingga paham kultur Indonesia. “Itu meminimalisasi bentrokan jika membangun bisnis di daerah. Dengan paham kultur di sini, ia juga terhindar dari bentrokan dengan karyawannya. Makanya, orang-orang yang bekerja dengannya pada umumnya puas karena ia pintar memotivasi karyawan. Dia mengajarkan bagaimana cara bekerja dengan baik, bukan dengan janji-janji, tapi dengan menepati waktu,” papar Safie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URL : http://202.59.162.82/swamajalah/artikellain/details.php?cid=1&amp;id=7811&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2777619194586971534?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2777619194586971534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2777619194586971534' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2777619194586971534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2777619194586971534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/gaya-stanislav-membangun-bisnis-di.html' title='Gaya Stanislav Membangun Bisnis di Indonesia'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5813940850584052349</id><published>2008-09-20T05:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T05:22:09.663-07:00</updated><title type='text'>WANITA-WANITA TANGGUH DI INDUSTRI ASURANSI JIWA</title><content type='html'>Jakarta, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari era zaman batu hingga kini, peran perempuan tak terbantahkan. Melahirkan, melayani, mengurus rumah dan mendidik anak dianggap sebagai kodrat perempuan, bukan sebagai kompetensi yang harus dihargai. Sejarah mencatat betapa mereka tak mudah untuk dapat berdiri sejajar dengan lawan jenisnya dalam segala sektor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah sejarah kelam yang penuh luka, air mata dan darah, karena dulu wanita hanya dianggap sebagai mayoritas bisu. Mereka ada tapi tiada. Jatuh bangunnya dalam memperjuangkan apa yang mereka lakukan dan yakini, sesungguhnya menggambarkan ketangguhan kaum Hawa dalam menghadapi problema kehidupan. Kadang kita juga bisa melihat beberapa kiasan untuk menggambarkan betapa hebatnya perempuan, ciptaan unik Tuhan yang menggabungkan dua sifat kontras, yakni kelembutan dan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah beberapa abad kemudian perubahan besar terjadi. Di berbagai belahan dunia manapun, wanita telah menjadi bagian hampir di semua sektor. Politik, sciense dan bisnis dijajaki oleh wanita-wanita tangguh, sesuatu yang sebelumnya merupakan hal yang sangat jarang ditemui. Saat ini, dunia mencatat peranan wanita yang semakin besar dalam aktivitas bisnis, yang kemudian diperkirakan merupakan sepertiga jumlah entrepreneur di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menandai Hari Kartini tahun ini, JS Magazine mencoba menampilkan sosok wanita-wanita tangguh di industri bisnis asuransi jiwa Indonesia, karena industri asuransi mencatat sales force-nya 65% wanita. Jadi, tema ini sangat menarik untuk diangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut tangguh karena beban yang mereka emban tidak main-main, prestasi yang telah mereka raih pun jumlahnya dapat dihitung dengan jari, serta kekuatan mental dalam menghadapi permasalahan, patut digugu dan ditiru. Kita sebut saja misalnya, Ida Kuraeny, yang dikenal sebagai Ratu Asuransi Indonesia. Tidak puas menjadi agen dan member MDRT (klub peraih komisi dengan standar internasional), kini ia membuka biro konsultan penjualan, yang mana jasanya bukan digunakan oleh perusahaan asuransi saja namun merambat ke bisnis penjualan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ia, industri asuransi jiwa juga mengenal Eveline F. Pietruschka, seorang wanita anggun yang bukan hanya memimpin sebuah perusahaan asuransi jiwa namun juga memimpin AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), organisasi gabungan perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa. Juga Liza Linda, Presiden Direktur Re Life, mantan pengacara yang meraih ’freedom of act’-nya justru ketika ia beralih profesi menjadi agen asuransi jiwa. Di Jiwasraya sendiri ada Inoh Rosdiana, Bandung Regional Manager, yang mampu membawa Bandung Regional Office mencetak prestasi teratas selama kepemimpinannya 2 tahun terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil dan prestasi mereka dikagumi, bahkan menjadi sumber inspirasi. Nah, apakah pendapat mereka sendiri tentang kaumnya, tentang hari Kartini, brand image agen asuransi wanita dan rahasia sukses mereka?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kartini, Impian dan Kekuatan Wanita&lt;br /&gt;Dua abad yang lalu, acapkali Kartini menangis dan tertekan melihat dan merasakan sendiri penderitaan kaumnya akibat perlakuan kaum pria. Ia tak tahan, bekal pendidikan yang di’cicip’nya sedikit membuat ia curhat pada suami istri Abendanon dan beberapa teman Eropanya, betapa ia ingin agar kaumnya menjadi kaum terdidik hingga tak mudah ditindas. Itulah impian Kartini. Melalui buku ”Habis Gelap Terbitlah Terang”, Kartini dianggap sebagai reformator pencerahan bagi kaum wanita Indonesia. Terlepas dari kontroversinya, toh akhirnya Indonesia menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini, hari kebangkitan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Eveline F. Pietruschka, saat ini pemahaman Hari Kartini bukan sekedar kontes mirip Kartini, namun wanita harus lebih memahami dirinya sendiri dan mempunyai banyak cara untuk mengembangkan talentanya. ”Saat ini, pendidikan dasar bagi wanita sudah merupakan hal yang umum. Tetapi, bagi yang ingin lebih maju, mereka rela menyediakan lebih banyak waktu, ekstra finansial, mendapat empowerment lebih besar untuk mengembangkan talenta dan meraih maximum achievement. Itu semua dapat dicapai dengan adanya impian dalam hidupnya untuk memotivasi diri mereka sendiri,” ujarnya saat wawancara di ruang kerjanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan Ida Kuraeny, pemilik sebuah perusahaan di mana semua pemegang sahamnya adalah wanita ini, telah menempatkan dirinya pada posisi yang tepat, yaitu sejajar dengan pria. Sejajar dalam artian bahwa wanita telah mendapat kesempatan yang sama untuk maju. ”Bagi saya, peran Kartini sangat besar sebagai reformator pencerahan kaumnya. Karena, saat ini semakin banyak perempuan yang ingin menunjukkan eksistensi diri dengan bekerja, berprestasi dan melakukan hal-hal bermanfaat bagi orang lain,” terangnya. ”Saya tidak suka membuang waktu dengan melakukan hal yang tidak berguna, karena semua tindakan harus memiliki tujuan, termasuk rekreasi dengan keluarga. Intinya, perempuan harus sadar, mampu memberikan nilai/value dalam kehidupan ini,” tambahnya dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan wanita menurut Liza Linda, Presdir Re Life, bukan hanya ada pada wanita karir saja, tapi juga ada yang lebih memilih profesi sebagai ibu rumah tangga. ”Memang banyak yang menganggap remeh profesi ini, tapi perhatikan siapa yang bisa hamil, melahirkan, melayani suami, mendidik anak dan bekerja mencari uang pada saat yang sama kalau bukan wanita? Jangan salah lho, hanya wanita yang bisa melakukan tiga jenis pekerjaan berbeda pada waktu yang sama,” papar Sarjana Hukum UNPAD ini. ”Saya menganggap karakter wanita tangguh pun ada pada wanita pemulung sampah yang tetap bekerja, sedangkan di rumah pun ia masih harus menjaga, mendidik anak dan melayani suami. Wanita memang hebat,” imbuhnya. Sebagai bentuk perhatiannya pada masyarakat kurang mampu, ReLife membuat sebuah produk yang disebut Mikro Asuransi, yaitu produk dengan premi paling rendah Rp.5000/ bulan dengan benefit Rp. 3 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Inoh Rosdiana menganggap sudah saatnya Hari Kartini dijadikan sebagai momen agar Pemerintah lebih dapat menghargai wanita dan menempatkan mereka dalam posisi eksekutor maupun regulator sesuai kompetensinya. ”Pemerintah coba lihat dong, wanita juga punya kompetensi yang sama dengan pria dalam memimpin sebuah organisasi/institusi. Beri wanita kesempatan untuk lebih produktif dalam pengembangan daerah masing-masing. Kelebihan wanita adalah kekuatannya, yaitu luwes dalam banyak hal, punya daya tahan yang tinggi dalam menghadapi masalah/stress, komunikatif, ulet, menarik, intuitif dan lebih dewasa secara emosional,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Inoh menambahkan bahwa tak hanya di level eksekutif,  khusus di level operasional justru peluangnya lebih besar, karena dengan sifatnya yang unik tersebut sangat tepat di ekspresikan pada saat me-lobby atau pendekatan kepada calon-calon customernya. Inoh juga berpesan kepada Kartini – kartini di Jiwasraya untuk  selalu bangkitkan semangat dan junjung tinggi derajat kaum wanita, dengan menunjukkan seluruh prestasi.&lt;br /&gt;Mengkaitkan wanita dengan profesi agen, merupakan fakta tak terbantahkan jika dilihat dari ajang Top Agent Award versi AAJI, ternyata para agen berprestasi memang didominasi oleh kaum hawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brand Image dan Kerja Keras&lt;br /&gt;Wanita identik dengan penampilan (appearance), pembawaan diri dan kecantikan. Bahkan fashion pun mempersembahkan karya-karya haute couture, bukan hanya agar kaum Hawa ini dapat lebih memikat lawan jenisnya, namun lebih untuk memberi nilai tambah pada kemolekan mereka. Berbeda dengan fashion panggung pada umumnya, ada sebuah pakem umum berbusana yang wajib diikuti para wanita karir untuk menampilkan citra formal mereka yang rapi, sopan dan bersih. Kemampuan ber-make up dasar pun mestinya merupakan pengetahuan awal sebelum mereka terjun ke dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan dan cara membawa diri yang bagus bagi seseorang sebenarnya merupakan brand image yang bersangkutan. Seorang Ida Kuraeny, menganggapnya sebagai hal yang wajib dipatuhi oleh wanita karir. Luar biasa ketika wanita penyuka warna-warna permen ini mendalami tentang brand image hingga harus terbang ke negeri Paman Sam. ”Penampilan yang baik sangat penting dalam pengajaran saya dan itu wajib dipatuhi, jadi saya menerapkan sistem denda untuk menerapkannya,” ujar ibu empat putera ini usai mengajar di sebuah perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Penampilan agen asuransi masih jauh dari sempurna. Banyak etiket berpakaian, berpenampilan dan membawa diri yang belum diketahui sebagian besar sales force tersebut. ”Untuk dipahami, para agen adalah mediator antar perusahaan dan calon pemegang polis, jadi sebaiknya perusahaan intens dengan hal tersebut. Jangan hanya kemampuan menjualnya saja yang ditingkatkan, sementara manner di meja makan mereka nggak tahu. Baik pria dan wanita harus tampil baik di mana saja,” papar Eveline mengemukakan pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liza juga berpendapat sama, ”Rasa percaya diri akan tumbuh kalau kita yakin dengan apa yang kita lakukan dan pelajari. Prestasi adalah bukti, dan bukan hanya sekedar tong kosong nyaring bunyinya. Karena belajar akan berhenti kalau kita sudah tidak ada di dunia ini lagi,” ujar Liza berfilosofi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam konteks kerja keras wanita, juga telah dibuktikan dalam berbagai riset. Begitu juga dengan hasil riset yang menunjukan kelebihan wanita ketimbang pria. Di Amerika ada sebuah penelitian yang mengejutkan yaitu bahwa pria tak tahan lebih dari 6 bulan untuk menjalankan peran sebagai ’ibu rumah tangga’ di rumah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Association Educational Foundation di Amerika serikat, terdapat sekitar 25 % waralaba yang dijalankan Wanita. Kenapa wanita bisa lebih sukses jika mulai melakukan bisnis waralaba ketimbang pria? Setidaknya terdapat lima faktor kelebihan wanita dalam berbisnis, yaitu cenderung lebih patuh dan mengikuti aturan, hati-hati dalam berbisnis, luwes dalam bernegosiasi, terbiasa mengatur keuangan, ulet dan sabar. Artinya, wanita pebisnis bukan lagi profesi yang langka ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai perempuan, siapa dan apapun profesi Anda, raihlah prestasi setinggi mungkin dan berikan kontribusi bagi diri sendiri, lingkungan dan negara. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Jiwasraya Magazine Edisi 64 Th&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5813940850584052349?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5813940850584052349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5813940850584052349' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5813940850584052349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5813940850584052349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/wanita-wanita-tangguh-di-industri.html' title='WANITA-WANITA TANGGUH DI INDUSTRI ASURANSI JIWA'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-4553661165387833006</id><published>2008-09-20T05:04:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T05:04:53.597-07:00</updated><title type='text'>Para Pelawak Terkenal, Bagaimana Mereka Mengelola Penghasilannya</title><content type='html'>Para Pelawak Terkenal, Bagaimana Mereka Mengelola Penghasilannya (1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Gogon yang divonis empat tahun penjara dan hidupnya morat-marit akibat tak bisa mengelola diri menjadi cermin pelawak yang sukses tak hanya membuat orang lain tertawa. Komedian hebat adalah yang bisa mengelola hidup, termasuk penghasilan, sehingga bisa tertawa hingga masa tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA pekerja bangunan tampak sibuk mengecat bangunan di kompleks rumah kontrakan di Jalan Sawo Ujung, Cipete, Jakarta Selatan, kemarin (17/4). Bangunan satu lantai yang sebelumnya terdiri atas tiga pintu dibuat dua lantai lagi di atasnya. Cat oranye tampak sudah melapisi sebagian sisi tembok bangunan seluas 150 meter persegi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kontrakan yang sedang direnovasi itu hanya contoh kecil dari bisnis yang dijalani pelawak Tukul Arwana. Merintis usaha kontrakan tentu bukan lantaran dia butuh tambahan uang. Soal materi, pelawak yang namanya meroket lewat acara talk show Empat Mata itu bisa bermewah-mewah. Honor puluhan juta bisa dia dapat dari bekerja satu atau dua jam saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Order terus mengalir bak jamur di musim penghujan. Mulai dari melawak, menjadi pembawa acara, membintangi iklan, hingga berakting di layar lebar. Kesemuanya dijalani Tukul dengan bayaran yang tidak murah. Media massa pun berebut mengulas profil atau perjalanan hidup pria kelahiran Perbalan, Semarang, 16 Oktober 1963 itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diibaratkan dengan perputaran roda, kehidupan atau karir Tukul saat ini sedang berada di atas. Tapi, roda itu cepat atau lambat akan turun ke bawah. Hal inilah yang disadari betul oleh Tukul. Tidak terbuai dengan karirnya yang mengilap, pria yang pernah berkerja sebagai tukang gali sumur dan supir pribadi ini selalu bertanya dalam hati: ”Jika roda kehidupan saya sudah sampai di bawah, bagaimana?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alamiah, kata Tukul, entah karena sudah tua atau sudah tak kreatif lagi kehidupan ekonominya akan menuju ke arah sana (penurunan). “Tapi, bagaimana caranya supaya prediksi semacam itu bisa meleset atau tidak terjadi terlalu cepat,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tukul, salah satu kunci sukses di masa tua adalah investasi. Selain menyimpan dalam bentuk simpanan di bank, dia cukup lihai memanfaatkan uang yang dia miliki. Mengembangkan bisnis kontrakan rumah adalah salah satu bidang yang paling dia senangi. Untuk kontrakan di Sawo Ujung, Cipete, Jakarta Selatan, yang dikunjungi Jawa Pos, misalnya, rencananya akan disewakan Tukul seharga Rp 1,5 juta per bulan untuk satu pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di sekitar tempat tinggalnya, Tukul juga sudah membeli beberapa bangunan rumah lainnya. Satu rumah seluas 200 meter persegi berada di depan rumahnya. Yang satu lagi, berukuran sedikit lebih kecil, tak jauh dari situ. Rencananya, rumah-rumah itu juga akan direnovasi dan dikontrakkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan-bangunan tadi baru yang ada di sekitar Cipete. Di Bekasi, Jawa Barat, Tukul juga memiliki satu rumah yang juga dikontrakkan. Sayangnya, dia tidak mau membeberkan secara detail saat ditanya tentang berapa banyak dan di daerah mana saja rumah kontrakan yang dia miliki. ”Ya, pokoknya ada. Kalau saya sebut semua nanti orang kaget,” jawab Tukul lantas tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Tukul begitu tertarik dengan investasi jenis ini? ”Makin tahun, harga tanah makin mahal. Yang tadinya sepi, begitu ramai harga juga ikut tinggi. Dulu di sini per meternya Rp 1 juta. Sekarang sudah hampir Rp5 juta,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak semua investasi itu berhasil. Tukul pernah mencoba peruntungan di bisnis kuliner dengan membuka restoran Ikan Bakar Tukul Arwana di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Dia bekerja sama dengan mantan bos ketika menjadi sopir, Alex. Namun, hanya dalam hitungan bulan, usaha itu tutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebetulnya sea food cukup menjanjikan di daerah itu. Tapi, yang saya lihat, masalahnya ada di tempat parkir yang kurang memadai,” jelas Tukul yang beberapa waktu lalu mendirikan Ojo Lali Entertainment sebagai wadah teman-temannya sesama pelawak untuk berkarya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, hingga daerah lainnya, nama Tukul seringkali dipakai untuk nama restoran hingga warung nasi kelas kaki lima. Namun, menurut Tukul tidak ada satu pun yang benar-benar miliknya. Soal namanya yang diadopsi untuk kepentingan komersial, Tukul mengaku ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biarin saja. Bagi-bagi rezeki. Menyenangkan orang itu kan pahala. Kalau kamu mau pakai nama saya juga boleh. Misalnya bikin warung gado-gado Tukul Arwana. Atau wong ndeso. Silahkan saja,” kata Tukul kepada Jawa Pos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski melabelkan dirinya sebagai wong ndeso (orang desa), Tukul tidak mau disebut berpikiran kuno. Di samping asuransi jiwa, Tukul juga mengikuti asuransi pendidikan untuk putri semata wayangnya, Novita Eka Afriana, 8, sehingga menjamin bisa sekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi. ”Orang dulu bilang asuransi itu nggak perlu. Buat saya itu penting. Jangan kuno,” ungkapnya santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar harta miliaran rupiah dan investasi yang melimpah, Tukul tetap bertahan sebagai sosok sederhana. Tidak terlalu konsumtif. Mobil Mitsubishi Galant keluaran 1982 tetap dia pertahankan. Mobil itu lebih sering dia pakai ketimbang Toyota Innova yang terparkir di garasi rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju studio Trans 7 yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumahnya, Tukul juga lebih suka mengendarai Honda Astrea Prima ketimbang Harley-Davidson miliknya. ”Soal makanan, saya tetap suka oseng kangkung. Pakaian juga nggak ada yang bermerek,” akunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelawak senior, Toto Muryadi alias Tarsan, 62, menggunakan jurus “Siap” sejak masa muda. Saat ini, pria kelahiran Malang, itu mulai bisa menikmati hasilnya. ”Jurus Siap itu bukan hanya untuk militer. Untuk semua orang juga, termasuk saya,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus Siap itu terinspirasi oleh ajaran agama agar memanfaatkan masa jaya sebelum masa sulit, masa sehat sebelum sakit, serta masa muda sebelum tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari Jurus Siap itu bisa digunakan ketika keadaan darurat. Ketika tabungan mulai menipis sehingga uang untuk membeli beras dan gula sangat terbatas, Tarsan tidak kesulitan. ”Kebetulan saya anak petani. Kalau saya nggak laku (melawak, Red.) masih bisa makan karena ada beras hasil tani. Saya juga tanam tebu di kampung. Jadi Alhamdulillah tidak pernah kekurangan,” jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, Tarsan memiliki usaha dalam bentuk lain. Hanya saja, dia enggan berterus terang. Menurutnya, takut dibilang sombong. Usaha itu dijalankan oleh saudara-saudara Tarsan dan beberapa pekerja lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Tarsan satu-satunya, Galuh Pujiwati, sejak 2006 lalu dipersunting seorang pria. Puterinya sudah mandiri dengan membuka usaha kafe di beberapa kota. “Praktis, saya tinggal menunggu cucu. Hasil dari kerja ini juga menyenangkan cucu saya,” kata Tarsan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya, kata Tarsan, dalam menjalankan hidup ini adalah menghitung dengan baik dan bijak. Uang yang datang dan pergi diatur sebaik mungkin agar tidak merugi. ”Sebab, menurut saya, yang dihitung saja suka meleset, apalagi nggak dihitung,” ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarsan juga menerapkan open management kepada istrinya, Sulistina. Pengeluaran sekecil apapun ada catatan (bon)-nya. ”Saya mengajarkan kepada keluarga untuk berterus terang dalam hal keuangan dan apapun. Saya selalu bawa bukti pembayaran ke rumah setiap habis belanja, makan, atau ke mana saja. Supaya istri saya tahu,” ungkapnya. (el)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-4553661165387833006?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/4553661165387833006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=4553661165387833006' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4553661165387833006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4553661165387833006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/para-pelawak-terkenal-bagaimana-mereka.html' title='Para Pelawak Terkenal, Bagaimana Mereka Mengelola Penghasilannya'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-7925348553967041368</id><published>2008-09-20T04:55:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T04:55:39.578-07:00</updated><title type='text'>Dharmala Lanjutkan Tuntutan Ke Manulife</title><content type='html'>Senin, 12 Juli 2004 | 16:44 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Dharmala Sakti Sejahtera Tbk (DSS) akan melanjutkan gugatan kapada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (AJMI) jika tetap tidak mau membayarkan deviden atas saham yang dimilikinnya. "Kita lihat 26 Juli nanti. Apakah ada perdamaian atau tidak. Kalau tidak, berarti akan terus berlanjut," kata kurator DSS Paul Sukran di Jakarta (12/7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Paul mengatakan pihaknya dengan AJMI sedang memasuki masa mediasi setelah sidang pertama pada 23 Juni 2004 lalu. Dari sidang tersebut yang dipimpin Cicut Sutiarso, majelis memutuskan agar kedua pihak melakukan mediasi terlebih dahulu guna mencari jalan damai. &lt;br /&gt;Namun sampai saat ini, Paul mengatakan belum ada pembicaraan yang signifikan dengan AJMI. "Upaya mediasi dari kedua belah pihak belum ada. Kita baru memenuhi upaya meditor, tapi belum masuk ke inti permasalahan," kata Paul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya dilakukan mediasi lagi sebelum sidang kedua pada 26 Juli 2004 nanti, Paul akan tetap miminta agar AJMI membayar deviden yang menjadi haknya. Menurutnya hal itu didasarkan kepada Risk Base Capital (RBC) AJMI yang saat ini telah mencapai hampir 200 persen. &lt;br /&gt;Padahal dalam ketentuan minimum RBC hanya 125 persen. Selain itu, menurutnya jika perusahaan telah surplus di atas Rp 100 juta maka wajib membagikan deviden sebesar 30 persen. Dan AJMI telah melampaui itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul mengatakan deviden yang ditagih DSS adalah untuk tahun buku 1999 sampai September 2000. Jumlah keseluruhan sebesar Rp 164,8 miliar. "Itu sudah ditambah dengan bunga-bunga berjalan," kata paul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia berharap paling tidak nilai pokok deviden akan terbayar. "Secara maksimal kita punya target minimal pokoknya dikabulkan kalau bunga dan ke sananya dianggap tidak relevan," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-7925348553967041368?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/7925348553967041368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=7925348553967041368' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7925348553967041368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/7925348553967041368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/dharmala-lanjutkan-tuntutan-ke-manulife.html' title='Dharmala Lanjutkan Tuntutan Ke Manulife'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-1065625388929820847</id><published>2008-09-20T04:54:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T04:54:38.934-07:00</updated><title type='text'>Prudential Nilai Semua Perusahaan Asuransi Terancam Gugatan Pailit</title><content type='html'>Prudential Nilai Semua Perusahaan Asuransi Terancam Gugatan Pailit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 30 Juli 2004 | 11:46 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Prudential Life Assurance mengeluhkan belum direvisinya Undang-undang Kepailitan sampai hari ini. Akibatnya banyak lembaga asuransi yang terancam gugatan pailit walaupun kondisi perusahannya sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini sudah ada dua lembaga asuransi yang digugat akibat belum direvisinya undang-undang tersebut. Pertama PT Manulife, perusahaan asuransi asal Kanada dan yang kedua PT Prudential, perusahaan asuransi asal Inggris. Prudential sudah dua kali digugat nasabahnya. Pertama oleh Lee Boon Siong, mantan konsultan Prudential di Malaysia pada 24 Maret 2004 yang dimenangkan oleh Lee. Namun belakangan dibatalkan oleh keputusan Mahkamah Agung. Sedang Gugatan kedua oleh Ng Sok Hia pada 22 Juli 2004 kemarin. Gugatan kedua ini belum ada keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh karena itu kami bersama Dewan Asuransi Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, beserta perusahaan asuransi lainnya menghimbau pemerintah untuk meninjau kembali undang-undang kepailtan," kata Vice President Corporat Markerting and Communiction Prudential di Jakarta dalam jawaban tertulisnya kepada Tempo News Room, Jumat (30/7). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pengamat ekonomi Indef Aviliani menilai pada dasarnya yang menjadi masalah bukanlah gugat-menggugat dari kasus ini.Tetapi lebih pada persoalan lembaga non bank yang menghimpun dana masyarakat. Manurutnya perlakuan terhadap asuransi juga harus sama dengan perbankan. "Harusnya sama dengan lembaga perbankan, yang bisa melikuidasi hanya Departemen Keuangan. Nah aturan itu belum keluar," kata Aviliani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kasus ini, Aviliani mengatakan, investor asing semakin melihat ketidakkonsistenan lembaga-lembaga di Indonesia dalam penegakan hukum. "Khususnya pada Yudikatifnya dan kebetulan menyangkut inevstor asing. Juga pemerintahnya sendiri tidak melindungi yang menyangkut dana msyarakat," ungkapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-1065625388929820847?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/1065625388929820847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=1065625388929820847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1065625388929820847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1065625388929820847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/prudential-nilai-semua-perusahaan.html' title='Prudential Nilai Semua Perusahaan Asuransi Terancam Gugatan Pailit'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-4780423424016629293</id><published>2008-09-20T04:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T04:46:45.281-07:00</updated><title type='text'>Pour Your Heart Into It, Starbucks</title><content type='html'>Pour Your Heart Into It&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secangkir kopi lima belas ribu rupiah? GILA! Siapa yang mau? Ya. Siapa yang mau berinvestasi dalam bisnis semacam itu, maksudnya. '"Ya ampun, apakah anda kira ini akan berhasil? Orang-orang Amerika tidak akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi." (hlm. 82)' dan `"Anda gila! Ini benar-benar gila! Anda pergi saja mencari pekerjaan."(hlm.83)' adalah jawaban-jawaban yang diterima Howard Schultz ketika ia menjual ide demi mengumpulkan uang sebagai modal awal. Schultz berbicara dengan 242 orang, dan 217 dari mereka mengatakan "tidak".&lt;br /&gt;Judul Buku : Pour Your Heart Into It – Bagaimana STARBUCKS Membangun Sebuah Perusahaan Secangkir Demi Secangkir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang : Howard Schultz dan Dori Jones Yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Halaman : 445 hlm.; 23cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis resensi : Usen Edonoto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita klasik Amerika tentang impian wiraswasta: mulai dengan sebuah ide besar, menarik beberapa investor, dan membangun sebuah bisnis yang menguntungkan dan tahan lama. Masalahnya, menurut Schultz, anda biasanya mulai sebagai orang yang dipandang rendah dan dengan penuh kecurigaan. (Bahkan sebuah produsen mesin espresso di Milan juga menolak berinvestasi untuk Schultz, tidak percaya bahwa orang Amerika akan menyukai espresso seperti orang Italia.) Namun kini cerita itu tinggal sejarah. Perusahaan kopi Starbucks telah menjadi suatu fenomena sukses bisnis yang paling menakjubkan dalam dekade ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari empat store kecil di Seattle, Starbucks kini telah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah perusahaan dengan lebih dari 1600 store di dunia dan sampai hari ini masih terus membuka yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak terduga dan mengherankan. Bagaimana suatu ide wiraswasta yang ditolak banyak orang bisa menjadi sebuah keberhasilan? `Jawabannya tidak mudah, namun banyak yang harus dilakukan dengan insting. Ide-ide terbaik adalah ide yang menciptakan jalan pikiran baru atau merasakan suatu kebutuhan sebelum orang lain melakukannya, ...(hlm.88)'. Schultz memberi tahu para calon investor bahwa apa yang ditawarkannya adalah menemukan kembali sebuah komoditas: mengangkat sesuatu yang sudah tua, renta, dan biasa (kopi) serta merangkai perasaan romantis dan komunitas sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya itu? Mari kita juga mencoba menemukan kembali jawaban yang lebih tuntas dalam buku `Pour Your Heart Into It.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku `Pour Your Heart Into It' terbagi dalam tiga bagian: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Satu yang berjudul Menemukan Kembali Kopi; Tahun-Tahun sampai 1987 berisi kisah kehidupan Schultz (semi-otobiografi): masa kecilnya yang miskin, gagal sebagai pemain bola di saat kuliah, sukses selepas kuliah sebagai salesman Xerox lalu general manager Hammarplast, hingga ia menemukan Starbucks dan menjadi salah satu karyawan di masa-masa awal Starbucks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Dua yang berjudul Menciptakan Kembali Pengalaman Kopi; Tahun-Tahun Pribadi 1987-1992 berisi pengalaman Schultz memimpin Starbucks moderen, setelah berhasil memperoleh banyak investor, dan sekaligus mengubah Starbucks menjadi kafe pengecer minuman kopi seperti yang dikenal sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Ketiga, Memperbarui Semangat Wiraswasta; Tahun-tahun Publik 1992-1997, merupakan cerita babak baru manajemen Starbucks setelah memutuskan untuk mendaftarkan saham pertamanya di pasar modal, atau Initial Public Offering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai Garis Finis Bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Starbucks jelas disebabkan oleh kombinasi rumit dari banyak faktor. Seperti yang dikatakan Schultz: `Apa yang memungkinkan Starbucks...merupakan kombinasi dari disiplin dan inovasi, proses dan kreativitas, kehati-hatian dan keberanian yang hanya segelintir perusahaan menguasainya.(hlm.298)' Namun sepanjang buku ini yang paling ditonjolkan adalah ide tentang `mencapai garis finis bersama-sama.' Schultz selalu berusaha mencapai garis finis bersama empat pihak (pendahulu, investor, karyawan/partner, dan manajemen), sebagaimana tersirat dalam lembar demi lembar halaman buku ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-4780423424016629293?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/4780423424016629293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=4780423424016629293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4780423424016629293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/4780423424016629293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/pour-your-heart-into-it-starbucks.html' title='Pour Your Heart Into It, Starbucks'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-5172310469110319223</id><published>2008-09-20T04:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T04:24:30.058-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Menara Telekomunikasi  di Indonesia</title><content type='html'>Ada gula ada semut. Bisnis telekomunikasi makin gemuk, penyedia menara telekomunikasi pun makin sibuk. Coba simak deh, hanya dalam 6 tahun, jumlah pemainnya sudah mencapai 50 perusahaan. Di antara pemain lokal yang sudah menikmati bisnis menara base tranceiver station (BTS), yakni: Indonesian Tower; Protelindo; Komet Consortium; Bali Telecom; Pandu Sarana Global; Telcentec Indonesia; Wahana Lintassentral Telekomunikasi; dan Deltacomsel Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lantaran saking gurih, beberapa pemain asing pun tergoda ikut menggarapnya, antara lain: American Tower (dari Amerika Serikat); Gulf Tower (Timur Tengah); dan Tower Vision (India). Sejumlah perusahaan investasi besar juga ikut-ikutan menyerbu, mulai dari Paralon Capital, Recapital, Asia Fund, hingga Saratoga Capital, yang membeli menara yang sudah disewakan ke operator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari pemain “tradisional”, kalangan private equity fund (PEF) ini masuk dengan cara membeli aset (berupa menara) milik operator telekomunikasi dengan pola purchase and lease back. Sebagai contoh, Paralon Capital dengan memakai keahlian ekspat mantan eksekutif American Tower membeli Protelindo. Rencananya, Paralon hendak pula membeli menara milik Hutchinson Charoen Pokphand Telecom (HCPT) via Nokia Siemens Network (NSN). Adapun Saratoga Capital membeli Bali Telecom, Telenet, dan Tower Bersama. Saat ini, Paralon dan Saratoga diperkirakan masing-masing memiliki 2.000-an menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang membuat bisnis ini begitu menggoda? “Infrastruktur telekomunikasi di Indonesia belum memadai, sehingga diperlukan menara yang cukup banyak untuk menghubungkan seluruh daratan dan kepulauan dalam sebuah sistem,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Presdir Solusindo Kreasi Pratama (Indonesian Tower). “Apalagi, sekarang banyak operator telekomunikasi baru di Indonesia yang menginginkan pengembangan jaringannya lebih cepat. Caranya dengan menyewa menara yang sudah ada daripada membangun menara baru,” kata Peters M. Simanjuntak, Presdir Komet Consortium, menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis Citigroup, industri seluler Indonesia dalam lima tahun ke depan membutuhkan 158.030 menara. Jika diasumsikan investasi per menara sebesar Rp 1,1 miliar, dibutuhkan tidak kurang dari Rp 173,5 triliun untuk pembangunan selama lima tahun ke depan. Menurut Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi, menara BTS di Indonesia pada 2008 telah mendekati 60 ribu unit. Sementara kebutuhan ideal menara telekomunikasi di Indonesia bisa mencapai 100 ribu unit – jika masing-masing operator membangun menara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis menara telekomunikasi ini bisa dibagi menjadi dua bagian, yakni bisnis konstruksi dan bisnis penyewaan. Umumnya pemain di bisnis ini menyebutkan margin laba bisnis konstruksi menara cukup baik. Adapun dari bisnis penyewaan, return-nya diperkirakan 4%-6% di atas bunga pinjaman bank (borrowing rate). “Inilah yang menyebabkan investor melihatnya sebagai peluang,” ucap Peters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang mendorong maraknya bisnis penyewaan menara adalah turunnya kebijakan pemerintah (Permenkominfo No. 02 Tahun 2008) yang menetapkan pemakaian menara secara bersama oleh kalangan operator telekomunikasi. Tak heran, belakangan banyak operator seluler yang memilih langkah menjual menara miliknya ke investor. Dimulai dari Mobile-8 yang menjual miliknya ke Tower Bersama. Lalu, HCPT (alias “3”) yang menjual menaranya ke NSN. Excelcomindo juga dikabarkan siap melego sekitar 7.000 menaranya. Begitu pula dengan Bakrie Telecom yang telah memiliki 400-an menara, dan Indosat pun berencana menjual sebagian menara miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pemain kuatnya, sejauh ini bisnis penyewaan menara masih dikuasai Indonesian Tower. Hingga Agustus 2008 Indonesian Tower memiliki dan mengoperasikan lebih dari 2.000 menara, rata-rata tiap menara tiga penyewanya. Saat ini, semua operator yang ada di Indonesia sudah menjadi kliennya. Berada jauh di belakangnya adalah Komet Consortium yang mempunyai sekitar 300 menara, dengan 450 tenant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Peters, pihaknya hendak melakukan pendekatan pasar dengan konsep Menara Telekomunikasi Terpadu dalam satu daerah, dengan menghindari monopoli di daerah itu. Selain itu, ia menjanjikan terus meningkatkan service level dan menyediakan maintenance bagi para penyewa. “Komet tetap akan berkonsentrasi di Sumatera dan Jawa, dengan lebih mendekatkan diri dengan pemerintah daerah dan institusi pembiayaan daerah,” Peters mengungkapkan jurusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Sakti tetap yakin Indonesian Tower masih akan mendominasi pasar. Alasannya, perusahaannya telah memiliki barisan SDM terlatih yang siap dipanggil dalam 24 jam. Perusahaannya juga disebutkan telah mengaplikasi sistem mutakhir, bernama Site Management Centre, yang mampu memonitor tiap site dan memberi informasi ketika ada gangguan, dengan response time maksimum 90 menit. “Kami ingin tetap menjadi yang terbesar di bisnis ini,” ujar Sakti. Yang pasti, masuknya para pemain asing plus kalangan investor pemilik dana raksasa (PEF), bakal lebih meramaikan bisnis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Mohammad B.S. Riset: Sofyan Eko Putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URL : http://www.swa.co.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-5172310469110319223?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/5172310469110319223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=5172310469110319223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5172310469110319223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/5172310469110319223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/bisnis-menara-telekomunikasi-di.html' title='Bisnis Menara Telekomunikasi  di Indonesia'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-942348684267045900</id><published>2008-09-20T04:20:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T04:20:37.824-07:00</updated><title type='text'>Adu Layanan bagi Nasabah Superkaya</title><content type='html'>Adu Layanan bagi Nasabah Superkaya&lt;br /&gt;Oleh : Dede Suryadi dan Afiff Maulana Dewanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia ternyata memiliki banyak orang superkaya atau yang juga disebut high networth individual. Sejumlah bank pun berlomba menggaet mereka untuk menjadi nasabah dengan memberi layanan eksklusif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Morgan Stanley Singapura, tahun 2007 jumlah orang superkaya di Indonesia tergolong banyak. Diperkirakan ada 3.328 keluarga yang memiliki kekayaan US$ 5-20 juta. Sementara itu, yang asetnya US$ 20-100 juta ada 167 keluarga. Dari jumlah itu, sekitar 80% keluarga superkaya tersebut berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Dua tahun lalu (2006), pertumbuhan kelompok high networth individual (HNI) di Indonesia sudah mencapai 16% dan pertumbuhannya tertinggi ketiga di Asia Pasifik, setelah Singapura dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ubaidillah Nugraha dalam bukunya Wealth Management, setelah masuk kategori tercepat pertumbuhan HNI-nya, Indonesia pun mulai dilirik untuk dicermati. Padahal, 6 tahun lalu (2002), pasar negerin ini belum masuk hitungan dalam kancah industri wealth management internasional. Akan tetapi, seiring dengan pertumbuhan cepat di Asia, nama Indonesia ikut terangkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Indonesia sangat dirasakan manfaatnya oleh negara tetangga yang saat ini menjadi pemimpin pasar di kawasan Asia, bahkan dunia. Seperti Singapura, 30% kontributor industri wealth management-nya adalah nasabah yang berasal dari Indonesia. Berdasarkan data Merril Lynch, tiga tahun lalu di Indonesia terdapat kurang-lebih US$ 60 miliar kekayaan dengan jumlah miliuner 24 ribu orang. Kalau pada 2005 ada asumsi yang mengatakan bahwa pasar Indonesia tumbuh 15% setiap tahun, berarti di tahun 2007, nilai asetnya telah berkembang menjadi kurang-lebih US$ 80 miliar atau sekitar Rp 720 triliun. Laporan Merrill Lynch Cap Gemini Asia Pacific 2007 memperkirakan Indonesia memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 70 miliar. “Para miliunernya bergelimang kekayaan rata-rata US$ 200 ribu,” ungkap David Gormley, Chief Officer Citi Private Bank, Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena di atas, maka wajar saja bank-bank di Indonesia cukup agresif menggarap mereka yang tergolong superkaya. Sejumlah layanan diberikan kepada mereka dengan sebutan yang berbeda, seperti wealth management, priority banking dan private banking. Bagi orang awam, kadang sebutan-sebutan itu membingungkan. Apa bedanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengatakan, belum ada pengertian baku mengenai definisi wealth management. Selama ini hanya diartikan sebagai layanan finansial yang diberikan kepada orang-orang kaya termasuk keluarganya. Lalu, siapa orang kaya itu? Ada yang menyebutkan, mereka yang memimiliki dana investasi minimum sebesar US$ 100 ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Private banking merupakan salah satu produk/layanan utama di wealth management bisnis. Dalam private banking, si nasabah diberi layanan wealth management yang lebih eksklusif dan tailor made. Biasanya, dalam private banking, layanan eksklusif hanya diberikan kepada nasabah yang memiliki dana senilai tertentu. Ada yang menyebut minimum US$ 1 juta. Priority banking mirip dengan private banking, tapi biasanya dana minimal yang disimpan di bank lebih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi nasabah private banking, seseorang memang harus berkantong supertebal. Citi Private, produk private banking Citibank, misalnya, membidik mereka yang berpenghasilan sedikitnya US$ 10 juta setahun sebagai nasabahnya. Menurut Jessica Poh, Direktur Pengelola – Manajer Pasar Global Citi Private Bank, Indonesia, pihaknya menyediakan solusi pengelolaan kekayaan menyeluruh yang dirancang khusus melalui serangkaian layanan, termasuk kesempatan berinvestasi di pasar modal, pengelolaan dana, pendanaan investasi dan pinjaman, layanan kustodian, perencanaan dana wali amanat dan harta kekayaan berupa tanah, pilihan investasi (dana nilai lindung, ekuitas swasta, real estat), serta saran-saran mengenai masalah keluarga dan kegiatan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica menjelaskan, Citi Private Bank memiliki jaringan internasional yang dikelola 4 ribu karyawan di lebih dari 30 negara. Di Asia Pasifik, Citi Private Bank hadir di 11 negara dengan lebih dari 400 bankir pribadi (private banker) dan pakar investasi yang melayani lebih dari 6.000 nasabah superkaya, termasuk separuh jutawan Asia asal Jepang. “Hingga akhir Juni 2008, nilai aset yang dikelola Citi Global Wealth Management (termasuk di antaranya bisnis Citi Private Bank) untuk wilayah Asia Pasifik mencapai US$ 310 miliar,” katanya menginformasikan. Sayangnya, ia tidak mau menyebutkan jumlah nasabah Citi Private di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Private Banking Bank Niaga -- bagian dari wealth management banking bank ini -- juga hanya untuk nasabah supertajir. Maklum, layanan yang dihadirkan pada 1994 ini mensyaratkan setoran minimal Rp 5 miliar. Sementara, untuk layanan Preferred Circle (layanan wealth management lain yang dimiliki Bank Niaga), setoran minimalnya hanya Rp 500 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan Private Banking Niaga ini memiliki kekhususan produk investasinya, yakni lebih bersifat mandate discretionary. Artinya, produk investasi yang disediakan sesuai dengan kemauan spesifik masing-masing konsumen, sehingga lebih tailor made. Yang lebih ditekankan pada layanan Private Banking Niaga adalah aspek manajemen keuangan nasabah. Jadi, lebih bersifat advisory service. Untuk itu, relationship manager-nya tidak boleh menangani banyak orang; satu relationship manager menangani 50 nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain di private banking memang belum banyak. Kebanyakan bank di Indonesia masih bermain di priority banking dengan setoran minimal Rp 500 juta-1 miliar, dengan berbagai nama produk. Ada yang tetap menggunakan istilah “priority banking” seperti Standard Chartered Bank dan ada juga yang menggunakan isitilah “prioritas” seperti Bank Mandiri. “Di Indonesia tidak banyak bank yang bermain di private banking. Kebanyakan bermain di priority banking,” Lanny Hendra, GM Wealth Management Consumer Banking Standard Chartered, menegaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, nasabah priority banking tetap bisa mendapatkan layanan eksklusif. Priority banking Standard Chartered yang menetapkan setoran awal minimal Rp 500 juta, sebagaimana diungkapkan Lanny, juga menyediakan relationship manager untuk melayani kebutuhan individu nasabah secara tailor made. “Kekuatan kami adalah memberikan financial solution kepada nasabah tergantung profil nasabahnya itu sendiri,” katanya. Sejumlah produk pun ditawarkan kepada mereka, mulai dari tabungan, deposito, asuransi (unitlink) hingga reksa dana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengelola dana nasabah eksklusif ini, bank bekerja sama dengan fund manager. “Saat ini kami bekerja sama dengan 10 fund manager untuk mengelola dana nasabah,” ujar Sista Prasesti, Head of Investment &amp; Bancassurance Wealth Management Consumer Banking Standard Chartered sambil menyebutkan, di antara para fund manager itu ada Fortis, Schroders, Manulife, CIMB, Danareksa dan Bahana. Selain itu, setiap nasabah akan diberi market update secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Bank Mandiri (BM), menurut Heri Gunardi, VP Senior Wealth Management, layanan priority banking-nya dikemas dengan nama Mandiri Prioritas. “Mandiri Prioritas merupakan bentuk nyata dari layanan wealth management Bank Mandiri,” katanya menegaskan. Nasabah Prioritas Mandiri mendapatkan layanan terpadu yang didukung dengan empat pilar utama: relationship team &amp; advisory, wealth planning, prestige &amp; privilege serta convenient access. Sama seperti di Stanchart, nasabah Mandiri Prioritas harus menempatkan dana minimal Rp 500 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam layanannya itu, setiap nasabah akan dibantu oleh personal banker yang bersertifikat dan terlatih. Para personal banker itu juga didukung sepenuhnya oleh tim ahli, yaitu market specialist dan product specialist. Heri membeberkan, dana kelolaannya per Juni 2008 lebih dari Rp 56 triliun, dengan 33 ribu lebih nasabah. ”Besarnya dana yang kami kelola tumbuh lebih dari 17% dari Juni 2007,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang nasabah Mandiri Prioritas yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, dirinya menjadi nasabah layanan ini sejak 2001. Menurutnya, dengan menjadi nasabah Mandiri Prioritas, ia merasa sangat diperhatikan. Semua manfaatnya dapat ia nikmati, seperti mendapatkan Majalah Prioritas, executive lounge, airport handling, undangan acara Prioritas, dan retensi ulang tahun. “Bank Mandiri selalu membantu memberikan solusi keuangan yang terbaik bagi saya,” ujar Arman, sebut saja namanya begitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Internasional Indonesia (BII) juga memiliki layanan wealth management yang dinamakan Platinum Access yang ada sejak 2003. “Ini satu layanan yang lebih bersifat red carpet bagi nasabah kami di setiap cabang BII,” ujar Stefanus Willy Sukianto, SVP Wealth Management &amp; Funding Business BII. Layanannya, menurut Willy, menyangkut lima pilar yang menyentuh seluruh sisi kehidupan nasabah, yaitu wealth enhancement, personalized advantages, extensive services, privilege at your convenience, serta quality of life &amp; time yang semuanya ditujukan agar menjadi lebih dari sekadar pengembangan aset nasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk menjadi nasabah Platinum Acess BII, nasabah tinggal menyetor minimal Rp 1 miliar,” ungkap Stefanus. Walaupun dana minimal yang ditempatkan nasabah priority banking-nya lebih besar dari Stanchart dan Mandiri, pertumbuhannya tak kalah mencorong. Portofolio wealth management bank ini meningkat rata-rata di atas 20% setiap tahun sejak 2003. Dan, khusus di 2005-07 di atas 25%, dengan pertumbuhan jumlah nasabah 10%-15% setiap tahun. Kini, sudah tercatat sekitar 9 ribu nasabah, dengan total dana kelolaan BII Plainum Access sekitar 25% dari Rp 37,9 triliun dari total simpanan nasabah BII pada kuartal I/2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya bank akan terus agresif menggarap nasabah premium ini. Asto Sunu Subroto, Direktur Pengelola lembaga riset MARS, melihat bahwa pasar wealth management (termasuk private banking) akan terus tumbuh signifikan. “Kalau ukuran nasabah wealth management adalah mereka yang punya duit minimal Rp 500 juta-1 miliar, saya pikir pertumbuhannya bisa 10%-15% per tahun dan jumlahnya hanya 1%-2% dari penduduk kita,” ia memperkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, Th. Wiryawan, pengamat perbankan, menilai semua bank yang terjun di wealth management masih berproses, baik dalam tawaran produk maupun layanannya. Sekarang bank masih banyak di priority banking, belum banyak yang bermain di private banking. Namun, ia optimistis, layanan kelas premium ini di Indonesia akan terus berkembang. Alasannya, “Bank sekarang tidak lagi sebagai tempat menyimpan uang dan media transaksi keuangan, tapi sudah menjadi provider dari berbagai produk untuk mengembangkan value uang nasabahnya,” ujar Wiryawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/portofolio/details.php?cid=1&amp;id=7892&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-942348684267045900?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/942348684267045900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=942348684267045900' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/942348684267045900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/942348684267045900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/adu-layanan-bagi-nasabah-superkaya.html' title='Adu Layanan bagi Nasabah Superkaya'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-9126073386479595774</id><published>2008-09-20T04:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T04:17:57.627-07:00</updated><title type='text'>Asia Countries' Top 40 Richest</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNTbg4l_B5I/AAAAAAAAASM/NGwTCbrFltk/s1600-h/Asia-Richest-Lists.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNTbg4l_B5I/AAAAAAAAASM/NGwTCbrFltk/s400/Asia-Richest-Lists.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248060823787472786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;By end of 2007, the combined net worth of our Asia rich listers rose to $938 billion, up from 2006's $575 billion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Japan. the No. 1 richest is the retired and now largely low-profile Nintendo chairman, Hiroshi Yamauchi, while in mainland China, Daddy's girl Yang Huiyan, 26, received 58% stake in real estate developer Country Garden from its main founder, her father, is now Asia's richest woman and world's youngest female billionaire! (Top 40 Richest lists from Japan, Korea, China,India, Singapore, Malaysia and Indonesia attached below.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Japan's Top 40 Richest: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Japan's 40 wealthiest businesspeople are worth $89.9 billion, up $10.7 billion from last year. An impressive gain but one that masks an uneven year for the country's tycoons. Twenty people are richer than last year, including eight of the top 10, helped by the yen's double-digit gain against the U.S. dollar. Six added more than $1 billion apiece to their fortunes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The biggest gainer was the country's new No. 1, the retired and now largely low-profile Nintendo chairman, Hiroshi Yamauchi, whose net worth soared $3 billion in the past year and has tripled since 2006, thanks mostly to booming sales of the Wii gaming device. Close behind him is last year's richest member on the list, property developer Akira Mori, who gained $2.2 billion but not enough to stay on top. &lt;br /&gt;Top 10 Richest Japanese:&lt;br /&gt;1. Hiroshi Yamauchi&lt;br /&gt;2. Akira Mori&lt;br /&gt;3. Kunio Busujima&lt;br /&gt;4. Nobutada Saji&lt;br /&gt;5. Masayoshi Son&lt;br /&gt;6. Tadashi Yanai&lt;br /&gt;7. Eitaro Itoyama&lt;br /&gt;8. Hiroshi Mikitani&lt;br /&gt;9. Takemitsu Takizaki&lt;br /&gt;10. Hiroko Takei &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;South Korea's Top 40 Richest:&lt;br /&gt;South Korea has been caught up in all sorts of incriminations and recriminations lately. The general downbeat direction of its economy, as evidenced by tepid 5% growth and falling foreign investment for the third year in a row, led to the ousting of the ruling party in favor of the country's first businessman president, a former Hyundai Engineering &amp; Construction chief.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the most notable news by far has been the downfall of Samsung Chairman Lee Kun-Hee. For more than two decades, he ran the nation's largest chaebol (large family-controlled conglomerates) and oversaw its most admired company, Samsung Electronics. That all ended on April 22, when he announced he was stepping down from his post, days after he was charged with tax evasion and breach of trust. His son and wife, Jay Y. Lee and Hong Ra-Hee, both stepped down from their posts as well. &lt;br /&gt;Top 10 Richest Koreans:&lt;br /&gt;1. Chung Mong-Joon&lt;br /&gt;2. Chung Mong-Koo&lt;br /&gt;3. Lee Kun-Hee&lt;br /&gt;4. Lee Myung-Hee&lt;br /&gt;5. Shin Dong-Bin&lt;br /&gt;6. Shin Dong-Joo&lt;br /&gt;7. Jay Y. Lee&lt;br /&gt;8. Koo Bon-Moo&lt;br /&gt;9. Cha Yong-Keu&lt;br /&gt;10. Huh Chang-Soo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greater China's 40 Richest:&lt;br /&gt;Investors seem to love all things Chinese these days, which is great news for the wealthiest people in neighboring Hong Kong and Taiwan. Whether they themselves have businesses in China, are making investments there or are simply feeling the halo effect from their proximity to the mainland, these tycoons are getting richer by association.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Li Ka-shing, who is again Greater China's richest man, saw his net worth rise more than $2 billion, thanks in part to his conglomerate's expansion in China. No. 2 Lee Shau Kee gained $5 billion, thanks in part to early investments in several of China's hottest initial offerings. Patrick Lee, whose Lee &amp; Man provides packaging for China's exports, as well as for its own consumer goods, saw his net worth more than double.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strong equity markets also helped propel these fortunes. Hong Kong's main index rose 34% in 2006. Taiwan's was up 20%. The combined net worth of Greater China's 40 Richest, which &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;includes Hong Kong and Taiwanese citizens outside of mainland China, is $154 billion, up from $126 billion last year. The minimum net worth rose to $1 billion, up from $630 million. Twenty-eight people saw their fortunes rise; only four returnees are worth less than last year.&lt;br /&gt;Greater China's 10 Richest:&lt;br /&gt;1. Li Ka-shing&lt;br /&gt;2. Lee Shau Kee&lt;br /&gt;3. Raymond, Thomas &amp; Walter Kwok&lt;br /&gt;4. Michael Kadoorie&lt;br /&gt;5. Tsai Hong-tu&lt;br /&gt;6. Stanley Ho&lt;br /&gt;7. Cheng Yu-tung&lt;br /&gt;8. Terry Gou&lt;br /&gt;9. Y C Wang&lt;br /&gt;10. Victor &amp; William Fung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainland China's 40 Richest:&lt;br /&gt;Money, and lots of it. We found 66 billionaires while researching our China Rich List this year, up from 15 last year. The total net worth of the 400 richest people in China is $288 billion, up from $116 billion a year ago. China's richest person, Yan Huiyan, is worth $16.2 billion, seven times the net worth of last year's No. 1, Wong Kwong Yu. Wong added $1.3 billion to his fortune in the past year, but in this get-rich-quick era, that was only good enough to land the tenth spot.&lt;br /&gt;Top 10 Richest Mainland Chinese:&lt;br /&gt;1. Yang Huiyan&lt;br /&gt;2. Hui Wing Mau&lt;br /&gt;3. Guo Guangchang&lt;br /&gt;4. Zhang Li&lt;br /&gt;5. Zhang Jindong&lt;br /&gt;6. Peng, Xiaofeng&lt;br /&gt;7. Zhang Xin&lt;br /&gt;8. Lu Zhiqiang&lt;br /&gt;9. Yung, Larry&lt;br /&gt;10. Wong Kwong Yu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India's 40 Richest: &lt;br /&gt;These are heady times for India's richest. Thanks to a roaring Bombay stock market whose benchmark index was up 53% in the past year, and a strong rupee that appreciated 12%, for the first time all India rich listers are billionaires. In aggregate, their wealth surged to $351 billion, a bit more than double last year's $170 billion, making India's 40 by far the wealthiest such group of all in Asia. The four richest Indians are worth an astonishing $180 billion. Together the foursome are worth more than the forty richest Chinese combined.&lt;br /&gt;Top 10 Richest Indians:&lt;br /&gt;1. Lakshmi Mittal&lt;br /&gt;2. Mukesh Ambani&lt;br /&gt;3. Anil Ambani&lt;br /&gt;4. Kushal Pal Singh&lt;br /&gt;5. Azim Premji&lt;br /&gt;6. Sunil Mittal&lt;br /&gt;7. Shashi &amp; Ravi Ruia&lt;br /&gt;8. Ramesh Chandra&lt;br /&gt;9. Kumar Birla&lt;br /&gt;10. Tulsi Tanti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore's 40 Richest:&lt;br /&gt;The city-state of Singapore has had a banner year. GDP was up 7.9% for 2006, the main stock index is up 19% year to date, and its 40 wealthiest citizens are worth a collective $32 billion, $4 billion more than last year. Fortunes centered on real estate, shipping and palm oil did particularly well.&lt;br /&gt;Top 10 Richest Singaporeans:&lt;br /&gt;1. Ng Teng Fong&lt;br /&gt;2. Khoo family&lt;br /&gt;3. Wee Cho Yaw &amp; family&lt;br /&gt;4. Zhong Sheng Jian&lt;br /&gt;5. Kwek Leng Beng &amp; family&lt;br /&gt;6. Kuok Khoon Hong&lt;br /&gt;7. Peter Lim&lt;br /&gt;8. Lee Seng Wee&lt;br /&gt;9. Denis Jen&lt;br /&gt;10. Chew Hua Seng &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia's 40 Richest:&lt;br /&gt;The bar has been lowered. Malaysia's 40 Richest needed a net worth of only $100 million to make Forbes list this year, down from $127 million in 2007, despite the fact that the Malaysian ringgit gained 6% against the U.S. dollar, the currency in which their fortunes are measured. &lt;br /&gt;Top 10 Richest Malaysians:&lt;br /&gt;1. Robert Kuok&lt;br /&gt;2. Ananda Krishnan&lt;br /&gt;3. Lee Shin Cheng&lt;br /&gt;4. Teh Hong Piow&lt;br /&gt;5. Lee Kim Hua &amp; family&lt;br /&gt;6. Quek Leng Chan&lt;br /&gt;7. Yeoh Tiong Lay &amp; family&lt;br /&gt;8. Syed Mokhtar AlBukhary&lt;br /&gt;9. Vincent Tan&lt;br /&gt;10. Tiong Hiew King &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia's 40 Richest:&lt;br /&gt;The 40 wealthiest Indonesians added $18 billion to their combined wealth, bringing it up to $40 billion.&lt;br /&gt;Top 10 Richest Indonesians:&lt;br /&gt;1. Aburizal Bakrie &amp; family&lt;br /&gt;2. Sukanto Tanoto&lt;br /&gt;3. R. Budi Hartono&lt;br /&gt;4. Michael Hartono&lt;br /&gt;5. Eka Tjipta Widjaja &amp; family&lt;br /&gt;6. Putera Sampoerna &amp; family&lt;br /&gt;7. Martua Sitorus&lt;br /&gt;8. Rachman Halim &amp; family&lt;br /&gt;9. Peter Sondakh&lt;br /&gt;10. Eddy William Katuari &amp; family &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source for daily Asian news and offbeat stories.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-9126073386479595774?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/9126073386479595774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=9126073386479595774' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/9126073386479595774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/9126073386479595774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/asia-countries-top-40-richest.html' title='Asia Countries&apos; Top 40 Richest'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oTgfFbBSuQQ/SNTbg4l_B5I/AAAAAAAAASM/NGwTCbrFltk/s72-c/Asia-Richest-Lists.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-2339835569167837891</id><published>2008-09-20T03:54:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T03:54:30.913-07:00</updated><title type='text'>Bank kustodian</title><content type='html'>Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank kustodian atau disingkat kustodian adalah suatu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan. Bank kustodian ini akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan dari asset seperti saham, obligasi, serta melaksanakan tugas administrasi seperti menagih hasil penjualan, menerima deviden, mengumpulkan informasi mengenai perusahaan acuan seperti misalnya rapat umum pemegang saham tahunan, menyelesaikan transaksi penjualan dan pembelian, melaksanakan transaksi dalam valuta asing apabila diperlukan, serta menyajikan laporan atas seluruh aktivitasnya sebagai kustodian kepada kliennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa juga disebut dengan bank kustodian 'global, apabila bank kustodian tersebut mengelola aset yang berasal dari berbagai penjuru dunia dengan beragam jurisdiksi melalui berbagai cabangnya diberbagai penjuru dunia. Aset yang tersebar demikian biasanya dimiliki oleh dana pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar isi [sembunyikan]&lt;br /&gt;1 American Depositary Receipts (ADRs) &lt;br /&gt;2 Daftar bank kustodian di Indonesia &lt;br /&gt;3 Lihat pula &lt;br /&gt;4 Pranala luar &lt;br /&gt;5 Catatan kaki &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] American Depositary Receipts (ADRs)&lt;br /&gt;Bank kustodian yang berhubungan dengan American Depositary Receipts (ADRs)[1] , disebut sebagai "bank kustodian lokal" yaitu suatu bank koresponden diluar Amerika yang menjadi penyimpan saham-saham perusahaan lokal yang mana saham-saham tersebut diwakili oleh ADRs yang diperdagangkan di bursa Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Daftar bank kustodian di Indonesia&lt;br /&gt;Bank kustodian di Indonesia adalah bank umum yang telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal sebagai kustodian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar bank kustodian di Indonesia berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal Indonesia adalah sebagai berikut[2] :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standard Chartered Bank &lt;br /&gt;Bank Internasional Indonesia &lt;br /&gt;Bank Niaga &lt;br /&gt;HSBC &lt;br /&gt;Citibank N.A &lt;br /&gt;Bank Permata &lt;br /&gt;Lippo Bank &lt;br /&gt;Bank Negara Indonesia &lt;br /&gt;Bank Sumitomo Mitsui Indonesia &lt;br /&gt;Bank Artha Graha &lt;br /&gt;Bank UOB Indonesia &lt;br /&gt;Deutsche Bank &lt;br /&gt;ABN Amro Bank &lt;br /&gt;Bank Rakyat Indonesia &lt;br /&gt;Bank Mandiri &lt;br /&gt;Bank Mega &lt;br /&gt;Bank Panin &lt;br /&gt;Bank Danamon &lt;br /&gt;Bank Bukopin &lt;br /&gt;Bank DBS Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-2339835569167837891?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/2339835569167837891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=2339835569167837891' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2339835569167837891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/2339835569167837891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/bank-kustodian.html' title='Bank kustodian'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-1213138363864348293</id><published>2008-09-20T03:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T03:52:31.034-07:00</updated><title type='text'>Daftar bank di Indonesia.</title><content type='html'>Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali disebutkan tersendiri, seluruh bank di bawah ini memiliki kantor pusat di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;1 Bank Sentral &lt;br /&gt;2 Bank Persero (BUMN) &lt;br /&gt;3 Bank Swasta &lt;br /&gt;3.1 Bank Umum Swasta Nasional Devisa &lt;br /&gt;3.2 Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa &lt;br /&gt;3.3 Bank Campuran &lt;br /&gt;3.4 Bank Asing &lt;br /&gt;4 Bank Pembangunan Daerah &lt;br /&gt;5 Pranala luar &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Sentral&lt;br /&gt;Bank Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bank Persero (BUMN)&lt;br /&gt;Bank persero adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) &lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank Tabungan Negara (Persero) &lt;br /&gt;PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Swasta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bank Umum Swasta Nasional Devisa&lt;br /&gt;PT Bank Agroniaga Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank Antardaerah (Surabaya) &lt;br /&gt;PT Bank Arta Niaga Kencana (Surabaya) &lt;br /&gt;PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank UOB Buana Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank Bukopin &lt;br /&gt;PT Bank Bumi Arta &lt;br /&gt;PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank Central Asia Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank Century Tbk. &lt;br /&gt;PT Bank Danamon Indonesia Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Ekonomi Raharja &lt;br /&gt;PT Bank Ganesha &lt;br /&gt;PT Bank Haga &lt;br /&gt;PT Bank Hagakita (Surabaya) &lt;br /&gt;PT Bank Halim Indonesia (Surabaya) &lt;br /&gt;Bank IFI &lt;br /&gt;PT Bank Internasional Indonesia Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Kesawan Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Lippo Tbk (Tangerang) &lt;br /&gt;PT Bank Maspion Indonesia (Surabaya) &lt;br /&gt;PT Bank Mayapada International Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Mega Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Mestika Dharma (Medan) &lt;br /&gt;PT Bank Metro Express &lt;br /&gt;PT Bank Muamalat Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Niaga Tbk &lt;br /&gt;PT Bank NISP Tbk (Bandung) &lt;br /&gt;PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (Bandung) &lt;br /&gt;PT Bank Permata Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Sinarmas Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Swadesi Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Syariah Mandiri &lt;br /&gt;PT Bank Windu Kentjana &lt;br /&gt;PT Pan Indonesia Bank Tbk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa&lt;br /&gt;PT Anglomas Internasional Bank (Surabaya) &lt;br /&gt;PT Bank Akita &lt;br /&gt;PT Bank Alfindo &lt;br /&gt;PT Bank Artos Indonesia (Bandung) &lt;br /&gt;PT Bank Bintang Manunggal &lt;br /&gt;PT Bank Bisnis Internasional (Bandung) &lt;br /&gt;PT Bank Dipo International &lt;br /&gt;PT Bank Eksekutif Internasional &lt;br /&gt;PT Bank Fama Internasional (Bandung) &lt;br /&gt;PT Bank Harda Internasional &lt;br /&gt;PT Bank Harfa &lt;br /&gt;PT Bank Harmoni International &lt;br /&gt;PT Bank Himpunan Saudara 1906 (Bandung) &lt;br /&gt;PT Bank Ina Perdana &lt;br /&gt;PT Bank Index Selindo &lt;br /&gt;PT Bank Indomonex &lt;br /&gt;PT Bank Jasa Arta &lt;br /&gt;PT Bank Jasa Jakarta &lt;br /&gt;PT Bank Kesejahteraan Ekonomi &lt;br /&gt;PT Bank Mayora &lt;br /&gt;PT Bank Mitraniaga &lt;br /&gt;PT Bank Multi Arta Sentosa &lt;br /&gt;PT Bank Persyarikatan Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Purba Danarta (Semarang) &lt;br /&gt;PT Bank Royal Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Sinar Harapan Bali (Denpasar) &lt;br /&gt;PT Bank Sri Partha (Denpasar) &lt;br /&gt;PT Bank Swaguna &lt;br /&gt;PT Bank Syariah Mega Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bandung) &lt;br /&gt;PT Bank UIB &lt;br /&gt;PT Bank Victoria International Tbk &lt;br /&gt;PT Bank Yudha Bhakti &lt;br /&gt;PT Centratama Nasional Bank (Surabaya) &lt;br /&gt;PT Liman International Bank &lt;br /&gt;PT Prima Master Bank (Surabaya) &lt;br /&gt; Bank Campuran&lt;br /&gt;Bank Campuran adalah Bank Umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih Bank Umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh WNI (dan/atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh WNI), dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT ANZ Panin Bank &lt;br /&gt;PT Bank Commonwealth &lt;br /&gt;PT Bank BNP Paribas Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Capital Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank DBS Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Finconesia &lt;br /&gt;PT Bank KEB Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Maybank Indocorp &lt;br /&gt;PT Bank Mizuho Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Multicor &lt;br /&gt;PT Bank OCBC Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Rabobank Internasional Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Resona Perdania &lt;br /&gt;PT Bank UOB Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Woori Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank China Trust Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia &lt;br /&gt;PT Bank UFJ Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Asing&lt;br /&gt;ABN Amro Bank &lt;br /&gt;American Express Bank Ltd. &lt;br /&gt;Bank of America, N.A. &lt;br /&gt;Bank of China Limited &lt;br /&gt;Citibank N.A. &lt;br /&gt;Deutsche Bank Ag. &lt;br /&gt;JP. Morgan Chase Bank, N.A. &lt;br /&gt;Standard Chartered Bank &lt;br /&gt;The Bangkok Bank Comp. Ltd. &lt;br /&gt;The Bank of Tokyo Mitsubishi Ufj Ltd. &lt;br /&gt;The Hongkong &amp; Shanghai B.C. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Pembangunan Daerah&lt;br /&gt;Bank persero adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPD Jambi (Jambi) &lt;br /&gt;BPD Kalimantan Selatan (Banjarmasin) &lt;br /&gt;BPD Kalimantan Timur (Samarinda) &lt;br /&gt;BPD Sulawesi Tenggara (Kendari) &lt;br /&gt;Bank BPD DIY (Yogyakarta) &lt;br /&gt;BPD Sumatera Barat (Padang) &lt;br /&gt;PT Bank DKI (Jakarta) &lt;br /&gt;PT Bank Lampung (Bandar Lampung) &lt;br /&gt;PT Bank Kalteng (Palangka Raya) &lt;br /&gt;PT BPD Aceh (Banda Aceh) &lt;br /&gt;PT BPD Sulawesi Selatan (Makassar) &lt;br /&gt;PT BPD Jawa Barat (Bandung) &lt;br /&gt;PT BPD Kalimantan Barat (Pontianak) &lt;br /&gt;PT BPD Maluku (Ambon) &lt;br /&gt;PT BPD Bengkulu (Kota Bengkulu) &lt;br /&gt;PT BPD Jawa Tengah (Semarang) &lt;br /&gt;PT BPD Jawa Timur (Surabaya) &lt;br /&gt;PT BPD Nusa Tenggara Barat (Mataram) &lt;br /&gt;PT BPD Nusa Tenggara Timur (Kupang) &lt;br /&gt;PT BPD Sulawesi Tengah (Palu) &lt;br /&gt;PT BPD Sulawesi Utara (Manado) &lt;br /&gt;PT BPD Bali (Denpasar) &lt;br /&gt;PT BPD Papua Jayapura) &lt;br /&gt;PT BPD Riau (Pekanbaru) &lt;br /&gt;PT BPD Sumatera Selatan (Palembang) &lt;br /&gt;PT BPD Sumatera Utara (Medan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-1213138363864348293?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/1213138363864348293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=1213138363864348293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1213138363864348293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/1213138363864348293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/daftar-bank-di-indonesia.html' title='Daftar bank di Indonesia.'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-3774996508660568928</id><published>2008-09-20T03:46:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T03:46:28.680-07:00</updated><title type='text'>Bank investasi</title><content type='html'>Bank investasi&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Bank investasi membantu perusahaan dan pemerintah serta lembaga-lembaga pemerintahan dalam menggalang perolehan dana dengan cara penerbitan dan penjualan efek di pasar modal. Bank investasi ini berperan dalam memberikan nasehat-nasehat strategis untuk melakukan penggabungan usaha (merger) dan akuisisi serta berbagai jenis transaksi keuangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank investasi ini juga berperan sebagai pialang bisnis dalam mewakili nasabahnya melakukan transaksi perdagangan. Namun dalam beberapa tahun garis pemisah antara kedua jenis struktur ini telah kabur terutama karena bank komersial juga menawarkan jasa bank investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, Undang-undang Glass-Steagall Act diciptakan pada awal kebangkitan pasar modal dari kejatuhannya pada tahun 1929 yang melarang bank untuk merangkap menjadi penerima deposito serta menjadi penjamin emisi saham dan obligasi ; undang-undang ini akhirnya dibatalkan pada tahun 1999 oleh undang-undang Gramm-Leach-Bliley Act.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank investasi ini juga harus dibedakan dengan pialang saham yang melakukan kegiatan usaha dalam transaksi penjualan dan pembelian saham, obligasi, reksadana. Namun beberapa perusahaan melakukan kegiatan usaha rangkap dengan menjadi pialang dan bank investasi, ini dilakukan juga termasuk oleh perusahaan keuangan besar yang terkenal diseluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan bank investasi terlibat sangat jauh dalam penyediaan jasa keuangan tambahan bagi nasabahnya, seperti misalnya melakukan transaksi-transaksi perdagangan derivatif, obligasi, valuta asing, komoditi, dan saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik yang digunakan pada bank investasi hingga hari ini kebanyakan adalah hanya dari "sisi penjual" nya saja yaitu perdagangan surat berharga atau saham ( misalnya memfasilitasi transaksi, pencipta pasar), atau mempromosikan saham ( misalnya sebagai penjamin emisi, analis, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sisi beli" nya diwakili oleh dana pensiun, reksadana, dana lindung nilai dan investor publik yang menjadi pengguna jasa mereka guna memperoleh keuntungan maksimal dari investasinya. Namun banyak perusahaan juga yang memiliki kedua komponen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar isi [sembunyikan]&lt;br /&gt;1 Struktur organisasi bank investasi &lt;br /&gt;1.1 Kegiatan utama dan unit-unitnya &lt;br /&gt;2 Daftar bank investasi &lt;br /&gt;2.1 Konglomerat keuangan &lt;br /&gt;2.2 Bank investasi independen &lt;br /&gt;3 Lihat pula &lt;br /&gt;4 Catatan kaki &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Struktur organisasi bank investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Kegiatan utama dan unit-unitnya&lt;br /&gt;Fungsi utama dari bank investasi adalah melakukan pembelian dan penjualan produk atas nama nasabahnya maupun atas nama bank sendiri. Bank investasi mengambil alih resiko melalui perdagangan hak yang dilakukan oleh si pedagang yang tidak berhubungan langsung dengan nasabahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bank investasi terdiri dari beberapa unit yang terbagi atas lini depan (front office), lini tengah (middle office) dan lini belakang (back office) yang masing-masing memiliki kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lini depan atau front office adalah merupakan aspek tradisional dari bank investasi yang tugasnya memberikan bantuan kepada nasabah dalam menggalang dana melalui pasar modal serta memberikan nasehat dalam proses penggabungan usaha dan akuisisi. Bank investasi menyodorkan suatu gagasan yang dibawa ke rapat-rapat dengan nasabahnya dengan harapan agar gagasannya ini mebuahkan hasil berupa mandat dari nasabahnya untuk melaksanakan transaksi atas nama nasabah tersebut. Apabila mandat sudah diperoleh maka bank investasi bertanggung jawab untuk menyiapkan seluruh materi yang dibutuhkan dalam transaksi tersebut dimana dapat melibatkan investor yang berminat membeli penerbitan surat berharga, melakukan koordinasi dengan pihak penawar ataupun melakukan negosiasi dengan perusahaan yang menjadi target penggabungan usaha. &lt;br /&gt;Manajemen investasi ( lihat artikel utama : Manajemen investasi adalah manajemen profesional dari berbagai surat berharga (saham, obligasi dan lain-lain), yang melakukan tugasnya guna memperoleh imbal hasil investasi sesuai dengan yang menjadi tujuan dari investornya. Investor mereka dapat berupa perusahaan (asuransi, dana pensiun, perusahaan) ataupun investor perorangan (yang kesemuanya melakukan investasi dalam bentuk kontrak investasi atau seringkali melalui kontrak investasi kolektif misalnya reksadana) &lt;br /&gt;Pasar keuangan yang terdiri dari penjualan, perdagangan, analisa dan strukturisasi. &lt;br /&gt;Penjualan dan perdagangan biasanya merupakan suatu bagian yang menghasilkan pemasukan utama bagi bank investasi. Dalam proses menciptakan pasar, pedagang akan menjual dan membeli produk keuangan dengan tujuan untuk menghasilkan peningkatan nilai perdagangan. Penjual adalah istilah yang digunakan bagi team penjualan bank investasi yang bertugas untuk menghubungi lembaga-lembaga keuangan dan investor yang berpotensi guna menawarkan ide perdagangan serta menerima pesanan transaksi perdagangan dari investor tersebut dan melanjutkan pesanan tersebut ke meja perdagangan ( trading desk) utuk dilaksanakan. &lt;br /&gt;Analis adalah divisi yang melakukan analisa terhadap perusahaan serta memberikan laporan tertulis mengenai prospeknya, biasanya diserta dengan peringkat beli atau jual. Divisi ini tidak menghasilkan pemasukan dimana hasil kerjanya digunakan sebagai bahan masukan bagi nasabah dalam melaksanakan perdagangan. &lt;br /&gt;Strukturisasi adalah divisi yang berhubungan dengan perdagangan derivatif divisi ini bermain dengan tehnik yang tinggi dengan sejumlah karyawan dalam menciptakan struktur yang kompleks yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih besar daripada deposito. &lt;br /&gt;Lini tengah atau middle office&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen resiko berperan dalam menganalisa pasar dan resiko kredit dari perdagangan nasabahnya yang dituangkan dalam neraca perdagangan harian nasabah dan menentukan batasan jumlah modal yang dibutuhkan sehingga nasabah diperkenankan melakukan perdagangan guna mencegah gagal bayar dalam perdagangan tersebut. &lt;br /&gt;Lini belakang atau back office&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasional berperan dlam melakukan pengecekan data perdagangan untuk memastikan bahwa telah sesuai dengan ketentuan , memastikan tidak terjadi kesalahan serta melaksanakan transaksi transfer yang diperlukan. &lt;br /&gt;Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bank investasi yang utama memiliki sejumlah perangkat lunak yang diciptakan oleh tim teknologi yang juga bertanggung jawab atas komputer dan sarana telekomunikasi. Teknologi telah berkembang dengan pesat dimana sekarang perdagangan telah dilakukan secara elektronik. Dengan menggunakan suatu algoritma yang rumit maka program ini dapat digunakan untuk melaksanakan lindung nilai secara otomatis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Konglomerat keuangan&lt;br /&gt;Konglomerat jasa keuangan yang besar, melakukan kombinasi dari bank komersial dan bank investasi bahkan juga asuransi. Berdasarkan undang-undang Gramm-Leach-Bliley Act tahun 1999 maka kombinasi tersebut di Amerika adalah melawan hukum. Dalam daftar dibawah ini yang diberi tanda kurung adalah bank investasi yang merupakan afiliasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allianz (Dresdner Kleinwort) &lt;br /&gt;Bank of America (Banc of America Securities) &lt;br /&gt;BNP Paribas &lt;br /&gt;BMO (BMO Capital Markets) &lt;br /&gt;Barclays (Barclays Capital) &lt;br /&gt;Calyon &lt;br /&gt;CIBC (CIBC World Markets) &lt;br /&gt;Citigroup &lt;br /&gt;Credit Suisse &lt;br /&gt;Deka Bank &lt;br /&gt;Deutsche Bank &lt;br /&gt;Fortis Bank &lt;br /&gt;HSBC &lt;br /&gt;ING Group &lt;br /&gt;JPMorgan Chase (JPMorgan Securities, Inc.) &lt;br /&gt;Kaupthing Bank &lt;br /&gt; KBC Bank (KBC Financial Products) &lt;br /&gt;KeyCorp (KeyBanc Capital Markets) &lt;br /&gt;Mizuho Financial Group (Mizuho Corporate Bank) &lt;br /&gt;Monte dei Paschi di Siena (MPS Finance) &lt;br /&gt;Nomura Securities Co., Ltd. (Nomura Securities Co.) &lt;br /&gt;Bank of Nova Scotia (Scotia Capital) &lt;br /&gt;Rabobank &lt;br /&gt;Royal Bank of Scotland &lt;br /&gt;Royal Bank of Canada (RBC Capital Markets) &lt;br /&gt;Grupo Santander &lt;br /&gt;Société Générale &lt;br /&gt;Toronto-Dominion Bank (TD Securities) &lt;br /&gt;UBS AG &lt;br /&gt;Unicredit (Unicredit Group) &lt;br /&gt;Wachovia (Wachovia Securities) &lt;br /&gt;Wells Fargo (Wells Fargo Securities) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank investasi independen&lt;br /&gt;Bank investasi ( Penjamin emisi ) yang tidak berafiliasi dengan bank adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.G. Edwards &lt;br /&gt;Bain Capital &lt;br /&gt;Bear Stearns &lt;br /&gt;Boenning &amp; Scattergood &lt;br /&gt;Canaccord Adams &lt;br /&gt;C.E. Unterberg, Towbin &lt;br /&gt;Close Brothers Group &lt;br /&gt;Cowen Group, Inc. &lt;br /&gt;Dresner Partners &lt;br /&gt;Edward Jones Investments &lt;br /&gt;Ferris, Baker Watts Inc. &lt;br /&gt;Financo, Inc. &lt;br /&gt;Friedman Billings Ramsey &lt;br /&gt;Gabelli &lt;br /&gt;Genuity Capital Markets &lt;br /&gt;Goldman Sachs &lt;br /&gt;Greenhill &amp; Company &lt;br /&gt;Harris Williams &amp; Company &lt;br /&gt;Hilco Corporate Finance, LLC &lt;br /&gt;Houlihan Lokey Howard &amp; Zukin &lt;br /&gt; Investec &lt;br /&gt;Janney Montgomery Scott &lt;br /&gt;Jefferies &amp; Co. &lt;br /&gt;Jordan, Knauff &amp; Company &lt;br /&gt;Keefe, Bruyette &amp; Woods &lt;br /&gt;Ladenburg Thalmann &lt;br /&gt;Lazard Capital Markets (spun off from Lazard 2005) &lt;br /&gt;Legg Mason &lt;br /&gt;Lehman Brothers &lt;br /&gt;Macquarie Bank &lt;br /&gt;The McLean Group &lt;br /&gt;Merrill Lynch &lt;br /&gt;Miller Buckfire &lt;br /&gt;Morgan Stanley &lt;br /&gt;Needham &amp; Company &lt;br /&gt;Newbury Piret &lt;br /&gt;Newsouth Capital Management inc. &lt;br /&gt;NIBC &lt;br /&gt;Noble Bank (UK) &lt;br /&gt;Nomura&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-3774996508660568928?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/3774996508660568928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=3774996508660568928' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3774996508660568928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/3774996508660568928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/bank-investasi.html' title='Bank investasi'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-6603701167919485923</id><published>2008-09-20T03:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T03:37:49.801-07:00</updated><title type='text'>This is the list of famous Chinese Indonesians:</title><content type='html'>This is the list of famous Chinese Indonesians:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contents&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Politics &lt;br /&gt;2 Military &lt;br /&gt;3 Economics and business &lt;br /&gt;4 Sports &lt;br /&gt;5 Religion &lt;br /&gt;6 Academia &lt;br /&gt;7 Arts &lt;br /&gt;8 Human rights &lt;br /&gt;9 Others &lt;br /&gt;10 See also &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Politics&lt;br /&gt;Arief Budiman (Soe Hok Djin), scholar in political studies. &lt;br /&gt;Alvin Lie, member of Parliament from PAN. &lt;br /&gt;Harry Tjan Silalahi, former student activist in 1960s, former member of the Supreme Advisory Council, former member of the Parliament, intellectual focusing on politics and policy studies, Co-Founder of CSIS. &lt;br /&gt;Jusuf Wanandi, former student activist in 1960s, former representative in the People’s Consultative Assembly, intellectual focusing on policy and strategic studies, Co-Founder of CSIS. &lt;br /&gt;Kwik Kian Gie, PDIP politician, former minister in the administrations of Abdurrahman Wahid and Megawati Sukarnoputri. &lt;br /&gt;Mari Pangestu, Minister of Trade in the era of President Susilo Bambang Yudhoyono (2004 - present) &lt;br /&gt;Oei Tjoe Tat, Old Order politician and once President Sukarno's advisor &lt;br /&gt;Soe Hok Gie, political analyst and activist in 1960s &lt;br /&gt;Yap Tjwan Bing, member of the Committee for the Preparation of Indonesia’s Independence (PPKI) &lt;br /&gt;Hassan Karman, First Chinese mayor of Indonesia; Mayor, Singkawang, Kalimantan, 2007- &lt;br /&gt;黄汉山, Deputy governor, West Kalimantan &lt;br /&gt;Eko Maulana Ali??, Governor, Belitong &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Military&lt;br /&gt;Gho Hu Se, combatant during the Dutch police action war. &lt;br /&gt;Teddy Jusuf, retired Brig. Gen. &lt;br /&gt;John Lie alias Jahja Daniel Dharma, served the Indonesian Navy by setting up clandestine weapons procurement operations during the Dutch blockades from 1947 to 1949. He continued serving the Navy during the 1961-1963 Mandala campaigns before retiring as Rear Admiral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Economics and business&lt;br /&gt;Ang Kang Ho, General Manager, PT Imora Motor &lt;br /&gt;Bob Hasan, entrepreneur, minister of forestry until 1998 &lt;br /&gt;Ciputra, entrepreneur &lt;br /&gt;Sukanto Tanoto, entrepreneur, richest Indonesian &lt;br /&gt;Christianto Wibisono, economics analyst &lt;br /&gt;Eka Tjipta Widjaja, entrepreneur, founder of Sinar Mas Group &lt;br /&gt;Hadi Soesastro, economist/intellectual, Executive Director of CSIS. &lt;br /&gt;Hermawan Kartajaya, marketing guru, president of World Marketing Association &lt;br /&gt;Ivan Darius Lumenta, entrepreneur, founder of Krupuk Sehat. Though his family name originated from Manado, but he is fully Chinese descent. &lt;br /&gt;James Riady, entrepreneur &lt;br /&gt;Jaya Suprana (Poa Kok Tjian), businessman, head of Jamu Jago &lt;br /&gt;Kwik Kian Gie, coordinating minister of economics and finance 1999-2000; minister of national development planning 2001-2004 &lt;br /&gt;Lin Che Wei, economics analyst &lt;br /&gt;Mari Pangestu, Minister of Trade (2004-2009), former Executive Director of CSIS. &lt;br /&gt;Mochtar Riady, entrepreneur, founder of Lippo Group &lt;br /&gt;Oei Tiong Ham, entrepreneur &lt;br /&gt;Putera Sampoerna, entrepreneur &lt;br /&gt;Polyman SAT, entrepreneur &lt;br /&gt;Jakob Oetama, entrepreneur &lt;br /&gt;Rachman Halim (Tjoa To Hing), businessman, leader of Gudang Garam &lt;br /&gt;Sofjan Wanandi, entrepreneur &lt;br /&gt;Sudono Salim, entrepreneur, founder of Salim Group &lt;br /&gt;Trihatma Kusuma Haliman, entrepreneur, founder of Agung Podomoro Group &lt;br /&gt;Tung Desem Waringin, motivator &lt;br /&gt;William Suryadjaja, entrepreneur, founder of Astra International &lt;br /&gt;Rudy Hindrotanojo (Tan Kiat Hien), entrepreneur, co-founder of Jamu Air Mancur &lt;br /&gt;Kimun Ongkosandjojo (Ong Kiem Oen), entrepreneur, co-founder of Jamu Air Mancur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sports&lt;br /&gt;Alan Budikusuma, badminton star and 1992 Olympic gold medalist &lt;br /&gt;Angelique Widjaja, Tennis athlete &lt;br /&gt;Ardi B Wiranata, badminton star &lt;br /&gt;Candra Wijaya, badminton star and 2000 Olympic gold medalist with Tony Gunawan for men's doubles &lt;br /&gt;Chris John, Boxing world champion (WBA featherweight, 2003 - present) &lt;br /&gt;Christian Hadinata, badminton star &lt;br /&gt;Eng Hian, badminton star &lt;br /&gt;Evelyne Marzuki, poker player &lt;br /&gt;Felix Sutanto, sea games swimmer &lt;br /&gt;Ferry Sonneville, badminton star &lt;br /&gt;Hendrawan, badminton world champion &lt;br /&gt;Hermawan Susanto, badminton star &lt;br /&gt;John Juanda, poker player, fulltiltpoker star &lt;br /&gt;Liem Swie King, badminton legend &lt;br /&gt;Nanda Octaviani, soccer Player &lt;br /&gt;Njoo Ing Hin, player and kyokushin fighter &lt;br /&gt;Richard Sambera, swimmer &lt;br /&gt;Ronald Susilo, badminton star based in Singapore &lt;br /&gt;Rudy Hartono, badminton legend, 8-time winner of the All-England Cup &lt;br /&gt;Susi Susanti, badminton star and 1992 Olympic gold medalist &lt;br /&gt;Suwandi, tennis player &lt;br /&gt;Tan Joe Hok, Indonesia badminton legend &lt;br /&gt;Tjun Tjun, badminton star &lt;br /&gt;Tony Gunawan, badminton star and 2000 Olympic gold medalist with Candra Wijaya for men's doubles &lt;br /&gt;Wynne Prakusya, Tennis athlete &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Religion&lt;br /&gt;Anton Medan, Islamic preacher &lt;br /&gt;Muhammad Syafii Antonio, Islamic Banking Expert. &lt;br /&gt;Stephen Tong, evangelist &lt;br /&gt;Caleb Tong, evangelist &lt;br /&gt;Junus Jahja (Lauw Chuan Tho), Muslim assimilation activist &lt;br /&gt;Sindhunata, priest and journalist &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Academia&lt;br /&gt;Ong Hok Ham, historian &lt;br /&gt;Tjia May On, physicist &lt;br /&gt;Vincent's Genesius Evans, Educational Motivator, Teacher &lt;br /&gt;Yohanes Surya, physicist &lt;br /&gt;HOK Tanzil, Microbiologist &lt;br /&gt;dr Budi Setyadi / Kwee han Tiong, surgeon &lt;br /&gt;dr. A. Oetojo,Sp.THT &lt;br /&gt;dr. Indro Handojo &lt;br /&gt;dr.Harman, Obs. Gynecology &lt;br /&gt;dr.Jozep Lukman Ojong, Cardiologist &lt;br /&gt;Djohan Salim, Music Psychologist &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Arts&lt;br /&gt;Asmaraman Sukowati alias Kho Ping Hoo, novelist &lt;br /&gt;Bubi Chen, Jazz musician &lt;br /&gt;Deddy Corbuzier, magician &lt;br /&gt;Desta, Club 80's band member, grandson of Kho Ping Hoo &lt;br /&gt;Delon Liaw, runner-up of Indonesian Idol 2004. &lt;br /&gt;Dominique Diyose, photo model &lt;br /&gt;Ferry Salim, presenter, actor &lt;br /&gt;Hanung Bramantyo, movie director &lt;br /&gt;Jahja Ling, conductor and music director &lt;br /&gt;Jaya Suprana, businessman, comedian, linguist, composer, musician, TV talk &lt;br /&gt;Iwan Sastrawijaya, head of blackboard show host. &lt;br /&gt;Katherine Keng, presenter &lt;br /&gt;Lenna Tan, presenter, actress, and photo model &lt;br /&gt;Lim Tjoan Hok (Teguh Karya), movie director &lt;br /&gt;Liem Goan Lay (Halim HD), artist and theatre activist &lt;br /&gt;Olga Lydia, presenter, photo model &lt;br /&gt;Peter Sie, fashion designer &lt;br /&gt;Roger Danuartha, actor &lt;br /&gt;Sandra Dewi, actress &lt;br /&gt;Susan Bachtiar, presenter &lt;br /&gt;Thé Tjong-Khing, Dutch children's book artist/author. &lt;br /&gt;Willie Dozan, actor and stuntman &lt;br /&gt;Yuanita Christiani, actress and presenter/host. &lt;br /&gt;Agnes Monica, actress and singer &lt;br /&gt;```&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Human rights&lt;br /&gt;Esther Indahyani Yusuf, human rights activist, recipient of Yap Thiam Hien Award. &lt;br /&gt;Yap Thiam Hien, human rights activist / public defender &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Others&lt;br /&gt;Sandra Angelia, Miss Indonesia World 2008 &lt;br /&gt;Auw Jong Peng Koen (PK Ojong), co-founder of Kompas &lt;br /&gt;Felix Tan (Tan Fay Tjhion), columnist and lecturer in University of Hawaii &lt;br /&gt;Myra Sidharta (Ew Yong Tjhoen Moy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5631662659161117466-6603701167919485923?l=indonesiabijak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/feeds/6603701167919485923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5631662659161117466&amp;postID=6603701167919485923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6603701167919485923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5631662659161117466/posts/default/6603701167919485923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indonesiabijak.blogspot.com/2008/09/this-is-list-of-famous-chinese.html' title='This is the list of famous Chinese Indonesians:'/><author><name>Samuel David Immanuel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08394921046573539776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_oTgfFbBSuQQ/R1vykx7MDdI/AAAAAAAAAFs/LmOLYA7L9w8/S220/samuel+picture.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5631662659161117466.post-8562349617608953254</id><published>2008-09-20T03:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T03:35:58.057-07:00</updated><title type='text'>Subprime crisis impact timeline</title><content type='html'>From Wikipedia, the free encyclopedia&lt;br /&gt;The subprime crisis impact timeline begins with a context that includes the Dot-com bubble, Early 2000s recession, United States housing bubble, and the bubble burst (market correction) in 2005 which resulted in the subprime crisis itself in 2007 and its consequences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Context and summary &lt;br /&gt;2 Specific Impacts by Firm or Sector &lt;br /&gt;3 Central Bank Response Timeline &lt;br /&gt;4 References &lt;br /&gt;5 External links &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Context and summary&lt;br /&gt;1985–1991: Savings and Loan Crisis &lt;br /&gt;1997 - Fred Harrison predicts some of the economic issues of the housing bubble and packaging subprime loans as an investment vehicle. &lt;br /&gt;1999: Gramm-Leach-Bliley Act deregulates banking, insurance and securities into a financial services industry. &lt;br /&gt;1995–2001: Dot-com bubble &lt;br /&gt;1998: inflation-adjusted home price appreciation exceeds 10%/year in most West Coast metropolitan areas[1] &lt;br /&gt;2001: dot-com bubble collapse &lt;br /&gt;2000–2003: Early 2000s recession (exact time varies by country) &lt;br /&gt;2001–2005: United States housing bubble (part of the world housing bubble) &lt;br /&gt;2001: US Federal Reserve lowers Federal funds rate 11 times, from 6.5% (May 2000) to 1.75% (December 2001).[2] &lt;br /&gt;2002: Annual home price appreciation of 10% or more in California, Florida, and most Northeastern states. &lt;br /&gt;2004-2005: Arizona, California, Florida, Hawaii, and Nevada record price increases in excess of 25% per year. &lt;br /&gt;2005–ongoing: Market correction ("bubble bursting") &lt;br /&gt;2005: Boom ended August 2005. The booming housing market halted abruptly for many parts of the U.S. in late summer of 2005. &lt;br /&gt;2006: Continued market slowdown. Prices are flat, home sales fall, resulting in inventory buildup. U.S. Home Construction Index is down over 40% as of mid-August 2006 compared to a year earlier. &lt;br /&gt;2007: Home sales continue to fall. The plunge in existing-home sales is the steepest since 1989. In Q1/2007, S&amp;P/Case-Shiller house price index records first year-over-year decline in nationwide house prices since 1991.[3] The subprime mortgage industry collapses, and a surge of foreclosure activity (twice as bad as 2006[4]) and rising interest rates threaten to depress prices further as problems in the subprime markets spread to the near-prime and prime mortgage markets.[5] The U.S. Treasury secretary calls the bursting housing bubble "the most significant risk to our economy."[6] &lt;br /&gt;February–March: Subprime industry collapse; more than 25 subprime lenders declaring bankruptcy, announcing significant losses, or putting themselves up for sale. &lt;br /&gt;April 2: New Century Financial, largest U.S. subprime lender, files for chapter 11 bankruptcy. &lt;br /&gt;July 19: Dow Jones Industrial Average closes above 14,000 for the first time in its history.[7] &lt;br /&gt;August: worldwide "credit crunch" as subprime mortgage backed securities are discovered in portfolios of banks and hedge funds around the world, from BNP Paribas to Bank of China. Many lenders stop offering home equity loans and "stated income" loans. Federal Reserve injects about $100B into the money supply for banks to borrow at a low rate. &lt;br /&gt;August 6: American Home Mortgage files for chapter 11 bankruptcy. &lt;br /&gt;August 7: Democratic presidential front-runner Hillary Clinton proposes a $1 billion bailout fund to help homeowners at risk for foreclosure [1]. &lt;br /&gt;August 16: Countrywide Financial Corporation, the biggest U.S. mortgage lender, narrowly avoids bankruptcy by 
